LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
RACUN DINGIN


__ADS_3

Nona Zhao saat menyadari Guo Yun tidak sadarkan diri, dia buru-buru melepaskan ciumannya.


Dia tersenyum lega, sambil menatap wajah Guo Yun dari jarak dekat.


Wajah nya yang tadi nya merah padam menahan jengah, kini perlahan lahan normal kembali.


Sambil tersenyum manis, Nona Zhao mengulurkan tangannya membelai dan menyentuh wajah Guo Yun, yang terasa dingin seperti es.


Nona Zhao yang terlalu senang dengan imajinasinya sendiri.


Tidak menyadari hal itu, setelah membelai wajah Guo Yun tangan turun kearah dagu leher hingga dada Guo Yun.


Di sana dia berhenti sejenak, merasakan detak jantung Guo Yun yang tidak teratur, sebentar cepat sebentar lambat.


Sebelum bangkit dari posisinya, yang saling tumpang tindih dengan Guo Yun.


Dengan hati hati Nona Zhao kembali mendaratkan ciuman nya ke bibir Guo Yun, yang kering dan dingin.


Setelah itu dia baru bangkit berdiri, pergi menyalakan lampu minyak, agar suasana yang remang remang menjadi lebih terang.


Nona Zhao melangkah menuju ujung tembok, dia mengintip kearah luar, lewat sebuah lubang kecil


Yang terhubung dengan keadaan di luar ruangannya.


Dia bisa melihat dan mendengar dengan jelas, apa yang sedang terjadi di luar sana


Diluar ruangan rahasia, tempat Nona Zhao mengintip, adalah lewat sepasang mata indah sesosok gadis cantik anggun, yang berada di dalam sebuah lukisan, yang tergantung di dinding ruangan.


Melihat keadaan di luar sana sudah aman dan normal kembali.


Tidak lagi terlihat empat orang yang mengincar Guo Yun.


Nona Zhao sambil tersenyum gembira, segera menghampiri Guo Yun.


Tapi dia menjadi kaget melihat kondisi Guo Yun, yang terbaring dalam posisi meringkuk kedinginan.


Seluruh tubuhnya terlihat gemetaran, Guo Yun terlihat mengalami mengigil hebat.


Melihat hal itu, Nona Zhao menjadi panik, dia buru-buru pergi membuka lemari, mengeluarkan dua potong selimut tebal.


Menyelimuti seluruh tubuh Guo Yun dan berkata pelan.


"Tuan muda...tuan muda Yun..apa yang tuan rasakan, ? apa sudah lebih baik..?"


Guo Yun meski sudah di selimuti, seluruh tubuhnya masih tetap mengigil hebat.


Dengan gigi gigi bergemerutukkan, Guo Yun berdesis pelan.


"Di...ngin...di..ngin se...sekali..di...dingin..!"


"He....He...He...di ..dingin.se..


sekali..!"


gumam Guo Yun setengah sadar.


Nona Zhao terlihat bingung menatap Guo Yun.


"Apa yang bisa ku lakukan..untuk membantu mu...?"

__ADS_1


ucap nona Zhao bingung.


Sebagai jawabannya Guo Yun berkata,


"Di...dingin..Se..sekali..!"


Nona Zhao berjalan mondar mandir dengan wajah bingung dan cemas.


Dia benar benar tidak tahu harus berbuat apa.


Setelah beberapa saat berjalan mondar mandir, hati dan perasaannya semakin kacau.


Saat melihat kondisi Guo Yun belum juga berubah.


Akhirnya nona Zhao duduk di tepi ranjang menatap Guo Yun, dengan penuh perasaan dan berkata kepada diri sendiri


"Kamu sudah tidak punya waktu untuk berpikir lebih banyak.."


"Dia seperti ini, karena ingin menyelamatkan mu, apapun caranya, kamu harus membantunya melewati kesulitan ini.."


"Maafkan aku tuan muda Yun, aku tidak punya pilihan lain.."


ucap Nona Zhao putus asa.


Lalu dia melepaskan satu persatu pakaiannya hingga tidak bersisa.


Kemudian dia masuk kedalam selimut memeluk Guo Yun dari belakang dengan erat dan berbisik.


"Bagaimana tuan muda Yun,? apa sekarang jauh lebih baik..?"


"Hemmm..!"


desis Guo Yun tanpa menjawab.


Dia paham Guo Yun keadaan nya sedikit lebih membaik.


Beberapa saat berlalu, Guo Yun perlahan lahan mulai membuka sepasang matanya, yang terlihat merah seperti darah.


Guo Yun melirik kearah sepasang tangan Nona Zhao, yang putih halus dan lembut, sedang mendekap dirinya dengan erat.


Pikiran sadar Guo Yun mulai kembali, dia ingin berontak melepaskan diri.


Tapi Guo Yun baru menyadari, tubuhnya tidak mau bergerak mengikuti pikirannya.


Setelah beberapa kali mencoba tetap gagal, Guo Yun akhirnya berkata dengan suara pelan..


"Nona Zhao kita tidak boleh seperti ini, ini kurang pantas.."


Nona Zhao menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Asalkan bisa menyelamatkan mu, aku tidak bisa berpikir lebih banyak.."


"Yang paling penting tuan muda Yun selamat.."


Tiba-tiba tubuh Guo Yun kembali mengigil hebat, sepasang matanya semakin merah.


Guo Yun yang menyadari dirinya ada perubahan aneh, dengan sisa kesadaran nya.


Dia berkata,

__ADS_1


"Nona Zhao,.. dengarkan aku...cepat... cepat.. menjauhlah,.. tinggalkan aku segera..!"


Tapi peringatan Guo Yun sia sia, Nona Zhao tidak bersedia meninggalkan diri nya.


Nona Zhao menggelengkan kepalanya kuat kuat,dia malah semakin memperat pelukan nya.


Menempelkan sepasang bukitnya yang berkulit halus dan padat menempel ketat di punggung Guo Yun.


Selain itu kedua tangannya juga meremas sepasang tangan Guo Yun dengan lembut, dan menggosok gosokkan nya, untuk memberikan kehangatan ke Guo Yun.


Tubuh tubuh Guo Yun semakin mengigil hebat.


Dengan sisa kesadarannya, Guo Yun kembali berkata,


"Nona Zhao,.. cepat pergilah,..selagi aku masih sadar.."


"jangan pernah mendekat, ..jangan dekat dekat dengan ku.."


"Ini akan berbahaya,..aku setiap saat bisa lepas kontrol dan merusak masa depan mu.."


"Dengarkan aku..ini tidak main main.."


ucap Guo Yun mencoba meyakinkan nona Zhao untuk menjauh darinya.


Guo Yun sadar setelah dia menyambut serangan lawannya tadi.


Kekuatan lawan lebih kuat darinya, selain tenaganya membalik, dia juga terkena pukulan racun dingin lawan.


Untuk menetralisir nya, hanya ada satu cara yaitu mencari kehangatan pasangan dan menyalurkan nya lewat hubungan suami istri.


Tapi Guo Yun tidak mau merusak Nona Zhao, hanya untuk kepentingan pribadi nya.


Dia sudah punya Gongsun Li, bila terjadi sesuatu antara dia dan nona Zhao.


Dia akan merasa berdosa seumur hidup terhadap istrinya.


Selain itu dia juga pasti akan menyakiti perasaan nona Zhao.


Karena dia tidak bisa memberikan pertanggungjawaban atas perbuatannya terhadap gadis itu.


Itu makanya Guo Yun mati matian menolaknya, lebih baik dia mati, daripada harus menghianati kepercayaan istrinya.


"Tidak Tuan muda Yun, aku tidak bisa melihat kamu menderita dan mati dengan cara seperti ini, tanpa menolong mu.."


"Apapun yang terjadi hari ini, aku tidak akan pernah menyesalinya.."


ucap Nona Zhao tetap tidak bersedia melepaskan pelukannya.


Guo Yun yang seluruh tubuhnya bergetar hebat, perlahan-lahan kesadarannya mulai hilang.


Tiba-tiba dia membalikkan badannya, menindih dan memeluk Nona Zhao.


Lalu dia menciumi wajah bibir hingga keleher nona Zhao dengan kasar dan penuh nafsu membara.


Guo Yun yang telah kehilangan kesadarannya, sambil menciumi bibir nona Zhao.


Dia mulai melepaskan seluruh pakaian, yang melekat pada tubuhnya.


Nona Zhao tidak menolak semua perlakuan Guo Yun padanya, dia memejamkan matanya dan berdesis pelan.

__ADS_1


Saat Guo Yun yang sudah polos kembali menindih dan menciuminya, nona Zhao malah melingkarkan sepasang tangannya di belakang leher Guo Yun.


Dia meremas kepala belakang Guo Yun dengan lembut, membuka bibirnya untuk menyambut ciuman mengebu gebu dari Guo Yun.


__ADS_2