
Sementara itu Cu Cu saat mencoba untuk memeluk suaminya, yang semalam tidur di sisinya.
Begitu dia menyadari Li Kui sudah tidak berada di sisinya, dengan kaget Cu Cu buru buru membuka matanya.
Begitu melihat di sebelahnya hanya ada tumpukan pakaiannya, yang sudah dirapikan, dan jubah luar Li Kui yang di gunakan untuk menyelimutinya.
Dengan wajah cemas Cu Cu mengedarkan pandangannya, menatap kearah seputar ruangan gua.
Saat dia tidak berhasil menemukan keberadaan Li Kui.
Dengan wajah cemas dan panik, Cu Cu buru buru mengenakan pakaian nya seadanya.
Kemudian dengan penampilan setengah berantakan, sambil memegang jubah luar Li Kui.
Cu Cu buru buru berlari keluar dari dalam gua, sambil mengigit bibir bawahnya.
Berusaha menahan rasa perih di bagian pangkal pahanya.
Saat berlari keluar dari dalam gua, sepasang mata Cu Cu mulai sedikit berkaca kaca.
Dia sangat takut Li Kui akan pergi meninggalkan dirinya, setelah apa yang terjadi semalam di antara mereka.
Tapi baru saja dia mau keluar dari dalam gua, hampir saja dia bertabrakan dengan seseorang.
Untungnya Cu Cu memiliki reflek yang gesit, dengan ringan dia melayang mundur.
Sehingga tabrakan bisa terhindarkan.
Saat dia memperhatikan siapa orang yang hampir menabrak dirinya.
Cu Cu pun tersenyum lega, karena orang itu adalah Li Kui suaminya, yang terlihat sedang memegang dua ekor ayam.panggang di tangannya.
"Ehh sayang kamu sudah bangun ?"
",Loh kenapa mata mu berkaca kaca, ? apa ada yang sakit, dan kurang nyaman ? maafkan aku ya sayang.."
ucap Li Kui cemas, buru buru menghampiri istrinya.
Cu Cu sambil tersenyum lega, langsung maju memeluk suaminya dan berkata,
"Aku tidak apa-apa, aku tadi hanya sedikit cemas mengira kamu pergi tanpa pamit.."
Li Kui pun tersenyum lega, saat mendengar jawaban istrinya.
"Kamu berpikir terlalu jauh, aku cuma pergi menyiapkan sarapan buat kita berdua."
"Ayo kita sarapan, setelah itu kita bisa pergi ke pantai, aku akan perkenalkan kamu pada mereka."
ucap Li Kui sambil membalas memeluk istrinya dan menciumi lehernya dengan mesra.
Cu Cu mengangguk sambil tersenyum bahagia, dia mengikuti Li Kui keluar dari dalam Gua.
Mereka duduk di bawah sebuah pohon rindang tidak jauh dari mulut gua.
Di sana mereka saling menyuapi daging ayam bakar, satu sama lainnya.
Setelah selesai menghabiskan dua ekor ayam bakar, Li Kui mengikuti Cu Cu kesebuah sumber mata air.
Disana mereka berdua mandi bersama bersenda gurau, sepuasnya tanpa ada yang menganggu.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian mereka berdua bergandengan tangan sambil tersenyum bahagia, mulai bergerak menuruni gunung hitam,
menuju tepi pantai .
Sampai di pantai, melihat Sian Sian sedang duduk seorang diri membakar ikan.
Li Kui segera menghampirinya dan berkata,
"Sian er,.. Kakak Yun mana ? kenapa kamu cuma sendirian ?"
Sian Sian buru buru menoleh kebelakang saat mendengar suara teguran dari Li Kui.
Saat melihat Li Kui berdiri bergandengan tangan dengan Cu Cu.
Sian Sian yang cerdik segera sadar, gadis itu pastilah cucu orang sakti yang katanya menyukai Li Kui tempo hari.
"Ehh kakak Kui,.. kakak Kui ini..?"
ucap Sian Sian pura pura tidak tahu.
"Ohh kenalkan Sian er, dia istri kakak sekarang, namanya Cu Cu."
ucap Li Kui memperkenalkan Cu Cu sebagai istrinya tanpa ragu sedikitpun.
"Kakak ipar ,.."
ucap Sian Sian memberi hormat dengan sopan.
Cu Cu sambil tersenyum malu, mengangguk kecil kearah Sian Sian.
"Itu kakak Yun datang.."
Di mana terlihat seorang pemuda yang sangat tampan, dengan tubuh yang terlihat sangat atletis, sedang berjalan menghampiri mereka sambil tersenyum lebar.
"Kakak Yun bagaimana kondisi kapal kita,..!?"
teriak Li Kui sambil berlari menghampiri Guo Yun.
Sambil tersenyum tenang, Guo Yun berkata,
"Adik Kui akhirnya kamu kembali juga.."
"Aku sudah kerjakan sebagian, tapi masih menunggu mu untuk pergi memeriksanya.."
"Siap Kak,..! ayo kita pergi periksa sekarang.."
ucap Li Kui penuh semangat.
Sambil berjalan pergi, Li Kui menoleh kearah istrinya dan berkata,
"Adik Cu aku pergi sebentar, kamu bantu temani dan jaga Sian er ya ?"
Cu Cu mengangguk, lalu dia melemparkan sebuah bungkusan kearah Li Kui, sambil berkata,
"Di sana banyak ikan buas, taburkan bubuk itu sebelum kalian bekerja, itu akan jauh lebih aman.."
Li Kui menangkapnya sambil tersenyum gembira dia berkata,
"Makasih istriku.."
__ADS_1
"Ehh kalian sudah..?"
tanya Guo Yun sedikit kaget.
Li Kui sambil tersenyum malu mengangguk dan berkata,
"ya kak,.. maaf jadi mendahului.."
Guo Yun menepuk pundak Li Kui dan berkata,
"Selamat adik Kui,.. pria dan wanita bila saling suka dan saling cinta, lalu menikah itu adalah hal yang sangat wajar, tak perlu minta maaf segala.."
"Ayo kita kerja.."
ucap Guo Yun sambil mempercepat langkahnya berlari menuju bangkai kapal yang terendam setengahnya di laut
Baru saja Guo Yun dan Li Kui masuk kedalam air, dari kejauhan ikan pemangsa mulai berenang mendekati mereka.
Tapi dengan bungkusan Cu Cu di tangannya, Li Kui terlihat jauh lebih tenang sekarang.
Dia dan Guo Yun terus melangkah menuju kapal mereka yang teronggok di posisi agak sedikit jauh dari bibir pantai.
Saat ikan itu mulai dekat, Li Kui pun membuka bungkusan dan menaburkan bubuk kuning disekitarnya.
Bubuk kuning itu begitu menyatu dengan air laut langsung menyebar kesegala arah.
Ikan ikan pemangsa, langsung berputar arah kembali ketengah laut.
Ikan ikan itu pernah merasakan kedahsyatan bubuk kuning, yang bisa membuat Indra penciuman mereka mati rasa, dan Indra mata mereka perih dan sakit.
Sehingga begitu melihat dan mencium bau bubuk kuning itu, dari jauh pun, mereka langsung berputar arah menjauh.
Tanpa gangguan dari ikan ikan pemangsa itu, Li Kui dan Guo Yun bisa bekerja dengan lebih tenang dan lancar.
Mereka berdua bekerja hampir seharian, saat matahari mulai tenggelam.
Akhirnya, mereka berdua berhasil menyelesaikan pekerjaan mereka, menambal semua lambung kapal yang bocor.
"Akhirnya selesai juga,.."
ucap Li Kui sambil tersenyum puas.
Guo Yun juga mengangguk dan ikut tersenyum puas.
"Adik Kui, besok pagi pagi aku dan Sian er akan berangkat meninggalkan pulau ini.."
"Kamu sendiri bagaimana ? apakah akan mengajak istri mu, ikut bersama kami atau..?"
tanya Guo Yun sambil menatap Li Kui.
Di dalam hati Guo Yun merasa sayang dan berat berpisah dari Li Kui.
Tapi di sisi lain, dia juga tahu posisi Li Kui saat ini, dia juga tidak mungkin meminta Li Kui, untuk menjadi seorang pria tidak bertanggung jawab.
Li Kui menatap Guo Yun lekat lekat dan berkata,
"Kakak aku akan coba rundingkan dengan Cu Cu malam ini.."
"Ikut tidak ikut, besok pagi aku pasti akan kembali kemari, untuk mengabari mu.."
__ADS_1