
"Anak ku.."
ucap Liu Lau Puo dengan tangan gemetaran, sepasang mata basah, mencoba membangunkan putranya.
"Ayah.. maafkan Lung Er..ayah.."
ucap Liu Qin Lung menyambut kedua tangan ayahnya, yang kini kurus dan penuh keriput.
Tidak lagi kekar seperti saat dia dulu terakhir kali bertemu.
Melihat keadaan ayahnya, hati dan perasaan Liu Qin Lung semakin bersedih dan menyesal.
Liu Qin Lung bangkit berdiri di hadapan ayahnya mengikuti arah tarikan kedua tangan ayahnya.
Sesaat kemudian mereka ayah dan anak pun saling berangkulan dengan penuh kerinduan.
"Ayah apa kamu baik baik saja ?"
tanya Liu Qin Lung dengan suara penuh haru.
Liu Lau Puo tidak bisa menjawabnya, dia hanya menganggukkan kepalanya sambil menahan Isak tangis terharu.
"Ayah kenapa kamu bisa ada di tempat ini ?"
"Bagaimana ayah bisa tahu aku ada di perkemahan di bawah bukit sana..?"
tanya Liu Qin Lung penuh haru.
Liu Lau Puo menenangkan diri sejenak dari rasa harunya, sesaat kemudian dia baru berkata,
"Ayah berada di sini, sebagai penunjuk jalan bagi tuan penolong ayah, nak.."
"Ayah tahu kamu di sini secara tidak sengaja, ayah mendengar nama mu di sebut sebut oleh bawahan mu, saat mereka pipis di hutan "
Liu Qin Lung melepaskan pelukannya dari ayahnya dan berkata,
"Apa yang terjadi, ? mengapa ayah busa sampai di tolong oleh orang asing..?"
"Di mana dia, ? apa dia tidak merawat dan menjaga ayah selama aku tidak berada di rumah..?"
tanya Liu Qin Lung heran.
Liu Lau Puo menghela nafas panjang, dia menepuk pundak anaknya dan berkata,
"Kamu pergi tanpa kabar sudah berapa tahun..?"
"Apa kamu pernah kirim surat ke rumah mengabari kami keadaan mu..?"
"Maafkan aku ayah, ayah tahu aku tidak pandai menulis, Ayah sendiri juga tidak bisa baca.."
"Bagaimana aku mau mengirim surat..?"
ucap Liu Qin Lung dengan kepala tertunduk mencoba beralasan.
Liu Lau Puo tersenyum lembut menatap putranya dan berkata,
"Lung Er ayah tidak masalah, ayah mengerti.."
__ADS_1
"Ayah hanya ingin kamu tahu, dia sejak kepergian mu 3 tahun lalu, dia sudah berganti nikah dengan orang lain.."
"Ayah ingin kamu tahu dalam hal ini, kamu tidak bisa sepenuhnya menyalahkan dia.."
"Kamu mengerti kan maksud ayah..?"
Ucap Liu Lau Puo pelan.
Liu Qin Lung mengangguk pelan dan berkata,
"Lung Er mengerti ayah, ini memang salah Lung Er yang terlalu fokus dengan karir Lung Er.."
Liu Lau Puo kembali menghela nafas panjang dan berkata pelan,
"Putra ku berkarir sebagai pria tidak salah, tapi sebagai seorang suami kamu juga harus ada tanggung jawabnya.."
"Lagi pula kamu coba introspeksi diri, kamu sudah berapa lama jadi komandan, perwira, hingga Jendral ? apa anak buah mu buta huruf semua..?"
"Lalu selama ini bagaimana kamu memberikan laporan pada atasan mu..?"
"Kamu juga lihat sendiri, apa hasil dari pengabdian mu itu..?"
ucap Liu Lau Puo menegur putranya.
Liu Qin Lung mengangguk tidak dapat membantah, dalam hal ini ayahnya benar, dia yang salah.
Setelah begitu lama dia mengabdi ke Qin, akhirnya dia kembali titik asal, titik nol.
Tidak ada yang dia hasilkan sama sekali, malah dia kehilangan istri dan bersalah menelantarkan ayahnya.
Melihat keadaan putranya, Liu Lau Puo melanjutkan berkata,
"Dua kamu dengarkan nasehat ayah yang mungkin tidak bisa menemani mu lebih lama lagi ."
"Ikutlah dengan tuan penolong ayah, bantulah mereka yang membutuhkan mu, hitung hitung kamu bantu ayah membayar Budi baik mereka.."
"Tanpa mereka kita tidak akan pernah bertemu, tanpa mereka mungkin ayah mu sudah mati kelaparan di tindas oleh Nyonya Na yang keji dan jahat.."
ucap Liu Lau Puo serius.
"Ayah apa maksud mu..?"
tanya Liu Qin Lung kaget.
Liu Lau Puo menoleh kebelakang dan berkata,
"En Kung, kalian berdua keluarlah sekarang.."
Dari balik pohon bambu, terlihat Gongsun Li dan Si Si berjalan tenang menghampiri ayah dan anak itu.
"Jendral Liu terimalah salam hormat kami berdua.."
ucap Si Si sambil tersenyum lembut, Gongsun Li mengiringinya dari samping dengan wajah dingin.
"Kalian berdua ini adalah..?"
tanya Liu Qin Lung sambil melangkah mundur dengan sikap ragu.
__ADS_1
"Tidak salah Jendral Liu, kami berdua lah penguasa kerajaan Yue milik suami kami, termasuk wilayah kota Shoucun yang sedang kamu serang itu."
ucap Si Si tenang.
"Akhhh, apa yang kalian lakukan di sini,? Apa yang kalian kehendaki dari ku. ?"
tanya Liu Qin Lung kaget sambil melangkah mundur.
"Jendral Liu tak perlu cemas, kehadiran kami tidak berniat buruk.."
"Kami hanya ingin memberikan penawaran kerjasama "
"Itu pun bila Jendral Liu setuju, bila tidak kami juga tidak akan memaksa.."
"Jendral Liu dan ayah mu boleh pergi dengan aman dari sini.."
ucap Si Si tenang.
Liu Qin Lung menatap dengan penuh curiga kearah Si Si dan Gongsun Li, lalu berkata.
"Yang Mulia berdua mungkin salah paham, kini aku bukan seorang Jendral lagi.."
"Aku hanya petugas dapur, seorang tukang masak saja.."
ucap Liu Qin Lung sambil tersenyum pahit.
"Tidak apa apa, mau jendral ataupun cuma tukang masak, bagi kami bukan masalah.."
"Kami tetap ingin memberikan tawaran kerjasama ke tuan Liu."
ucap Si Si serius.
Liu Qin Lung menatap kearah Si Si dan berkata,
"Tawaran kerjasama seperti apa ? Yang Mulia berdua inginkan dari seorang koki militer seperti saya ini..?"
Liu Qin Lung sebagai seorang mantan jenderal tentu saja dia bersikap hati hati.
Apalagi yang berdiri di hadapannya adalah pihak yang berlawanan dengan nya.
Dia tidak akan mudah percaya begitu saja, selain itu dia juga sadar Si Si dan Gongsun Li dua wanita lemah berani datang menemuinya, tanpa membawa pasukan.
Ini hanya berarti mereka tidak lah selemah penampilan nya yang terlihat.
Raja Guo Yun si Topeng Emas, reputasinya juga bukan sehari dua dia mendengar nya.
Jadi wajar Liu Qin Lung bersikap hati hati dan waspada.
Si Si masih tetap tersenyum tenang berkata,
"Begini kami ingin menawarkan posisi Jendral kepada mu, untuk menggantikan posisi Jendral Guan dan Xing kami yang telah gugur.."
"Akan lebih baik lagi bila kamu ada teman yang bisa di percaya dan di ajak menyeberang ke pihak kami.."
ucap Si Si langsung ke point intinya.
Liu Qin Lung menggelengkan kepalanya dan berkata,
__ADS_1
"Maaf Yang Mulia bukan Liu Qin Lung tidak tertarik, tapi Liu Qin Lung kini sudah mengabdi ke Qin.."
"Liu Qin Lung tidak mungkin bisa menerima tawaran dari Yang Mulia berdua dan memilih menjadi seorang penghianat.."