LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMINJAM PISAU MEMBUNUH LAWAN


__ADS_3

Saat pasukan pengejarnya melintas lewat, barisan pendam nya muncul dari dalam parit.


Langsung menghujani pasukan berkuda Xiongnu, dengan anak panah dari segala arah.


Setelah itu mereka baru melakukan pengepungan dari segala arah, dengan senjata tombak panjang.


Di saat sedang terjadi kekacauan, Jendral Meng Liang memimpin pasukan berkuda nya kembali menerjang kearah komandan pasukan Xiongnu.


Komandan pasukan itu akhirnya tewas terkena anak panah Jendral Meng Liang.


Tapi lagi lagi di saat kritis, pasukan hantu Agahai kembali muncul, untuk menyelamatkan sisa pasukan Xiongnu, yang kacau balau dan berusaha menyelamatkan diri meninggalkan arena pertempuran.


Jendral Meng Liang tidak berani melakukan pengejaran, selain takut terkena jebakan musuh.


Dia juga sadar jumlah pasukan yang di bawanya masih kalah jauh dari lawan.


Bila bukan karena lawan kaget, dan barisan mereka kacau balau.


Mereka tidak bakalan punya peluang menang.


Hal inilah yang membuat jendral Meng liang memilih menarik mundur pasukannya, untuk berkumpul kembali dengan keempat rekannya yang lain.


Di lokasi yang mereka sudah sepakati bersama sebelumnya.


Jendral Meng Sia yang bertempur di Padang rumput stepa, juga mengalami hal yang sama dengan Jendral Meng Liang.


Dua hanya berhasil menewaskan komandan pasukan Jendral Mobi, tapi tidak berhasil, menghancurkan secara keseluruhan pasukan Xiongnu yang mengejar mereka.


Setelah kelima Jendral Meng kembali berkumpul dan berunding bersama.


Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi menyerang perkemahan Jendral Mobi.


Sesuai rencana yang di susun oleh Meng Yu.


Masing masing melakukan serangan dadakan secara tiba tiba ke perkemahan Jendral Mobi secara berganti gantian.


Sifatnya hanya mengacau dan membakar, tidak benar benar menyerang.


Setiap musuh bersiaga, mereka akan mundur menghilang dalam kegelapan malam.


Tapi setiap musuhnya lengah mereka akan kembali muncul.


Di hari ketiga saat Jenderal Mobi Dursam dan Durham mulai merasa jengkel dan lelah.


Mereka hanya menempatkan pasukan lengkap untuk berjaga secara bergilir.


Sedangkan sisanya beristirahat, begitu pula dengan Jendral Mobi Dursam dan Durham.


Karena kelelahan, mereka bertiga juga ikut tertidur lelap.


Di saat sebagian besar pasukan Xiongnu sedang terlelap, sedangkan yang berjaga, tidur melengut seperti ayam tidur.


Pasukan Qin tiba-tiba melakukan serangan mendadak, dari 5 penjuru secara serentak, yang langsung menuju kemah utama bagian tengah.


Situasi kacau balau dan tidak siap terjadi, kebakaran dan kekacauan terjadi di mana-mana.


Jendral Mobi yang terkejut dan terjaga dari tidurnya.


Dia bahkan tidak sempat meraih senjatanya.


Meng Yu sudah keburu menerjang kedalam kemah menyerang nya dengan ganas.

__ADS_1


Jendral Mobi yang panik dengan pakaian kedodoran, berusaha bertahan sebisa mungkin mempertahankan nyawanya.


Dengan apapun yang bisa di raihnya, untuk menangkis serangan pedang Meng Yu.


Jendral Mobi terus berteriak hingga suaranya serak, memanggil pengawal untuk datang membantunya.


Tapi pada akhirnya, tetap saja tidak ada satupun pengawal, yang bisa datang membantu nya.


Jendral Mobi yang terjungkal terkena tendangan Meng Yu di perutnya.


Dalam panik dia hanya bisa meraih selimut, untuk menahan serangan Meng Yu.


Selimut mana mampu menahan tebasan pedang Meng Yu yang tajam.


Alhasil Jendral Mobi yang menerima Tebasan di tengah tengah keningnya.


Dia roboh miring kesamping diam tak bergerak dengan kepala pecah.


Meng Yu dengan gerakan cepat memotong kepalanya, lalu membawanya keluar dari dalam kemah.


"Semuanya menyerahlah, pimpinan kalian telah tewas..!"


teriak Meng Yu keras


Semua perlawanan sisa pasukan Xiongnu, yang sedang tidak siap dan panik langsung terhenti.


Tapi lagi lagi sebelum mereka melepaskan senjata, Terdengar suara sorakan gegap gempita pasukan hantu Agahai, yang baru saja tiba.


Agahai sendiri yang memimpin paling depan, di ikuti oleh 5 orang komandan kepercayaan nya.


Mereka langsung menerjang kepungan barisan pasukan Qin.


Perang antara pasukan Qin dan Xiongnu kembali pecah.


Kuda yang di tunggangi oleh Agahai langsung menerjang kearah Meng Yu.


Meng Yu melemparkan kepala Jendral Mobi, untuk mengacaukan pergerakan Agahai.


Tapi serangan seperti itu, tidak menimbulkan kesulitan sama sekali, buat seorang jendral seperti Agahai.


Hanya dengan memiringkan kepalanya sedikit kesamping.


Serangan itu pun lewat begitu saja.


Kemudian dia menusukkan senjata tombaknya dengan kuat kearah Meng Yu.


"Singgg,..!"


Saking kuatnya terjangan tombak Agahai, sampai menimbulkan suara berdesing.


Meng Yu yang mencoba menangkis serangan tersebut dengan pedang nya.


Dia terdorong mundur terhuyung-huyung kebelakang, tangannya yang memegang pedang bergetar hebat.


Pedangnya hampir saja terlepas dari pegangan tangannya, yang terasa mati rasa sesaat.


Agahai tersenyum dan berkata,


"Pergilah,.."


"kamu bukan lawan ku, segera bawa pasukan mu tinggalkan tempat ini.."

__ADS_1


"Sebelum aku berubah pikiran.."


ucap Agahai dengan nada mengejek dan penuh percaya diri.


Meng Yu yang tidak punya pilihan,.dia segera melepaskan tanda keudara.


Agar semua pasukan Qin bergerak meninggalkan tempat itu.


Di kemah lain, Dursam dan Durham yang terluka parah menghadapi serangan Jendral Meng Huan dan Jendral Meng Han.


Akhirnya mereka lolos dari maut dengan luka luka di sekujur tubuh.


Mereka berdua jatuh terduduk lemas diatas tanah, dengan pakaian berantakan.


Mereka akhirnya bisa menghela nafas lega, setelah melihat Jendral Meng Han dan Meng Huan, yang sedang berada di atas angin.


Tiba tiba meninggalkan arena pertarungan, untuk memimpin barisan pasukan nya menghilang dari tempat.itu.


Saat melihat Agahai muncul di sana, sambil menunggang di punggung kuda menghampiri mereka.


Kedua orang cerdas itu langsung sadar, kedatangan Agahai lah yang membuat orang orang itu pada mundur teratur.


"Agahai terimakasih,..aughhh...!"


ucapan Dursam dan Durham terhenti.


Saat mata tombak Agahai yang berkilauan tajam, berkelebat melewati leher mereka.


Dursam dan Durham langsung roboh kesamping, mereka menggunakan tangan, untuk menutupi lubang di bagian leher, yang terus menyemburkan darah.


Sepasang mata mereka menatap kearah Agahai dengan tatapan mata tak percaya.


Dari mata mereka seolah olah bertanya, mengapa Agahai melakukan hal itu ke mereka.


Tapi mereka sudah tidak bisa bertanya, dari mulut mereka yang berlumuran darah


Hanya terdengar suara mengorok, tubuh mereka berkelenjotan, mirip ayam habis di sembelih.


Darah menyembur nyembur dari leher mereka yang terluka, seperti keran bocor.


Tidak butuh waktu lama, tubuh kedua orang itu telah diam tidak bergerak lagi.


"Kalian gagal memimpin dan hampir membawa Seluruh pasukan Xiongnu menuju kehancuran.."


"Ini adalah hukuman yang paling layak kalian terima.."


ucap Agahai dengan wajah sedingin es.


"Pasukan dengar perintah,..!!"


"Segera ikut dengan ku kembali ke ibu kota Long Cheng...!"


teriak Agahai sambil mengeluarkan sebuah bendera hitam di tangannya.


Melihat bendera hitam itu, semua pasukan Xiongnu, langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Agahai.


"Berdirilah semuanya mari kita pulang..!"


teriak Agahai.


Semua pasukan Xiongnu langsung memberikan sorakan gegap gempita memenuhi tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2