LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENDENGARKAN LAPORAN


__ADS_3

Tapi begitu tertangkis melenceng kedua pedang itu dengan cepat berputar arah membalik menyerang kearah paha kiri kanan Jendral Xing.


"Breettt..!"


"Breettt..!"


Pedang mereka saat berbenturan dengan kapak berat Jendral Xing tentu kalah kuat.


Tapi mereka menang lincah karena mudah di gerakkan, berbeda dengan kapak jendral Xing yang bila di gerakkan akan sulit di kendalikan sesuka hati.


Sebelum laju gerak nya habis, senjata itu akan butuh tenaga ekstra untuk menahannya dan menariknya kembali.


Kalaupun bisa, sudah agak terlambat untuk di gunakan menghalau serangan pedang lawan yang cepat.


Sepasang paha Jendral Xing langsung mengalami luka robek berdarah, saat terkena sabetan kedua pedang itu.


Jendral Xing terlihat kuwalahan menghadapi kecepatan serangan kedua pedang itu.


Setelah puluhan jurus berlalu, seluruh tubuh Jendral Xing sudah penuh dengan luka yang mengucurkan darah cukup banyak.


Sehingga gerakannya pun menjadi semakin lemah dan lambat.


Hal itu tentu saja tidak di sia sia kan oleh kedua lawannya itu.


Pedang mereka bergerak semakin cepat dan lincah, mengincar semua titik berbahaya di tubuh Jendral Xing.


Jendral Xing menjadi kelabakan memutar sepasang kampaknya untuk melindungi dirinya dari kejaran sepasang pedang lawannya yang cepat dan lincah.


"Singgg..!"


Singgg..!"


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Sepasang pedang yang meluncur cepat kearah leher Jendral Xing yang sedang bergerak mundur.


Tertangkis oleh sepasang Kampak Jendral Xing, hingga melenceng ke kiri dan kekanan.


"Dessss..!"


"Dessss..!"


Tapi di saat bersamaan sepasang kaki kedua lawan Jendral Xing yang melakukan tendangan berputar.


Dengan telak menghantam dada Jendral Xing hingga tubuh jendral Xing yang tinggi besar terhempas kebelakang menimpa tenda perkemahan.


"Breeet..!"


Tenda perkemahan robek besar di timpa tubuh Jendral Xing.


Jendral Xing sendiri tubuhnya terlempar masuk kedalam kemahnya.


Kedua lawannya memutar mutar pedang mereka didepan, mereka melesat mengejar hingga kedalam tenda.


Di dalam tenda tidak terlihat apa yang selanjutnya terjadi, hanya terlihat percikan darah berhamburan membasahi kain tenda.


"Singggg..!"


"Sreeet..!"


"Breettt..!"

__ADS_1


"Tranggg..!"


"Singggg..!"


"Sreeet..!"


"Breettt..!"


"Tranggg..!"


"Desss...!"


"Breettt..!"


Sosok tubuh Jendral Xing yang tinggi besar kembali merobek tenda dan terlempar keluar dari dalam tenda.


Dengan sekujur tubuh bersimbah darah, wajahnya juga penuh dengan luka goresan pedang di mana mana.


Jendral Xing yang jatuh terbanting diatas tanah berusaha untuk bangkit berdiri.


Sepasang kapaknya sudah tidak terlihat lagi menyertainya.


Dengan susah payah dan kaki gemetaran Jendral Xing akhirnya mampu bangkit berdiri.


Tapi baru saja dia bangkit berdiri, sepasang pedang sudah datang menembus dadanya.


"Creebbbb..!"


"Creebbbb..!"


Setelah ujung pedang kedua orang itu sedikit menembus dada Jendral Xing, tapi tertahan disana, karena badan pedangnya sendiri tertahan oleh cengkraman tangan Jendral Xing.


Kedua lawannya menambah kekuatan daya dorong pedang mereka.


Kedua orang itu bergerak maju, Jendral Xing bergerak mundur, yang satu maju mendorong, pihak lain mundur bertahan.


Hingga akhirnya belakang punggung Jendral Xing tertahan oleh sebuah kereta yang berisi perbekalan ransum militer.


Disana pergerakan Jendral Xing pun terhenti, kedua pedang itu akhirnya berhasil meluncur deras menembus pertahanan Jendral Xing.


"Creebbbb..!"


"Creebbbb..!"


Kedua pedang meluncur deras menembus dada Jendral Sing secara hampir bersamaan.


"Dessss..!"


"Dessss..!"


Dua tendangan keras di layangkan lurus kedepan menendang perut Jendral Xing, agar pedang mereka bisa di cabut dan di tarik mundur kembali.


Tubuh jendral Xing berikut kereta berisi ransum militer, ikut terguling kebelakang, akibat terkena dorongan tubuh jendral Xing yang terpental kebelakang.


Setelah pedang mereka tercabut dari dada Jendral Xing, mereka berdua berkelebat cepat mengejar kearah tubuh Jendral Xing yang terkapar tak berdaya di atas tumpukan ransum militer.


"Crashhh..!"


"Crashhh..!"


Dua pedang berkelebat cepat seperti kilat memberikan tebasan kuat.


Kepala Jendral Xing langsung terbang berputaran di udara, sebelum akhirnya jatuh menggelinding di samping tubuhnya yang sedang berkelenjotan tanpa kepala.

__ADS_1


Di tempat lain Meng Yu yang sedang di keroyok oleh 4 orang komandan bawahan Jendral Xing.


Dia terlihat bertahan menghadapi keroyokan ke 4 komandan tersebut dengan menggunakan ilmu tombak keluarga Meng, yang banyak perubahan dan banyak gerakan serangan tak terduga.


Saat pertarungan jendral Xing berakhir, Meng Yu telah berhasil menewaskan dua dari empat pengeroyoknya.


Sisa dua pengeroyok, kini hanya bisa bertahan di bawah kurungan bayangan tombak, yang tidak berhenti mengejar kedua orang yang tersisa itu.


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Terdengar suara tombak dan 4 pasang Kampak berulang kali beradu di udara.


Meng Yu menarik kembali tombaknya kemudian melanjutkan dengan menyerang kaki kedua lawannya dengan ujung tombak.


Karena serangan sebelah bawah sulit ditangkis dengan sepasang kapak ditangan mereka masing masing.


Mereka hanya punya pilihan, menghindar sambil bergerak mundur, bila tidak ingin sepasang kaki mereka di lumpuhkan oleh tusukan tombak Meng Yu yang datang nya bagaikan hujan yang turun dari langit.


Di saat mereka berdua sedang mundur inilah, dari belakang datang dua Tebasan Pedang ganas, mereka sama sekali tidak menyadarinya.


"Crasssh..!"


"Crasssh..!"


Saat menyadari nya, semua sudah terlambat, kepala mereka berdua sudah terlanjur jatuh menggelinding diatas tanah.


Tanpa pimpinan pasukan harimau hitam meski memberikan perlawanan mati matian dan membunuh cukup banyak lawannya.


Mereka semua pada akhirnya berubah menjadi mayat yang tergeletak malang melintang di seluruh tempat itu.


Setelah menyudahi perlawanan di tepi timur sungai Han, Meng Yu melakukan pemeriksaan jumlah pasukan yang tersisa.


Juga memberikan perawatan pada pasukan nya yang mengalami luka luka.


Meng Yu mendirikan perkemahan yang sedikit jauh dari arena pertempuran, sambil menunggu kedatangan Meng Da dan Meng Li yang berperang di sebelah timur.


Meng Li yang sedikit lebih mudah, karena dia menyerang perkemahan pasukan harimau hitam, di tepi barat yang sedang di tinggalkan oleh jendral Guan.


Dia dengan mudah berhasil meluluhkan perlawanan pasukan harimau hitam yang bertugas di sana.


Seperti Meng Da, Meng Li juga membawa cukup banyak tawanan perang yang menyerah, dalam kondisi kedua tangan terikat.


Mereka menuju tepi Sungai Han di sisi sebelah timur.


Untuk segera bergabung kembali dengan Meng Yu..


Meng Da tiba satu hari lebih dulu membawa tahanan perang, baru di susul dengan kedatangan Meng Li dan tawanan perang nya.


Setelah semuanya berkumpul dan dilakukan perhitungan ulang, Meng Yu setelah beristirahat dua hari d tempat itu.


Dia segera membawa sisa pasukan nya, yang kini tinggal 150.000 personil langsung bergerak menuju Shoucun.


Tujuan Meng Yu berikutnya adalah sebisanya dia, untuk segera tahlukkan kota Shoucun.


Shoucun adalah kota pusat pertahanan kedua, selain Dan Yang dan Gui Ji.


Di suatu tempat yang jauh di perbatasan Dan Yang di sebuah kemah besar.

__ADS_1


Gongsun Li terlihat duduk di kursi kebesarannya, sedang mendengarkan laporan dari seorang prajurit, yang seluruh tubuhnya bersimbah darah.


__ADS_2