LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEPUTUSAN AGAHAI


__ADS_3

Dengan wajah tenang, tapi sepasang matanya berkilat sedangkan tubuhnya memancarkan aura intimidasi.


Agahai yang duduk di atas punggung kudanya berkata,


"Apa yang ingin kamu katakan, katakan cepat..!'


"Sebutkan syarat mu, bila cocok kita boleh duduk berunding.."


"Bila tidak kita boleh langsung saja ."


ucap Agahai dingin.


Guo Yun yang juga duduk di punggung kudanya di temani oleh Ling Tong, dan pasukan harimau hitam divisi Ling.


Dia bersikap tenang dan berkata,


"Aku akan kembalikan sandera dan perbekalan, syaratnya adalah selama 3 tahun ke depan, kedua belah pihak tidak boleh saling menganggu.."


"He Xi menjadi wilayah kami, Yi Qu menjadi wilayah kalian.."


"Bagaimana..?"


Agahai tersenyum dan berkata,


"Tawaran yang cukup menarik, tapi ayah ku Raja Chan Yu dan seluruh pahlawan Xiongnu mereka gugur di sana.."


"Jasad mereka juga masih ada di sana, bila aku menyetujui usulan mu, bukankah aku akan jadi pendosa durhaka terhadap leluhur dan para pahlawan kami..?"


"Lalu apa yang kamu kehendaki..?"


tanya Guo Yun sambil tersenyum tenang.


Agahai tersenyum dingin dan berkata,


"Kalau kamu tanya saya, tentu saja aku akan bilang, He Xi dan Yi Qu menjadi milik kami.."


"Bagaimana menurut mu..?"


Guo Yun menarik keluar kembali pedang walet emasnya, yang tersarung.


Begitu pula Ling Tong dan seluruh pasukan harimau hitam divisi Ling.


Mereka terlihat bersiaga penuh dengan tombak mereka.


"Bila itu keputusan mu, berarti tidak ada yang perlu di bicarakan lagi.."


"Kamu boleh terima jasad mereka, kemudian bersiaplah kehilangan kerajaan mu, setelah perang ini berakhir.."


ucap Guo Yun tenang.


Agahai sambil tersenyum tenang berkata,


"Apa maksud mu dengan kehilangan kerajaan, coba jelaskan..?"


Guo Yun dengan santai berkata,


"Apa kamu lupa dengan Dong hu dan Yuezhi?"


Menurut mu, bila kamu babak belur di sini, akan kah mereka memilih diam saja..?"


"Sedangkan kamu di sini selain mendapatkan kepala ku dan seluruh pasukan ku."


"Untuk di persembahkan ke ayah mu dalam acara sembahyang, kamu tidak akan dapatkan apapun selain satu kata bakti saja.."


"Sebaliknya bila kamu kehilangan Long Cheng dan kerajaan mu, aku mau lihat bagaimana kamu pergi menemui ayah dan leluhur mu.."

__ADS_1


"Satu satunya bakti mu akan berubah jadi tidak berbakti dan memalukan."


"Sedangkan kota Yong milik Qin, kamu jangan pernah mimpi untuk bisa mendapatkan nya, selama kamu dan pasukan mu, tidak bisa melewati celah sempit ini."


"Ku selama nya hanya akan menjadi tukang mimpi saja.."


"Bagaimana ? sekarang mau berunding dengan baik, atau mau di selesaikan lewat pertempuran berdarah..?"


"Kami siap meladeni mu.."


ucap Guo Yun tersenyum dingin.


Seluruh tubuhnya memancarkan aura menekan energi 9 langit.


Sehingga tanpa terasa kuda kuda tunggangan pasukan di belakang Agahai.


Terlihat gelisah, dan secara refleks melangkah mundur menjauh, hanya kuda Agahai yang mendengus dengus, mencongkel congkel tanah di hadapan nya.


Tapi dia tidak mundur sama sekali, hanya sesekali menatap Guo Yun dengan sikap waspada.


Agahai mengeluarkan suara tawa lepas dan berkata,


"Baiklah aku menyetujui mu, tapi wilayahnya di tukar, aku ambil He Xi, kamu boleh ambil Yi Qu.."


"Sandra lepaskan semua, perbekalan kembali menjadi hak kami.."


"3 tahun tidak boleh saling menganggu, pelanggaran kecil atas wilayah masing-masing.."


"Perjanjian di anggap batal.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Baik aku setuju,..tapi apa kamu punya hak dan kuasa, untuk memutuskan mewakili kerajaan Xiongnu..?"


Agahai tertawa dan berkata,


"Bagus,..bagus..!


"Hei Guo Yun lihatlah, di sini ada stempel Raja dan surat waris posisi raja ke aku, ku rasa itu sudah cukup mewakilinya.."


"Sebaliknya kamu, bagaimana kamu akan mewakili Qin.. dalam perjanjian ini..?"


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Tentu saja bukan aku yang akan menandatangani perjanjian.."


"Dalam hal ini tentu saja Panglima Meng Thian yang berhak, dan memiliki wewenang itu.."


"Bila kita tercapai kesepakatan, dan kamu menarik mundur pasukan mu mundur 10 Li dari sini."


"Secara otomatis panglima Meng Thian, tentu akan aku undang kemari.."


ucap Guo Yun tenang.


"Mundur 10 Li, terus terang saja aku masih sulit percaya dengan kalian yang suka bersiasat."


"Aku maximal hanya bisa menarik pasukan ku mundur kedalam hutan itu.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Bukan masalah, silahkan tunjukkan itikad baik mu dulu.."


Agahai menghela nafas panjang dan berkata,


"Kamu minta itikad baik ku, lalu apa itikad baik mu..?"

__ADS_1


Guo Yun menatap kearah Zhou Tai dan Zhang Yi menganggukkan kepalanya.


Kedua orang itu pun berkata, kearah pasukan mereka


"Lepaskan mereka..!"


Setengah dari tawanan, yang sedang mereka kawal, saat itu juga Langsung di lepaskan, oleh pasukan harimau hitam divisi Zhang dan divisi Zhou.


Kereta kereta berisi tawanan itu pun di biarkan lewat di hadapan pasukan harimau hitam dan Guo Yun.


Mereka langsung bergerak menuju barisan pasukan raja Agahai.


Saat lewat di depan Guo Yun, salah satu kereta kain penutup jendela nya tersingkap.


Sebuah kepala terjulur keluar dari dalam kereta, orang di dalam kereta itu menjulurkan lidahnya yang runcing tajam, keluar dari bibirnya yang berbentuk indah.


Sedangkan jari jempolnya menempel di ujung hidung, jari kelingking di tujukan ke Guo Yun, sambil sedikit di gerakkan gerakan, bersama beberapa jarinya yang lain.


Orang itu adalah putri Camelia, dia melakukan hal itu untuk mengejek Guo Yun, untuk melampiaskan rasa mendongkol nya terhadap Guo Yun sebelum pergi.


Guo Yun tersenyum dan membalas ledakan nya dengan menutup hidung.


Putri Camelia langsung mendengus kesal, dia kembali melemparkan sepatu berujung lancipnya kearah Guo Yun.


Guo Yun langsung menangkapnya dan berkata,


"Terimakasih kado kenang kenangan nya, sayanginya agak bau sama seperti pemiliknya."


"Jadi nih ku kembalikan lagi.."


ucap Guo Yun sambil menimpukinya kembali masuk kedalam jendela.."


"Aduhhh,..!"


jerit putri Camelia tertahan, rupanya secara tidak sengaja sepatunya menjadi senjata makan tuan.


Jidat putri Camelia mencium ujung sepatunya sendiri .


Putri Camelia kembali membuka tirai jendela menunjuk kearah Guo Yun dan berteriak kesal,


"Kau,...! aku tidak akan selesai dengan mu,..! suatu hari nanti aku pasti akan kembali membalas mu..! bajingan..!!"


Wajah putri Camelia yang tertutup kain tipis terlihat sangat kesal , seluruh wajahnya merah padam hingga ke daun telinga nya ikut merah.


Matanya sedikit berkaca-kaca menahan rasa sakit malu dan kesal, dia telah di permainkan dan di hina oleh Guo Yun di muka umum.


Guo Yun menahan tawa melihat tingkah konyol putri Camelia, yang jidatnya sedikit benjol.


Lalu dia berkata,


"Aku dengan senang hati akan menunggu nya, silahkan saja bila kamu mampu ."


Dia tidak terlalu menanggapi ucapan gadis manja itu.


Dia malah semakin memprovokasinya dan menganggapnya sebagai candaan.


Guo Yun tidak akan pernah menyangka, ulahnya saat ini, kelak akan mendatangkan masalah yang tidak kecil baginya di masa depan nanti.


Agahai melihat Guo Yun sudah mengambil sikap,. dia juga memberi kode ke Temusa Hasan dan Hanif.


Untuk memimpin pasukan mereka kembali kedalam hutan.


Termasuk pasukannya sendiri juga ikut masuk kedalam hutan, sambil mengawal iring iringan keluarga kerajaan masuk kedalam hutan.


Di sana kini hanya tersisa Agahai seorang, duduk di atas punggung kuda.

__ADS_1


.


__ADS_2