LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
AKHIR HIDUP MUSASHI


__ADS_3

Sisa anggota bajak laut yang kapalnya sedang tenggelam menjadi semakin ketakutan.


Saat melihat nasib rekan mereka yang terjun ke laut,.


Karena ternyata di lautan sana banyak pemangsa ikan buas, yang siap berpesta pora, menyambut kehadiran mereka di sana.


Li Ba di tepi pantai sana berkata,


"Ayo sayang, mari kita pergi melihat keadaan kakak Kui dan kedua Kakek nya.."


"Di sini biarkan alam yang menghabisi manusia manusia berdosa itu.."


ucap Li Kui sambil merangkul bahu istrinya, mengajaknya meninggalkan tempat itu.


Suara jerit ngeri dan ketakutan terus berkumandang dari arah laut sana.


Saat mereka, satu persatu menjadi santapan ikan buas yang sedang kelaparan.


Lautan biru dalam sekejab, airnya berubah warna menjadi merah.darah.


Saat Li Ba dan Sian Sian tiba di lokasi pertempuran.


Mereka melihat Musashi masih mampu bertahan dari kekuatan serangan gabungan Li Kui dan kedua kakek nya.


Kekuatan tebasan pedang Musashi memang sangat mengerikan.


Setiap energi tebasan pedang jarak jauh nya, langsung meledakkan tanah atau apapun yang di lewati nya itu, sungguh sungguh sangat dahsyat.


Li Kui dan kedua kakeknya meski tidak sampai terluka, tapi setiap mereka berbenturan dengan serangan Musashi.


Mereka bertiga selalu terdorong mundur kebelakang, sedangkan Musashi terus menerus bergerak maju selangkah demi selangkah.


Terus mendesak dan menyudutkan Li Kui dan kedua kakek nya.


Melihat hal ini Li Ba dan Sian Sian tanpa perlu di komando, langsung ikut terjun membantu Li Kui menyerang dari dua arah lainnya.


Li Kui yang melihat hal ini, bukannya berterima kasih, dia malah terlihat cemas.


"Kakak Ba,.. ! kakak ipar..! Kanan bahaya...!"


tapi teriak Li Kui belum selesai, terlihat dua berkas berkilau sudah melesat menyambut kedatangan Li Ba dan Sian Sian.


"Singgg...!"


"Singgg...!"


Li Ba membentuk perisai lonceng emas sebagai pelindungnya, sambil membalas menyerang dengan sepasang tinju petir 9 langit nya.


"Trangggg...!"


Energi pedang yang yang berbenturan dengan perisai Lonceng emas Li Ba, berdentang keras.


Li Ba terlihat terdorong mundur dua tombak kebelakang, dengan perisai lonceng emas retak di sana sini.


"Wuuuttt...!"


Tinju petir yang Li Ba lepaskan, berhasil di tahan oleh badan pedang Musashi.


Musashi berhasil menetralisir nya, sehingga dia dalam keadaan baik baik saja.Tidak mengalami sesuatu.

__ADS_1


Bahkan dia sempat menghindari serangan tangan Li Kui yang bisa memanjang bergerak cepat datang menyerang nya.


Sedangkan Sian Sian yang mencium bahaya, dia segera gunakan ilmu ringan tubuh pulau persik, berjalan di atas Mega.


Tubuhnya bergerak memutar ringan kesamping di udara, sehingga tebasan itu lewat beberapa Cun di samping tubuhnya.


Beberapa helai rambut Sian Sian yang tertebas oleh serangan tersebut terlihat berguguran melayang layang di udara sebelum jatuh keatas tanah.


Sian Sian dan Li Ba yang menyadari bahaya, bila harus bertarung sendiri sendiri melawan Musashi.


Mereka dengan cepat ikut bergabung di belakang Li Kui, membantu menyalurkan tenaga sakti ke bahu kedua kakek Li Kui.


Sehingga energi gabungan mereka bisa di kirimkan ke Li Kui untuk menghadapi tebasan energi pedang Musashi yang sangat kuat.


"Booommm..!!!"


Terjadi ledakan dahsyat di udara, saat pukulan jarak jauh, tenaga gabungan ke 5 orang itu.


Berbenturan keras lawan keras di udara, melawan kekuatan energi tebasan pedang Musashi.


Sekali ini Li Kui tidak lagi bergeming di tempat, sebaliknya Musashi yang terlihat terhuyung huyung mundur kebelakang.


Dengan cepat dia menancapkan pedang panjang pendek nya keatas tanah.


Untuk menahan tubuhnya, agar tidak kehilangan keseimbangan dan terus bergerak mundur.


"Bagus...!"


Bentak Musashi dalam bahasa timur laut nya.


Dia tidak terlihat gentar, malah tersenyum gembira.


Sesaat sebelum tubuhnya melesat keatas udara, kemudian dari atas sana.


"Singggg...!"


Li Kui membentuk perisai pelindung, untuk menahan serangan dari Musashi.


"Booommm...!"


Perisai pelindung Li Kui berhasil mementalkan energi pedang Musashi


Hingga langsung meledakkan gapura depan pintu masuk ke pusat pemukiman di tengah pulau.


Saat Musashi sedang melayang turun kebawah, kini giliran Li Kui yang melepaskan serangan balik.


Dua pukulan yang mendatangkan kabut hitam pekat melesat menerjang kearah Musashi.


Melihat bahaya datang mendekat, Musashi tiba tiba menghilang dari posisinya.


Dengan ilmu andalan nya itu, Musashi Menggunakan kecerdikan nya.


Dia bertukar arah, muncul di tempat Sian Sian, untuk memberikan tebasan pedang nya bermaksud memancung kepala Sian Sian.


"Singggg..!"


Tebasan Pedang yang sangat kuat membelah udara, memunculkan bunyi berdesing keras.


Karena Musashi berpindah menyerang dari arah lain, kini posisi berubah menjadi Sian Sian yang menjadi titik tumpu penyaluran kekuatan.

__ADS_1


Sian Sian tidak bergerak menghindar, dengan penuh keyakinan dan rasa percaya diri tinggi.


Sian Sian memanfaatkan kekuatan dahsyat yang memenuhi tubuhnya.


Untuk menangkap dengan sepasang cakarnya, menghadapi datangnya tebasan pedang panjang kearah leher, sekaligus tusukan cepat pedang pendek kearah perutnya.


"Cranggg..!"


"Cranggg..!"


"Kreekkk...!"


Kreekkk...!"


Sepasang pedang panjang pendek Musashi masuk dalam cengkraman tangan Sian Sian yang mengeluarkan cahaya kemerahan.


"Krekkk...!!"


"Krekkk...!!"


Sepasang pedang Musashi berderak keras dan sedikit retak.


Saat dia mencoba menarik paksa pedang itu dari cengkraman tangan Sian Sian, dengan maksud ingin membabat putus jari jari kecil Sian Sian yang berani menangkap pedangnya dengan tangan kosong.


Tapi maksud dan keinginannya tidak berjalan sesuai harapan nya.


Karena Sian Sian sepasang cengkraman tangan nya, sangatlah kuat.


Malah pedangnya yang berderak hebat, mengalami retak retak di sana sini.


"Hei botak,.. menyerahlah,..!"


"Semua tenaga mu sudah habis, bahkan untuk berdiri pun sulit..!"


Bentak Sian Sian tiba tiba.


Dia pernah belajar ilmu sihir ini dari Guo Yun, selama ini dia tidak pernah mempraktekkannya.


Karena tenaga sakti nya lemah, kini punya tenaga sakti berlimpah, Sian Sian jadi ingin mencoba ilmu mistis itu.


Kebetulan Musashi yang sedang kaget, pedangnya hampir patah, pikirannya yang kalut sedikit kosong.


Ditambah tanpa sepasang mata nya beradu dengan sepasang mata Sian Sian yang penuh kekuatan magis.


Hawa kegelapan inti neraka dari Li Kui dan kakek Cui Ming Koai Jen, melengkapi ilmu magis ini menjadi berkali kali lipat kuatnya.


Semua faktor ini, membuat Musashi langsung terpengaruh.


Musashi mendadak merasakan kedua kakinya sangat lemah hingga sulit untuk berdiri.


"Brukkkk...!"


Dia langsung jatuh berlutut, pegangan tangannya pada pedangnya juga terlepas, kedua tangannya terkulai lemah di samping badan nya.


Sepasang mata nya, menatap kearah Sian Sian dengan penuh ketakutan dan terlihat pasrah.


Sedetik saja Musashi kehilangan kesadarannya, sudah lebih dari cukup bagi Sian Sian.


Menggerakkan pedang rampasan nya, menggunting leher Musashi yang pendek kekar.

__ADS_1


"Crasssh...!!"


Kepala Musashi jatuh menggelinding diatas tanah, dengan sepasang mata terbelalak tak percaya.


__ADS_2