
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Jangan percaya hal hal mistis begitu.."
"Percayalah pada ku, aku meminta itu pasti ada manfaatnya.."
Gongsun Li meski penasaran tapi dia tidak banyak bertanya lagi.
Dia langsung menganggukkan kepalanya.
Baiklah kalau begitu aku akan pergi menemui A Fu, Han Wei dan Ying Wu untuk mengaturnya.
Biar Si Si yang mengatur dan temani kamu makan, masakannya sudah aku siapkan.
"Nanti Si Si bisa suruh pelayan untuk ambil dan sajikan.."
"Aku pergi dulu.."
Ucap Gongsun Li buru buru.
Setelah berpesan ke Si Si, dia pun langsung berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Guo Yun tidak menahannya, dia juga sadar, untuk menyiapkan begitu banyak kain putih.
Itu bukan perkara mudah, butuh waktu untuk persiapan nya.
Apalagi jumlah pasukan mereka juga bukan sedikit.
"Yun ke ke tunggu sebentar biar aku pergi panggil pelayan menyiapkan makanan nya.."
Ucap Si Si lembut.
Guo Yun mengangguk pelan, sambil tersenyum lembut dia berkata,
"Si Si tolong ajak anak anak dan Min Min semuanya, bergabung kita makan sama sama."
Si Si mengangguk dan berkata,
"Aku juga berencana begitu.."
"Sebentar ya, biar aku pergi mengurusnya.."
Ucap Si Si sambil tersenyum lembut, sebelum dia meninggalkan ruangan tersebut.
Guo Yun saat tinggal sendiri, dia kembali mengeluarkan kitab peninggalan Wu Ming Lau Jen.
Dia kembali membuka kitab itu membaca dan berlatih sendiri di ruangan tersebut.
Dari posisi duduk perlahan Guo Yun bangkit berdiri menuju bagian tengah ruangan yang lebih luas.
Di sana dia mulai menggunakan hawa sakti langit dan bumi, membantunya mengisi kekuatan.
Bergerak dengan pelan, angin menderu deru saat dia menggerakkan kedua tangannya.
Kakinya melangkah membentuk lingkaran lingkaran kecil.
Kedua tangannya berkelebat kesana kemari.
Cahaya merah biru terpancar dari seluruh tubuhnya.
Di penghujung pergerakan nya, di depan dadanya, muncul sebuah lingkaran berbentuk Pat Kwa.
Dengan dasar warna merah biru, berputaran di depan dadanya.
Guo Yun menghembuskan pelan nafasnya, hingga cahaya itu masuk menyatu kedalam Dan Tian nya.
Luar biasa sekali ilmu ini, seperti bukan untuk di pergunakan melawan manusia biasa lagi.
Pantas saja Attila begitu hebat, guru Wu Ming Lau Jen memang luar biasa kemampuannya.
__ADS_1
Batin Guo Yun seorang diri.
Lamunannya segera buyar, saat dia mendengar suara langkah kaki ramai dan suara canda tawa anak anak, sedang bergerak mendekati pintu depan ruangan tersebut.
Guo Yun melangkah kembali ke tempat duduknya.
Sesaat kemudian dari arah pintu mulai terlihat bermunculan anak anak dengan wajah gembira.
Pertama masuk adalah Guo Feng, Guo Ling, Li Mei Lan, baru di susul oleh Meng Yun yang berjalan di depan Min Min.
Guo Yun melihat Min Min sudah tidak lagi terlihat se bingung sebelumnya.
Dia sudah mulai beradaptasi dengan anak anaknya.
Hanya saja terhadap dirinya, tatapan matanya agak sungkan.
Mereka masih seperti orang asing, hubungan nya sudah tidak lagi sedekat dan semesta dahulu.
Guo Yun mencoba menekan perasaannya, agar tidak kecewa dan larut dalam penyesalan.
Dia mengalihkan perhatiannya kearah anak anak dan berkata,
"Kemarilah, kalian semuanya, duduklah di dekat ayah, biar ayah bisa melihat kalian semua dengan jelas.."
"Kita jarang jarang punya kesempatan berkumpul dan makan bersama.."
"Ini adalah kesempatan langka yang jarang ada,"
Ucap Guo Yun sambil tersenyum lembut.
"Paman bagaimana makannya, meja aja masih kosong.."
Ucap Li Mei Lan putrinya Li Ba dan Sian Sian polos.
Guo Yun mengelus kepala nya dan berkata,
"Harap tunggu sebentar, bibi mu Si Si dia sudah pergi menyiapkan nya."
"Nah itu dia masakan nya sudah datang.."
"Ayo bersiap siap kita makan sepuasnya.."
Ucap Guo Yun sambil tersenyum lebar.
Menyambut kedatangan Si Si dan beberapa pelayan yang membawa nampan besar, berisi berbagai macam dan jenis masakan, yang beraroma wangi, menggugah selera.
Si Si mengatur pelayan pelayan itu menata masakan dengan baik.
Setelah selesai dia baru ikut duduk di samping Min Min.
"Ayo kita makan, jangan sungkan.."
Ucap Si Si.
Lalu dia membantu mengambilkan beberapa jenis masakan kesukaan Guo Yun, untuk di taruh di mangkoknya.
"Ayo Yun ke ke di makan, Si Si gak bisa masak sesempurna ini, jadi biar Si Si bantu ambilkan masakannya saja.."
Ucap Si Si sambil tersenyum lembut.
Guo Yun langsung mencicipinya satu persatu dan berkata,
"Mantap luar biasa, masih sama seperti dulu.. sempurna.."
"Sayangnya Li Er tidak hadir diantara kita.."
"Oh Ya, Mei Lian ayah ibu mu kemana ?"
"Mengapa dari tadi aku tidak melihat mereka..?"
__ADS_1
Tanya Guo Yun, sambil membantu menyumpitkan masakan buat Li Mei Lian, putrinya Li Ba dan Sian Sian.
Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Mei Lian kurang tahu paman, mungkin bibi Si Si atau bibi Li yang tahu ."
"Mereka berdua sedang menuju Dan Yang, membantu Zhang Yun bisa mundur ke Shoucun dengan selamat."
Ucap Si Si cepat.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Langkah yang tepat, kakak Zhang kini telah tiada.."
"Kini satu satunya keturunan terakhir, yang menjadi tumpuan harapan keluarga Zhang hanya tersisa dia.."
"Kita tidak boleh biarkan dia dalam bahaya, atau aku benar benar tidak punya muka untuk bertemu dengan kakak Zhang di bawah sana.."
Ucap Guo Yun sedikit sedih, bila teringat kematian beberapa saudara seperjuangan nya itu.
"Orang pergi tidak mungkin kembali, mereka pasti sudah tenang disana.."
"Yun ke ke jangan terlalu memikirkannya lagi.."
Ucap Si Si sambil menyentuh lembut pundak Guo Yun.
Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Ya kamu benar, kita syukuri dan nikmati saja hidup ini.."
"Ayo kita makan kamu juga makan.."
"Ini gorengan udang gulung kesukaan mu makanlah.."
Ucap Guo Yun sambil membantu mengambilkan masakan kesukaan Si Si.
"Makasih Yun ke ke, kamu masih ingat aja aku sukanya itu.."
Ucap Si Si sedikit tersipu malu, tapi dari senyumnya, dia jelas terlihat sangat bahagia.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Aku bisa melupakan semuanya, kecuali kalian anak anak dan keluarga ku.."
"Selamanya aku tidak akan pernah lupa."
"Ini Min Min daging sapi ca rebung muda kesukaan mu.."
Ucap Guo Yun melanjutkan mengambilkan masakan tersebut ke mangkok Min Min.
Sambil tersenyum canggung Min Min menerimanya dan berkata,
"Terimakasih Yun ke ke.."
Min Min tidak langsung memakan nya seperti dulu dulu.
Dia menyumpit potongan daging dan rebung muda itu, menciumnya sejenak.
Dua terlihat mengernyitkan hidungnya, kemudian dia meletakkan kembali mangkuknya dan berkata,
"Maaf Yun ke ke baunya agak menyengat, Min Min kurang menyukainya.."
Guo Yun tersenyum canggung dan berkata,
"Tidak apa apa kita ganti saja dengan yang lainnya.."
Guo Yun mengambil mangkok baru, lalu mengisinya dengan sup pare isi daging.
"Ini cobain ini kamu pasti suka.."
__ADS_1
Ucap Guo Yun sambil menyodorkan mangkuk berisi sup pare isi daging itu ke Min Min.