LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KABAR DARI ZHONG SAN


__ADS_3

"Sampaikan ke Cu Kung kalian, tepati janji lepaskan semua sandera tanpa terkecuali.."


"Jangan ada kesalahan, atau aku akan membatalkan semua nya, dan akan melakukan serangan besar besaran ke kerajaan Yue.."


Ucap Ying Zheng dengan nada serius dan penuh ancaman.


Tapi Zhong San menanggapinya dengan sikap tenang.


Zhong San diam diam bernafas lega, tapi Zhong San menyembunyikan nya.


Meski di hati Zhong San merasa lega dan gembira dengan perkembangan situasi saat ini.


Tapi di luar dia justru tersenyum mengejek kearah Ying Zheng.


Zhong San menduga kejadian di luar istana, ada kemungkinan adalah rencana cadangan yang di siapkan oleh Zhang Yun, atas perintah Guo Yun.


Untuk memaksa Yin Zheng memenuhi tuntutan tanpa punya pilihan lain.


Zhong San setelah melemparkan senyum mengejek, dia berkata.


"Baiklah terimakasih anda sudah memutuskan bertindak waras.."


"Aku akan sampaikan semuanya ke Cu Kung kami, Yang Mulia dan cerdas.."


Ucap Zhong San sambil mengangkat kedua tangannya yang terkepal menghadap kearah Ying Zheng.


Zhong San sengaja mengeluarkan kata kata yang memuji tuannya setinggi langit dan merendahkan Ying Zheng serendah rendahnya.


Dia paham benar, dalam situasi saat ini.


Dia tidak perlu takut dan khawatir lagi, sekesal apapun, Ying Zheng hanya bisa menelan nya


Mumpung ada kesempatan kapan lagi, dia punya kesempatan begini, pikir Zhong San.


Hitung hitung untuk membalas Ying Zheng yang pernah mendalangi pembunuhan terhadap keluarganya.


Selesai melontarkan hinaan, Zhong San pun berkata,


"Zhong San pamit permisi,.. sampai jumpa lagi.."


Selesai berkata, Zhong San dan Liu Qin Lung langsung berjalan melenggang kangkung meninggalkan ruangan aula sidang utama.


Ying Zheng terlihat mengepalkan kedua tangannya menahan geram, melihat kepergian Zhong San dan Liu Qin Lung.


Tapi dia memang tidak berdaya, saat ini ada urusan yang jauh lebih penting yang harus segera dia urus.


Ketimbang mengurus Zhong San dan Liu Qin Lung, dua bidak kecil Guo Yun.


Pasukan Qin yang masih melakukan pengepungan jarak jauh.


Mereka terlihat sedikit tidak rela, melepaskan dua ekor mangsa, yang sudah ada di depan mata mereka.

__ADS_1


Melihat keraguan pasukan nya, komandan pasukan menoleh kearah Ying Zheng.


Dengan wajah sangat terpaksa Ying Zheng terpaksa mengangguk pelan dan berkata,


"Biarkan mereka pergi."


Mendapatkan instruksi langsung, sang komandan segera memberi kode, agar seluruh pasukan pengepung mundur sepenuhnya.


Membiarkan Zhong San dan Liu Qin Lung pergi tanpa di halangi.


Liu Qin Lung menyimpan pedangnya, lalu dia melangkah dengan tenang, mengikuti Zhong San, yang melenggang kangkung meninggalkan istana Qin dengan gaya angkuh.


Tidak ada satupun pasukan Qin yang berani menghalangi kepergian Zhong San dan Liu Qin Lung.


Meski terlihat kesal dan marah, tapi mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa.


Setelah Zhong San dan Liu Qin Lung pergi, Ying Zheng di temani oleh beberapa menteri tua nya, di kawal ketat oleh pasukan pengawal istana.


Dia segera bergerak menuju bangunan menara, yang terletak di bagian belakang pintu gerbang istana.


Dari puncak Menara lantai pertama, Ying Zheng muncul menatap kearah semua rakyatnya, yang sedang protes di bawah sana.


Melihat kemunculan raja mereka, rakyat yang protes menjadi sedikit tenang.


Mereka tidak lagi saling mendorong dengan prajurit Qin yang berjaga jaga di depan pintu gerbang istana.


Ying Zheng mengajar kedua tangannya keatas dan berkata,


"Semuanya harap tenang..!!"


Ucap Ying Zheng dengan suara keras


Kehadirannya di puncak menara, untuk menemui rakyat Qin, sebenarnya sudah membuat suasana keributan sedikit mereda.


Sehingga saat dia berbicara, suasana pun langsung tenang.


Semua rakyat yang protes kini semuanya diam, menunggu keputusan yang akan Ying Zheng sampaikan ke mereka.


"Rakyat ku semuanya dengarlah, aku sudah memenuhi tuntutan kalian semua .!"


"Aku sudah menerima tuntutan dari kerajaan Yue, !"


"Aku sudah menerima negosiasinya, agar semua tawanan bisa segera di kembalikan ke Xian Yang..!"


"Jadi aku harap kalian semua nya bisa kembali ketempat masing masing..!"


"Jalankan pekerjaan masing masing tidak membuat keributan di sini..!"


"Bagi yang melanggar, aku tidak akan segan menjalankan hukum Qin..!"


Ucap Ying Zheng tegas.

__ADS_1


Selesai Ying Zheng menyampaikan pesannya.


Satu persatu semua rakyat Qin yang berkumpul di sana mulai bubar meninggalkan tempat tersebut.


Hingga akhirnya tempat itu kembali tenang seperti semula.


Diantara kerumunan masa yang membubarkan diri, terlihat Zhang Yun, Zhang Liang, Han Xin, dan puluhan pasukan biro rahasia Yue.


Mereka saling tersenyum puas, lalu mereka bergerak mengikuti rombongan masa meninggalkan tempat itu.


Mereka lah otak penggerak masa yang datang untuk melakukan protes di depan istana Qin.


Di sepanjang perjalanan Zhong San menuju Xian Yang, Zhang Yun menyebar orang orang nya ke kota kota sekitar Xian Yang.


Untuk bergerak diam diam menyebarkan gosip bahwa Ying Zheng menolak tawaran kerajaan Yue, atas pemulangan tawanan perang.


Seluruh pasukan Qin yang tertawan, akan di biarkan oleh Ying Zheng mati di tangan kerajaan Yue.


Zhang Yun Zhang Liang Han Xin sendiri memimpin puluhan orang bawahan bergerak sendiri menyebarkan gosip di kota Xuan Yang.


Pada puncaknya, mereka memobilisasi masa yang datang dari berbagai penjuru, untuk melakukan protes keras di depan istana Qin.


Akibat keributan ini, Zhong San dan Liu Qin Lung yang mengemban misi berbahaya baru bisa lolos.


Semua ini sudah di atur dan direncanakan oleh Guo Yun dengan baik.


Guo Yun terlalu mengenal sifat Ying Zheng yang tidak bisa di percaya.


Jadi demi kelancaran misi dan keselamatan bawahannya yang menjalankan misi, dia harus gunakan jalan ini.


Memaksa Ying Zheng mengambil keputusan tanpa punya pilihan.


Setelah misi berhasil rombongan Zhang Yun membubarkan diri mengambil jalan terpisah pisah agar kehadiran mereka tidak di curigai oleh pihak Qin.


Sebelum timbul banyak masalah, mereka segera meninggalkan kota Xian Yang, bersamaan dengan penduduk yang berdatangan dari kota kota di sekitar Xian Yang.


Zhong San dan Liu Qin Lung juga meninggalkan kota tersebut dengan kereta kuda, yang sudah di siapkan menunggu di luar pintu gerbang sebelah timur.


Guo Yun yang menunggu dengan cemas hasil akhir dari misi yang di jalankan oleh anak buahnya.


Akhirnya dia bisa tersenyum lega, saat Kasim Cao membawa kabar cepat lewat merpati pos yang di kirimkan oleh Zhong San untuk nya.


Selesai membaca surat, yang di simpan rapi di dalam sebuah tabung bambu kecil.


Guo Yun langsung tersenyum sumringah.


Ketiga istrinya yang menemani di samping, menatap heran kearah suaminya.


"Yun ke ke ada kabar apa ? darimana itu..?"


Tanya Gongsun Li pelan.

__ADS_1


Guo Yun sambil menahan senyum, menoleh kearah istri istri nya dan berkata,


"Kalian bersiap siaplah, sebentar lagi kita akan kembali ke kediaman lama di Istana Guiji.."


__ADS_2