
Sedangkan tombak yang tadinya terlepas dari pegangan tangannya.
Berhasil dia tahan dengan kakinya yang sedang bergerak mundur
Kini begitu kedua tinjunya melepaskan pukulan cahaya hijau.
Kakinya mencungkil tombak nya, melayang naik keatas, dengan sebuah tendangan cepat
"Desss..!"
Tombak meluncur deras menyambar kearah perut Wang Jian.
"Boooommm...!"
"Creebbbb..!"
Sebuah ledakan dahsyat, antara benturan tameng di tangan Wang Jian, dengan sepasang tinju cahaya hijau .
Menimbulkan suara ledakan keras di udara, Tameng besi Wang Jian pecah berantakan.
Tidak kuat menahan sepasang tinju cahaya hijau yang dahsyat.
Tinju cahaya hijau, setelah berhasil menghancurkan tameng.
Dia melesat menghantam bahu dan dada Wang Jian, hingga melesak kedalam.
"Bukkk...!"
Mulut Wang Jian langsung menyemburkan darah segar.
Tubuhnya terpental mundur kebelakang dengan langkah tidak beraturan.
"Creebbbb..!"
Tombak Liu Qin Lung menembus perutnya hingga kepunggung, membuat langkah Wang Jian terhenti.
Sepasang matanya menatap tak percaya kearah perutnya yang berlumuran darah tertembus tombak Liu Qin Lung hingga kegagahannya.
Belum juga Wang Jian sadar dari kagetnya, sepasang tangannya yang berlumuran darah, dia gunakan untuk memegangi gagang tombak di depan perutnya.
Tahu tahu lolos dari pegangan tangannya yang licin karena berlumuran darah nya sendiri.
Rupanya Liu Qin Lung dengan gerakan cepat, sudah muncul di belakang punggungnya
Dia langsung menarik tombaknya dari bagian punggung Wang Jian.
Wang Jian sedikit mengernyit menahan nyeri, sebelum tubuhnya akhirnya tumbang kedepan tergeletak berkelenjotan sesaat.
Kemudian pergerakan nya pun berhenti, seiring nyawanya meninggalkan dunia fana yang penuh kekacauan ini.
Dengan tewasnya Wang Jian, Liu Qin Lung pun berteriak,
"Panglima perang Wang Jian sudah tewas...!!"
"Menyerah hidup...!!"
"Melawan musnah...!!"
Bentakan suara Liu Qin Lung yang bergema dahsyat.
Langsung membuat pasukan Qin kehilangan nyali nya.
Mereka semua serentak melemparkan senjata di tangan mereka.
__ADS_1
Lalu menjatuhkan diri berlutut dengan kedua tangan, memegangi kepala mereka masing masing.
Jendral Mo segera memberi perintah,
"Ikat dan tahan mereka semuanya, masukkan ke lambung kapal..!"
"Kecuali mayat Wang Jia. sisanya lemparkan saja ke sungai..!"
Ucap Jendral Mo memberikan perintah nya.
Pasukan harimau hitam segera bergegas menjalankan tugas mereka.
Semua tahanan, mereka ringkus kemudian di masukkan kebagian bawah lambung kapal.
Kapal Qin yang besar dan mewah di bersihkan dari noda darah.
Mayat Wang Jian di rawat dengan baik.
Kapal tersebut di gunakan oleh Liu Qin Lung menarik dua kapal kecil nya, bergerak meninggalkan tebing awan putih.
Liu Qin Lung memimpin rombongan menyusul rombongan bawahan nya, di bawah pimpinan Jendral Li, Jendral Cing dan Jendral Shou, yang sudah bergerak duluan menunggu di mulut jalan perairan Tebing Awan Putih bagian hilir.
Setelah berhasil berkumpul kembali, mereka semua dengan gembira segera bergerak kembali ke dermaga Wu Hu.
Kedatangan mereka di dermaga Wu Hu yang membawa kabar kemenangan telak, di sambut gembira oleh Zhang Yun dan pasukan cadangannya yang berjaga di tempat tersebut.
Seminggu kemudian mereka semua segera bergerak kembali ke ibukota Guiji.
Guo Yun yang menerima kabar cepat dari merpati pos, mengenai kemenangan dan tewasnya Wang Jian dan Wang Ben yang sudah di makamkan secara layak di dermaga Wu Hu..
Ada perasaan gembira, sekaligus bersedih untuk kedua temannya di masa lalu yang harus gugur di Medan laga melawan anak buahnya.
Sebenarnya dari awal Guo Yun juga sudah menebak, Wang Jian dan Wang Ben sekali ini keluar dari kampung halaman mereka, tempat mereka berdua pensiun.
Mereka 90% bisa datang tidak mungkin bisa kembali, tapi saat kabar itu tiba.
Gongsun Li yang sedang duduk di samping Guo Yun berkata pelan,
"Yun ke ke kamu kenapa ? bukannya kemenangan di pihak kita harusnya kita bergembira..?"
Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Perang dan perang selamanya hanya membawa penderitaan, menang jadi arang kalah jadi abu.."
"Aku sebenarnya sudah letih dan malas, tapi lawan terus memaksa.."
"Aku juga serba sulit.."
"Li er kamu harus tahu, Wang Jian itu adalah teman pertama ku, saat aku keluar dari hutan selatan memulai pengembaraan ku.."
"Berkat informasi dari dua, aku baru bisa bertemu dengan mu di Mo Zi, Su Yuan."
"Berkat dia pula Min Min dan anak anak bisa selamat dan berkumpul kembali dengan kita.."
"Aku berhutang banyak pada sahabat sekaligus saudara tua ku itu.."
Ucap Guo Yun sedih.
Gongsun Li menarik kepala Guo Yun kedalam pelukannya dan berkata lembut.
"Aku tahu, makanya akhir akhir ini, kamu memilih diam di istana.."
"Tidak lagi turun ke medan laga, aku juga merasakan hal yang sama.."
__ADS_1
"Mungkin sudah tiba waktunya bagi kita untuk mencari tempat sepi melewati hidup tenang kita.."
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Belum bisa begitu, rakyat selatan masih sangat membutuhkan ku.."
"Mungkin 3 SD 5 tahun kedepannya baru kita bahas lagi soal itu..'
"Saat ini aku hanya ingin fokus mensejahterakan rakyat selatan sini.."
"Hal lainnya lihat perkembangan situasi saja.."
"Yun ke ke kenapa begitu repot tidak langsung kita ambil Cuan Yang, habisi Ying Zheng.."
"Yun ke ke sendiri jadi kaisar memimpin dunia bukan nya beres..?"
Tanya Min Min dengan ekspresinya yang polos.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Bila seperti kata mu, berarti kamu ingin aku punya seribu istri..?"
"Ratusan anak.?"
"Cihhh gak Sudi..!"
"Lebih baik kamu jadi petani gunung saja..!"
Ucap Min Min cemberut
Gongsun Li dan Si Si pun menutupi mulutnya menahan tawa.
Melihat Guo Yun yang sengaja menggoda Min Min yang polos dan agak kekanak Kanakan.
Akhirnya Si Si menengahi dan berkata,
"Hari sudah siang, lebih baik panggil anak anak kita makan siang bersama..?"
Guo Yun mengangguk setuju, lalu dia menoleh kearah Gongsun Li dan berkata,
"Li er kamu hari ini masak apa ?"
Gongsun Li sambil menahan senyum berkata,
"Min ceker ayam asam manis, paket arak Hang Zhou.."
"Wah istimewa itu.."
Ucap Guo Yun gembira.
"Ayo kita pergi keruang makan sekarang, aku jadi lapar dengarnya.."
Ucap Guo Yun sambil bangkit berdiri.
Sesaat kemudian mereka berempat langsung pergi menuju ruang makan.
Sementara Guo Yun dan keluarganya sedang menikmati makan keluarga dengan santai .
Di istana kerajaan Qin sendiri, Ying Zheng yang sedang minum bersama beberapa menteri kepercayaannya.
Saat dia menerima kabar cepat burung merpati pos dari Kasim Zhao.
"Pranggg..!"
__ADS_1
Ying Zheng langsung membanting gelas di tangannya hingga terpental belasan meter.
Gelas kuno itu terbuat dari emas, jadi di banting sekalipun paling hanya penyok tidak akan rusak.