
Li Ba dan Li Kui dengan kompak menggelengkan kepalanya, sambil menatap kearah Guo Yun.
Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Kekuatan kita bertiga tidak akan cukup.."
"Selain itu kita juga tidak tahu, seberapa banyak pasukan Qin yang bertahan di dalam sana."
"Jendral Yong ada kirim informasi baru tidak..?"
Li Kui dan Li Ba dengan kompak menggelengkan kepalanya.
"Aku rasa dia sudah memberontak, seperti ke empat rekannya kemarin.."
ucap Li Ba sedikit sinis.
Guo Yun diam tidak menjawabnya, di dalam hati dia masih menaruh harapan pada mantan bawahan nya dari pasukan Qin itu.
Tiba-tiba Guo Yun melihat banyak masyarakat kota Cai melepaskan lampion terbang ke udara.
"Ehh hari ini hari ke 15 perayaan musim semi ya..?"
tanya Guo Yun ke kedua saudaranya.
"Sepertinya ya kak, cuma aku juga tidak tahu secara pasti.."
ucap Li Kui ragu.
"Aku ada ide,..!"
ucap Guo Yun sedikit keras dan tiba-tiba mengagetkan kedua saudaranya.
"Kakak ini ngagetin aja, ide apa kak ? coba cerita ?"
tegur Li Ba sambil bertanya balik.
Guo Yun hanya menanggapi teguran adik kedua nya dengan tersenyum lebar.
"Tidak ada waktu menjelaskan nya ."
"Sekarang juga, cepat perintahkan sebagian pasukan kita membuat lampion sebanyak mungkin."
"Sebagian lagi suruh mereka kumpulkan Yang Cau, giling hingga menjadi serbuk.."
"3 hari kemudian akan kita gunakan.."
"Ayo cepat kita kembali ke markas.."
ucap Guo Yun sambil menarik tali kekang kudanya.
Dia mendahului Li Ba dan Li Kui, memutar kuda nya, kemudian Bergerak kembali ke markas.
Li Kui dan Li Ba yang sudah terbiasa dengan karakter kakak mereka yang cerdas dan sulit di tebak.
Mereka tidak bisa apa apa, selain mengikuti kemauan dari atasan mereka itu.
Memacu kuda mereka mengejar kearah Guo Yun yang sedang bergerak cepat kembali ke markas.
Setiba di markas Guo Yun sendiri langsung menghilang kedalam kemahnya.
Sisa urusan dia serahkan ke Li Kui dan Li Ba untuk di delegasikan kebawah.
Baru di hari kedua Guo Yun keluar dari dalam kemahnya, dia pergi mengawasi dan membantu memberi petunjuk pada pasukan nya yang sedang sibuk membuat lampion.
Selesai dari sana, Guo Yun berpindah ke bawahannya yang ke bagian tugas membuat bubuk Yang Cau.
__ADS_1
Selesai berkeliling, Guo Yun langsung mengumpulkan Li Kui Li Ba dan keenam Jendral nya.
Mereka semua berkumpul di dalam markas Guo Yun.
"Nanti tolong instruksikan agar Yang Cau yang di kemas dalam bungkusan kertas, kertasnya di beri warna merah.."
"Setelah itu bungkusan harus diikat tergantung di bawah lampion, mengerti..?"
tanya Guo Yun sambil menyapukan pandangannya.
"Mengerti..!"
jawab semua yang hadir kompak.
"Bagus, besok sebelum lampion di lepaskan, periksa dulu arah angin."
"Pastikan arah angin bertiup kearah kota Cai.."
"Lampion baru boleh di lepaskan.."
"Berdasarkan pengamatan ku sih seminggu ini arah angin akan bertiup kearah barat..'
"Artinya angin akan bertiup kearah kota Cai.."
"Tapi untuk mencegah terjadinya sesuatu di luar dugaan, sebaiknya di periksa dulu arah anginnya."
ucap Guo Yun menjelaskan.
Semua yang hadir mengangguk mengerti.
Akan penjelasan Guo Yun.
"Setelah lampion di terbangkan, barisan pasukan tameng dan panah harus bersiap."
"Pasukan Tameng di depan, di susul dengan pasukan panah di belakangnya."
"Tugas pasukan panah adalah sebagian melepaskan anak panahnya kearah pasukan di atas tembok."
"Sebagian lagi saat lampion mencapai tembok kota, pasukan pemanah bertugas memanah jatuh bungkusan merah itu, .."
Setelah di jelaskan.
Kini pahamlah ke 8 orang yang berdiri di hadapan Guo Yun, akan apa yang Guo Yun inginkan dengan lampion lampion yang mereka buat.
Tanpa banyak bicara mereka semua segera bergerak menyebar mengawasi pelaksanaan yang sedang di jalankan oleh bawahan mereka.
Di hari ketiga, menjelang sore pasukan Guo Yun sudah berbaris rapi di depan benteng pertahanan kota Cai.
Keenam Jendral itu terus mengawasi bendera harimau hitam mereka yang berkibar kibar di udara, tertiup angin sore hari.
Sesaat setelah bendera mereka berkibar kearah benteng kota.
Jendral Jendral itu, segera memberi kode ke pasukan mereka untuk melepaskan lampion ke udara.
Pasukan Qin yang berjaga di atas tembok kota dan di balik gerbang kota.
Mereka semua menatap heran kearah pasukan Guo Yun, yang sedang melepaskan lampion.
Mereka semua bertanya tanya apa yang sedang di lakukan oleh pasukan Guo Yun.
Tapi sebelum mereka sempat berpikir terlalu jauh dan mengetahui maksud dan tujuan Guo Yun.
Di bawah komando ke enam Jendral bawahan Guo Yun.
Pasukan tameng mulai bergerak mendekat kearah parit.
__ADS_1
Meski terus di hujani anak panah dari atas tembok.
Pasukan Tameng, sambil mengangkat tameng mereka keatas menahan serangan anak panah, mereka terus bergerak maju.
Pasukan panah bergerak menyusul dari belakang, terus menerus melepaskan anak panah keatas tembok.
Membalas serangan anak panah dari atas sana.
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! "
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! "
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! "
Anak panah berhamburan saling serang, dari atas kebawah dan dari bawah keatas.
Sejauh ini hanya ada korban sedikit saja di kedua belah pihak, yang terkena anak panah nyasar.
Pasukan Qin terlindung oleh tembok pertahanan, dan posisi mereka yang lebih menguntungkan diatas sana.
Sedangkan pasukan harimau hitam, terlindung rapat di balik pasukan tameng yang melindungi mereka dengan rapat.
Keadaan saling panah itu terus berlangsung, hingga lampion melintas diatas tembok kota.
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! "
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! "
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! "
Anak panah mulai di lepaskan sebagian di arahkan ke bungkusan merah yang tergantung di bawah lampion.
"Tasss..! Tasss..! Tasss..! Tasss..!"
"Tasss..! Tasss..! Tasss..! Tasss..!"
"Tasss..! Tasss..! Tasss..! Tasss..!"
Bungkusan yang terkena anak panah yang di lepaskan langsung pecah di udara.
Isinya berhamburan jatuh kebawah, sebagian sebagian lagi terbawa angin menyebar kedalam tembok kota.
Bubuk Yang Cau berhamburan kemana mana memenuhi seluruh udara
Pasukan Qin yang sedang fokus melepaskan anak panah kearah pasukan harimau hitam.
Mereka yang berada terdekat dengan bubuk Yang Cau.
Mereka yang paling dulu menemukan kesialan mereka.
"Arggghh...!"
"Arggghh...!"
"Arggghh...!"
Teriak mereka panik sambil menggaruk sana sini, berdiri dari posisi persembunyian mereka.
Sehingga menjadi sasaran empuk anak panah pasukan harimau hitam yang di tembakkan keatas.
Satu persatu tumbang terjatuh kebawah dari atas benteng kota.
Suara teriakan pasukan Qin memenuhi seluruh tempat itu.
Ada yang berteriak karena gatal ada juga yang berteriak karena terkena anak panah, ada juga yang berteriak karena terjatuh dari atas benteng kota kedalam parit di bawah sana.
__ADS_1
Guo Yun mengawasi hingga bubuk Yang Cau sudah tersebar rata.
Dia memberi kode kearah Li Kui dan Li Ba agar mengikutinya terbang masuk kedalam benteng kota.