LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TIADA PILIHAN


__ADS_3

Liu Qin Lung diam diam menatap kagum kearah rekannya Zhong San.


Menurut pemikiran Liu Qin Lung, Zhong San selain pemberani, banyak akal, juga pandai membaca situasi.


Pantas saja Guo Yun, mempercayakan tugas berat ini pada Zhong San.


"Silahkan duduk perdana menteri Zhong dan Jendral Liu.."


Ucap Ying Zheng yang wajahnya dalam hitungan detik bisa berubah ubah.


Tadi baru saja terlihat marah marah, menyeramkan, kini dalam hitungan detik sudah berubah menjadi penuh senyum dan terlihat sangat ramah.


Zhong San menjura kearah Ying Zheng, Jendral juga mengikutinya.


Kemudian mereka berdua mengambil posisi tempat duduk, yang sudah di siapkan khusus untuk mereka.


Zhong San duduk di sana, dia menatap kearah Ying Zheng dengan tenang.


Sambil menunggu kata kata apa, yang sekiranya akan Ying Zheng ungkapkan.


Ying Zheng sambil berdehem kecil membersihkan tenggorokan, sesaat kemudian dia baru berkata,


"Perdana menteri Zhong, coba kamu jelaskan maksud perkataan mu tadi.."


"Bahwa aku adalah Raja yang berpikiran sempit dan pengetahuan dangkal."


"Aku ingin mendengarkan nya..?"


Ucap Ying Zheng sambil tersenyum ramah.


Melihat sikap Ying Zheng, yang tersenyum ramah.


Zhong San justru terlihat ragu ragu.


Diam terdiam sejenak, berpikir.


sebelum akhirnya dia berkata,


"Aku berkata demikian alasannya sederhana.."


"Anda mengeksekusi kami berdua, karena emosi dan gengsi, bukan karena keuntungan di pihak anda, itu adalah kebodohan pertama.."


"Anda tidak menghitung untung rugi mengeksekusi kami, itu adalah kebodohan kedua ."


"Anda tidak memperhitungkan akibat dari tindakan anda itu adalah kebodohan ketiga ."


"Dan yang terakhir paling fatal adalah anda akan kehilangan loyalitas seluruh pengikut dan pendukung anda.."


"Karena anda dalam posisi mampu menolong mereka, hanya dengan memenuhi tuntutan Cu Kung ku.."


"Tapi anda memilih tidak demi gengsi dan emosi sesaat.."


"Kira kira kedepannya siapa yang rela mengabdikan diri mereka untuk anda..?"


"Seorang raja yang kehilangan hati dukungan bawahannya, dia masih bisa jadi raja.."


"Tapi seorang raja yang kehilangan dukungan dari rakyatnya, maka dia bukanlah seorang raja lagi.."


"Kira kira itulah penjelasan ku ."

__ADS_1


Jawab Zhong San berani.


Seluruh pejabat yang hadir terlihat sibuk berkasak kusuk sendiri, setelah mendengar penjelasan Zhong San.


Tapi karena takut dengan Ying Zheng, mereka hanya berani berkasak kusuk, tanpa punya keberanian untuk mengeluarkan pendapat, sebelum mendapatkan ijin dari Ying Zheng.


Ying Zheng sendiri sambil tersenyum ramah, tapi matanya terlihat geram dan penuh nafsu membunuh, dia berkata,


"Bagus negara ikan teri yang hampir musnah, masih punya nyali untuk omong besar.."


"Aku bersulang untuk mu.."


Ucap Ying Zheng sambil mengangkat cawan di hadapannya, bersulang kearah Zhong San dan Liu Qin Lung.


Meski kedua orang itu tidak mau menanggapi sulangan nya, sengaja tidak memberi muka padanya.


Ying Zheng sambil tersenyum ramah seolah olah tidak pernah terjadi sesuatu.


Dia menghabiskan seluruh isi cawan nya hingga kering.


"Pranggg...!!"


Cawan di banting oleh Ying Zheng hingga hancur berantakan.


Cawan yang di banting hingga pecah berserakan di atas lantai, seperti kode Ying Zheng pada kepala komandan pengawal istana untuk bertindak.


Dengan cepat mereka langsung maju menodongkan senjata kearah Zhong San dan Liu Qin Lung.


Liu Qin Lung langsung mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya.


Sebuah sinar kemilau berkeredep, memutari sekelilingnya.


Patahan ujung mata tombak pengawal istana, terlihat berhamburan di udara.


Mereka semua terpaksa mundur teratur, di gantikan oleh rekan mereka yang lainnya.


Zhong San sekali ini tidak menahan Liu Qin Lung lagi, dia terlihat memilih melangkah mundur kebelakang Liu Qin Lung.


Baru saja pasukan pengawal istana bergerak maju, ingin melakukan serangan gelombang kedua.


Dengan jumlah pengepung yang jauh lebih banyak lagi, tiba tiba dari arah depan pintu ruangan aula pertemuan, terdengar suara ribut ribut di luar sana.


Para pasukan pengepung sejenak teralihkan perhatiannya. Mereka tidak jadi menyerang Liu Qin Lung dan Zhong San.


Mereka fokusnya teralihkan ke suara keributan di luar sana.Tak lama kemudian dari arah pintu.


Terlihat seorang pengawal, dengan wajah cemas dan nafas terengah engah.


Dia berlari masuk kedalam ruangan dengan sikap gugup.


"Apa yang terjadi..!?"


Bentak Ying Zheng, sambil menatap kearah pengawal yang terlihat gugup dan sedang merangkak menghampirinya, itu dengan tajam.


"Maaf Yang Mulia,.. Di luar istana keadaan sedang kacau, rakyat dari berbagai penjuru datang mengepung istana."


"Mereka menuntut agar Yang Mulia mengutamakan keselamatan Prajurit Qin yang tertawan di Shoucun.."


"Mereka juga menuntut Yang Mulia harus memenuhi tuntutan dari kerajaan Yue, agar keluarga mereka bisa di kembalikan.."

__ADS_1


"Begitulah kira kira tuntutan tersebut.."


Ucap Prajurit-prajurit itu gugup.


Ying Zheng terlihat agak kaget, dengan wajah serius dia berkata,


"Bagaimana situasi diluar sana saat ini,?"


Prajurit yang datang melapor, dengan sikap menyembah kearah Ying Zheng, dia menjawab dengan jujur.


"Saat ini mereka masih sedang berusaha di tahan


oleh pasukan penjaga istana..."


"Tapi seberapa lama mereka mampu di tahan, hamba tidak berani memastikannya."


"Karena jumlah mereka benar benar sangat banyak dan terus bertambah "


"Bagaimana mungkin, ? pasukan kita bisa tidak cukup untuk menahan penduduk kota Xian Yang yang protes..?"


Ucap Ying Zheng kurang percaya.


Prajurit itu kembali menjawabnya dengan cepat,


"Kelihatannya mereka tidak semuanya berasal dari kota Xian Yang, Yang Mulia.."


"Ada kemungkinan mereka juga berasal dari kota Nan Zheng, Yong, An Yi, Yang Zhai. kota kota yang mengelilingi Xian Yang.."


Ucap pengawal istana itu menutup laporannya.


Beberapa menteri tua akhirnya nekad maju tanpa di perintah.


Mereka langsung maju memberi hormat Kearah Ying Zheng dan berkata,


"Yang Mulia, kelihatannya hal ini tidak bisa di pandang remeh dan di atasi dengan jalan kekerasan.."


"Yang Mulia harus keluar menenangkan mereka."


"Takutnya pergerakan ini akan mendatangkan gelombang protes yang jauh lebih besar lagi.."


"Karena pada dasarnya, pasukan Qin yang di tawan di kerajaan Yue, mereka sebagian besar memang berasal dar wilayah sekitar Xian Yang."


Ucap beberapa menteri itu memberikan pendapat secara bergantian.


Ying Zheng terdiam sejenak berpikir keras.


Akhir nya dia menghela nafas panjang dan berkata,


"Kelihatannya memang hanya bisa seperti itu.."


Dia lalu menoleh kearah komandan pasukan pengawal istana, memberi kode agar komandan pengawal istana, menarik mundur pasukan pengepung, yang terlihat masih siaga mengepung Liu Qin Lung dan Zhong San.


Komandan pengawal istana, yang melihat kode dari Yin Zheng, dia segera memberi kode agar pasukan nya bergerak mundur.


Ying Zheng kemudian menatap tajam kearah Zhong San dan Liu Qin Lung dengan geram, lalu berkata,


"Sampaikan ke Cu Kung kalian, aku akan penuhi tuntutan nya.."


"Dalam 7 hari Ibukota Guiji dan wilayah disekitarnya, akan di kosongkan dan di kembalikan ke Yue.."

__ADS_1


__ADS_2