
Raja Chan Yu menatap kearah Agahai dengan tatapan mata sedih.
Dia duduk ditepi ranjang Agahai.
Memegangi tangan putranya dengan lembut dan berkata,
"Maafkan ayah mu nak, aku adalah seorang ayah yang amat buruk dan tak berguna. "
"Aku bukan hanya tidak bisa berterang mengakui mu, dan memberi mu status yang layak.."
"Aku kini malah menyebabkan kamu terluka hingga seperti ini.."
"Kalau saja aku tidak membawa mu ke sisi ku, tentu kamu tidak perlu seperti ini, ini semua salahku.."
"Melani kau maafkanlah aku, aku berjanji pada mu.."
"Meski aku harus kehilangan nyawa sekalipun, aku juga tidak akan membiarkan putra kita mengalami bahaya lagi.."
"Agahai putra ku, kamu harus kuat dan cepat sembuh, masa depan kerajaan kita ada di tangan mu.."
Raja Chan Yu melepaskan cincin Giok hijau, yang melingkar di jari jempolnya, kemudian dia pasangkan pada jari jempol putranya Agahai.
Raja Chan Yu dengan penuh kasih sayang menciumi tangan putranya dan berkata,
"Demi keselamatan mu, ayah sudah putuskan, kita tidak akan perang lagi, ayo kita pulang nak, mari kita temui ibu mu.."
Agahai dalam posisi mata terpejam, meski tidak bisa bergerak dan berbicara.
Tapi dia bisa mendengar semua ucapan ayahnya, dengan sangat jelas.
Hatinya sangat tersentuh, jiwanya yang haus kasih seorang ayah tergerak oleh kasih dan perhatian ayahnya.
Agahai hanya bisa menjawab dalam hati,
"Ayah aku tidak ingin menjadi raja atau penguasa apapun, asalkan bisa berkumpul bersama ayah dan ibu aku sudah cukup puas.."
"Ayah kita tidak bisa pulang, keluarga ayah di tahan mereka, nenek juga ada disana.."
"Selain itu seluruh perbekalan kita juga ada di sana.."
"Dalam 3 hari kita harus merebut semuanya kembali."
"Ayah..ayah..ohh,..! suara sialan ini ? kenapa aku tidak bisa bicara..!"
jerit Agahai panik.
Dua butir airmata mengalir dari kedua sudut matanya, yang terpejam.
Raja Chan Yu tidak tahu apa yang ingin di sampaikan oleh Agahai.
melihat Agahai mengalirkan air mata.
Sambil tersenyum sedih, dia kembali berkata,
"Jangan bersedih nak, kita segera akan berkumpul dengan ibu mu."
Raja Chan Yu menghapus dua butir airmata Agahai, yang tergantung di sana.
Lalu dengan penuh kasih sayang, dia membelai kepala Agahai yang botak di tengah, akibat terpapas oleh hawa pedang Guo Yun.
__ADS_1
"Lapor Baginda,..ada pembawa berita dari istana..!"
ucap seorang pengawal yang bertugas berjaga di depan pintu kemah.
Raja Chan Yu menghentikan kegiatannya, dia menghapus matanya yang sedikit basah, berdehem beberapa kali, sebelum akhirnya berkata,
"Suruh mereka masuk..!"
Begitu mendapatkan ijin, pengawal di depan pun berkata,
"Silahkan Jendral Erdogan.."
Jendral Erdogan buru buru masuk kedalam kemah, kemudian bersujud kearah Raja Chan Yu dan berkata,
"Yang Mulia Raja maafkan hamba yang pantas mati ini.."
"Hamba telah gagal menjalankan tugas menjaga Ibukota.."
Raja Chan Yu sangat terkejut,.saat melihat Erdogan yang harusnya melindungi ibukota, malah hadir di hadapannya.
Raja Chan Yu berusaha tetap terlihat tenang, menyimpan guncangan di dalam hati nya.
"Tak perlu banyak peradatan, juga tak perlu minta maaf.."
"Berdirilah,.. katakan saja, apa yang telah terjadi..?"
ucap Raja Chan Yu sambil menekan guncangan perasaannya yang terasa tidak enak.
Erdogan berdiri dengan kepala tertunduk dan menceritakan semua yang terjadi di ibukota Long Cheng.
Tentu dia menyimpan beberapa cerita, di mana dirinya yang memalukan takut mati, dan cerita dia yang membawa Guo Yun masuk ke istana menangkap semua keluarga Raja Chan Yu.
"Begitulah Yang Mulia, kini seluruh keluarga istana, di tahan oleh pimpinan pasukan harimau hitam, yang bernama Guo Yun itu.."
Sepasang mata Chan Yu menyala menahan amarahnya, yang hampir meledakkan dadanya.
Seluruh wajahnya merah padam, tubuhnya gemetaran saking kesalnya.
Beberapa waktu kemudian, setelah menghela nafas panjang beberapa kali, dia baru kembali buka suara.
"Erdogan kamu keluar sana, kumpulkan dan rapikan semua barisan.."
"Tunggu di tengah lapang, nanti saya akan menyusul kesana.."
Erdogan mengangguk cepat, lalu dia buru buru keluar dari dalam kemah, untuk menjalankan perintah raja Chan Yu.
"Pengawal,..!"
teriak raja Chan Yu.
"Ya Yang Mulia, ada yang bisa hamba lakukan..?"
ucap pengawal yang masuk kedalam, untuk memenuhi panggilan, sambil memberi hormat.
"Kamu segera undang tabib Luo dan kasim Umar kemari.."
ucap raja Chan Yu cepat.
"Siap yang mulia.."
__ADS_1
ucap Pengawal itu cepat.
Setelah memberi hormat, dia langsung mengundurkan diri dari sana.
Raja Chan Yu menatap kearah Agahai dengan senyum sedih, dia berkata,
"Anak ku, maafkan ayah.."
"Ayah terpaksa kembali harus ingkar janji, kamu kembalilah lebih dulu temui ibu mu.."
"Ayah harus pergi menolong nenek mu, ibu tiri mu dan semua saudara tiri mu.."
'Bila sesuatu yang buruk terjadi, di mana ayah tidak bisa pulang, kamu gantikan lah ayah memimpin kerajaan Xiongnu.."
"Di sini ada surat waris dari ayah, juga stempel kerajaan, kamu simpan dengan baik.."
ucap Raja Chan Yu sambil menyimpan kedua benda itu kedalam saku baju Agahai.
Raja Chan Yu membungkuk menciumi kening Agahai dan berkata di dekat telinga nya.
"Putra ku, bila kamu temui kendala, pergilah ke Utara pegunungan Altai yang berbatasan dengan Siberia."
"Undang lah paman mu Chan Kiev, untuk membantu mu, tunjukkan cincin di jari mu, dia pasti akan turun gunung membantu mu.."
"Jaga diri mu baik baik,..salam buat ibu mu, sampaikan permintaan maaf ayah padanya..."
ucap Chan Yu pelan.
Bersamaan dengan itu Tabib Luo dan kasim Umar, telah kembali kedalam tenda bersama pengawal tadi..
Setelah mengantar kedua orang itu kedalam tenda, pengawal itu langsung mengundurkan diri.
Raja Chan Yu menghampiri mereka berdua, lalu berkata,
"Kasim Umar, kamu tolong siapkan kereta dan pengawal.."
"Kamu saya tugaskan mengawal panglima Agahai kembali ke ibukota."
Kasim Umar membungkukkan badannya dan berkata,
"Hamba siap jalankan titah Yang Mulia.."
Raja Chan Yu kini menoleh kearah, tabib Luo dan berkata,
"Tabib Luo aku percayakan perawatan Panglima Agahai selama di perjalanan pada mu.."
"Di sini aku ucapkan dulu, terimakasih ku.."
"Hamba terima perintah, hamba akan berikan yang terbaik untuk memenuhi harapan Yang Mulia.."
Raja Chan Yu mengangguk, lalu berkata,
"Kalian persiapkan lah semuanya, aku percaya pada kalian..'
"Aku masih ada urusan lain, aku tinggal dulu.."
Selesai berkata, raja Agahai pun pergi meninggalkan kemah.
Agahai yang terbaring tak berdaya di ranjang, hanya bisa bercucuran air mata melepas kepergian ayahnya
__ADS_1
Di dalam hati dia sangat sadar, 9 dari 10, ayah nya sekali inj akan sulit selamat, bila berangkat mengejar Guo Yun.
Apalagi pertempuran di lakukan di atas air, yang bukan keahlian mereka.