
Min Min menikmati kehangatan yang di tebarkan oleh tubuh Guo Yun.
Akhirnya dia kembali tertidur di dalam pelukan Guo Yun, membiarkan badai hujan angin mengamuk hebat di luar sana.
Saat cahaya matahari mulai menerangi Gua.
Mereka berdua baru pelan pelan membuka kembali mata mereka.
"Hari sudah terang,.."
ucap Min Min pelan.
Guo Yun mengangguk sambil menciumi tengkuk Min Min dengan lembut.
"Ihhh geli,..!"
jerit Min Min manja
Guo Yun tertawa dan berkata,
"Ya aku lupa bercukur, tapi bukannya geli itu enak hah..?"
"Nggak ihhh..!"
jerit Min Min manja.
Meski mulut menolak tapi tubuhnya justru berkata lain, dia hampir melayang di buat buaian suaminya.
"Yiiiiiiiiiikkk..!"
"Yiiiiiiiiiikkk..!"
"Yiiiiiiiiiikkk..!"
Tapi suara pekik nyaring di luar sana, membuat mereka harus menghentikan aksi mereka.
Lalu bergegas bangun, dan pergi melihat kearah mulut gua, apa yang sedang terjadi.
Ternyata tidak jauh di depan gua mereka ada seekor burung Rajawali berbulu putih.
Sedang menghadapi keroyokan tiga ekor Rajawali berbulu Hitam yang ukuran tubuhnya lebih kecil.
Rajawali Putih itu mati matian melawan ketiga rajawali hitam untuk melindungi sarang nya.
Sarang burung rajawali itu terletak di sebuah daratan yang bila di lihat dari posisi tempat Guo Yun.
Mirip dengan dataran yang mengapung di atas awan, padahal saat awan bergerak tertiup angin.
Dataran itu jelas bukan mengapung, melainkan tebing terjal yang menuju dasar jurang, tertutup oleh awan dan kabut halimun.
Sehingga memberi kesan itu adalah mirip pulau atau dataran terapung.
Kemarin dataran ini tidak terlihat, karena tertutup awan, kini bisa terlihat jelas karena cuaca sedang bagus.
Setelah semalam terjadi hujan badai lebat, di daerah tersebut.
Jarak dataran itu tidak terlalu jauh dari posisi mulut gua Guo Yun, hanya berjarak sekitar 20 meteran saja.
Melihat elang putih yang terdesak hebat, tapi masih berusaha mati matian melindungi anak anaknya yang masih kecil dan mencicit ketakutan.
Min Min merasa tidak tega melihatnya, dia merasa seperti dirinya sendiri bila berada di posisi itu.
Melindungi anak anaknya seorang diri tanpa bantuan itu sangatlah menyedihkan.
Sambil menghapus airmatanya yang tiba-tiba runtuh tanpa sebab, Min Min berkata,
"Yun ke ke bisakah kamu pergi kesana, membantu si putih mengusir tiga elang jahat itu.."
"Aku sangat kasihan dengan nya.."
ucap Min Min sedih.
__ADS_1
"Baiklah kamu jangan bersedih, kamu di sini saja, aku akan coba kesana..."
ucap Guo Yun menghapus lembut sisa airmata di pipi istrinya.
Setelah itu Guo Yun bergerak mundur, mengambil ancang ancang.
Sesaat kemudian Guo Yun langsung melesat bagaikan kilat terbang diudara.
Dengan 3 kali bersalto di udara, Guo Yun akhirnya berhasil mendarat ringan di seberang dataran.
Begitu mendarat Guo Yun langsung mengeluarkan pedang darahnya.
Guo Yun langsung melesat kearah pertarungan melepaskan 3 kali Tebasan tiga jurus tebasan pemusnah di lepaskan sekaligus.
"Tebasan Menyapu ratusan ribu pasukan.."
'Tebasan pemusnah kehidupan.."
"Tebasan sapu jagad."
Begitu serangan Guo Yun lepaskan, tiga rajawali hitam yang dilewati oleh sinar merah tebasan Guo Yun.
"Wussss..!"
Wussss..!"
Wussss..!"
"Sratttt..!"
"Sratttt..!"
"Sratttt..!"
"Yiiiiiiiiiikkk..!"
"Yiiiiiiiiiikkk..!"
"Yiiiiiiiiiikkk..!"
Kini hanya tinggal rajawali putih yang menatap tajam kearah Guo Yun dengan sikap waspada.
Guo Yun langsung menyimpan pedangnya, melangkah mundur, sambil mengangkat kedua tangannya keatas.
Sesaat kemudian, dia sudah membalikkan badannya terbang kembali ke mulut gua, di mana Min Min sedang menunggunya.
"Bagus Yun ke ke, hanya dengan sekali sat set sat set..tiga rajawali hitam langsung musnah ."
ucap Min Min dengan gaya yang lucu dan mengacungkan kedua jempol nya kearah Guo Yun.
Guo Yun sambil tersenyum lebar menatap kearah tubuh istrinya yang menggiurkan dan berkata,
"Tugasnya sudah, kini tinggal upahnya.."
"Aihhh, Yun Ke ke jangan..!"
teriak Min Min kaget, karena Guo Yun sudah memondong nya, menuju tempat mereka berbaring sebelumnya.
"Aduh geli..!"
"Hi..hi..hi..! ampun...aduh..! jangan disana..geli...Hi..hi..hi..!"
Min Min terus menjerit jerit saat Guo Yun menggumuli dirinya.
Mulut menjerit-jerit tangan nya bergerak kesana kemari pura pura menolak.
Padahal dia menikmati candaan dan godaan seperti itu dari pasangan nya.
Sesaat kemudian mereka berdua kembali larut dalam bulan madu mereka yang semakin panas dan mengebu gebu.
Guo Yun yang sedang tidak ingat terhadap Gongsun Li, keadaan nya kembali normal.
__ADS_1
Dia terus menerus memuaskan Min Min dengan sepenuh hati, hati dan perasaan Guo Yun semakin mantap.
Setelah mengetahui Min Min Ternyata adalah inkarnasi jodohnya di masa lalu.
Kini di dalam pikiran Guo Yun hanya satu, dia ingin memberikan kebahagiaan kepada istrinya.
Di mana di masa lalu dia banyak berhutang kebahagiaan kepada istrinya itu.
Jadi di kehidupan sekarang bagaimana pun caranya, dia harus melunasinya.
Hari demi hari berlalu, hubungan keduanya semakin lengket dan mesra.
"Yiiiiiiiiiikkk..!"
"Yiiiiiiiiiikkk..!"
"Yiiiiiiiiiikkk..!"
Di suatu pagi yang sepi tiba tiba terdengar suara rajawali putih, memekik keras di depan mulut Gua.
Guo Yun dan Min Min yang terbangun pun langsung pergi melihat apa yang terjadi.
Ternyata Si rajawali putih sedang memamerkan dia melatih anak anaknya untuk belajar terbang kesana kemari.
Setelah anak anaknya lancar terbang sendiri, Si Rajawali putih, berulang kali terbang di depan mulut Gua.
Memberi kode agar Guo Yun dan Min Min ikut dengan nya mendarat di dataran seberang sana.
Guo Yun yang cerdik langsung menangkap maksud burung itu.
Sambil tersenyum lebar, Guo Yun berkata,
"Min Min ayo naik kepunggung ku.."
"Kita harus menyeberang kesana.."
"Buat apa Yun ke ke..?"
tanya Min Min bingung.
Guo Yun tersenyum lebar dan berkata,
"Bintang penolong kita tiba, dia yang akan membawa kita meninggalkan tempat ini.."
Sepasang mata Min Min langsung berbinar, dia buru buru pergi merapikan barang mereka.
"Ini Yun ke ke tolong simpan.."
ucap Min Min sambil menyerahkan setumpuk jubah yang sudah di rapikan nya.
Guo Yun menerima dan menyimpannya.
Lalu dia berjongkok memunggungi Min Min.
Min Min dengan cepat langsing naik kesana.
Sesaat kemudian Guo Yun mengambil ancang-ancang, lalu dia melesat meninggalkan mulut Gua.
Terbang menuju dataran seberang sana.
Karena sedang menggendong Min Min , Guo Yun tidak melakukan gerakan salto di udara.
Melainkan saat daya dorong tubuhnya hampir habis, dia melepaskan dua pukulan dahsyat kebawah.
"Wutttt,..!"
"Wutttt,..!"
Tubuhnya kembali meluncur kedepan, dia seperti, orang berlarian di udara, kemudian mendarat ringan di atas tanah datar di seberang sana.
Setelah berhasil mendarat dengan ringan, Guo Yun langsung menurunkan Min Min.
__ADS_1