LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEKHAWATIRAN GUO YUN


__ADS_3

"Zhang Yun,.. dalam setengah tahun ini, ayah mu akan cuti total."


"Aku bermaksud mengangkat mu, menjadi panglima sementara menggantikan posisi nya, memegang tongkat komando.."


"Bagaimana menurut pendapat mu..?"


ucap Guo Yun sambil menatap serius kearah Zhang Yun.


"Hamba siap terima perintah dari Yang Mulia.."


ucap Zhang Yun gembira dan bersemangat.


Guo Yun mengangguk dan tersenyum lega.


"Zhang Yun, untuk sementara kamu gantikan dulu.."


"Setelah setengah tahun, kita lihat bagaimana pendapat ayah mu, bila dia tetap putuskan pensiun.."


"Apabila penampilan mu selama setengah tahun ini bagus, maka aku akan menjadi kan kamu panglima militer kerajaan Yue yang berikutnya.."


ucap Guo Yun menjelaskan dengan hati hati, agar Zhang Yun tidak kecewa dan salah paham di kemudian hari nya.


Zhang Yun mengangguk dan berkata,


"Hamba mengerti Yang Mulia, hamba juga ingin jabatan ini diperoleh berdasarkan hasil.kerja keras.."


"Bukan karena warisan, ataupun koneksi, mengandalkan nama besar ayah ku.."


"Bagus Zhang Yun, ini yang aku suka.."


ucap Guo Yun tersenyum lebar.


Dia kemudian menepuk bahu Zhang Yi dan Zhang Yun, dengan hangat dan berkata,


"Kalau begitu kita putuskan begitu saja.."


"Nanti titah resmi raja akan menyusul.."


"Kakak Zhang, aku harap kamu bisa tegar dan berpikir jernih, aku yakin, dia disana juga tidak ingin melihat mu seperti ini.."


"Segera kembali kan Zhang Yi yang dia kagumi itu.."


ucap Guo Yun sambil menatap kearah Zhang Yi dengan penuh perhatian.


Zhang Yi hanya bisa tersenyum pahit, mengangguk pelan.


menanggapi ucapan junjungan nya, juga sekaligus tuan penolongnya itu.


"Baiklah sampai di sini saja..maaf aku langsung permisi, tidak bisa terlalu lama.."


"Karena keadaan kedua saudara seperguruan ku, kalian juga pasti sudah tahu.."


ucap Guo Yun cepat.


Zhang Yi mengangguk dan berkata,


"Pergilah Yang Mulia, kapan sudah selesai berunding nya dan siap maju ke medan perang.."


"Jangan lupa hitung yang tua ini satu bagian.."

__ADS_1


Guo Yun mengangguk dan tersenyum gembira, mendengar ucapan Zhang Yi.


"Tentu saja,.. itu sudah pasti.."


"Baiklah sampai jumpa, kapan kapan aku baru kemari.lagi.."


ucap Guo Yun sambil bergerak mengundurkan diri dari tempat tersebut.


Zhang Yun bergerak menemani Guo Yun, menuju ruang tamu di mana istrinya, sedang asyik ngobrol dengan Gongsun Li, tentang resep masakan.


"Li er Si er, Min er, ayo kita pulang.."


"Aku harus segera kembali melihat keadaan Li Ba dan Sian Sian.."


ucap Guo Yun cepat.


Ketiga istri Guo Yun langsung mengangguk cepat.


Setelah pamit dengan tuan rumah.


Mereka bertiga langsung mengikuti Guo Yun, meninggalkan kediaman Zhang Yun.


Saat tiba di istana, Guo Yun langsung bergegas seorang diri pergi kekediaman Li Ba.


Ketiga istrinya tidak dia bawa, karena mereka harus kembali kerumah, untuk memastikan keadaan putra putri mereka.


Guo Yun saat tiba di kediaman Li Ba dan Sian Sian, melihat keadaan rumah itu sepi sunyi.


Dia menjadi heran, Guo Yun buru buru mempercepat langkahnya memasuki kediaman Li Ba.


Sampai di dalam rumah, Guo Yun hanya menemukan Li Mei Lan putri Li Ba dan Sian Sian, sedang bersama pengasuhnya, di temani oleh kakek Cia Sun.


Guo Yun pun bertanya, pada kakek Cia dan pengasuh, yang sedang berlutut dihadapannya.


"Kakek Cia, di mana Li Ba dan Sian Sian,? mengapa aku tidak melihat keberadaan mereka berdua.?"


tanya Guo Yun khawatir.


"Maaf Yang Mulia, tadi setelah selesai prosesi pemakaman."


"Setelah Tuan Li dan nona Sian Sian, mendengar penjelasan ku, soal pulau Peng Lai, yang di serang kelompok bajak laut timur,


Di bawah pimpinan Musashi. "


"Sehingga menyebabkan Huang Tao Cu gugur, di mana pulau Peng Lai kini telah di kuasai oleh pihak bajak laut timur."


"Mendengar hal itu, tuan Li dan nona Sian Sian sangat emosi, mereka berdua langsung pergi begitu saja, tanpa meninggalkan pesan."


"Hah..ini.."


"Plakkk..!"


Guo Yun membenturkan tinju dengan telapak tangannya sendiri, dengan geram.


"Adik Ba kamu gak berubah, Sian Sian ceroboh, harusnya kamu bisa berpikir tenang.."


"Ini kamu malah ikut ikutan.."


ucap Guo Yun geram.

__ADS_1


Setelah itu dengan langkah lebar, dia segera bergerak meninggalkan kediaman Li Ba dan Sian Sian.


Guo Yun yang cerdik tentu bisa menebak semuanya, kira kira rencana apa yang di siapkan, oleh Ying Zheng untuk nya.


Pertama mengacaukan pikiran dan perasaan kedua bawahan andalan nya.


Lalu dia memancing Li Ba dan Sian Sian menjauh dari sisinya..


Dia tidak mungkin berpangku tangan, melihat Li Ba dan Sian Sian dalam bahaya.


Dia pasti akan pergi mengejar dan menyusul Li Ba dan Sian Sian.


Saat mereka bertiga pergi, Ying Zheng pasti akan menyuruh bawahan nya, untuk datang menggempur wilayah perbatasan kerajaan Yue habis habisan.


Kini posisi Guo Yun terjepit, di makan ibu mati, tidak di makan ayah yang mati.


Ini adalah langkah taktik yang sangat brilian.


Bila dia tidak menyusul.ke pulau Peng Lai, Li Ba dan Sian Sian pasti celaka di tangan Musashi dan ketua kelompok bunga matahari itu.


Bila dia berangkat, kerajaan Yue pasti dalam bahaya, apalagi di saat moral Zhong San dan Zhang Yi sedang hancur begini.


Ini adalah kesempatan yang jarang ada keduanya, buat Ying Zheng.


Tapi Guo Yun benar benar tidak mungkin bisa, membiarkan Li Ba dan Sian Sian dalam bahaya.


Dia boleh kehilangan seluruh kekuasaan dan kerajaan nya, tapi dia tidak akan pernah mengorbankan keselamatan saudara dan keluarganya.


Bagi Guo Yun, itu adalah hal terpenting dalam hidupnya.


Sambil berpikir mengambil keputusan, Guo Yun akhir nya tiba kembali di istana tempat tinggalnya.


Guo Yun langsung pergi ke area taman bersantai, di mana ketiga istrinya biasanya paling suka berkumpul di sana.


Dengan langkah terburu-buru Guo Yun segera menghampiri mereka,


"Li er, Si Si, Min Min,..aku ada yang penting mau di bicarakan dengan kalian.."


ucap Guo Yun begitu tiba langsung berbicara dengan sangat serius.


Ini sangat di luar kebiasaannya, terutama saat dia bertemu dengan keluarganya.


Melihat hal itu, ketiga istri Guo Yun langsung menghentikan obrolan mereka.


Mereka bertiga menatap kearah Guo Yun dengan serius, menunggu apa kira kira yang akan Guo Yun sampaikan ke mereka.


Guo Yun menatap ketiga istrinya secara bergantian dan berkata dengan sedikit tidak enak hati.


"Istri ku, aku harus segera pergi lagi, menyusul Sian Sian dan Li Ba, yang sedang berangkat ke pulau Peng Lai.."


"Situasi mereka berdua sangat berbahaya, karena musuh yang sangat kuat, sedang menanti kedatangan mereka di sana.."


"Aku pernah berhadapan dengan mereka, dan hampir celaka di tangan mereka, bila Attila tidak datang tepat waktu menolong ku.."


"Suamiku bila kamu pergi sendirian bukankah sangat berbahaya, ?"


"Bagaimana bila aku ikut dengan mu..?"


potong Gongsun Li khawatir.

__ADS_1


__ADS_2