LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TIDAK BISA BERENANG


__ADS_3

"Adik Ba ayo kita pergi mandi, dan bersiap-siap untuk menghadap guru Mo Zi.."


ucap Guo Yun, yang tidak menyadari apa yang menjadi pikiran Gongsun Li yang galau.


Karena dia melihat Gongsun Li tetap bersikap dingin seperti biasanya, tidak ada perubahan baik saat berbicara ataupun berhadapan dengan nya.


Li Ba mengangguk, dia segera menghentikan pekerjaannya, lalu pergi mengikuti Guo Yun ke arah sungai untuk membersihkan diri mereka.


Setelah membersihkan diri dan berpakaian rapi, kedua orang itu pun bergegas menuju pondok kediaman guru mereka.


Saat masuk kedalam pondok peristirahatan gurunya, mereka berdua melihat di sana hadir pangeran Ji Ao.


Pangeran Jia Ao yang sedang duduk di samping guru mereka,


terlihat cemas dan kusut wajahnya,


Sedangkan Ching ke dan Gongsun Li terlihat sedang berlutut di hadapan kedua orang tersebut.


Melihat hal itu, Guo Yun pun ikut menjatuhkan diri berlutut di hadapan Guru Mo Zi dan pangeran Ji Ao.


Li Ba mengikuti gerakan Guo Yun dari belakang.


Setelah menyapukan pandangannya kearah keempat murid utama nya, Mo Zi pun berkata,


"Nah kalian sudah berkumpul semuanya, kalian semua dengar baik baik "


"Pangeran Ji Ao datang membawa kabar, Pasukan Negara Song yang di pimpin oleh Raja Huan, sudah menembus perbatasan."


"Dia sudah mengambil 3 kota dari 8 kota, yang menjadi wilayah kekuasaan negara Lu."


"Raja Huan, kini memimpin 500.000 pasukannya, sedang mengepung kota Xia."


"Kota Xia yang merupakan pintu gerbang menuju ibukota negara Lu saat ini sedang di ujung tanduk kondisinya.."


"Jendral Zhong Yu, saat ini sedang terkurung di sana, di kepung oleh pasukan Raja Huan dari negara Song."


"Saat ini negara sedang kritis, aku memberikan ijin kepada kalian berempat, untuk maju ke garis depan, membawa pasukan bala bantuan menyelamatkan Jendral Zhong Yu, sekaligus mengalahkan raja Huan."


"Apa kalian sanggup ?"


"Kami akan berusaha.."


jawab Ching Ke.


Guo Yun memilih diam dan hanya mengikuti saja.


Dia tidak mau sok tampil kedepan, yang akan menyinggung perasaan Ching Ke sebagai kakak pertama.


Bila tidak dalam situasi mepet, Guo Yun sudah memutuskan, dia hanya akan membantu, tidak akan mencari muka berebut jasa dengan Ching Ke.


Hal ini dia lakukan untuk mengurangi perpecahan hubungan diantara saudara seperguruan.

__ADS_1


Selain itu bila hubungan nya dan Ching Ke meruncing, dia juga tidak enak hati dengan Gongsun Li.


"Baiklah, kalau begitu kalian berempat ikutlah dengan pangeran Ji Ao."


"Dia yang akan membantu kalian mengatur segala sesuatu nya.."


ucap Guru Mo Zi.


Keempat orang itu mengangguk, lalu mereka mengikuti pangeran Ji Ao, bergerak cepat menuju barak pusat militer.


Saat memasuki kamp militer pasukan negara Lu, melihat kedisiplinan dan pelatihan pasukan itu.


Diam diam Guo Yun menggeleng gelengkan kepalanya, menurut pengamatan Guo Yun, pasukan ini terlalu lembek kurang disiplin kurang pelatihan.


Lebih mirip pasukan dadakan yang baru di rekrut, tidak terlatih, kemungkinan tidak ada pengalaman maju ke medan perang.


Ini pasti akan menjadi pertempuran yang sulit pikir Guo Yun di dalam hati.


Pangeran Ji Ao membawa mereka menuju kemah utama, di mana di dalam kemah tersebut terdapat sebuah peta kain besar yang terpentang lebar.


Juga ada sebuah meja yang berisi miniatur peta daerah kekuasaan negara Lu.


Di sana hadir beberapa jendral, yang terlihat sedang pusing dengan situasi yang sedang mereka hadapi saat ini.


"Jendral sekalian, mohon perhatian nya, di sini adalah murid murid utama Mo Cia Su Yuan, mereka hadir di sini, untuk membantu kita mengatasi kesulitan yang sedang kita hadapi..'


Para jendral itu langsung memberi hormat.


Sehingga di negara Lu, hampir tidak akan ada orang, yang berani meragukan kemampuan orang orang dari perguruan keluarga Mo..


Ching Ke terlihat dengan serius berunding, sambil memperhatikan peta miniatur di hadapannya.


Sedangkan Guo Yun, dia lebih memilih memperhatikan peta besar.


Sambil memperhatikan peta besar, Guo Yun menunjuk dan bertanya kepada seorang ajudan jendral, yang di tugaskan oleh pangeran Ji Ao mendampinginya melihat lihat.


Gongsun Li ikut dengan Ching Ke, sedangkan Li Ba dengan setia mendampingi Guo Yun.


Setelah puas bertanya tanya dan melihat peta besar, Guo Yun baru kembali ikut bergabung, mendengarkan perencanaan yang sedang di buat oleh Ching ke.


Setelah berunding cukup lama, akhirnya Ching Ke memutuskan,


"Kita akan melakukan serangan dadakan lewat jalur sungai, serangan di lakukan jam 3 pagi secara serentak datang dari 3 arah."


ucap Ching ke mulai memberikan arahan.


Guo Yun dan yang lainnya memilih diam mengikuti arahan.


Ching Ke menatap semuanya sebentar, kemudian melanjutkan berkata,


"Serangan sayap kanan di pimpin oleh Jendral Xi dan ajudannya,"

__ADS_1


"Serangan dari tengah di pimpin oleh saya sendiri di bantu jendral Zu dan Gongsun Li."


"Terakhir serangan dari kiri di pimpin oleh Guo Yun Li Ba dan ajudan jendral Zu."


"Serangan kanan dilakukan untuk menutup jalan mundur, dan menarget perbekalan pasukan raja Huan."


"Serangan tengah menarget raja Huan langsung.."


"Serangan kiri paling dekat dengan benteng Xia, di harapkan bisa membantu Jendral Zhong Yu dan pasukannya meloloskan diri dari kepungan.."


"Lalu kalian bergabung dengan Jendral Zhong Yu, membantu menekan pasukan kerajaan Song dari 3 arah."


ucap Ching ke membagi tugas.


"Bagaimana apa ada yang punya pendapat lain..?"


"Kakak Ching,.. serangan dari arah sungai, apa di antara kita dan pasukan kita, ada yang tidak mengerti berenang..?"


ucapan Guo Yun seolah di tujukan kesemuanya.


Padahal dia tahu dengan pasti, Gongsun Li lah yang tidak bisa berenang, yang Guo Yun khawatirkan adalah bila musuh menyadari serangan mereka.


Gongsun Li akan berada dalam bahaya besar.


Ching Ke mengangguk dan mengedarkan pandangannya, lalu berkata,


"Bagaimana Jendral Xi Jendral Zu apakah di antara pasukan ada yang tidak mengerti ilmu air..?"


"Atau diantara kita ada yang tidak mengerti ilmu bermain di air..?"


"Dari kami Tuan Ching boleh tenang, kami semua menguasai ilmu air.."


jawab Jendral Zu yakin.


Sambil mengigit bibirnya sendiri, dengan wajah merah, Gongsun Li terlebih dahulu melirik kearah Guo Yun, setelah itu dia baru tunjuk tangan keatas dan berkata dengan suara pelan,


"Maaf,.. aku tidak bisa.."


Guo Yun yang tahu Gongsun Li tadi melirik kearahnya, dia pura pura tidak tahu dan tidak melihatnya, hal ini dia lakukan agar Gongsun Li tidak malu dan kikuk.


Dia mengetahui hal ini, karena saat sedang mengambil air di sungai, dia secara kebetulan pernah menolong Gongsun Li, yang tercebur kedalam sungai.


Waktu itu Gongsun Li sedang mencuci pakaian di sungai, bersama teman teman nya.


Karena bercanda dengan temannya, pakaian cuciannya ada yang terjatuh kedalam sungai.


Saat Gongsun Li berusaha menjangkau, untuk mengambil cucian yang terseret arus sungai.


Karena batu yang diinjak nya licin, dia pun terpeleset jatuh kedalam sungai.


Dia yang tidak bisa berenang terseret arus sungai hampir saja mati tenggelam, karena tidak ada yang berani menolongnya.

__ADS_1


__ADS_2