LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KONDISI PASUKAN BAJAK LAUT TIMUR


__ADS_3

Di tempat Sian Sian dan Li Ba, pengepungan pasukan bajak laut timur yang di pimpin oleh keempat manusia topeng setan masih terus berlangsung seru.


Keempat Topeng Setan yang takut dengan pukulan petir Li Ba yang ganas.


Dengan cerdik mereka berbaur diantara anak buahnya, secara diam diam selalu mengincar Sian Sian.


Li Ba sambil menghabisi pengepungnya, dia diam diam terus memantau gerak gerik 4 manusia licik itu.


Li Ba sekian lama mengikuti Guo Yun, meski dia kasar dan ceroboh,. emosian.


Tapi dia juga tidak bodoh, setelah beberapa saat mengamati dan terus membantu menjaga istrinya dengan pelindung Genta Emas.


Dia berbisik pada Sian Sian,


"Sayang pancing dan kemudian tahan pergerakan sepasang pedang salah satu manusia bertopeng itu.."


"Aku akan menghabisinya.."


bisik Li Ba pelan.


Sian Sian mengerti maksud suaminya.


Sambil menunggu kesempatan, dia berpura pura semakin bersemangat membantai anak buah 4 manusia bertopeng itu.


Hingga melupakan keempat orang itu, dan membuka sedikit pertahanan diri nya.


Sian Sian tidak mau tanggung, begitu pancingan terbuka, yang dia pancing justru adalah pimpinan dari manusia topeng setan itu.


Dari keempat orang itu, Topeng hitam putih merah dan emas, pimpinan kelompok itu adalah si Topeng Emas, yang selalu memberikan instruksi ke 3 rekannya yang lain.


Si Topeng Emas yang melihat kesempatan terbuka ada di depan mata, tentu saja dia tidak mau melewatkannya.


Dia meluncur dengan kecepatan tinggi, saat di lihatnya Sian Sian sedang sibuk menyerang anak buahnya, dalam posisi memunggunginya.


Li Ba juga terlihat sedang tidak terlalu dekat dengan Sian Sian.


Pedang pendek meluncur menusuk ke arah punggung Sian Sian.


Sedangkan pedang panjang menyusul menebas kearah leher Sian Sian dari samping kanan.


"Kena..!!"


"Mampus..!"


Bentak Si Topeng Emas dari belakang Sian Sian dengan penuh semangat.


"Singgg..!"


"Cuittt..!!"


Terdengar suara pedang Si Topeng Emas membelah udara.


Sian Sian sengaja berpura-pura lengah, hingga pedang pendek tersisa 3 Cun dari punggungnya.


Dia baru bergeser langkahnya, sehingga pedang pendek menembus lewat diantar ketiak nya.


Menjepit pedang pendek di sana, sedangkan saat pedang panjang tiba.


Sian Sian sudah menundukkan kepalanya kebawah, sehingga tebasan itu lewat satu Cun diatas tengkuknya.


Begitu tebasan pedang panjang lewat, rambut Sian Sian tiba tiba bergerak membelit pergelangan tangan Si Topeng Emas, langsung menguncinya.

__ADS_1


Sehingga Si Topeng Emas tidak bisa bergerak terkunci di sana.


Sedetik terhenti sudah cukup bagi Li Ba datang menghabisinya.


"Plakkkk..!'


"Blukkk...!"


"Bangggg...!!"


Terdengar pukulan telapak Li Ba yang mengandung tenaga petir meledak di sana.


Tubuh Si Topeng emas langsung terpental ke udara, sebelum tubuhnya mendarat.


Li Ba kembali menyarangkan sekali lagi tinju petir mendarat di dadanya.


"Blaaarrr..!!"


Sebelum kagetnya hilang Si Topeng Emas sudah tewas jatuh tergeletak menjadi seonggok daging gosong.


Ketiga rekan lainnya yang datang membantu mencecar Sian Sian, serangan mereka tertahan oleh perisai Lonceng emas Li Ba.


Senjata mereka membentur cahaya emas yang melindungi tubuh Sian Sian dan Li Ba.


"Trangggg,..! Cringgg..! Cringgg..!"


"Trangggg,..! Cringgg..! Cringgg..!"


"Trangggg,..! Cringgg..! Cringgg..!"


Terdengar bunyi memekakkan telinga dari beradunya senjata, dengan energi pelindung Li Ba.


Tapi Li Ba yang melihat kesempatan langsung menggunakan busur kumala nya, melepaskan panah energi Phoenix api.


Si Topeng hitam dan putih yang kebetulan posisi nya sedang sejajar.


Tanpa ampun anak panah energi yang membentuk seekor Phoenix Api, menembus tubuh kedua orang itu.


Sehingga mereka langsung jatuh terjerembab di atas tanah dengan dada dan perut berlubang.


Sisa satu orang lainnya berhasil menyelinap pergi dengan masuk kedalam tanah.


Hal itu tidak membantu banyak, meski dia lolos, tapi keadaan kini jauh berubah.


Setelah berempat kini hanya sisa satu, keadaan menjadi jauh berbeda, posisi berbalik para anak buah bajak laut timur kini menjadi ajang pembantaian masal oleh Sian Sian dan Li Ba.


Si Topeng merah yang tidak bisa berbuat banyak mencegah aksi Sian Sian dan Li Ba.


Membuat sisa bajak laut yang mengepung mereka mulai gentar dan ketakutan.


Begitu melihat ketua bunga matahari tidak lagi hadir diantara mereka.


Mereka menjadi semakin ketakutan dan kehilangan semangat untuk melakukan perlawanan.


Pada akhirnya mereka semua, pada memilih melarikan diri secara berserabutan.


Kesempatan ini tidak di sia sia kan oleh Sian Sian dan Li Ba, mereka berdua langsung mengepung Si Topeng merah.


"Hyaaaaaat...!!!"


teriak si Topeng merah sambil mengangkat senjatanya tinggi tinggi.

__ADS_1


Lalu dengan nekat menerjang kearah Sian Sian hendak mengadu nyawa.


"Trangggg..!!"


Seberkas sinar putih melesat dari atas kebawah, tertahan oleh perisai pelindung Genta emas hingga tubuhnya terpental kebelakang.


Belum sempat dia memperbaiki posisinya yang sedang terpental.


Li Ba sudah datang menghantam punggung nya dengan sepasang tinjunya.


"Blaaarrr...!!"


Si Topeng Emas menghantam keras keatas tanah terseret hingga puluh meter.


Saat punggungnya menerima ledakan tinju petir dari Li Ba.


Tubuhnya baru berhenti setelah tertahan oleh sebuah batu patung batu besar, yang merupakan monumen yang di bangun oleh penghuni pulau Peng Lai, untuk mengenang jasa kakek Huang.


Si Topeng darah tergeletak tak bernyawa dengan dada dan punggung, berlubang hangus.


Terlihat mengeluarkan asap tipis dari lukanya, yang seperti di bakar.


Li Ba dan Sian Sian sambil membantai anak buah bajak laut, mereka mengejar hingga bibir pantai.


Saat melihat beberapa kapal bajak laut sedang bergerak meninggalkan pulau Peng Lai.


Sian Sian ingin melakukan pengejaran kearah sisa bajak laut timur, yang sedang berusaha melarikan diri itu.


Tapi lengannya di tahan oleh Li Ba, Li Ba menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sayang musuh sebenarnya ada di sana, Si godek itu lah pelakunya.."


"Mereka hanya keroco..saja.."


"Tapi aku tetap tidak akan mengampuninya begitu saja."


"Karena mereka telah berani melakukan pembantaian terhadap penduduk pulau ini.."


ucap Li Ba tegas.


Suan Sian mengangguk, sambil menunggu aksi dari suaminya.


Li Ba dengan gerakan cepat melesatkan 5 anak panah energi, ke lima arah, di mana kelima kapal layar bajak laut, sedang bergerak meninggalkan pulau Peng Lai.


"Blaaarrr...!!" Blaaarrr...!!"


"Blaaarrr...!!" Blaaarrr...!!"


"Blaaarrr...!!"


Terjadi ledakan dahsyat di lambung kapal bajak laut, yang sedang berusaha kabur, menjauhi pulau Peng Lai.


Lambung kapal yang rusak parah, membuat kapal kapal itu tenggelam dengan cepat.


Para anggota bajak laut yang ada diatas kapal menjadi panik dan berteriak teriak dalam bahasa mereka.


Ada beberapa bajak laut mencoba melompat dari atas kapal, yang sedang bergerak tenggelam ke dasar laut.


Mereka bermaksud berenang kembali, tapi baru setengah jalan, mereka sudah di sambar dan di tarik ke bawah laut.


Hanya warna merah darah yang memenuhi sekitar tempat mereka di seret kebawah.

__ADS_1


__ADS_2