LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERTARUNGAN DUA MANUSIA ANEH


__ADS_3

Cui Ming Koai Jen terlihat agak sedikit menyesali keputusan cucunya.


Cu Cu tanpa menoleh berkata dengan suara sedikit ragu,


"Aku percaya dengan nya kek, dia suami ku, aku tentu harus percaya dengan nya.."


Cui Ming Koai Jen menghela nafas panjang dan berkata,


"Kamu mengapa begitu mirip dengan ibu mu yang bodoh itu.."


"Kalau saja kamu mewarisi sedikit saja sifat ayah mu, tentu kamu tidak perlu bersedih seperti ini.."


"Kamu benar kakak,..! tapi meski ibunya bodoh, tapi dia adalah istri pilihan yang sangat baik, dan menantu yang sangat berbakti pada kita.."


"Ketimbang putra mu yang culas bejad dan a moral sama persis seperti mu.."


ucap Wu Ti Siaw Jen yang tiba tiba muncul mengompori kakaknya.


"Diam kau kerdil, tutup mulut mu yang bau bangkai itu.."


Bentak Cui Ming Koai Jen marah karena merasa terusik.


"Bau bangkai kata mu, ? bukankah kamu justru suka bau bangkai,? makanya kamu selalu tidur bersama bangkai pagi siang malam.."


ucap Wu Ti Siaw Jen kembali melontarkan ejekan.


Cui Ming Koai Jen sudah membalikkan badannya, dia menatap kearah adiknya dan berkata pelan,


"Kamu sudah bosan hidup rupanya ? ingin cepat bereinkarnasi jadi orang tinggi.?"


"Baik bila itu mau mu,.. rasakan ini..!"


bentak Cui Ming Koai Jen sambil melepaskan pukulan jarak jauh nya.


"Boooom,..!"


Terjadi ledakan dahsyat, saat terkena pukulan tangan kosong Cui Ming Koai Jen.


Di mana tebing di belakang Wu Ti Siaw Jen, kini telah berlubang, dan berubah menjadi sebuah gua baru.


Wu Ti Siaw Jen sendiri sudah berpindah posisi, sambil tersenyum lebar dia berkata,


"Hei kakak ku yang bau bangkai, pakai mata mu, aku ada di sini.."


"Cari mampus,..!"


teriak Cui Ming Koai Jen marah.


Lalu dia melesat kearah adiknya dengan sepasang telapak tangan terbuka.


Sebelum pukulan telapak tangannya tiba, serangkum angin kencang berpusaran, sudah meluncur menghantam kearah si cebol Wu Ti Siaw Jen.


Wu Ti Siaw Jen sambil tertawa berkata,


"Jangan di sini, nanti melukai cucu ponakan ku.."


"Ayo ku tunggu di pantai sana.."


ucap Wu Ti Siaw Jen sambil tertawa, dia bergerak dengan lincah menghindari serangan kakaknya.


Dia berlarian melayang di udara, bergerak menuju pantai dengan merentang kan kedua tangannya kesamping.

__ADS_1


Pergerakan Wu Ti Siau Jen mirip seperti seekor rajawali raksasa, sedang melakukan manuver menuju ke bawah.


"Kakek,..! Paman kakek,..! kalian hentikan..!"


"Jangan membuat ku semakin pusing..!"


teriak Cu Cu cemas.


Dia tahu betul.kemampuan kedua kakeknya itu, meski kakek kandungnya, Cui Ming Koai Jen lebih unggul dari Wu Ti Siaw Jen.


Tapi setiap kali mereka berkelahi, tetap saja mereka berdua akan sama sama terluka parah.


Tapi bentakan dari teriakan Cu Cu seperti angin lalu, buat mereka berdua.


Mereka berdua di pantai sana kini sudah berubah menjadi dua gulungan sinar hitam dan putih.


Wu Ti Siaw Jen berubah menjadi gulungan sinar putih, sedangkan Cui Ming Koai Jen, berubah menjadi gulungan sinar hitam.


Cu Cu melayang menyusul ke bawah, tapi dia hanya bisa berdiri di pinggiran menatap dengan wajah cemas.


Sesekali dia akan berteriak meminta mereka berhenti bertarung.


Cu Cu tidak bisa maju untuk melerai mereka berdua, karena angin dorongan yang timbul dari kedua orang itu.


Akan selalu menghempaskan dirinya menjauhi tempat pertarungan, sehingga dia tidak mampu mendekat sama sekali.


Pertarungan keduanya semakin lama semakin seru, gulungan sinar putih dan hitam.


Sebentar terlihat menyatu, lalu berpisah dan menyatu kembali berulang ulang.


Laut dan pantai selalu meledak, saat terkena pukulan nyasar kedua orang itu.


Sepasang tangannya terus menerus melepaskan pukulan tangan kosong, yang memiliki daya ledak dahsyat.


Pasir dan air ditepi pantai berhamburan terkena ledakan pukulannya.


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


Sedangkan Wu Ti Siaw Jen, terlihat melayang mundur sambil mengerak gerakan sepasang tangannya yang pendek.


Untuk menangkis sekaligus membalas menyerang keatas, kearah Cui Ming Koai Jen.


Wu Ti Siaw Jen yang terus di desak, dia terpaksa main mundur.


Tanpa dia sadari, kakinya tersandung sebuah balok kayu besar.


Balok kayu itu adalah sisa balok kayu, yang di gunakan oleh Guo Yun dan Li Kui untuk menambal.kapal mereka.


Akibat tersandung kayu, Wu Ti Siaw Jen berteriak kaget,


"Hei..!"


Bersamaan dengan itu tubuhnya terlihat jatuh terlentang di pinggir pantai.


Melihat kesempatan datang di depan mata, Cui Ming Koai Jen tidak mau membuang kesempatan.


Dengan mengerahkan seluruh tenaga sakti inti neraka nya.

__ADS_1


Dia melepaskan pukulan kearah adiknya sambil berteriak,


"Mampus kamu cebol..!"


"Plakkkk,..! Desss,..! Blukkk..!"


Wu Ti Siaw Jen yang terbaring di atas tanah terlihat hampir kalah.


Di luar dugaan dia berhasil mementalkan tubuh kakaknya Cui Ming Koai Jen, hingga terpental jatuh tercebur kearah laut.


"Byuur,..!"


air muncrat tinggi tertimpa oleh tubuh si jangkung.


Meski berhasil mementalkan kakaknya, dengan jurus naga bumi tidur, yang di dukung oleh tenaga sakti inti bumi.


Tapi kondisi Wu Ti Siaw Jen sendiri,


yang terbaring dalam sebuah lubang beberapa kali memuntahkan darah segar, dia terlihat kesulitan untuk bangun.


Wu Ti Siaw Jen telah menderita luka dalam cukup parah, karena dadanya terhantam oleh sepasang telapak tangan kakaknya.


Sedangkan Cui Ming Koai Jen, setelah keluar dari dalam air, selain basah kuyup seluruh tubuhnya.


Dia terlihat baik baik saja, karena seluruh tubuhnya di lindungi oleh tenaga sakti inti neraka.


Seluruh tubuhnya kebal, tahan terhadap jenis serangan apapun.


Cui Ming Koai Jen yang keluar dari dalam air, dengan wajah murka.


Dia terlihat langsing mengangkat tangan kanannya keatas, siap di hantamkan kearah Wu Ti Siaw Jen, yang sudah terlihat tidak berdaya.


"Kakek jangan,..! kakek cepat lihat kesana !!"


"Ada kapal yang datang..!"


teriak Cu Cu sambil menunjuk kearah laut.


Cui Ming Koai Jen menoleh mengikuti arah tangan cucunya, dia melihat kearah laut.


Benar saja dari arah lautan gugusan batu karang, terlihat sebuah kapal bergerak pelan mendekati bibir pantai.


Wu Ti Siaw Jen yang melihat kakaknya sedang lengah,.dia segera melenting bangun.


Lalu dengan tenaga sakti inti bumi, dia meluncur keatas menerjang kearah punggung kakaknya


"Awas kek,..!


Teriak Cu Cu kaget,. saat melihat pamannya menyerang dengan cara membokong.


"Deesss,..!"


pukulan super keras itu, tepat menimpa punggung Kakek Cui Ming Koai Jen.


Tanpa menoleh Cui Ming Koai Jen, mampu melepaskan sebuah pukulan telapak tangan, yang bisa bergerak bebas kebelakang menghantam dada Wu Ti Siaw Jen.


Tubuh si cebol melayang seperti layangan putus dengan mulut menyemburkan darah.


Sedangkan Cui Ming Koai Jen, yang memiliki ilmu tubuh kebal, seperti karet.


Dia hanya terhuyung-huyung kedepan tanpa terluka sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2