
Su Su juga sambil bermain kecapi, seolah olah tanpa sengaja, dia mengganti posisi duduknya.
Sehingga setiap saat dia berganti posisi duduk, gaunnya akan sedikit tersingkap, hingga paha bagian dalam nya, akan sedikit tersingkap, tapi hanya sebentar kemudian tertutup kembali.
Gerakan ini sangat menggoda dan mengundang rasa penasaran, yang melihat nya.
Pangeran Ji Ao terlihat berulang kali mengangguk dan tersenyum gembira.
Dia terlihat cukup puas menikmati sajian, yang di tawarkan oleh kedua gadis muda dan cantik itu.
Sementara Guo Yun, dia tetap bersikap dingin, hanya fokus makan dan minum.
Melirik pun tidak, di mata Guo Yun, kedua gadis itu meski cantik dan menarik.
Tapi bagi dia, dia merasa kedua gadis itu tidak ada apa-apa nya, bila di bandingkan dengan istrinya.
Dia sangat jelas, tujuan nya kemari adalah untuk mencari Jendral Xie dan pangeran Cheng, bukan untuk hal lain.
Yang terjadi saat ini, hanya kamuflase untuk mengaburkan tujuan dia yang sebenarnya.
Agar tidak menimbulkan curiga mata mata pemerintah setempat.
Guo Yun yakin Xiong Pa, yang sangat ketat terhadap bawahannya, pasti merupakan lawan yang lebih berat ketimbang Xiong Sin.
Makanya, dia mengambil sikap jauh lebih hati hati dalam bertindak.
Agar tidak sampai memukul rumput mengagetkan ular.
Setelah Su Su menyelesaikan alunan musiknya, Siau Yen menghentikan tariannya.
Mereka lalu bertukar tempat, kini giliran Siau Yen yang bermain musik, Su Su yang menari.
Melihat reaksi Guo Yun masih dingin dan cuek.
Siau Yen sengaja memainkan irama musik riang gembira, sehingga pergerakan Su Su, saat menari menjadi lebih cepat dan bersemangat.
Otomatis akan semakin erotis pergerakannya, dan akan semakin menggoda
Tapi sialnya respon Guo Yun sungguh di luar dugaan, selesai makan minum, dia malah menguap dan memejamkan sepasang matanya.
Baik Su Su dan Siau Yen diam diam di dalam hati, mereka mengutuk dan memaki sikap Guo Yun, yang sangat menyakiti harga diri mereka.
Setelah mereka berdua menyelesaikan tarian dan alunan musik nya.
Pangeran Ji bertepuk tangan dan berkata,
"Kalian berdua tetap tinggal di sini temani aku, tapi tolong tetap undang nona Zhao kemari.."
Kedua gadis itu awalnya tersenyum girang, tapi saat mendengar pangeran Ji Ao, tetap meminta saingan berat mereka, nona Zhao untuk datang.
Dengan wajah sedikit cemberut, Siau Yen berkata,
__ADS_1
"Maaf tuan, selama kami masih di sini, kakak Zhao tidak bakal bersedia kemari.."
"Tuan terpaksa harus memilih kami atau dia.."
ucap Siau Yen dengan wajah sedikit cemberut, tapi justru menambah kecantikannya.
Pangeran Ji Ao tertawa lebar dan berkata,
"Kalau begitu kalian undang dia kemari, untuk hibur teman ku.."
"Sedangkan kita bertiga pindah ruangan saja ."
Kedua gadis itu langsung bersorak girang, lalu mereka dengan gaya manja langsung menghampiri pangeran Ji Ao.
Mengerubutinya dari kiri kanan, menggandeng dan merangkul lengan pangeran Ji Ao, dengan mesra.
Guo Yun sedikit mengerutkan keningnya menanggapi usulan Ji Ao.
Dia merasa sedikit agak berlebihan, kenapa harus ngotot mendatangkan nona Zhao, hingga mereka berpisah kamar.
Padahal dengan menyuruh kedua gadis ini pergi memanggil Axie kemari kan beres.
Dia dan Ji Ao juga bisa sekalian berunding dengan pangeran Cheng, sehingga semua nya tuntas.
Tidak lagi bertele-tele seperti saat ini, pikir Guo Yun dalam hati.
Sehingga dia buru-buru menggelengkan kepalanya, memberi kode agar Ji Ao tidak melanjutkan rencananya.
Dia sambil tersenyum malah menepuk bahu Guo Yun dan berkata,
"Sambil menyelam minum air, santai dan nikmati saja..."
"Aku permisi sebentar.."
Lalu tanpa menghiraukan Guo Yun, dia segera berjalan meninggalkan kamar itu bersama kedua gadis itu.
Nona Zhao sendiri sebenarnya sudah mengintip dari kamarnya, akan semua gerak gerik Guo Yun dan pangeran Ji Ao.
Dia sangat penasaran dengan sikap yang di tunjukkan oleh Guo Yun.
Tapi selama ada Ji Ao di sana, dia pasti akan menolak untuk pergi kesana.
Secara kebetulan Ji Ao malah mutuskan pindah kamar bersama Su Su dan Siau Yen.
Kesempatan ini tidak lagi di sia sia kan oleh nona Zhao, yang amat tertarik dan penasaran dengan Guo Yun.
Dia buru-buru bersiap siap, dan berias untuk tampil secantik mungkin.
Saat panggilan datang, tanpa menunggu untuk kedua kalinya, dengan penuh semangat, dia segera pergi menemui Guo Yun.
Guo Yun bersikap cuek, saat nona Zhao yang menebarkan aroma wangi masuk kedalam kamar nya.
__ADS_1
Tapi saat dia mengangkat wajahnya, menatap kearah Nona Zhao.
Di mana nona Zhao terlihat sedang duduk menghadap ke arah nya, sambil memainkan kecapi dan menyanyi dengan suaranya yang merdu.
Guo Yun yang sedang mengisi cawan nya dengan arak, sampai tidak sadar cawan nya sudah penuh.
Dan arak nya sudah meluber keluar berceceran di atas meja.
Melihat sikap Guo Yun, nona Zhao sambil menahan senyum, menunjuk kearah meja Guo Yun dan berkata,
"Tuan muda,.. arak nya.."
Guo Yun baru kaget, dia buru buru menghentikan dan menarik kembali tangannya, yang sedang menuang arak.
Dia juga buru buru dengan panik menarik mundur kursinya, agar tumpahan arak tidak mengenai pakaian nya.
Apa yang sebenarnya membuat Guo Yun bisa bersikap tidak wajar seperti itu.
Semua ini karena nona Zhao memiliki wajah yang mirip dengan istri tercintanya Gongsun Li.
Bahkan dalam beberapa hal nona Zhao sedikit lebih di bandingkan istrinya.
Nona Zhao lebih tinggi, sehingga terlihat lebih anggun.
Tatapan matanya juga lebih lembut dan hangat, ketimbang Gongsun Li yang tatapan matanya lebih dingin dan galak.
Saat tersenyum, nona Zhao juga punya sepasang lesung Pipit di kiri kanan pipinya, sehingga menambah manis wajahnya.
Tapi apapun kelebihan nya, hal itu tidak terlalu berpengaruh bagi Guo Yun.
Hal itu tidak akan menggoyahkan perasaannya terhadap istrinya.
Dia kaget bukan karena kecantikan dan sikap nona Zhao.
Dia kaget lebih karena kemiripan wajah nona Zhao dengan istrinya.
Setelah tersadar dari kagetnya, Guo Yun dengan canggung menjura kearah Nona Zhao dan berkata,
"Maaf nona atas sikap ku yang kurang sopan tadi."
"Wajah nona sangat mirip dengan istri ku, sehingga membuat ku bersikap kurang hormat.."
"Untuk itu aku mohon maaf.."
ucap Guo Yun kembali meminta maaf dengan tulus.
Tapi nona Zhao justru berpikir lain, sambil menahan senyum dia berkata,
"Tidak apa-apa itu bukan masalah besar, lupakan saja.."
Nona Zhao berpikir Guo Yun mencari cari alasan, untuk menutupi sikap groginya, yang tertangkap basah sedang mengagumi kecantikan nya.
__ADS_1
Nona Zhao di dalam hati sangat gembira dan bangga, ternyata dia lah yang mampu menahlukkan pria gunung es seperti Guo Yun.