LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
HARI TERINDAH DALAM HIDUP


__ADS_3

Guo Yun menggandeng tangan Min Min berjalan menghampiri burung Rajawali putih yang terus menatap kearah mereka berdua.


Begitu pula tiga ekor Rajawali putih yang berukuran jauh lebih kecil.


Mereka yang sedang asyik saling mematuk dan saling memukul dengan sayap mereka, diantara sesama saudara mereka sendiri.


Mereka juga ikut menghentikan kegiatannya.


Mereka mengeluarkan suara pelan, sambil terus memperhatikan Guo Yun dan Min Min, yang terlihat saling bergandengan tangan berjalan mendekati posisi mereka.


Induk Burung Rajawali putih, berjongkok merendahkan tubuhnya seperti sedang mengeram.


Dia juga merendahkan kedua sayapnya hingga menyentuh tanah.


Dia mengeluarkan suara pelan kearah Guo Yun, sambil menggerakkan kepalanya, dia menunjuk kearah punggung nya dengan paruhnya.


Guo Yun meraih pinggang Min Min, lalu membawanya terbang hinggap di punggung Induk Burung Rajawali putih dengan ringan.


Induk Burung Rajawali Putih memekik girang, dia mulai bangkit berdiri.


Mengepak ngepakkan kedua sayapnya, semakin lama semakin kuat.


Menghasilkan angin yang menderu deru di sekitarnya, lalu dia melompat ringan keatas.


Tubuhnya mulai terbang keudara, perlahan lahan meninggalkan dataran yang menjadi sarang nya, selama ini bersama anak anaknya.


Tiga ekor elang putih yang lebih kecil, juga ikut menyusul terbang di dekat induk nya.


Min Min sempat menjerit ngeri, saat Rajawali putih membawa mereka terbang keatas.


Tapi pelukan Guo Yun yang hangat berhasil menenangkan nya.


Saat Rajawali putih melayang meninggalkan sarangnya, Min Min yang melihat kearah bawah.


Langsung menutup matanya, menubruk kedalam pelukan Guo Yun.


Dia melingkarkan sepasang tangannya erat-erat di leher Guo Yun.


Sambil tersenyum lebar Guo Yun berkata,


"Dulu saat kamu menyusul melompat kedalam jurang, aku tidak melihat kamu setakut saat ini,..?"


"Plakkkk,..!"


Min Min memukul pundak Guo Yun dengan gemas dengan bibir cemberut dia berkata,


"Dasar tidak berperasaan, aku memang takut tahu.."


"Saat itu hanya karena kamu aja aku jadi nekad, tentu aku sangat takut.."


ucap Min Min dengan mengerucutkan bibirnya.


Guo Yun yang gemas melihat bibir merah itu, langsung menundukkan kepalanya ingin menciumnya.


Tapi Min Min menghindari nya, sambil menahan senyum.


Tidak berhasil, Guo Yun tidak menyerah dia mengganti sasaran kearah leher Min Min yang putih jenjang.


"Plakkk..!"


Min Min memukul bahu Guo Yun, menegurnya.

__ADS_1


Tapi dia tidak menolaknya, malah mengeratkan pelukannya dan sedikit menengadah keatas.


Agar Guo Yun bisa lebih bebas menjelajah nya.


Saat Guo Yun menyelesaikan aksinya, di leher Min Min terlihat tiga bekas merah, seperti habis di coret dengan noda lipstik.


Guo Yun tersenyum puas melihat hasil karyanya.


Min Min menatap Guo Yun dengan penuh teguran dan berkata,


"Nanti kalau sudah kembali ke dunia ramai, ingat tidak boleh lagi ya..? malu tahu di lihat orang.."


Guo Yun tersenyum dan mengacung dua jarinya sebagai janji dan permohonan damai.


Min Min pun tersenyum lebar,.dia kemudian mengambil sikap duduk memunggungi Guo Yun.


Bersandaran dalam pelukan Guo Yun, sambil memperhatikan pemandangan indah di sekitarnya.


Melihat awan lewat di antara mereka, Min Min sambil tertawa riang, mengulurkan tangannya untuk menyentuhnya.


Tapi tentu saja tidak bisa di sentuh.


Guo Yun ikut tersenyum, melihat kegembiraan Min Min.


"Yun ke ke benda ini, kelihatannya padat seperti kapas.."


"Tapi saat di sentuh malah tidak bisa.."


ucap Min Min polos.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Itu sama dengan perasaan kita, hanya bisa di lihat dan dirasakan, tidak bisa kita menyentuhnya, benar..?"


Tak lama kemudian Min Min pun tertidur kembali, dalam pelukan Guo Yun.


Angin semilir yang berhembus menerpa wajah nya, membuat dia sulit menahan kantuk yang menyerang.


Guo Yun tidak menganggunya, dia membiarkan Min Min tidur sepuasnya.


Guo Yun hanya memperhatikan pergerakan Rajawali putih yang mulai bergerak terbang merendah ke bawah.


Dengan membentangkan sayapnya lebar lebar.


Burung Rajawali putih, melakukan gerakan terbang berputaran membentuk lingkaran besar.


Tapi dalam pergerakan tersebut perlahan lahan mereka terus bergerak menuju kearah bawah.


Guo Yun mulai bisa melihat tempat yang di tuju adalah sebuah tempat yang di penuhi bebatuan besar menonjol.


Di bawahnya di lewati oleh air yang mengalir secara terus menerus.


Dataran bebatuan yang di lewati air itu, membentuk tingkatan tingkatan seperti anak tangga menuju ke bawah.


Sehingga membentuk banyak air terjun kecil yang cantik dan airnya sendiri sangat bening.


Pemandangan di bawah sana sangat indah luar biasa bila di amati dari ketinggian.


"Min Min bangunlah, kita sepertinya hampir sampai,.."


"Lihat pemandangan di bawah sana, benar benar sangat menakjubkan.."

__ADS_1


ucap Guo Yun pelan.


Bulu mata Min Min yang panjang dan lentik, perlahan-lahan bergerak dan mengerjap ngerjap pelan.


Sebelum akhirnya dia membuka matanya, menatap kearah Guo Yun dan berkata,


"Sudah sampai ya..?"


Guo Yun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum berkata,


"Belum, tapi hampir.."


"Lihatlah.."


ucap Guo Yun sambil menunjukkan tangannya kearah pemandangan di bawah sana.


Min Min langsung terbelalak lebar matanya,


"Wowww,...! luar biasa.."


ucap Min Min dengan mulut sedikit terbuka, dia menatap takjub ke pemandangan di bawah sana.


"Yun ke ke indah sekali ya,.mirip tirai tirai mutiara yang berkilauan menakjubkan sekali.."


Guo Yun mengangguk kecil membenarkan ucapan Min Min.


"Yun ke ke, seandainya bisa hidup bersama mu dan putra putri kita di dekat tempat ini, tentu akan sangat menyenangkan.."


"Tidak perlu terlibat dengan pertempuran, perkelahian, perebutan kekuasaan,balas membalas yang tiada habisnya..'


ucap Min Min pelan.


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Kamu benar Min Min beberapa waktu yang lalu, hidup bersama mu ditempat yang hanya ada kita berdua.."


"Aku merasa itu adalah hari hari terindah dalam hidup ku.."


"Benarkah..?"


tanya Min Min sambil menoleh menatap mata Guo Yun untuk memastikannya.


Dia mendapatkan Guo Yun berbicara dengan serius dan sejujurnya.


Sambil tersenyum Min Min berkata,


"Bagaimana bila di bandingkan dengan saat hidup bersama Gongsun Li ataupun Si Si..?"


"Apa tidak indah..?"


Guo Yun tersenyum pahit menatap Min kemudian berkata,


"Tentu saja juga indah dan memilki kenangan yang berbeda.."


"Tapi suasananya sangat jauh berbeda, bersama mereka selalu di kelilingi situasi pertempuran bahaya dan urusan kerajaan yang tiada habisnya."


"Terkadang aku sungguh merasa lelah dan hambar terhadap semua itu.."


"Lebih baik seperti saat ini hidup bebas menjadi diri sendiri, tanpa ada beban dan tekanan.."


"Min Min tersenyum lebar dan berkata,

__ADS_1


"Kalau begitu kita bisa memilih tinggal di lembah hantu, di sana kan jauh dari keributan ."


"Atau kita bisa ke tempat tinggal ayah angkat mu, di hutan selatan sana, bukankah di sana juga nyaman..? seperti cerita mu..?"


__ADS_2