LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KELIHAIAN LU BU WEI


__ADS_3

Cu Cu hanya memiringkan sedikit wajahnya, gagang pedang itu terbang lewat di samping wajahnya.


Cu Cu terus meneruskan serangan tangannya kearah dada dan leher Hong Dao Cang.


"Kreekk,..!"


"Dessss,..!"


Hong Dao Cang gagal meloloskan diri, karena tangan cucu yang bisa memajang.


Pukulan pertama menghantam dadanya, hingga tulang dadanya melesak kedalam menusuk dan memecahkan jantungnya.


Serangan kedua, cengkraman tangan Cu Cu, telah mematahkan batang leher Hong Dao Cang, seperti sedang meremas kerupuk.


"Kreekk..!"


Dengan tumbangnya Hong Dao Cang, Cu Cu segera melompat pergi membantu Sian Sian, menghadapi Ling Dao Cang.


Guo Yun sendiri terlihat sedang di kejar oleh pedang hitam, yang terus ingin mengincar lehernya.


Guo Yun berusaha terbang mundur menjauh, sedangkan setitik merah dari daratan tengah, terus melakukan pengejaran dengan pedang nya.


Pergerakan Guo Yun akhirnya terhenti, saat punggungnya membentur pohon.


Setitik merah sambil tersenyum gembira, dia mempercepat tusukan pedang hitamnya kearah leher Guo Yun.


"Crakkkk..!"


Pedang hitam berhasil menembus pohon di belakang Guo Yun.


Tapi Guo Yun nya tidak terlihat disana, sebelum setitik merah menyadari kemana Guo Yun.


Seberkas biru, dari arah bawah melesat melewati tubuhnya.


Tubuh setitik merah langsung terbelah dua oleh jurus pedang pemusnah, yang memang sudah di siapkan oleh Guo Yun.


Dia berpura-pura terdesak, itu merupakan trik Guo Yun, untuk mengurangi kewaspadaan setitik merah.


Dalam jarak dekat, di saat setitik merah menyerang nya, ini adalah kesempatan, bagi dia melepaskan jurus tebasan pedang pemusnah nya.


Di mana setitik merah tidak akan punya kesempatan, untuk menghindari nya lagi.


Dengan tewasnya setitik merah, kini Guo Yun bisa melihat ke sekitarnya.


"Si Si kamu tidak apa-apa?"


tanya Guo Yun sambil menghampiri gadis itu.


Si Si sendiri terlihat berdiri dengan wajah pucat, dan tubuh sedikit gemetar.


Dia terus menatap kearah Gongsun Li, yang terlihat sangat cantik dan garang.


Dari kemiripan wajah mereka berdua, dia langsung bisa menebak, pasti gadis itulah istrinya Guo Yun.

__ADS_1


Akhirnya hal yang paling dia takutkan tiba juga, ada keinginan yang mendorongnya untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Tapi di sisi lain, juga ada dorongan agar dia tetap bertahan di sana, untuk mengamati perkembangan.


Menanti janji Guo Yun, yang akan bertanggung jawab padanya.


Bagaimana pun meski dia muncul nya lebih telat, tapi dia memilki hak yang sama dengan Gongsun Li.


Dia juga berhak hidup berbahagia di sisi pria yang dia cintai, dan kini pria itupun sangat mencintai nya.


Dia agak sedikit tidak rela, pergi meninggalkan Guo Yun, tapi di saat bersamaan, dia juga sangat takut menghadapi kemarahan Gongsun Li.


Bila dia mengetahui hubungan dirinya dan Guo Yun, entah bagaimana reaksi gadis itu.


"Si Si kamu kenapa,?"


"Apa yang sedang kamu lihat..?"


tanya Guo Yun sambil mengikuti arah tatapan mata Si Si.


Begitu melihat siapa yang berdiri disana, dan baru saja habis, menyelesaikan Leng Dao Cang, guru Xiang Yan.


Guo Yun sesaat terbengong di tempat, dia benar benar tidak menyangka, bisa bertemu dengan istrinya di sini.


Apalagi saat melihat istrinya tiba tiba berubah menjadi begitu ganas dan sakti kemampuannya.


Ada rasa girang, kaget, takut, rindu, semua bercampur aduk dalam perasaan Guo Yun, sehingga dia berdiri bengong sesaat.


Baru setelah istrinya melambaikan tangannya kearah nya, sambil tersenyum manis.


Guo Yun baru kembali tersadar dari lamunannya, dan cepat balas memeluk istrinya dengan erat.


Dengan suara bergetar Guo Yun berkata, sambil menahan haru.


"Istriku,.. akhir nya kita bisa bertemu kembali.."


"Apa yang terjadi,? kemana saja kamu selama ini..?"


Gongsun Li sendiri sudah tidak bisa menahan rasa haru, dan bahagia nya.


Dia memeluk Guo Yun erat erat, sambil menangis penuh haru dalam pelukan Guo Yun.


Dia bergumam pelan,


"Cerita nya panjang, nanti baru ku ceritakan.."


"Sekarang biarkan saya memeluk mu dulu.."


Guo Yun mengangguk, tidak banyak bicara lagi, selain dengan lembut terus membelai dan menciumi kepala istrinya, dengan penuh kasih sayang, tidak ada hal lain yang dia lakukan.


Beberapa saat mereka berdua hanya saling berpelukan, dengan di penuhi rasa rindu dan haru.


Si Si hanya bisa berdiri di belakang mereka, menatap mereka berdua dengan tatapan mata penuh kesedihan.

__ADS_1


Perlahan-lahan setindak demi setindak, dia melangkah mundur, lalu dengan gerakan cepat dia membalikkan badannya.


Sambil menutupi mulutnya sendiri dengan tangan, dia langsung berlari meninggalkan tempat itu sambil menahan tangis.


Guo Yun yang mendengar pergerakan Si Si di belakangnya, dia buru-buru melepaskan pelukannya dari Gongsun Li.


"Tunggu sebentar sayang, aku akan perkenalkan seseorang pada mu.."


ucap Guo Yun, kemudian buru-buru berlari pergi menyusul Si Si.


Gongsun Li hanya bisa terdiam di tempat, menatap kelakuan suaminya, yang sangat dia banggakan dan percaya penuh selama ini.


Selama ini dia selalu percaya, Guo Yun sangat mencintai nya, akan selalu setia dengan dirinya seorang.


Kini melihat yang terjadi di depan matanya, dia sulit percaya, tapi mau tidak mau dia harus percaya.


Meski itu sangat menyakiti perasaan nya, tapi itulah kenyataannya.


Semua mimpi nya selama ini telah hancur seketika.


Dia hanya bisa menatap Guo Yun dengan tatapan mata di penuhi rasa kecewa.


Lu Bu Wei sudah bercerita banyak sebelum nya, tapi dia masih tidak mempercayainya.


Kini semua terlihat jelas di depan mata, mau tidak mau dia harus percaya.


Dia jadi teringat dengan pertemuan nya dengan Lu Bu Wei sebelumnya.


"Nona Gongsun syukurlah kamu masih hidup.."


"Selama ini saya selalu hidup dalam penyesalan, karena gagal memenuhi janji ku melindungi dan menjaga kamu dan kakak mu dengan baik.."


ucap Lu Bu Wei sambil membungkukkan badannya dalam dalam.


Lu Bu Wei sadar sesadar sadarnya, bila hari ini masalah yang di buat putranya Ying Zheng, tidak tertangani dengan baik.


Pasti akan jadi panjang dan bakal jadi petaka bagi Qin.


Dia tadi sudah menyaksikan bagaimana aksi Gongsun Li seorang diri, berhasil melepaskan diri dari kepungan pasukan Chu.


Padahal jumlah pasukan Chu itu tidak sedikit, paling kurang mungkin ada 1000 orang.


Ini jelas kekuatan tidak main main, bila Gongsun Li berhasil bergabung dengan Guo Yun, dan membongkar semua kebiadaban tingkah laku putranya.


Sudah bisa di pastikan alamat kiamat bagi Qin.


Jadi hari ini bagaimana cara nya, dia harus gunakan lidah 3 Cun, dan air liurnya, berusaha mencari alasan untuk memisahkan mereka berdua.


"Tak perlu banyak peradatan perdana menteri, dalam hal ini tidak ada hubungannya dengan mu, maupun raja ZhuangXiang.."


"Ini semua adalah murni tanggung jawab Ying Zheng si bedebah itu.."


"Sekarang katakan saja, bagaimana nasib kakak ku dan pelayan ku, yang ada di gedung itu.."

__ADS_1


ucap Gongsun Li dengan nada sedingin es.


__ADS_2