LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PENYERGAPAN


__ADS_3

"Crokkk,..,!


Kepala Li Thian Sin di tusuk oleh Si topeng Emas seperti menusuk baso bakar.


Lalu dia mengaraknya, bolak balik hilir mudik di depan tembok benteng kota Chang Ping Kuan.


Untuk memancing emosi, dari Li Mu, agar mau keluar menghadapi nya.


Tapi Li Mu siapa,? dia adalah menteri pertahanan yang sangat cerdik dan penuh pengalaman.


Sangat ahli dan pandai membaca situasi, bila dia sebegitu mudahnya terpancing, tentu dia bukan Li Mu, yang kemampuan nya sudah melegenda.


Guo Yun yang bersembunyi di balik topeng emas, juga bukan tidak tahu hal ini.


Justru dia sangat tahu hal ini, tapi dia tetap melakukan nya, tujuannya hanya satu, ini adalah plan A nya.


Dia masih punya Plan B C dan D yang menanti Li Mu.


Benar saja sesuai dugaan Guo Yun, Li Mu memilih membuang mukanya.


Tidak memperdulikan aksi Guo Yun, dia malah memberi perintah untuk memperkuat pertahanan dan lebih di perketat penjagaan di sana.


Tapi baru saja Li Mu selesai memberi perintah, sudah datang laporan dari gerbang timur, lalu di susul dengan gerbang Utara dan terakhir dari gerbang selatan.


Bahwa ketiga gerbang di sana, sudah di tembus dan di kuasai oleh pasukan Qin, yang diam diam datang dari 3 arah.


Ketiga gerbang itu berhasil di tembus karena penjagaan di sana kurang ketat.


Mereka hanya fokus di tempat si topeng emas berada.


Di tambah lagi pasukan Qin di bawah gemblengan Guo Yun, mereka mampu melompati tembok setinggi 10 meter, hanya dengan bantuan.


Teman yang berdiri di bawah tembok, membantu melempar mereka untuk naik keatas tembok.


Mereka juga membawa seutas tali yang di pasangi kait diujung nya, untuk memudahkan aksi mereka untuk bisa naik keatas tembok dengan lebih pasti.


Kait itu pun bisa di gunakan sebagai senjata jarak jauh menyerang lawan.


Beberapa kelebihan, inilah yang membuat pasukan kerajaan Zhao, yang bertugas jaga di sana kuwalahan.


Hingga akhirnya gerbang berhasil mereka kuasai dan buka dari bagian dalam.


Tapi Li Mu yang mendapat laporan itu meski kecewa dan bersedih.


Dia tetap bersikap tenang, bertindak seolah-olah tidak tahu apa yang terjadi.


Membuat Guo Yun berpikir gerbangnya masih di jaga ketat dengan tombak teracung di sana.


Padahal seluruh pasukannya, sudah dia tarik untuk meningkatkan kota Chang Ping Kuan, melalui jalan rahasia.

__ADS_1


Chang Ping Kuan hanya sebuah kota kosong, tidak ada ransum bahkan tidak ada penduduknya selain tentara.


Saat gerbang barat terbuka dari dalam, jembatan di turunkan, Guo Yun begitu masuk kedalam kota Chang Ping Kuan.


Dia hanya bisa tersenyum kecut, mengumpulkan kelima Jendral nya membagi tugas.


Setelah itu Guo Yun, terlihat memimpin pasukan nya, meninggalkan benteng Chang Ping Kuan, yang baru saja mereka dapatkan.


Guo Yun mengambil jalan keluar dari gerbang Utara, langsung mengambil jalan menuju Handan.


Tapi Guo Yun tidak benar benar pergi, di tengah jalan dia membawa pasukannya kembali ke kota Chang Ping .


Begitu kembali, dari luar gerbang pun, Guo Yun sudah mendengar suara letusan senjata rahasia, di dalam benteng kota Chang Ping.


Begitu memasuki kota Chang Ping Kuan, terlihat pasukannya yang di pimpin oleh 5 Jendral nya.


Di mana mereka oleh Guo Yun sengaja di tempatkan bersembunyi, di rumah rumah kosong penduduk.


Sesuai perkiraan Guo Yun, begitu dia berangkat menuju Handan dengan pasukannya.


Li Mu memimpin pasukan gabungan nya, dengan pasukan Ling Tong, kembali lagi untuk menduduki Chang Ping, melalui jalan rahasia.


Begitu mereka muncul, mereka langsung di sambut oleh pasukan Qin, yang bersembunyi di rumah penduduk.


Pasukan tameng Qin, terus bergerak maju mengepung pasukan Li Mu dari segala penjuru.


Karena perisai itu sudah di modifikasi, meski jauh lebih berat, tapi sangat efektif menahan senjata rahasia.


Perisai itu terdiri dari baja, yang di buat dua lapis, sehingga mampu menahan serangan timah panas, dari pasukan harimau hitam.


Pasukan Qin dengan berlindung di balik perisai yang rapat, mereka bisa terus bergerak maju memperpendek jarak .


Berusaha memaksa pertempuran jarak dekat, melihat kondisi tidak baik.


Li Mu memberi kode agar pasukan nya melemparkan bola bola sebesar bola pingpong keatas tanah.


Begitu bersentuhan dengan tanah.


"Boooom...!"


"Boooom...!"


"Boooom...!"


Asap tebal memenuhi area pertempuran.


Pasukan Qin terpaksa mundur menjauhi asap putih, yang membumbung, menutupi seluruh area pengepungan.


Saat asap hilang,.Li Mu dan pasukannya kembali menghilang dari kota tersebut.

__ADS_1


Guo Yun akhirnya memutuskan bertahan di kota Chang Ping, stok.makanan mereka di pasok dari Shangdang dan Ping Yang.


Sehingga Guo Yun berhasil mempertahankan kestabilan kota kosong Chang Ping.


Di mana kota ini adalah kota strategis terakhir ,yang menjadi pintu gerbang nya kota Handan.


Guo Yun mengirim burung merpati, ke Lu Bu Wei mengabarkan situasi yang sedang di hadapinya.


Sementara itu, Li Mu yang melihat tidak ada peluang merebut kota Chang Ping Kuan, yang sudah jatuh ketangan Guo Yun.


Dia terpaksa memimpin pasukan nya, untuk kembali ke pertahanan terakhir mereka yaitu kota Handan.


Kembalinya Li Mu setelah kehilangan kota Chang Ping Kuan.


Malah menuai pro dan kontra di dalam istana, tapi karena Li Mu mendapatkan dukungan dari rakyat kerajaan Zhao.


Raja Qian tidak bisa berbuat banyak, mau tidak mau dia masih menggunakan jasa Li Mu, sebagai panglima perangnya.


Rakyat sangat menyukai Li Mu, karena Li Mu meski kehilangan Chang Ping Kuan.


Tapi dia berhasil membawa pulang hampir 90% kekuatan pasukan nya.


Juga rakyat di Chang Ping Kuan, yang sudah terlebih dahulu, berhasil di evakuasi olehnya dari sana.


Semuanya berhasil sampai dengan selamat di ibukota Handan.


Mereka semua sangat berterimakasih kepada Li Mu.


Sehingga dia di anggap sebagai pahlawan, yang menyelamatkan seluruh rakyat Zhao.


Di tempat lain Lu Bu Wei, Bai Qi dan Liu Sa, yang menjaga ketat seluruh ruas jalan menuju Zhang Ping Kuan.


Akhirnya berhasil menyergap dan mengepung Gongsun Li dan Si Si.


Gongsun Li dan Si Si berjuang mati matian bersama pasukan harimau hitam, untuk menembus kepungan pasukan Qin.


Tapi mereka selalu gagal dan menemui jalan buntu .


Pasukan elite Qin, yang memiliki seragam anti senjata tajam, dan perisai anti senjata rahasia.


Sangat menyulitkan pasukan harimau hitam, dalam menghadapi mereka.


Meski mereka lebih unggul dalam hal ilmu bela diri, dan ilmu pengaturan pernafasan.


Tapi setelah berhasil membunuh cukup banyak pasukan pengepung, satu persatu personil harimau hitam mulai berguguran.


Tewas di bawah hujanan senjata tombak berkait pasukan Qin.


Gongsun Li dan Si Si tidak bisa berbuat banyak, karena mereka tertahan oleh Liu Sa, Bai Qi, dan Lu Bu Wei.

__ADS_1


__ADS_2