LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
GUO YUN VS KWEE LUN


__ADS_3

Xiang Yu memacu kuda Hei Feng Ma dengan kecepatan tinggi dengan Hua Ci teracung kedepan.


Siapapun yang berani menghadang langkahnya, akan menjadi santapan dari Hua Ci nya.


Pergerakan dia berpadu dengan Hei Feng Ma nya tidak lagi tertahankan.


Hei Feng adalah nama panggilan kuda tunggangan Xiang Yu, yang artinya adalah angin malam atau bisa disebut juga dengan angin hitam.


Setelah puluhan pasukan Qin yang menghalangi pergerakan nya, semua di buat terpental kesana kemari.


Sebagian luka parah sebagai lagi meninggal, pasukan Qin mulai mundur teratur.


Tidak ada lagi yang bersedia maju menghalangi langkahnya.


Melihat kejadian itu, 4 orang komandan pasukan bawahan Jendral Zhang Han, segera memacu kuda mereka mencoba maju menahan Xiang Yu.


Tapi begitu berhadapan, dua orang pertama masing masing setelah bertukar dua jurus.


"Brakkk..!"


Brakkk..!"


Helm pelindung kepala dan kepala mereka hancur di hantam Hua Ci dari samping.


Tubuh mereka berdua jatuh dari atas punggung kuda, tergeletak tengkurap di atas tanah, diam tidak bergerak, dengan darah menggenang di sekitar tubuh mereka.


Sedangkan dua komandan lainnya, masing masing tidak sampai satu jurus, mereka tidak kuat menangkis tikaman Hua Ci Xiang Yu.


"Cresss..!"


"Cresss..!"


Tubuh keduanya tersate di ujung Tombak Hua Ci.


Tubuh mereka berdua, terhempas kearah pasukan Qin.


Setelah Xiang Yu memutar tombak Hua Ci, lalu menghempaskan tubuh mereka, kearah kerumunan barisan pasukan Qin, yang mengepungnya dari jarak jauh.


Xiang Yu sendiri terus memacu Hei Feng nya, mendekati arena pertarungan Zhang Han melawan Han Wei.


Begitu tiba, Xiang aYu tanpa banyak cakap langsung menusukkan Hua Ci nya kearah dada Zhang Han.


Menyadari bahaya nya serangan bocah tanggung itu.


Dia buru buru menggunakan gagang tombaknya, untuk menahan serangan Xiang Yu.


"Trangggg..!"


Di luar dugaan tubuh Zhang Han terpental dari punggung kudanya.


Meski kedua kakinya berhasil menapak tanah dengan baik, tapi kuda kudanya terseret puluhan depa kebelakang.


Bila dia tidak memiringkan tubuhnya, sambil menarik gagang tombak nya menjauhi Hua Ci Xiang Yu


Mungkin dia akan terus terseret hingga Hei Feng di hentikan oleh Xiang Yu pergerakan nya


Atau bila ada kemungkinan lain, itu adalah dirinya tertahan sesuatu dibelakang.


Dirinya pasti akan menyusul kedua bawahannya, tewas dengan tubuh tersate Hua Ci.


"Yuuuuu...!"


Xiang Yu memberi kode agar kudanya berhenti, sambil menahan tali kekangnya.


Setelah itu dia segera memutar kudanya kembali menghadap kearah Zhang Han.


Xiang Yu menunjuk Hua Ci nya kearah Zhang Han dan berkata,

__ADS_1


"Hei kamu,.. menyerahlah bila ingin selamat.."


"Bila tidak, kamu pasti akan ku kirim pergi menyusul kawan dan bawahan mu.."


Ucap Xiang Yu penuh ancaman.


Zhang Han meludah keras tanah.


"Cuiii...!"


"Kamu boleh mencobanya,..!"


"Kalau aku takut pada mu, aku bukan lelaki.."


Ucap Zhang Han bersikeras tidak mau menyerah.


"Baik kalau begitu kamu bersiap lah..!"


Xiang Yu menoleh kearah Jendral Han Wei dan berkata,


"Jendral Han, serahkan saja orang ini pada ku.."


Han Wei mengangguk dan berkata,


"Silahkan saja.."


Xiang Yu mengangguk kecil, lalu dia kembali menoleh kearah Zhang Han yang sedang berdiri kokoh di atas tanah.


Dengan menekan punggung kudanya, tahu tahu tubuh Xiang Yu mencelat keatas.


Saat mendarat kebawah, dia langsung mengayunkan Hua Cin nya yang berat.


Menghantam keras ke arah Zhang Han dari atas kebawah.


"Trangggg...!!"


"Trangggg..!"


Tangkisan pertama membuat sepasang kakinya melesak masuk kedalam tanah sebatas mata kaki.


Lagi lagi Xiang Yu mengulanginya lagi, dengan hantaman yang jauh lebih kuat.


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Xiang Yu melakukan gerakan seperti orang sedang memaku, dengan Zhang Han sebagai pakunya.


Dalam beberapa kali hantaman, Zhang Han telah melesak kedalam tanah, hingga sebatas pinggang.


Belum sempat Zhang Han bersiap menghadapi serangan Xiang Yu yang berikutnya.


Dia sudah kembali menerima putaran hantaman dari samping.


"Hyaaahhh..!!"


"Trangggg...!"


"Dukkkk..!"


Tubuh Zhang Han di buat terpental keluar dari dalam tanah.


Selain itu, senjata Zhang Han, setelah menahan serangan Xiang Yu, malah terpental menghantam wajahnya sendiri.

__ADS_1


Senjata makan tuan, sehingga pandangan Zhang Han pun langsung gelap, saat tubuhnya terpental keluar dari dalam lubang.


Zhang Han jatuh diam tidak bergerak di atas tanah.


Saat Xiang Yu mencoba melihat kearah Jenderal Ying Wu yang sedang melawan Jenderal Shin.


"Trangggg..!"


Di sana terlihat, hantaman tombak Liu Qin Lung, tepat berbenturan dengan sepasang tongkat baja di kedua tangan Jendral Shin.


Jendral Shin tidak kuat menerima hantaman tombak dari Liu Qin Lung


Sepasang tongkat andalan nya, terlepas dari pegangan tangannya, jatuh berkerontangan di dekatnya.


Baru saja Jendral Shin hendak bangkit berdiri, lehernya telah tertempel ujung tombak Liu Qin Lung.


"Menyerahlah bila sayang nyawa..!"


Bentak Liu Qin Lung dingin.


Tapi Jendral Shin menanggapinya dengan senyum mengejek.


"Menyerah jangan mimpi,..!"


"Aku tidak akan pernah menyerah, menyerah lebih baik mati.."


Ucap nya penuh tekad.


Liu Qin Lung mengagumi keberanian Jendral Shin, jadi dia hanya menghadiahinya, dengan sebuah pukulan bagian samping mata tombak yang tumpul.


"Pangggg..!"


Jendral Shin tergeletak pingsan menyusul kedua rekannya yang lain.


Setelah ketiga Jendral itu tertawan, sedangkan pasukan di barisan lainnya sudah menyerah.


Pasukan Qin sebelah Utara, yang ditugaskan untuk menahan rombongan pasukan Guo Yun.


Akhirnya, memilih melemparkan senjata dan mengangkat kedua tangan mereka keatas.


Sebagai tanda mereka semua telah menyerah.


Zhang Yun dan Perdana menteri Li Si tiba tepat waktu, untuk menyaksikan momen seluruh pasukan Qin, mulai dari Perwira hingga komandan dan Jendral Qin.


Mereka semua nya tanpa terkecuali sudah menyerah.


Kini satu satunya pertarungan yang sedang berlangsung hanyalah tersisa pertarungan Golok Iblis Kwee Lun melawan Guo Yun.


Kwee Lun masih terlihat mendominasi, sedangkan Guo Yun masih terus menghindar,


Guo Yun masih saja terus mengandalkan, ilmu langkah ajaib di padu dengan ilmu meringankan tubuh Wu Ying Ru Tian.


Untuk bisa meloloskan diri dari kejaran dan serangan Kwee Lun, yang semakin lama semakin dahsyat.


Kwee Lun yang mulai kesal dengan keadaan pertempuran itu.


Di mana dirinya seperti seseorang yang membawa raket listrik, sedang berusaha mengejar seekor lalat, yang sulit di jangkau.


Tapi tidak bisa di biarkan, karena bila di biarkan, dia akan kembali datang dan terus menerus datang untuk menganggu.


Dalam kekesalan nya, Kwee Lun mengulurkan telapak tangan kiri nya, yang mengeluarkan cahaya merah.


Untuk dia tekankan ke atas tanah,


Sehingga terlihat sebuah cahaya merah bergerak menyebar, menekan masuk kedalam tanah.


Pertama tama, muncul sebuah kubah cahaya merah, membatasi pergerakan semua penghuni di dalam nya

__ADS_1


__ADS_2