LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TIBA DI SHANG QIU


__ADS_3

Baru saja Guo Yun hendak meninggalkan kota Xin Cheng.


Langkah mereka terhenti oleh Han Wei dan Ying Wu, yang membawa anggota dan teman teman mereka, yang tidak kurang dari 200 orang.


Mereka berbaris rapi di sana, menghadang di depan Guo Yun dan pangeran Ji Ao.


Guo Yun yang bertanya tanya di dalam hati, apa yang diinginkan oleh rombongan tersebut.


Setelah melihat sikap Han Wei dan Ying Wu beserta seluruh anggotanya, Guo Yun pun tersenyum gembira.


Han Wei dan Ying Wu begitu berhadapan dengan Guo Yun, mereka langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Guo Yun.


Seluruh anggota di belakang mereka, juga langsung mengikutinya berlutut di hadapan Guo Yun.


"Tuan dahulu kami mengabdi pada Raja An, karena kami menerima uang jasa darinya.."


"Itu sudah kami lunasi dengan menyelamatkan dia dan keluarganya, di saat dia dalam kesulitan.


"Kini tiba saatnya bagi kami, untuk mengabdikan seluruh hidup kami pada anda ."


"Tuan telah menyelamatkan nyawa kami, itu berarti nyawa kami kini adalah milik tuan ."


"Mohon terimalah kami mengabdi pada anda tuan.."


ucap Han Wei penuh semangat.


Guo Yun membungkuk membangunkan Han Wei dan Ying Wu, lalu berkata,


"Kalian semua berdirilah, terimakasih kalian telah memandang begitu tinggi pada diri ini.."


"Mulai kini kita adalah saudara, ada senang kita bagi bersama, ada susah kita tanggung bersama..'


"Ayo ikutlah dengan ku, mari bergabung dan berkenalan dengan saudara saudara kita yang lainnya."


ucap Guo Yun sambil tersenyum gembira.


Mereka semua bersorak penuh semangat, lalu mengikuti Guo Yun meninggalkan tempat tersebut.


Setelah bergabung kembali dengan pasukannya yang bersembunyi di dalam hutan.


Guo Yun langsung memimpin mereka semua bergerak menuju negara Song, tepatnya ibukota Shang Qiu.


Guo Yun dan pangeran Ji sempat menduduki kota itu, jadi mereka cukup hapal dengan jalan menuju tempat tersebut.


Di tempat lain di perkemahan militer Xiang Yan.


Xiang Yan terlihat sedang memegang sepucuk surat laporan dari mata matanya.


Dalam surat tersebut di jelaskan semua kronologis jatuhnya wilayah Xing Cheng, yang kini kembali di pegang kendali oleh Negara Han.


Tangan Xiang Yan yang memegang surat itu, sampai gemetaran saking emosinya.


Apalagi di dalam surat tersebut, juga di jelaskan akan kematian paman guru termudanya, Yan Yan.


Xiang Yan saking emosinya, dia langsung meremas hancur kertas di tangannya, hingga sisa serpihan kertas kecil di tangannya bertebaran di udara.


Bila menuruti emosi nya, ingin rasanya Xiang Yan langsung pimpin pasukannya meratakan negara Han.


Sekaligus mengejar Guo Yun dan pasukan harimau hitam nya, yang sudah 2 kali mengusiknya.

__ADS_1


Terakhir ini adalah yang paling kelewatan, karena Guo Yun telah menewaskan Yan Yan paman gurunya.


Tapi akal sehatnya melarang dirinya berbuat begitu, karena dari laporan mata matanya.


Sepertinya Wang Jian dari Jin sedang bersiap, dengan pasukannya di perbatasan Shoucun.


Kapan pun begitu dia dan pasukannya berangkat., mereka sepertinya bersiap akan menyerang ibukotanya,


Mempertimbangkan hal itu, Xiang Yan terpaksa harus menelan semuanya dan menahan emosinya.


Xiang Yan Melampiaskan kekesalan nya, dengan memukul meja di hadapannya dengan keras.


"Brakkkk..!"


Meja kayu di hadapan Xiang Yan, langsung pecah hancur berantakan, terbelah jadi dua bagian.


"Guo Yun,.. harimau hitam, kalian tunggu saja pembalasan ku.."


"Dendam ini tidak akan berakhir, sebelum salah satu di antara kita mati.."


ucap Xiang Yan penuh kebencian..


"Pengawal..!"


teriak Xiang Yan keras.


Seorang prajurit berlari masuk dan berlutut di hadapan Xiang Yan, menunggu perintah.


"Panggil tiga Lo Sa dan Satu titik merah dari daratan tengah, segera kemari.."


Pengawal itu mengangguk cepat, memberi hormat, lalu mundur dari sana.


Pengawal itu memberi hormat dan berkata,


"Panglima 3 Lo Sa dan satu titik merah dari daratan tengah telah hadir.."


Xiang Yan mengangguk kecil dan berkata,


"Baiklah kembalilah ke pos mu.."


Setelah pengawalnya pergi,


Xiang Yan menatap 4 orang aneh dari dunia persilatan, yang berdiri di hadapannya tanpa ekspresi.


Dia berkata dengan wajah serius,


"Kalian berempat berangkatlah ke Shang Qiu, misi kalian masing masing ada di dalam kantung kain ini.."


"Pergilah jalankan tugas kalian dengan baik, hadiah menarik menunggu kalian di sini.."


ucap Xiang Yan dengan suara santai.


Keempat orang itu hanya mengangguk ringan, memberi hormat, lalu menghilang dari tempat tersebut.


Sementara itu Guo Yun yang sedang menempuh perjalanan menuju Shang Qiu, tiba tiba berbangkis beberapa kali.


"Haaachiii..!"


"Haaachiii..!"

__ADS_1


"Haaachiii..!"


Dia merasa hidungnya, tiba tiba gatal sekali, hingga tidak tahan untuk berbangkis..


Selain itu Guo Yun juga merasa pelupuk mata kiri bawahnya, terus berkedut.


Guo Yun menoleh kearah pangeran Ji Ao dan berkata,


"Yang mulia pelupuk mata bawah sebelah kiri ku terus berkedut."


"Pertanda apa ya ?"


Pangeran Ji Ao tentu saja tahu itu pertanda tidak baik.


Biasanya bila hal itu terjadi, orang yang mengalaminya akan mengalami nasib buruk, kehilangan orang yang di sayanginya.


Siapapun itu, biasanya adalah orang terdekat nya Guo Yun, ada kemungkinan bakal celaka.


Tapi di luar pangeran Ji Ao berkata, "Tidak ada apa-apa Yun er, itu hanya pertanda kamu kelelahan kurang tidur saja ."


"Nanti sampai Shang Qiu, kamu beristirahatlah, biar aku dan yang lain saja pergi cari informasi."


ucap pangeran Ji Ao sambil tersenyum menatap Guo Yun.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Lihat situasi saja, bila tidak mengantuk, aku juga akan ikut cari informasi.."


"Makin banyak informasi, makin baik, makin cepat mengumpulkan informasi juga semakin baik."


Rombongan itu terus bergerak cepat, Han Wei dan Ying Wu bersama anggotanya.


Mereka kini masing masing juga sudah di beri kuda cepat dan seragam pasukan harimau hitam.


Hanya saja untuk senjata, mereka masih menggunakan senjata lama.


Begitu pula baju pelindung dan mantel pelindung, mereka belum mendapatkannya.


Persediaan barang itu terbatas, harus menunggu kembali ke Xian Yang, baru bisa mendapatkan nya.


Tapi bagi Han Wei Ying Wu dan pasukan mereka, hal itu bukan masalah.


Mereka datang untuk mengabdi pada Guo Yun, bukan mencari fasilitas.


Ada syukur, tidak ada mereka pun tidak ada keluhan.


Guo Yun yang mengagumi sifat Han Wei dan Ying Wu, dia telah mengangkat mereka menempati posisi yang sejajar dengan ketiga ajudannya yang lain.


Kini Guo Yun total memiliki 5 ajudan yang bisa dia andalkan, dalam berbagai misi nanti.


Menjelang pagi, Akhirnya Guo Yun dan rombongannya tiba di perbatasan kota Shang Qiu.


Dari sebuah bukit pohon Pinus, Guo Yun dan seluruh rombongan nya, bisa melihat dengan jelas.


Benteng ibukota negara Song, yang membentang gagah di hadapan mereka.


Guo Yun tanpa menoleh berkata,


"Kakak Ling kakak Zhou, kakak Han dan kakak Ying.."

__ADS_1


"Kalian menunggu di sini, bersama seluruh pasukan kita.."


__ADS_2