
Kakek tua itu mengangguk dan melanjutkan berkata,
"Cara kedua adalah kita melepaskan perahu kecil.yang kita bawa masuk kedalam kabut."
"Biarkan perahu perahu itu membersihkan ranjau ranjau peledak, yang di pasang oleh pihak lawan.."
"Kalau begitu tunggu apalagi, ayo kita lepaskan saja perahu perahu yang kita bawa kedalam.."
ucap Raja Chan Yu bersemangat.
"Yang Mulia harap sabar dulu, setidaknya dengarkan dulu penjelasan ku, hingga selesai..baru memutuskan juga tidak terlambat "
Raja Chan Yu menatap kakek tua itu dengan heran dan berkata,
"Apa ada hal lainnya..?"
Kakek itu menarik nafas panjang, lalu menghela nya dengan berat dan berkata,
"Cara ini bukan nya tidak ada resikonya, dengan cara ini.."
"Bila nanti terjadi sesuatu di luar dugaan, semisal kita kalah atau kapal bocor atau apapun yang kurang baik.."
"Kita akan kehilangan peluang menyelamatkan diri, karena perahu cadangan kita sudah tidak ada lagi ."
ucap kakek tua itu sambil menatap raja Chan Yu dengan serius.
Raja Chan Yu terdiam sejenak, lalu berkata,
"Tiada pilihan lagi, lepaskan saja, urusan belakang kita serahkan kepada yang kuasa saja.."
"Bila hari ini aku di takdirkan gagal dan mati di sini, aku juga tidak akan malu dan menyesal.."
Raja Chan Yu menoleh kearah Erdogan dan berkata,
"Erdogan lepaskan perahu ke dalam kabut secara bertahap.."
"Baik Yang Mulia.,,!"
jawab Erdogan cepat.
Lalu dia bergegas pergi mengaturnya.
Perlahan lahan pesan di sampaikan secara berantai, hingga sampai ke barisan kapal terdepan.
Masing masing 1O kapal yang berjejer paling depan, melepaskan perahu masuk kedalam kabut.
Raja Chan Yu dan seluruh pasukannya, mereka semua menunggu dengan wajah tegang.
Tapi beberapa waktu berlalu,tetap saja tidak terdengar, ada nya suara sedikitpun, dari balik kabut seperti suara ledakan perahu.
Menunggu beberapa saat Erdogan kembali memberi perintah ke anak buahnya, untuk kembali mencoba melepaskan perahu kosong rombongan kedua.
Tapi lagi lagi perahu yang masuk kedalam kabut hilang begitu saja, tanpa ada suara maupun jejaknya.
Semua seolah olah tertelan hilang begitu saja.
__ADS_1
Anak buah barisan depan pada menoleh kebelakang, menunggu instruksi lebih lanjut.
Erdogan sendiri menatap kearah Raja Chan Yu, menggelengkan kepalanya, tanda dia juga tidak paham, apa yang sebenarnya terjadi di balik kabut.
"Lepaskan sekali lagi, bila tetap tidak ada respon, 5 kapal besar tanpa awak, coba biarkan maju.."
ucap Chan Yu sambil mengerutkan sepasang alisnya, yang berwarna kuning tebal.
Dia sedang berpikir apa yang di mainkan oleh Guo Yun, dan pasukannya di balik kabut sana.
Perahu perahu kecil kembali di lepaskan, lalu para prajurit yang menempati 5 kapal besar, mulai di pindahkan ke kapal lainnya.
Tapi atas perintah rahasia dari Erdogan secara diam diam, awak pengemudi kapal tidak di ijinkan untuk ikut pindah.
Erdogan tidak mau melepaskan kapal besar tanpa pengemudi bergerak tidak jelas.
Dia ingin kapal tetap bergerak dengan stabil, untuk meninjau sampai sejauh mana jebakan di dalam kabut tersebut.
Apakah masih ada atau sudah benar benar aman.
Puluhan perahu yang masuk dalam kabut kembali menghilang tanpa jejak.
Melihat hal itu, Erdogan memberi kode agar 5 kapal besar bergerak menyusul masuk kedalam kabut.
Para awak kapal yang di bawah ancaman anak panah dan tombak, tanpa punya pilihan.
Mereka terpaksa membawa kapal kapal yang sudah di tentukan, perlahan-lahan bergerak masuk kedalam kabut.
Sekali ini lagi lagi kapal besar itu, kembali ikut lenyap tanpa terjadi ledakan sedikitpun.
Melihat hal ini raja Chan Yu menghela nafas lega dan berkata,
"Lawan ingin menakuti kita, kelihatannya kini semua sudah aman.."
Erdogan mengangguk setuju dan berkata,
"Kalau begitu armada kapal perang kita kembali maju lagi saja.. bagaimana pendapat yang mulia..?"
Raja Chan Yu mengangguk dan berkata,
"Baik, armada segera berangkat..!"
Erdogan segera bergerak memberi kode dengan meminta anak buahnya, mengibarkan bendera dan menabuh genderang perang.
Sebagai tanda agar pasukan air mereka kembali bersiap untuk berangkat melanjutkan perjalanan.
Melihat kode tersebut, meski agak ngeri ngeri, semua kapal baris depan kembali bergerak memasuki kabut.
Pasukan tameng dan pasukan panah terlihat bersiap siap di posisinya.
Agar mereka tidak sampai kecolongan di serang musuh dari balik kabut.
20 kapal besar yang terikat jadi satu dengan pergerakan stabil mulai memasuki area berkabut.
Beberapa saat kemudian di susul dengan barisan kedua dan ketiga.
__ADS_1
Tapi baru saja barisan Ketiga masuk.
"Boommm,..! Boommm,..!"
Boommm,..! Boommm,..!"
Boommm,..! Boommm,..!"
Boommm,..! Boommm,..!"
Ledakan dahsyat beruntun kembali terjadi di dalam kabut.
Tak berapa lama kemudian korban yang mengapung di atas sungai, mulai terlihat kembali.
Raja Chan Yu yang terenyuh melihat pasukannya kembali mati sia sia.
Dengan wajah sedih dan sangat terpukul, dia menutup kedua matanya dan mengangkat tangannya keatas.
Lalu berkata,
"Berhenti semua, jangan ada yang bergerak sebelum kabut di depan sana hilang.!"
Setelah mendengar instruksi Raja Chan Yu, pesan berantai pun di sampaikan ke barisan mereka dari depan hingga belakang.
Semua kapal berhenti bergerak, mereka pada menurunkan jangkar.
Untuk menghentikan laju gerak kapal.
Agar tidak sampai terseret arus masuk.kedalam kabut, atau terseret arus menabrak kapal teman mereka sendiri.
Sedangkan di balik kabut sana terlihat puluhan perahu kecil berisi pasukan harimau hitam, diam di sana melakukan pengamatan.
Sedangkan di daerah kedua sisi sisi pinggiran sungai, terlihat pasukan harimau hitam bersiaga berlapis lapis di sana.
Masing masing terlihat sedang memegang tali tambang kapal di tangan.
Perahu kecil kecil di dalam kabut di tugaskan oleh Guo Yun bertindak sebagai pengamat situasi.
Sedangkan pasukan di pinggiran sungai, yang masing masing memegang tali tambang.
Mereka adalah eksekutor nya, bila melihat kode dari perahu perahu kecil.
Mereka akan menarik tali tambang yang bagian tengahnya terikat bahan bahan peledak buatan Guo Yun.
Dalam posisi terulur, peledak peledak itu akan diam di dasar air sungai.
Meski ada kapal yang lewat sekalipun, tidak akan masalah, tapi begitu dalam posisi tertarik keatas.
Apapun yang lewat diatas sungai menabrak peledak itu, akan langsung mengalami ledakan hebat.
Perahu perahu kecil ditengah kabut akan mengamati, apakah yang datang adalah kapal dan perahu pancingan.
Atau kapal yang membawa pasukan besar, dalam arti armada perang pasukan air Xiongnu yang sebenarnya.
Bila itu yang terlihat, mereka akan mundur menjauh dan memberi kode agar tambang segera di tarik.
__ADS_1
Cara memberi kode, adalah dengan menarik narik benang baja, yang terhubung dengan lonceng kecil di tepi sungai
Begitu benang di tarik, lonceng kecil akan berbunyi, itulah pertanda bagi barisan di tepi sungai, untuk segera menarik tali tambang di tangan mereka secara beramai ramai.