LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PETUNJUK BARU


__ADS_3

Keluar dari dalam gua besar itu, Guo Yun langsung memutuskan.


Untuk terjun kedalam kolam air terjun, melakukan pemeriksaan secara lebih teliti.


Guo Yun mengatur nafas, menggunakan tehnik pernafasan 9 langit.


Sehingga membuat dirinya bisa lebih lama di bawah air.


Tapi untuk bisa memeriksa seluruh dasar kolam, yang cukup luas dan dalam.


Guo Yun tetap saja harus berulang kali naik ke permukaan, untuk sekedar mengambil nafas.


Baru kembali turun lagi kebawah, untuk melanjutkan pemeriksaan nya.


Guo Yun melakukan pemeriksaan, setiap jengkal, setiap tempat di dasar kolam.


Tapi selain ikan panca warna, yang berseliweran di bawah sana.


Guo Yun tidak berhasil menemukan apapun di bawah sana, yang berhubungan dengan jalan keluar dari tempat tersebut.


Dengan wajah kecewa dan nafas memburu, Guo Yun terpaksa berenang ke pinggir kolam.


Berbaring di sana melepas lelah, melihat matahari mulai tenggelam.


Teringat kejadian semalam, Guo Yun buru buru pergi ke batu di bawah air terjun.


Dia duduk di sana bermeditasi, sambil mengontrol tenaga saktinya.


Sambil berharap harap cemas, agar penyakitnya itu tidak kambuh.


Tapi malam itu berlalu dengan tenang, seiring dengan tidak munculnya bulan purnama di langit hitam kelam.


Guo Yun mulai bisa bernafas lega, tapi dia tetap melanjutkan meditasi meningkatkan kekuatan nya.


Di bawah guyuran air terjun yang deras, dengan cara itu Guo Yun merasa peningkatan kekuatan nya jauh lebih cepat, beberapa kali lipat di banding dilakukan secara normal.


Guo Yun yang kini menyadari, penyakit anehnya, hanya akan muncul setiap bulan purnama.


Penyakit anehnya itu, dia juga menduga kuat ada hubungannya dengan darah ular putih raksasa, yang sempat tertelan oleh nya.


Tapi di luar efek menyiksa, yang sangat berbahaya, Guo Yun juga menemukan bahwa.


Setiap dia berhasil mengendalikan diri, melewati malam tersebut, tenaganya akan meningkat dengan sangat pesat.


Tapi semua ini tidak akan berguna, bila dia tidak bisa meninggalkan tempat ini.


Ini adalah masalah paling mendasar, yang harus dia hadapi saat ini.


pikir Guo Yun sambil melanjutkan meditasi nya.


Begitu sinar matahari menerangi posisi di mana Guo Yun sedang duduk diam bermeditasi, di bawah guyuran air terjun.


Guo Yun pun melesat keluar dari balik air terjun, lalu dengan hati hati Guo Yun mulai melakukan pemeriksaan dinding tebing di balik air terjun yang berlumut dan licin.


Untungnya cakar Guo Yun, dengan mudah melubangi dinding tebing.

__ADS_1


Sehingga dia bisa bergelantungan di sana, terus melakukan pemeriksaan, jika tidak menemukan tempat berpijak dari tempat berpegangan.


Tapi meski begitu, hal itu juga tetap tidak mudah, beberapa kali Guo Yun tetap saja sempat merosot kebawah.


Karena permukaan dinding tebing, yang di penuhi lumut yang sangat licin.


Setelah menghabiskan waktu hampir seharian, hingga seluruh dinding tebing berhasil dia periksa.


Guo Yun kembali harus kecewa, dengan kesal, Guo Yun melompat keatas batu, yang di guyur oleh air terjun.


Di mana batu datar itu, selalu di gunakan oleh Guo Yun, untuk bermeditasi..


Sambil berdiri diatas batu tersebut, Guo Yun melakukan pukulan udara kosong keatas berulang ulang.


Menantang air terjun yang menerjang kebawah.


"Duarrr..!"


Duarrr..!"


Duarrr..!"


Duarrr..!"


Benturan dahsyat terjadi berulang ulang di udara, air terjun yang turun kebawah tertahan dan terbelah, oleh pukulan dahsyat, yang di lepaskan oleh Guo Yun.


"Tuhan apakah kamu ingin aku membawa mati kemampuan ku di sini..!?"


"Juga selamanya hingga mati, aku tidak akan pernah mengenali diri ku sendiri..!?"


teriak Guo Yun melampiaskan emosi, dan kekecewaan yang memenuhi hatinya.


Sambil melepaskan rasa kekecewaan nya, dengan melakukan pukulan beruntun keatas, menantang air terjun.


Guo Yun juga melompat untuk menghentakkan kedua kakinya, keatas batu yang diinjaknya.


"Brakkkk..!"


"Blesss..!'


"Kreekk..! Kreekk..! Kreekk..!"


Kreekk..! Kreekk..! Kreekk..!"


Hentakan kedua kaki Guo Yun, membuat batu itu amblas kebawah.


Menimbulkan suara bunyi keras, di dinding, yang terletak di balik tebing air terjun.


Di mana dinding tebing berderak dengan keras dan bergetar hebat.


Sebelum akhirnya, dinding tebing di balik air terjun terbelah dua.


Memunculkan sebuah celah gelap di sana, seolah olah menjawab ungkapan kemarahan dan kekecewaan Guo Yun.


Guo Yun buru buru mengeluarkan mutiara hijau ular putihnya, lalu dia melesat masuk kedalam celah dinding tebing itu.

__ADS_1


Begitu Guo Yun meninggalkan batu yang di pijaknya, terbang masuk kedalam celah dinding tebing.


Batu itu kembali bergerak naik secara otomatis.


Sehingga secara tidak langsung dinding tebing kembali merapat seperti semula lagi.


Guo Yun tadi tanpa sengaja, dalam amarahnya, dia telah menggerakkan tombol rahasia, yang menjadi kunci .


Di mana dinding tebing, di balik air terjun itu, bisa secara otomatis terbuka dan menutup dengan sendirinya.


Guo Yun yang sudah berada di dalam celah, yang bagian luarnya sudah menutup kembali.


Dia mengangkat mutiara hijaunya tinggi tinggi, sehingga suasana gua di balik air terjun yang gelap gulita.


Kini bisa terlihat dengan sangat jelas, gua itu merupakan sebuah gua alam kering, mirip sebuah terowongan yang memanjang dan terus bergerak turun kebawah.


Guo Yun dengan langkah pelan menyusuri terowongan, yang terus bergerak menurun kebawah.


Dengan mengandalkan penerangan dari mutiara hijau di tangannya, Guo Yun bisa melihat dengan jelas jalan gelap di hadapannya.


Dalam keadaan seperti ini, mutiara itu benar benar sangat membantu.


Jalan terus menurun kebawah, Guo Yun tidak tahu sudah menempuh perjalanan berapa lama.


Mengikuti terowongan, yang terus saja bergerak kebawah seolah-olah tidak punya ujung.


Di mana akhirnya nanti akan mengantar Guo Yun menuju neraka perut bumi.


Berpikir sampai di situ, Guo Yun sedikit bergidik, bila terus menurun begini.


Maka harapan Guo Yun untuk bisa keluar hidup hidup, dari tempat tersebut akan semakin kecil.


Bila terus turun kebawah, bagaimana mau bisa kembali ke dunia asal, yang jelas berada di atas sana.


batin Guo Yun dalam hati.


Tapi berhubung tidak punya pilihan, mau tidak mau, Guo Yun harus terus melanjutkan langkahnya menuju kebawah.


Dia sudah tidak punya pilihan untuk berpikir terlalu jauh.


Selangkah demi selangkah, Guo Yun terus bergerak menuju kebawah.


Hingga akhirnya dia tiba di sebuah ruangan yang terlihat meluas.


Tidak lagi berupa terowongan kecil, yang terus menurun seperti tadi.


Selain ruangan tersebut meluas, ruangan tersebut juga menerima setitik cahaya yang datang dari tempat, yang sangat tinggi diatas sana.


Sehingga ruangan tersebut di terangi penerangan remang remang.


Cahaya kecil diatas sana, Guo Yun menebak adalah sebuah lubang gua yang menghadap ke atas langit.


Tempat ini adalah dasar jurang dari gua kecil diatas sana.


Di tengah tengah ruangan yang berhadapan langsung, dengan titik cahaya diatas, adalah sebuah kolam berair jernih, yang mengeluarkan uap tipis.

__ADS_1


Seperti kolam pemandian air panas yang biasanya ada di kawah kawah gunung berapi yang masih aktif.


__ADS_2