
"Maksud mu permainan tradisi negara kami tidak berharga ?"
tanya Li Sin ketus.
Karena dari awal dia memang berniat mencari gara gara, dia merasa iri dan takut terancam posisi nya oleh Guo Yun.
Karena Wang Jian Lu Bu Wei dan Meng Thian kelihatannya mereka sangat tertarik dan menyukai Guo Yun.
"Bukan begitu maksud ku Jendral Li, tapi cara kasar itu lah yang tidak pantas "
ucap Guo Yun berusaha bersikap tenang dan sabar, agar tidak timbul keributan.
"Kasar tidak kasar pantas tidak pantas, itu bukan urusan mu, di sini aku wasitnya wewenang ada di tangan ku.."
"Kamu menyingkirlah jangan menganggu di sini.."
ucap Li Sin sambil mencoba mendorong Guo Yun minggir menjauh darinya.
Tapi Li Sin menjadi terkejut, saat dorongan tangannya yang biasanya mampu mendorong mundur 5 sampai 8 prajuritnya.
Kini saat di gunakan mendorong Guo Yun, malah tertahan di sana tak bergeming.
Dengan penasaran dia mencoba mendorong ulang dengan sepenuh tenaga.
Tapi tiba-tiba Guo Yun memiringkan badannya, menarik tangan Li Sin yang sedang berusaha mendorongnya dengan sekuat tenaga.
Dengan satu sentakan, di sertai, kaki Guo Yun yang menjegal kaki Li Sin.
Tubuh Li Sin langsung nyungsep mencium ranah, Guo Yun sendiri tanpa menghiraukan keadaan Li Sin.
Dia langsung berjalan ketepi lapangan memukul lonceng tanda berhenti.
Lalu dia melambaikan tangannya memanggil ke 5 anak buahnya yang sedang bermain agar mendekatinya.
Ke 5 anak buah Guo Yun yang memang sudah babak belur dan terlihat tidak bersemangat.
Segera berlari secepat mungkin menghampiri Guo Yun.
Setelah mereka berlima mendekat, Guo Yun pun berkata,
"Kalian berlima keluar lah dan pergi istirahat .."
Kelima orang itu meski bingung dan heran, tapi mereka tidak mungkin berani membantah Guo Yun.
Mereka berlima langsung mengangguk dan bersiap meninggalkan lapangan, mengikuti perintah Guo Yun.
Tapi sebelum mereka berlima pergi.
Li Sin yang tadinya nyungsep mencium tanah, kini sudah tiba di sana dengan wajah penuh emosi berkata,
"Hei mau kemana kalian..!? pertandingan belum selesai, kalian tidak di ijinkan pergi begitu saja..!"
Kelima orang itu menjadi ragu, mereka menoleh kearah Guo Yun menunggu pendapat atasan mereka.
Guo Yun tersenyum kearah mereka sambil mengangguk, dia berkata,
__ADS_1
"Kalian kembali saja ke barisan.."
Mereka berlima kini dengan langkah mantap langsung meninggalkan lapangan.
Li Sin yang ingin maju mencegahnya di hadang oleh Guo Yun.
Guo Yun sambil menahan Li Sin, dengan tenang dia berkata,
"Jendral Li jangan khawatir, pertandingan akan terus berlanjut seperti keinginan mu.."
"Aku sendiri yang akan menggantikan mereka, hingga pertandingan ini usai.."
Guo Yun begitu selesai berbicara, orangnya sudah berlari ketengah lapang dan berteriak kepada lima orang pasukan Qin, yang menjadi lawannya.
"Kalian majulah, aku yang akan menjadi lawan kalian..!"
Kelima orang itu saling pandang, lalu mereka memandang kearah Li Sin.
Saat melihat anggukan kepala dan kode mata dari Li Sin.
Mereka berlima pun langsung tersenyum kejam, mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan.
Wang Jian di pinggir lapangan sana, segera menghampiri Lu Bu Wei dan berkata,
"Perdana menteri, pertandingan ini harus segera di hentikan, sebelum keributan menjadi semakin besar.."
Lu Bu Wei sambil tersenyum tenang mengulapkan tangan nya dan berkata,
"Biarkan saja, bila tidak saling mengenal, maka tidak akan saling menyayangi dan saling menghormati..'
Mendengar jawaban Lu Bu Wei, Wang Jian pun terdiam dan menatap kearah lapangan dengan tatapan mata penuh kecemasan.
Meski dia tidak paham. cara main bola sepak ini.
Tapi melihat ada dua gawang berlawanan arah.
Guo Yun pun paham, poin kemenangan adalah memasukkan bola sebanyak banyaknya kearah gawang itu
Salah satu lawan yang menggiring bola malah sengaja mengumpankan bola kearah Guo Yun.
Begitu bola di terima oleh kaki Guo Yun, kelima orang itu langsung bergerak maju menyerang Guo Yun dari 5 arah
Dua orang menyosor dari bawah ingin menendang patah kaki Guo Yun, dari dua arah berlawanan.
Orang ketiga datang mepet ke Guo Yun dengan tujuan menyikut wajah Guo Yun.
Orang keempat juga sama datang menyikut wajah Guo Yun dari arah berlawanan.
Sedangkan orang kelima datang dengan tendangan terbang kearah perut Guo Yun.
Orang pertama kedua yang datang menyosor dari bawah, tidak menemui sasaran karena Guo Yun sudah melompat ringan keatas.
Saat turun kebawah seolah-olah tanpa sengaja, Guo Yun justru menginjak tulang paha kedua orang itu hingga patah hancur di dalam.
"Krakkk,..!"
__ADS_1
"Arggghhh...!!"
teriak kedua orang itu menjerit jerit penuh kesakitan, sambil bergulingan memegangi paha mereka masing-masing.
Serangan ke tiga keempat yang menggunakan siku tangan, di tahan oleh sepasang telapak tangan Guo Yun, yang keras bagaikan lempengan besi.
"Krakkkk,..!"
"Arggghhh,..!"
Terdengar suara tulang berderak, di susul dengan suara teriakan kesakitan dari kedua orang itu, yang langsung bergulingan diatas tanah, sambil memegangi siku tangan mereka masing-masing.
Orang terakhir yang datang menerjang kearah perut Guo Yun,.disambut dengan sedikit memiringkan tubuh.
pergelangan kaki di cengkram, pinggul juga di cengkram, lalu tubuhnya di banting kebawah dengan leher belakang mendarat duluan.
"Krakkk,..!"
patah lah tulang leher prajurit itu,.dia yang paling sial.
Belum sempat mengeluarkan suara orangnya sudah kehilangan kesadaran.
Guo Yun dengan santai menendang bola di dekat kakinya kedalam gawang.
Kelima orang itu langsung di tandu keluar di ganti dengan orang lain.
Tapi hasilnya tetap sama, masuk sehat keluar sakit.
Tidak ada satupun yang bisa keluar dengan selamat.
Setelah 5 kali berganti orang.
Kini pasukan Qin tidak ada yang berani maju lagi, mereka semua takut akan menyusul rekan mereka.
Masuk sehat normal, keluar di tandu, ada yang pingsan, ada yang menjerit jerit kesakitan.
"Keparat, biar aku yang menjadi lawan mu..!"
bentak Li Sin emosi.
Begitu maju, dia langsung melancarkan serangan bertubi tubi kearah sepasang kaki Guo Yun.
Tapi Guo Yun dengan langkah ajaib, tanpa kesulitan dia selalu dengan mudah menghindar kesana kemari, dalam menyambut serangan yang di lancarkan oleh Li Sin.
Beberapa detik kemudian dalam satu kesempatan, Li Sin sedang bergerak cepat memberikan tendangan memutar kearah Guo Yun.
Kakinya yang menendang tertangkap oleh Guo Yun, kakinya yang menjadi tumpuan di tendang oleh Guo Yun.
Sehingga Li Sin terjatuh keatas tanah dalam posisi split.
Di paksa split seperti ini, dengan bagian rahasia membentur tanah.
Sepasang mata Li Sin langsung juling ketengah, pipinya menggelembung seperti balon, bibirnya meruncing kedepan.
Dengan diakhiri sebuah tendangan tepat kewajahnya, tubuh Li Sin langsung terlempar keluar lapangan.
__ADS_1
Tiba-tiba seseorang mendarat ringan di hadapan Guo Yun dan berkata,
"Anak muda jangan mengira Qin tidak ada orang, sehingga kamu mau berbuat sesuka mu..'