
Tembakan Bun Tek malah gagal mengenai papan sasaran,
Tembakannya melenceng jauh dari papan sasaran.
Dengan wajah kecewa Bun Tek meletakkan kembali busurnya.
Lalu kembali ke bangku tempat duduknya dengan wajah muram.
Kini yang maju adalah si pemuda tampan berwajah dingin itu.
Guo Yun yang menaruh perhatian khusus pada pemuda ini, dia terus memperhatikan semua gerak gerik pemuda itu dari awal hingga akhir.tanpa berkedip.
Dia bahkan tidak perduli dengan ujian yang di hadapi Li Ba, di mana Li Ba terlihat sedang memasuki tahap satu lawan 10.
Si pemuda berwajah dingin berjalan santai menghampiri busur Kumala, yang tergeletak di atas meja.
Dia menatap nya sejenak sebelum mengulurkan tangannya untuk meraih busur itu.
'Kakak Ching Ke,..semangat kamu pasti bisa..!"
teriak Gongsun Li, sambil bertepuk tangan memberi semangat kepada Pemuda berwajah dingin itu.
Pemuda itu mengangkat kepalanya menatap kearah Gongsun Li, sambil melemparkan senyum dan menganggukkan kepalanya, sebelum dia meraih busur Kumala itu.
Suara teriakan merdu dari Gongsun Li, tentu sangat menarik perhatian semua yang hadir di sana.
Terutama Guo Yun, dia sampai melongo menatap kearah Gongsun Li, karena menurut pendengarannya, suara Gongsun Li benar benar sangat merdu luar biasa.
Saat Guo Yun tersadar dari bengong nya, akibat mendengar suara tawa gembira, dan tepuk tangan Gongsun Li, yang kembali berkumandang.
Di sana Ching Ke sudah berhasil menembak sasaran dengan tepat, dari jarak 205 langkah.
Dan dia sedang bergerak menuju ujian selanjutnya menembak dari atas punggung kuda.
Di sini Ching Ke juga menunjukkan kehebatannya, dia berhasil menebak sasaran dengan tepat, sambil menunggangi kuda melewati lintasan, yang jaraknya lebih jauh, dari lintasan yang di gunakan oleh Li Ba.
Ching Ke yang di sambut dengan tepuk tangan meriah, oleh Gongsun Li.
Dia terlihat melangkah menuju ujian berikutnya dengan penuh percaya diri.
Dia sengaja mengambil jarak lebih jauh lima langkah dari Li Ba, untuk menembak sasaran terbang.
Di sini Ching Ke kembali berhasil menyelesaikan tembakan nya dengan baik.
Dengan hasil ini maka kini posisinya jadi unggul di atas Li Ba.
Sementara itu di tempat lain, Li Ba yang sedang di kepung oleh sepuluh orang, yang memegang sepasang tongkat kayu ditangan.
Dia bersikap santai menghadapi mereka dengan sepasang tongkat kayu di lintangkan di depan dadanya.
"Hyaattt,..!"
"Tak,..! Tak,..! Bukkkk,..!
"Tak,..! Tak,..! Bukkk,..!"
__ADS_1
Terdengar suara teriakan dari pengepungnya dan suara tongkat beradu, serta suara tubuh terkena hantaman tongkat.
Dalam sekejap mata tiga dari sepuluh pengepung, tumbang merintih rintih kesakitan di atas lantai.
Tadi mereka bertiga bergerak maju serentak menyerang Li Ba dari tiga arah, tapi semua serangan mereka berhasil di tangkis oleh Li Ba.
Tidak tahan menerima tangkisan Li Ba yang sangat kuat, tongkat mereka pada terlepas dari pegangan tangan.
Di saat itulah tongkat Li Ba bergerak tanpa ampun menghajar mereka, hingga terkapar kesakitan.
Tanpa memperdulikan lawan yang sudah tumbang.
Li Ba sudah kembali menyambut serbuan tujuh orang pengepungnya yang lain..
"Hyaattt,..!"
teriak beberapa pengepung Li Ba, sambil mengayunkan sepasang tongkat mereka mencecar dan mengeroyok Li Ba, dari segala arah.
Tapi mereka semua bukan lawan Li Ba, dengan gerakan gesit dan tangkas, Li Ba menangkis dan membalas,
Semua dia lakukan dengan kecepatan luar biasa, dalam sekejap mata 7 orang pengeroyoknya, kini sudah ikut terkapar di atas lantai merintih rintih kesakitan.
Ada tiga diantaranya tidak mengeluarkan rintihan sama sekali, karena mereka sudah pingsan.
Ada dua di antaranya yang menerima pukulan keras di tengkuk, dan ada satu yang lainnya, menerima hantaman tongkat di belakang kepala nya.
Sisa empat lainnya merintih rintih sambil berguling guling di atas lantai.
3 diantara mereka tulang keringnya di hajar oleh tongkat Li Ba.
Setelah berhasil melewati ujian melawan sepuluh orang.
Li Ba sambil tersenyum gembira membuang sepasang tongkatnya.
Lalu dia turun dari mimbar ujian satu lawan sepuluh.
Berjalan kembali kearah lapangan ujian panah, untuk melihat hasil yang sedang terjadi di sana.
Bertepatan dengan kehadirannya, Li Ba pun mendapatkan informasi dari panitia.
Bahwa ada orang yang berhasil mengalahkan kemampuannya dalam memanah tadi.
Li Ba tentu tidak terima, dia langsung berkata dengan tidak puas.
"I,..ini ..ti..ti..tidak adil..!"
"A,..aku,..be,..belum ka,.. kalah..!"
"A,..ku,..aku a,..a..akan menantangnya, Li,.. Li,..hat siapa yang Ter,..Ter,..baik, aku baru pu,..puas..!"
ucap Li Ba gagap dan kurang puas.
Panitia saling berunding, akhirnya mereka menyetujui permintaan Li Ba.
Akibat pertandingan Li Ba melawan Ching Ke, hal ini berimbas pada ujian Guo Yun menjadi tertunda.
__ADS_1
Guo Yun yang terlalu antusias ingin menonton pertandingan Li Ba melawan Ching Ke,.
dia juga lupa bahwa dirinya belum maju mengikuti ujian.
Li Ba tidak tanggung tanggung, dia ingin Ching Ke langsung menyerah, Li Ba mengambil jarak 300 langkah.
Dia juga menancapkan sebatang tombak Hua Ci di depan target sasaran.
Lalu Li Ba berkata kepada Ching Ke, di depan panitia ujian,
"Panah ha,..harus,..me,.. melewati lu,..lubang di si,..sini.."
Li Ba menunjuk kearah, sebuah lubang kecil, yang terbentuk antara celah tombak dan cagak bulan sabit.
Ching Ke sedikit terkejut dengan syarat yang di tunjukkan oleh Li Ba.
Dari jarak 300 langkah saja, dia sudah tidak yakin bisa.
Apalagi harus melewati celah sempit itu, ini sungguh tidak masuk akal pikir Ching Ke.
Tapi demi gengsi sebagai murid senior, dia tidak punya alasan menolaknya.
Dengan cerdik Ching Ke berkata,
"Silahkan kamu duluan, aku akan mencoba nya setelah kamu.."
"Ba,..baik,..ma,..mari kita se.. sepakati, yang ti..tidak berha,..hasil, a,.. adalah ku.. kura-kura bang,..bangsat..."
"Se,.. setiap ber,..bertemu,.. harus mengucapkan nya.."
ucap Li Ba memberikan tantangan tambahan.
Ching Ke sambil tersenyum tipis berkata,
"Aku kurang mengerti, coba adik Li Ba berikan contohnya.."
"Itu mudah,..ka,..kamu cu. cukup bi.. bilang,. Aku,..aku,.. kura kura bangsat..!"
"Baiklah aku mengerti."
ucap Ching Ke sambil tersenyum.
Para panitia berusaha menahan tawa, dengan menutupi mulut mereka masing-masing.
Mereka sadar Li Ba yang polos telah di kerjai oleh Ching Ke, yang cerdas.
Seluruh penonton pun tertawa terpingkal-pingkal mendengar hal itu.
Yang tidak ikut tertawa hanya Guo Yun, Mo Zi dan Gongsun Li
Guo Yun memandang kearah Ching Ke dengan alis berkerut, ini adalah candaan licik yang tidak lucu pikir Guo Yun
Mo Zi juga tidak setuju dengan sikap Ching Ke, tapi dia tidak menunjukkan perubahan sikap apapun.
Guo Yun yang sempat melihat kearah Gongsun Li, dia menemukan sikap Gongsun Li yang berbeda.
__ADS_1
Di dalam hati Guo Yun diam diam semakin menaruh rasa kagum, dia menjadi semakin suka dengan gadis tersebut.