LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KABAR BURUK


__ADS_3

Kakek tua itu menoleh kearah belakang dan berkata,


"A Chai kemarilah,! cepat kamu antarkan tuan Jendral ini, ke tempat tinggal Liu Lau Po di hutan sebelah timur sana..!"


"Baik kakek Lau.."


Jawab seorang pemuda, yang berada di barisan paling depan, dari orang-orang desa yang berkerumun di sana.


"Mari tuan Jendral.."


Ucap pemuda yang di panggil A Chai itu, buru buru bertindak sebagai penunjuk jalan bagi Meng Yu dan rombongannya.


A Chai bertindak sebagai penuntun kuda bagi Meng Yu, rombongan itu bergerak mengikutinya meninggalkan desa.


Meng Yu melemparkan bungkusan di tangannya kearah kepala desa Lau dan berkata,


"Ini jasa mu, ambil lah.."


Meng Yu kemudian menatap kearah A Chai dan berkata,


"Bila tugas ini berhasil dengan baik, hadiah mu dua kali lipat menanti mu."


"Terimakasih Tuan Jendral.."


Jawab A Chai bersemangat .


Meng Yu mengangguk pelan, menanggapi ucapan A.Chai.


Setelah meninggalkan desa, A Chai membawa rombongan Meng Yu mengambil jalan menuju kearah timur.


Mereka mengambil jalan setapak, memasuki hutan kecil yang terletak di wilayah timur.


Setelah menempuh perjalanan satu jam memasuki hutan kecil wilayah timur.


Rombongan itu akhirnya tiba di depan sebuah rumah pondok sederhana.


A Chai menunjuk kearah rumah tersebut dan berkata,


"Tuan Jendral itu adalah rumah kediaman Liu Lau Po yang anda cari.."


Meng Yu mengangguk pelan, lalu dia segera memberi kode, agar rombongannya bergerak kearah kiri dan kanan, untuk mengepung rumah kediaman Liu Lau Po.


Setelah itu Meng Yu sendirilah berjalan kaki memasuki halaman depan rumah Liu Lau Po.


Saat tiba di teras depan rumah, Meng Yu berteriak,


"Apa ada orang di dalam..!!?"


Setelah beberapa saat hening, tidak ada pergerakan dari dalam rumah.


Meng Yu melanjutkan langkahnya, menghampiri pintu didepan pondok sederhana Liu Lao Po.


"Tok..! Tok..! Tok..! Tok..! Tok..!"


"Tok..! Tok..! Tok..! Tok..! Tok..!"


"Tok..! Tok..! Tok..! Tok..! Tok..!"


Meng Yu menggedor pintu itu beberjali.kali.


Karena tidak ada sahutan dari dalam, Meng Yu menendang pintu rumah yang terkunci itu.


"Brakkkk..!"

__ADS_1


Pintu rumah terpental hingga terbuka lebar, tidak mampu menahan kekuatan tendangan kaki Meng Yu.


Meng Yu mencoba masuk kedalam rumah untuk melakukan pemeriksaan.


Beberapa saat kemudian, dia keluar lagi dari dalam rumah.


Meng Yu menatap kearah A Chai dan berkata,


"Didalam kosong, tidak ada siapapun.."


A Chai buru buru maju dan berkata,


"Tuan Jendral harap bersabar, aku rasa kakek tua itu, mungkin sedang pergi berburu.."


"Nantinya dia juga pasti akan kembali.."


Ucap A Chai, berusaha menenangkan Meng Yu.


Meng Yu mengangguk dan berkata,


"Apa kamu tahu kemana dia biasanya berburu..?"


A Chai menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku kurang tahu pasti.."


"Aku rasa menyusul nya bukanlah ide yang tepat, bila bergerak tanpa arah tujuan jelas.."


"Kemungkinan besar kita hanya akan buang buang tenaga ."


Ucap A Chai memberi saran.


Meng Yu mengangguk membenarkan pendapat A Chai.


Sesaat kemudian Meng Yu keluar dari dalam rumah sederhana itu.


Mengawasi pondok sederhana itu cukup dari tempat persembunyian mereka.


Mereka menghabiskan waktu hampir satu minggu lamanya, untuk melakukan pengawasan.


Saat Meng Yu hampir habis kesabarannya, saat itu pula terlihat seorang pria tua berjalan santai sambil bersiul siul keluar dari balik rerimbunan hutan.


Baru saja dia keluar, Meng Yu dan pasukannya langsung muncul mengepung nya.


Kakek tua itu sangat terkejut, diri nya tiba tiba di kepung dengan senjata tombak teracung, ditodongkan kearahnya.


Melihat seragam tentara tersebut adalah seragam.pasukan Qin, kakek itu segera menyadarinya.


Kedatangan mereka tentu ada hubungannya dengan putranya yang kini mengabdi pada Yue.


Dengan sikap tenang kakek tua itu berkata,


"Apa yang kalian inginkan dari orang tua miskin ini .?"


"Katakan saja, tak perlu seperti ini.."


"Aku jelas tidak mungkin bisa melarikan diri, juga bukan lawan kalian.."


Ucap Liu Lau Po tenang.


Meng Yu tidak menjawabnya, dia langsung memberi kode agar beberapa prajurit elitenya maju meringkus Liu Lau Po.


Prajurit itu segera maju menangkap kedua tangan Liu Lau Po untuk di telikung kebelakang.

__ADS_1


Kemudian mereka ikat dengan tali erat erat.


Setelah nya mereka segera membawa Liu Lau Po di lempar keatas punggung kuda.


Kemudian mereka bergerak cepat meninggalkan tempat itu.


Meng Yu melemparkan dua kantung hitam kearah A Chai dan berkata,


"Kerja mu bagus, terima lah, sampai jumpa.."


Meng Yu dan rombongannya tidak langsung kembali ke Xian Yang.


Melainkan mereka berbelok ke kota Shoucun.


Menjelang sore Meng Yu dan pasukan nya akhirnya memasuki kota Shoucun.


Setelah memasuki kota Shoucun, Meng Yu segera memerintahkan anak buahnya, pergi menuju dermaga Wu Hu, menyampaikan sepucuk surat pribadinya ke Liu Qin Lung.


Sementara anak buahnya pergi, Meng Yu segera mengatur barisan pendam dan jebakan untuk menangkap Liu Qin Lung bila berani datang menyerang Shoucun.


Prajurit Qin yang menyamar sebagai orang biasa, dengan cepat sudah tiba di dermaga Wu Hu dalam beberapa hari kemudian.


Prajurit itu tidak langsung pergi mencari Liu Qin Lung.


Dengan cerdik dia menggunakan uang, menyuruh seorang anak tanggung, untuk menyampaikan surat tersebut ke Liu Qin Lung.


Setelah memastikan surat itu sampai, prajurit Qin yang menyamar itu segera meninggalkan lokasi.


Liu Qin Lung yang sedang sibuk mengatur pasukan mengevakuasi mayat mayat, yang banyak berserakan mengambang di atas sungai.


Dia sedikit kaget saat seorang anak tanggung menghampirinya.


"Anak kecil ada apa kamu kemari..?"


"Tempat ini bukan tempat yang cocok untuk mu.."


Tegur Liu Qin Lung sambil tersenyum ramah.


Anak kecil itu dengan tatapan mata polos, berkata,


"Kakak tampan, aku mendapatkan titipan surat dari orang yang tidak aku kenal, untuk menyampaikan surat ini buat kakak.."


"Ini suratnya terima lah.."


Liu Qin Lung menerimanya, lalu dia memberikan beberapa keping perak ke anak tersebut dan berkata,


"Ini terima lah, terimakasih saudara kecil.."


Anak itu menerimanya dengan senang hati, setelah mengucapkan terimakasih berulang ulang.


Anak itupun segera meninggalkan tempat tersebut.


Liu Qin Lung langsung membuka sampul amplop di tangan nya.


Dia membacanya dengan alis berkerut kerut.


"Keparat kamu Meng Yu dasar pengecut, aku tidak mencari mu, kamu malah datang mengusik ku.."


"Baiklah kita lihat saja, sekali ini aku tidak akan mengampuni mu.."


Selesai berkata Liu Qin Lung meremas surat di tangan nya hingga hancur menjadi tepung.


Setelah itu dia segera mengumpulkan beberapa komandan bawahan nya.

__ADS_1


Untuk melanjutkan pengawasan terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung.


Sedangkan dirinya, segera pergi mengunjungi kemah utama Zhang Yun atasan nya.


__ADS_2