LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEDIAMAN LU BU WEI


__ADS_3

Guo Yun hanya mendengar, dan bertanya.


Dia sama sekali tidak berkomentar apapun.


Setelah mendengar hingga penjelasan Meng Thian tuntas, Guo Yun baru berkata,


"Jendral Meng titah raja adalah 3 hari lagi kita berangkat kesana.."


"Apa kira kira saran jendral, untuk persiapan yang harus kami lakukan..?"


ucap Guo Yun.


Meng Thian berpikir sebentar lalu berkata,


"Aku rasa kurangi barang bawaan berat seperti rompi besi atau baja.."


"Perbanyak bawa persediaan air minum itu adalah yang paling tepat.."


"Gunakan sepatu yang bisa bergerak ringan, agar tidak menjadi beban, saat bergerak akan sangat baik.."


Ku rasa hanya itu saja,"


ucap Jendral Meng Thian sambil berpikir .


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Baiklah jendral Meng, terimakasih atas masukannya."


"Kami akan pergi bersiap siap, "


"Ohh ya jendral Meng, untuk perbekalan dan pengajuan perlengkapan militer, kami harus hubungi siapa ya ?"


tanya Guo Yun sebelum hendak melangkah keluar dari dalam barak.


"Ohh itu kamu bisa hubungi perdana menteri Lu Bu Wei saja, aku rasa dia akan dengan senang hati membantu ."


ucap Meng Thian santai.


"Satu lagi jendral Meng, bagaimana dengan 5000 pasukan ku,? apakah bergabung kemari,? atau tetap di barak kakak' Wang.?"


"Hingga hari H baru kita bertemu di pintu gerbang sebelah barat..?"


Meng Thian tersenyum dan berkata,


"Kalau itu terserah pada saudara Yun, bila ingin pindah kemari, aku akan mengaturnya.."


"Bila tidak bertemu di gerbang barat 3 hari kemudian, itu juga bukan ide jelek.."


"Semua terserah saudara Yun.."


ucap Jendral Meng Thian sambil tersenyum santai.


Guo Yun memberi hormat dan berkata,


"Terimakasih jendral Meng, kalau begitu, sebaiknya kami tetap di barak militer kakak Wang saja.."


"Lebih praktis tidak repot pindah kesana kemari.."


Jendral Meng Thian tidak berkata apa-apa, dia hanya mengangguk setuju.


"Jendral Meng, bila tidak ada hal lainnya, aku mau pamit permisi dulu,.."


ucap Guo Yun sambil memberi hormat.

__ADS_1


Hal ini juga di ikuti oleh Zhang Yi Zhou Tai dan Ling Tong, yang sedari awal, hanya menjadi pendengar tanpa banyak bersuara.


Jendral Meng Thian mengangguk dan berkata,


"Saat ini belum ada, bila nanti ada, aku akan menghubungi saudara Yun.."


Guo Yun mengangguk hormat, lalu dia mundur dari sana bersama ketiga saudaranya.


Setelah meninggalkan barak militer jendral Meng Thian, Guo Yun baru angkat bicara kepada ketiga saudaranya.


"Kakak bertiga, aku mau keliling kota, mencari perlengkapan pakaian perang dan peralatan perang buat pasukan kita."


"Kakak bertiga mau ikut atau mau kembali ke barak mengawasi latihan pasukan kita..?"


"Kami berdua kembali ke barak, biar kakak Zhang saja, yang temani tuan muda mencari barang keperluan.."


ucap Ling Tong cepat.


Zhou Tai juga mengangguk setuju.


Guo Yun mengangguk dan berkata "Begitu juga baik,.."


"Kalau begitu, kita berpisah jalan di sini.'


ucap Guo Yun cepat.


Lalu dia menoleh kearah Zhang Yi dan berkata,


"Ayo kak kita berkunjung sebentar ke kediaman perdana menteri Lu."


"Untuk mencari informasi, di mana letak toko terbaik untuk memesan perlengkapan yang kita butuhkan."


Zhang Yi mengangguk dan berkata,


Guo Yun sambil tersenyum canggung berkata,


"Belum, tapi kita bisa bertanya kepada orang orang, aku rasa itu tidak akan sulit.."


Baru saja Guo Yun selesai berkata, ada seorang pria yang masih sangat muda berpakaian pelayan menghampiri Guo Yun.


Dari wajahnya Guo Yun menebak pemuda itu paling berumur 14 tahun.


"Maaf apakah saya sedang berhadapan dengan tuan muda Guo Yun..?"


ucap pelayan tersebut begitu berdiri di hadapan Guo Yun, dengan tubuh sedikit membungkuk.


"Benar sekali aku Guo Yun, ada apa anak muda? kamu siapa ?'


tanya Guo Yun balik, sambil menatap heran ke pemuda itu.


"Aku adalah pelayan di kediaman perdana menteri Lu."


"Perdana menteri Lu sendiri, yang mengutus ku kemari, untuk menjemput tuan muda Guo Yun mampir ke kediamannya.."


"Ohh kebetulan sekali, kami memang ingin kesana.."


"Silahkan tunjukkan jalan kalau begitu.."


ucap Guo Yun cepat.


Pemuda itu mengangguk cepat, lalu dia bergerak dengan tubuh sedikit bungkuk, berjalan di depan Guo Yun.


Dia mengambil jarak 3 meter di depan Guo Yun, tidak terlalu jauh juga tidak terlalu dekat.

__ADS_1


Sehingga dia tidak perlu takut Guo Yun ketinggalan dan kehilangan jejak, saat mengikutinya.


Sambil berjalan Guo Yun berkata,


"Lu Bu Wei sungguh seorang yang sangat berbahaya, dia seakan akan bisa menebak jalan pikiran ku."


"Setiap yang ku pikirkan, langkah yang akan ku ambil, semua seolah olah berada dalam genggaman tangannya.."


ucap Guo Yun pelan.


Zhang Yi mengangguk dan berkata,


"Andaikan perdana menteri Fan Li, masih hidup, mungkin mereka akan menjadi lawan yang imbang."


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Kakak Zhang salah, ayah ku tidak punya ambisi, terlalu setia, dan sangat berperasaan.."


"Dalam hal ini adalah kelebihan sekaligus kelemahannya.."


"Jadi ayah jelas bukan tandingan Lu Bu Wei."


"Menurut ku bila Jiang Zhi Ya, dari Qi masih hidup, mungkin bisa menandinginya.."


"Ahh manusia dewa itu, sebegitu mengerikan kah Perdana menteri Qin ini ?"


ucap Zhang Yi sulit percaya.


Guo Yun mengangguk sambil tersenyum, dia berkata pelan,


"Dia masih banyak kemampuan yang di sembunyikan."


"Kita lihat saja, pelan pelan kamu juga akan bisa lihat wajah asli dan kemampuan dia yang sebenarnya."


"Sepertinya sudah hampir sampai.."


ucap Guo Yun membuyarkan lamunan Zhang Yi.


Zhang Yi baru saja mau bertanya tentang hubungan Tuan mudanya dan Fan Li.


Tapi karena mereka sudah tiba di halaman kediaman Perdana menteri Lu Bu Wei.


Dia terpaksa menelan kembali pertanyaan, yang sudah sampai di ujung bibirnya.


Zhang Yi buru buru mempercepat langkahnya, mengikuti langkah Guo Yun, memasuki kediaman yang dari luar terlihat kecil dan sederhana.


Tapi setelah tiba di bagian dalam, baru terlihat sangat luas dan menakjubkan.


Di kediaman perdana menteri, Guo Yun tidak melihat adanya pengawal penjaga


Tapi dari gerak gerik yang di tunjukkan oleh para pelayannya, baik itu pelayan pria wanita, tua muda.


Mereka jelas menunjukkan, mereka semua rata rata memilki kemampuan silat tidak rendah.


Paling rendah ada di tingkatan Pendekar besi, bahkan Guo Yun melihat ada beberapa berada di tingkatan Pendekar Awan.


Seperti kepala pelayan ini dari langkah kaki dan aura yang terpancar dari tubuhnya.


Dia jelas berada di Tahapan pendekar awan tahap akhir.


Pemuda tadi hanya mengantar Guo Yun dan Zhang Yi, sampai kehadapan kepala pelayan rumah tangga yang berusia 50 an ini.


Setelah itu pelayan muda itu langsung menghilang, di gantikan oleh pria paruh baya ini, yang bertindak sebagai penunjuk jalan bagi Guo Yun dan Zhang Yi untuk masuk kedalam gedung bagian tengah.

__ADS_1


__ADS_2