LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TAMAT


__ADS_3

Li Meng Meng setelah mendengar pengakuan suaminya.


Dia tidak terlalu terkejut, dia hanya berkata,


"Kamu kepala keluarga, aku pendamping mu, apapun keputusan mu itu pasti yang terbaik.."


"Aku akan selalu mendukungmu sampai kamu suatu hari tidak menghendaki ku lagi.."


Zhao Guang mengendalikan tali kekang dengan satu tangan, tangan lainnya dia gunakan untuk merangkul pundak istrinya yang gemuk.


"Kalau itu kamu tidak perlu khawatir, aku jamin pada mu, kamu meski bukan yang pertama.."


"Tapi kamu adalah yang terakhir, menemani ku hingga maut itu tiba.."


Li Meng Meng menoleh kearah Zhao Guang, menatap wajah suaminya yang tampan, sambil tersenyum bahagia dan berkata,


"Suami ku pepatah mengatakan Wanita cantik menjadi pasangan tepat buat pahlawan, mengapa aku justru merasa itu salah..?"


Liu Qin Lung tanpa menoleh berkata,


"Pepatah itu tidak salah, hanya saja pendapat mengenai cantik dan tampan itu yang berbeda penilaian.."


"Sudahlah tak perlu terlalu di pikirkan, yang penting kita nyaman bahagia itu sudah lebih dari cukup.."


Li Meng Meng mengangguk pelan, dia menatap wajah suaminya dengan penuh rasa syukur.


Kedua pasangan yang kontras di.mata orang lain, tapi mereka terlihat sangat nyaman dan berbahagia, mereka terus melanjutkan perjalanan mereka tanpa beban.


Di tempat lain Guo Yun yang mendapatkan laporan terperinci dari Liu Qin Lung, juga laporan mengenai keputusan nya untuk pamit dengan Guo Yun dan ketiga istrinya.


Guo Yun yang dari awal sudah menduga akan ada hari seperti ini.


Dia hanya tersenyum santai membaca surat tersebut.


Lalu menyerahkan surat itu kepada Gongsun Li yang duduk di sampingnya.


Selesai membaca, Gongsun Li mengopernya ke Si Si, selanjutnya kembali di oper ke Min Min.


Setelah mereka semua nya sudah membacanya, ketiga istri Guo Yun menatap suaminya.


Gongsun Li pun buka suara dan berkata,


"Suami ku dengan kematian Ying Zheng dan di gantikan oleh Hu Hai putranya yang tidak berguna itu.."


"Aku rasa tidak lama lagi Qin akan tamat riwayatnya.."


"Dunia pasti akan kembali kacau, sebaliknya, Yue saat ini dan kedepannya mungkin akan jauh lebih tenang.."


"Apa rencana mu kedepannya nanti..?"


Tanya Gongsun Li sambil menatap kearah suaminya dengan serius.


Guo Yun menatap kearah ketiga istrinya secara bergantian dan berkata,


"Hidup ini singkat, waktu kita juga terbatas, kurasa aku, dan kita semua juga sudah cukup berumur ."


"Tidak mungkin kita terus menerus menghabiskan seluruh hidup kita."


"Hanya untuk mengurus urusan dunia ini, yang penuh keserakahan dan tidak akan pernah surut dari kekacauan.."


"Aku rasa mumpung saat ini, Yue sudah tenang, aman tentram."


"Qin juga sedang tidak dalam kekacauan, karena untuk sementara waktu tidak akan ada yang berani memulai perang."


"Kedua belah pihak bisa hidup berdampingan dengan baik.."


"Mungkin sudah tiba saatnya, bagi kita, untuk mengambil jalan seperti yang telah Liu Qin Lung lakukan.."


Min Min menatap suaminya dengan kaget bercampur girang, dia segera berkata,


"Maksud Yun ke ke, Yun Ke ke akan memilih pensiun..?"


"Lalu bagaimana dengan saudara saudara dan bawahan setia Yun Ke ke..?"


"Bagaimana dengan nasib kerajaan Yun ke ke, yang kita semua perjuangkan dengan susah payah selama ini..?"


"Apa Yun ke ke siap dan rela meninggalkan semuanya begitu saja..?"


Guo Yun tersenyum menanggapi pertanyaan antusias dari Min Min, yang jarang ikut campur dan bicara.


Dari sini saja, Guo Yun sadar, Min Min lah yang sebenarnya paling bersemangat dan paling setuju dia pensiun.


Guo Yun sambil tersenyum lembut menatap Min Min dan berkata,


"Min Min, kamu benar, aku memang sudah putuskan akan segera mengumumkan keinginan pensiun ku, dalam waktu dekat ini.."

__ADS_1


"Mengenai saudara saudara seperjuangan ku, sebenarnya sebagian besar mereka juga sudah tiada.."


"Sedangkan yang tersisa, bila mereka ingin terus, ya silahkan saja.."


"Tapi bila mereka ingin ikut pensiun, aku juga tidak akan melarangnya."


"Karena saat ini memang adalah saat yang paling tepat, untuk mengundurkan diri."


"Agar bisa memberikan kesempatan kepada yang muda muda untuk menggantikan kita.."


"Mengenai nasib kerajaan ini dan masa depan nya, itu sudah bukan urusan kita lagi selepas pensiun nanti.."


"Itu adalah urusan generasi kita yang selanjutnya ."


"Kita harus bisa belajar merelakan dan melepaskan nya, baru kita bisa hidup dengan lebih bahagia.."


Min Min dengan penuh semangat berkata,


"Yun Ke ke, apa kamu sudah punya rencana dan tujuan mau kemana setelah pensiun nanti..?"


Guo Yun sambil tersenyum berkata,


"Kamu ini sudah tahu, masih juga bertanya.."


"Tapi tidak apa aku katakan saja, biar jelas.."


"Aku ingin menjaga amanah guru ku, Kui Zi Sian Seng. Aku ingin kembali ke lembah Hantu dan menghabiskan sisa hidup ku bersama kalian semua nya di sana."


"Di sana selain bisa dapatkan kehidupan yang tenang, aku juga bisa menjaga pusaka peninggalan, yang beliau, yang dia titip dan percaya kan pada ku, hingga suatu hari di temukan nya orang yang berjodoh tiba.."


"Baru aku sepenuhnya bisa lepas dari amanah dan kepercayaan guru ku Kui Zi Sian Seng.."


Min Min langsung tersenyum lebar, saat mendengar keputusan Guo Yun.


Gongsun Li menatap Guo Yun dan berkata pelan,


"Yun ke ke sebelum kita mengasingkan diri sepenuhnya di lembah hantu."


"Boleh tidak, kita pergi dulu mengunjungi Mo Zi Su Yuan, untuk menemui guru Mo Zi untuk yang terakhir kalinya.."


Gongsun Li menatap suaminya dengan tatapan mata penuh harap.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Tentu saja boleh, karena aku memang berencana kesana, juga berencana mengunjungi Guru Zhuangzi, di Ling San.."


Ucap Guo Yun sambil melirik kearah Si Si dan tersenyum lembut.


Si Si terlihat tersenyum bahagia menanggapi keputusan suaminya yang ternyata, masih ingat dengan kepentingan nya juga.


Gongsun Li dengan suara ragu berkata,


"Yun ke ke boleh tidak kita mampir di luar kota Xian Yang sebentar, sebelum kembali ke kota Qufu untuk menemui guru Mo Zi.."


Guo Yun tersenyum, dan berkata, Li er apa kamu ingin mencari makam Ta Se Siong kita, Ching Ke ?"


"Kamu ingin membawanya kembali ke Mo Zi Su Yuan, dan memakamkannya di sana..?"


Gongsun Li mengangguk pelan, dia sedikit menunduk, sungkan bertatapan mata dengan suaminya.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Dia adalah kakak seperguruan mu, tentu juga adalah kakak seperguruan ku juga.."


"Meski hubungan ku dengan nya dulu tidak lah terlalu bagus."


"Tapi sebagai adik seperguruan nya, tidak ada salah nya kita melakukan hal itu untuk nya.."


"Guru juga pasti akan bangga dan gembira, bila kita melakukan hal itu untuk nya."


"Aku janji, setelah masalah di sini selesai, yang paling pertama tentu adalah kita pergi kesana dulu.."


"Aku pribadi juga ingin mengunjungi makam kakak mu, dan kakak ipar mu, pangeran Ji Ao. "


"Aku ingin memberikan penghormatan mungkin untuk yang terakhir ke mereka berdua.."


Gongsun Li menatap suaminya dengan khawatir dan berkata,


"Suamiku apa itu tidak terlalu beresiko?"


"Xian Yang adalah sarang Naga, bila kita beramai ramai memasukinya, tentu akan terdeteksi oleh mereka.."


"Bila mereka mengepung kita, kamu aku bukan masalah tapi bagaimana dengan Si Si Min Min dan anak anak ?"


"Sebaiknya di pertimbangkan lagi, itu terlalu beresiko.."

__ADS_1


Ucap Gongsun Li mengingatkan.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Kini yang jadi kaisar Hu Hai, tapi yang pegang kuasa sebenarnya, Zhao Gao dan Li Si.."


"Aku sangat yakin mereka tidak akan pernah berani meresikokan diri menganggu ku.."


"Apalagi keluarga ku, itu sama saja mereka sedang menggali lubang kubur sendiri.."


"Sudahlah kamu'tidak perlu khawatirkan itu, aku jamin kita akan bisa dengan tenang keluar masuk kota itu tanpa masalah.."


Ucap Guo Yun penuh keyakinan.


Gongsun Li mengangguk pelan. dan tersenyum bahagia menatap suaminya dan berkata,


"Terimakasih Yun ke ke.."


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Itu sudah seharusnya aku lakukan, apapun itu, asal kalian bahagia aku akan lakukan untuk kalian.."


Ketiga istri Guo Yun menatap suami mereka dengan tatapan mata hari bercampur bahagia.


Keesokan paginya di saat sidang istana, Guo Yun pun menyampaikan niatnya.


Meski awalnya banyak pertentangan dari para menteri yang kurang setuju dengan keputusan Guo Yun.


Pada akhirnya mereka semua terpaksa harus menghargai dan menyetujui keputusan Guo Yun yang sudah bulat.


Li Ba dan Sian Sian adalah yang paling pertama langsung memutuskan, untuk mengundurkan diri.


Mereka ingin kembali ke pulau Peng Lai di laut timur.


Ingin pensiun hidup tenang bersama putri mereka di sana.


Begitu pula dengan Jendral Han Wei, Ying Wu, Jendral Fu dan Zhong San.


Mereka semua juga menyusul Li Ba, ingin pensiun dan kembali ke kampung halaman masing masing.


Karena banyak posisi penting yang kosong, Guo Yun terpaksa mengalihkan tampuk militer ke ke Zhang Yun dan Zhou Wei yang masih bertahan.


Sedangkan tampuk kekuasaan tertinggi, Guo Yun terpaksa serahkan kepada Xiang Yu dan Liu Pang, kedua muridnya itu untuk mengurusnya .


Setelah mengatur segala sesuatunya, Guo Yun dan keluarganya akhirnya meninggalkan ibu kota Guiji.


Mereka melanjutkan perjalanan pribadi mereka dengan penuh kebahagiaan.


Guo Yun berusaha memenuhi satu persatu harapan ketiga istrinya.


Sesuai perkiraan Guo Yun, saat mereka memasuki Xian Yang, meski Li Si dan Zhao Gao mendapatkan laporan.


Kedua orang itu memilih tutup mata, tidak ada seorang pun yang berani mengusik Guo Yun Sang Legenda dari Yue.


Kedatangan Guo Yun dan rombongan istrinya, di periksa pun tidak, mereka di biarkan masuk begitu saja tanpa di awasi sama sekali.


Mereka bebas bergerak kemanapun mereka suka.


Hingga saat mereka pergi pun, mereka dianggap seperti tidak ada sama sekali oleh para penjaga, yang bertugas menjaga di setiap pintu gerbang kota Xian Yang yang berlapis lapis.


Setelah meninggalkan Xian Yang dengan aman, Guo Yun membawa rombongan nya melanjutkan perjalanan pertualangan, kesemua tempat kenangan nya.


Paling akhir, dia mengunjungi makam Fan Li dan ibunya, untuk terakhir kalinya.


Sekaligus menemui macan tutul yang menjadi ibu susu nya sewaktu dia kecil.


Macan yang sudah begitu tua, dan lemah, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan Guo Yun.


Guo Yun kemudian memakamkan nya, di sisi pemakaman Fan Li dan ibunya.


Setelah itu Guo Yun dan keluarganya pun, melanjutkan perjalanan persinggahan terakhir mereka di lembah hantu.


Di sana mereka akan melewati hari hari tenang mereka, dengan penuh kebahagiaan.


Mereka tidak akan pernah lagi mencampuri perkembangan urusan dunia luar yang rumit.


TAMAT


Sampai di sini tamatlah cerita pertualangan Guo Yun dalam cerita LEGENDA PANGERAN YUE.


Semoga cerita ini bisa menghibur para pembaca.


Di sini saya minta maaf bila cerita saya kurang sesuai dan kurang memenuhi harapan para pembaca sekalian.


Setelah ini saya juga akan mencoba memenuhi harapan kalian yang sedang menunggu janji ku akan cerita PENDEKAR API DAN ES SURGAWI.

__ADS_1


Saat ini masih di susun paling lambat awal bulan ini pasti sudah di rilis.


Sekian terima kasih semuanya.


__ADS_2