LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMARAHAN ZHOU WEI


__ADS_3

Zhou Wei menatap kaget kearah istrinya dan berkata,


"Istri ku, sebenarnya apa yang terjadi ?"


Istri Zhou Wei tersenyum sedih menatap suaminya dan berkata pelan.


"Semua ini salah ku, aku siap menerima segala konsekuensi nya."


"Sebenarnya aku ingin cari waktu yang tepat untuk membicarakannya dengan mu.."


"Tapi kelihatannya memang sudah waktunya di tuntaskan semuanya hari ini.."


Selesai berkata, Nyonya Zhou Wei, memberikan putrinya ke Zhou Wei dan berkata,


"Tolong jaga dan rawat Ting Ting untuk ku.."


Setelah itu sambil menghapus airmatanya, tanpa memperdulikan panggilan putri dan suaminya.


Nyonya Zhou Wei melangkah kedepan menghampiri Guo Yun yang berdiri tepat di hadapan makam Zhou Tai, leluhur keluarga Zhou.


Nyonya Zhou Wei ingin menjatuhkan diri berlutut di hadapan Guo Yun.


Tapi Guo Yun mencegahnya dari berkata,


"Tidak perlu, aku hanya ingin melontarkan beberapa pertanyaan cukup jawab dengan jujur ."


"Tidak perlu berlutut pada ku."


Ucap Guo Yun tegas.


Nyonya Zhou Wei dengan kepala tertunduk dan airmata membasahi wajahnya, dia mengangguk pelan.


"Nyonya Zhou saya ingin tahu, apakah dulu anda menikah dengan Zhou We,i ada unsur paksaan dengan kekuasaan dari keluarga Zhou..?"


Nyonya Zhou Wei dengan kepala tertunduk, menggeleng pelan dan berkata,


"Tidak ada.."


Guo Yun mengangguk dan kembali bertanya,


"Apa selama pernikahan Zhou Wei ada melakukan yang tidak patut, menyakiti mu, ataupun tidak menjalankan kewajibannya sebagai suami mu..?"


Nyonya Zhou Wei dengan airmata berlinang menoleh kearah suaminya dengan tatapan mata penuh penyesalan.


"Dia menggelengkan kepalanya kuat kuat.."


Lalu dia kembali menatap kearah Guo Yun dan berkata,


"Yang Mulia bisa kah aku mohon dari mu, agar langsung di putuskan saja hukumannya "


"Aku Ping Mei siap menerimanya tanpa penyesalan sedikit pun.."


"Ku mohon jangan di lanjutkan lagi pembicaraan ini.."


"Dari awal hingga akhir, aku mengakuinya akulah yang bersalah dalam hal ini.."


Ucap Ping Mei dengan airmata bercucuran dari tatapan mata memohon dikasihani.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dengan tegas dan berkata,


"Maaf Nyonya Zhou, masalah ini harus di buat jelas.."


"Bila tidak akan menimbulkan perpecahan dan masalah yang akan menganggu kestabilan negara.."

__ADS_1


"Jadi untuk ini aku tidak bisa bantu.."


"Aku harap kerjasamanya, hingga semua masalah jelas.."


ucap Guo Yun tegas.


Ping Mei mengangguk pelan dengan wajah lesu, tidak berani berbantah lagi


Sedangkan Zhou Wei di sana sambil menggendong putrinya, yang sedang menangis.


Dia terlihat bingung, tidak tahu harus bagaimana bersikap.


Sebagai abdi setia, dia tentu tidak berani maju menganggu tanpa di panggil.


Lagipula sebagai bawahan Guo Yun dia juga paham sifat atasannya yang satu ini.


Sulit ditebak dan agak misterius dalam memutuskan sesuatu.


Bila sudah di putuskan jangan harap ada yang bisa merubahnya.


Kecuali sang permaisuri Gongsun Li ikut buka suara.


Guo Yun kembali melanjutkan pertanyaan nya, tanpa memperdulikan tatapan mata bingung dan heran dari semua yang hadir di tempat itu.


"Nyonya Wei, apakah sejak pernikahan mu hingga saat ini, kamu pernah mencintai suami mu..?"


"Jawablah dengan jujur.."


Ucap Guo Yun menekankan sekali lagi soal kejujuran..


Nyonya Zhou Wei menoleh kearah suaminya dengan tatapan mata menyesal dan bersalah,


Dia mengangguk sekaligus menggelengkan kepalanya..


Sambil menghela nafas sedih, Nyonya Zhou Wei berkata,


"Dahulu di awal awal pernikahan aku sempat ragu dengan perasaan ku padanya.."


"Tapi setelah mengandung Ting Ting, aku mulai belajar menyayangi dan mencintainya."


"Setelah Ting Ting putri kami lahir, aku berusaha sepenuh hati menerimanya.."


"Tapi 3 bulan terakhir ini, setelah mengenal Ling Kung Ce, aku baru menyadarinya."


"Ternyata selama ini, aku tidak pernah benar benar mencintai suami ku.."


"Aku hanya menerima dan menjalankan kewajiban ku saja sebagai seorang istri.."


"Hanya bersama Ling Kung Ce lah aku menemukan perasaan mencintai dan di cintai.."


Ucap Nyonya Zhou, sambil menatap kearah Guo Yun dan semua yang hadir di sana dengan penuh keberanian.


Mendengar hal itu, Guo Yun hanya bisa menatap sedih dan prihatin kearah Zhou Wei, yang sedang menggendong dan berusaha menenangkan putrinya agar tidak menangis.


Zhou Wei terlihat pucat dengan tubuh gemetaran, berusaha menahan kesedihan dan emosinya.


Saat mendengarkan pengakuan dari istrinya itu.


Kini dia mulai paham, duduk persoalan yang sedang terjadi saat ini.


Nyonya Zhou Wei menoleh kearah suaminya dengan tatapan penuh sesal, dia berkata,


"Maafkan aku suamiku.."

__ADS_1


"Jagalah Ting Ting dengan baik, aku yang bersalah.."


"Aku tidak pantas menjadi istri mu, juga menjadi ibunya.."


Ucap Nyonya Zhou Wei sambil menghapus sisa airmata di wajahnya yang cantik.


Zhou Wei terlihat sangat terpukul dengan sikap dan jawaban istrinya.


Dia terus menggelengkan kepalanya, dan terus menatap kearah istrinya dengan tatapan mata tak percaya.


Akhirnya dia bersuara juga, setelah beberapa saat terdiam,


"Wang Ping Mei,.. katakan pada ku,.. semua ini tidak benar..!"


"Dia lah yang memaksa mengancam dan menganggu mu..!"


"Aku akan menggunakan darahnya untuk mencuci bersih aib keluarga kita..!"


Bentak Zhou Wei sambil menatap beringas kearah Ling Tai yang hadir di sana..


Ling Wu yang menyadari bahaya yang setiap saat bisa mengancam adiknya.


Dia segera maju menghalangi dan berkata,


"Saudara Zhou tahan emosi mu, segala hal bisa di bicarakan dengan baik baik baik.."


"Tidak perlu dengan kekerasan.."


"Ling Wu kamu minggir lah, demi memandang persahabatan dua keluarga selama ini.."


"Aku tidak mau menyakitimu, tapi bila kamu mencoba membela bajingan muka putih itu.."


"Aku Zhou Wei bersumpah, aku hari ini tidak akan segan segan membunuh siapapun, yang berani menghalangi ku..!"


Bentak Zhou Wei serius.


Zhou Wei terlihat menyerahkan putri tunggal nya kearah adik laki lakinya, yang juga ikut hadir disana bersama istrinya.


Setelah itu selangkah demi selangkah dia terlihat melangkah menghampiri Lung Tai, dengan tombak yang terlihat bergetar dalam genggaman tangannya.


Tiba-tiba Nyonya Zhou Wei maju menghadang di depan suamii nya dan berkata,


"Suami ku, dengarkan aku.."


"Ling Kung Ce tidak bersalah, dia tidak pernah memaksa apalagi mengancam ku.."


"Dalam hal ini, akulah yang bersalah,.. bila kamu ingin melampiaskan kemarahan dan kekecewaan mu.."


"Bunuh lah aku, bila itu bisa menenangkan kemarahan mudan bisa mengobati kekecewaan mu.."


"Aku rela dan siap mati untuk itu.."


Ucap Nyonya Zhou Wei sambil membentangkan kedua tangannya kesamping.


Mencoba menghalangi langkah suaminya.


Zhou Wei terlihat menatap geram kearah istrinya, dengan tangan gemetar dia mengangkat tombaknya keatas dan berkata,


"Wang Ping Mei, kamu jangan menguji kesabaran ku !"


"Minggirlah..!"


Tapi dengan berani, Nyonya Zhou beradu tatap dengan suaminya, dia tetap berdiri di sana tidak bergeming sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2