
Adik Yun jangan..! tunggu adik Yun..!"
teriak Gongsun Li.
Tapi Guo Yun sudah terlanjur pergi dari sana.
Dengan tubuh masih sedikit limbung, sambil memegangi kepalanya, yang masih terasa nyeri.
Gongsun Li berusaha mengejar kearah Ching Ke dan Guo Yun pergi tadi.
Guo Yun sebenarnya mendengar panggilan Gongsun Li, tapi dia memilih menutup telinga, pura pura tidak mendengarnya.
"Kakak Li maafkan aku, mungkin ini adalah satu satunya cara, agar kakak Li dan kakak ching bisa hidup berbahagia, tanpa terganggu oleh kehadiran ku.."
gumam Guo Yun sambil mempercepat larinya.
Saking cepatnya, sepasang kaki Guo Yun seperti tidak menyentuh tanah.
Inilah tehnik berjalan diatas rumput yang merupakan salah satu ilmu meringankan tubuh andalan Fan Li.
Dalam sekejap mata Guo Yun sudah berhasil menyusul Ching Ke.
Ching Ke yang merasa ada yang sedang mengikutinya dari belakang.
Dia segera menghentikan langkahnya, lalu dia membalikkan badannya untuk melihat siapa yang sedang datang menyusulnya.
Saat melihat Guo Yun lah yang sedang melayang ringan mengejarnya.
Ching Ke pun tersenyum dingin dan berkata,
"Kebetulan sekali kamu datang,.."
"Bagus,.. bila hari ini aku tidak mengajari mu, kamu akan kira aku mudah kamu tindas dan permalukan.."
Selesai berkata, tanpa banyak cakap dan memberi Guo Yun kesempatan berbicara.
Ching Ke langsung melesat kedepan, menyambut kedatangan Guo Yun, dengan melepaskan sarung pedang nya, yang langsung melesat bagaikan anak panah menyerang Guo Yun.
Guo Yun yang melihat hal itu, dia bersikap tenang, dengan melakukan gerakan berputar di udara, seperti sebuah baling baling.
Sarung pedang Ching Ke pun lewat di sisinya, menancap di sebatang pohon di belakangnya.
Sarung pedang itu melesak setengah nya menembus pohon di belakang Guo Yun.
Kekuatan sarung pedang itu cukup mengerikan, bila yang di tembus adalah tubuh Guo Yun.
Guo Yun pasti akan binasa, dalam satu gerak serangan saja.
Guo Yun sambil berputaran diudara, dia menyambar sebatang ranting pohon.
Dengan menggunakan ranting pohon itu sebagai senjata.
"Cringgg,.. Cranggg.. Cringgg,.. Cranggg..!"
Guo Yun berhasil menangkis serangan pedang Ching Ke, yang berubah menjadi 8 bayangan pedang, mengejar ke 8 titik di tubuh Guo Yun.
Dalam benturan pertama, Ching Ke sangat terkejut, dan benar benar tidak menyangka.
Guo Yun yang hanya mengandalkan sebatang ranting biasa, bukan hanya berhasil mematahkan serangan nya.
Tapi juga sekaligus berhasil membuat pedang ditangan Ching Ke tergetar hebat.
__ADS_1
Ching Ke buru buru melompat mundur menjauh, untuk melihat kondisi pedangnya.
Setelah memastikan pedangnya tidak apa-apa, Ching Ke juga mencoba melihat telapak tangan dan lengan bawahnya, yang sedikit gemetaran akibat pertemuan benturan tadi.
Akibat benturan tersebut telapak tangan Ching Ke, yang memegang gagang pedang mengalami lecet lecet.
Ini semua hanya membuktikan bahwa tenaga dalam Guo Yun, masih berada diatas dirinya.
Ching Ke setelah berhasil mengatur posisinya.
Dia sambil berteriak keras,..
"Hyaat..!"
Dia kembali memberikan serangan, yang mendatangkan angin pusaran pedang yang mengeluarkan suara menderu deru, mengepung pergerakan Guo Yun.
Dedaunan ikut berhamburan mengejar kearah Guo Yun.
Guo Yun tetap bersikap tenang menghadapi serangan Ching Ke, yang terlihat ganas tanpa ampun dan sangat mematikan.
Saat serangan Ching ke tiba mengancam Tubuh bagian depan Guo Yun.
Guo Yun bergerak sedikit menyelinap diantara bayangan pedang yang mengejarnya.
Dengan 72 langkah ajaibnya, semua menjadi mudah.
Tahu tahu ranting di tangannya telah bergerak cepat menusuk kearah leher Ching Ke.
Ching Ke terpaksa menghentikan pola serangannya tadi, dia merubah jurus pedangnya, untuk membabat ranting ditangan Guo Yun.
Sekaligus bergerak cepat menusuk kearah wajah Guo Yun dengan ujung pedangnya.
Di saat bersamaan Guo Yun juga menarik ranting ditangan nya, berganti sasaran dengan menusuk lengan Ching Ke, yang sedang menyerang wajahnya dengan pedang.
Gerakan cepat Guo Yun, membuat babatan pedang Ching Ke menemui tempat kosong, begitu pula dengan tusukan kearah wajah.
Dua kombinasi serangan yang jarang meleset, kini menghadapi Guo Yun.
Malah lengannya yang jadi terancam oleh ranting Guo Yun, bila dia terus memaksa mengincar wajah dan kepala Guo Yun.
Ching Ke akhirnya terpaksa menarik kembali pedangnya.
Lalu merubah arah serangannya menjadi gerakan menusuk kearah dada Guo Yun, dengan tusukan yang mendatangkan pusaran angin.
Tapi tusukan nya, lagi lagi menemui tempat kosong, karena Guo Yun sudah memiringkan tubuhnya.
Bergerak lewat di samping tubuh Ching ke, sambil menyabetkan ranting di tangannya sebanyak dua kali.
Pertama ke tengkuk, kedua ke pantat Ching Ke.
"Plakkk,..!
"Plakkk,..!
Sambil menghajar tengkuk Ching Ke sehingga tubuhnya membungkuk kesakitan kedepan, Guo Yun berkata,
"Ini untuk hukuman, tidak menjaganya dengan baik saat di perahu.."
Lalu giliran pantatnya yang kena hajar, saat tubuh Ching Ke sedang terbungkuk kearah depan.
Guo Yun kembali berkata,
__ADS_1
"Yang ini hukuman, kamu pergi begitu saja, tidak berusaha menolongnya.."
Ching Ke menggunakan kedua tangannya satu memegang tengkuk yang terasa perih, satu lagi memegang pantatnya yang juga terasa tidak panas pedih dan gatal.
Guo Yun tidak mengejar ataupun menyerang Ching Ke, dia hanya berdiri sambil tersenyum mengejek, mengedikkan kepalanya menantang Ching Ke.
"Kamu yang memaksa ku, bila mampus jangan menyesal..!"
teriak Ching Ke marah.
Kemudian dia mulai berputaran, menyerang Guo Yun dari delapan arah mata angin.
Dia mulai mengeluarkan jurus andalannya, Jurus pedang delapan arah mata angin.
Pedang Ching Ke berseliweran mendatangkan angin menderu deru menyerang dari delapan arah.
Tapi hasilnya bukan Guo Yun, yang berteriak kesakitan, sebaliknya Ching Ke lah yang kembali berteriak kesakitan.
"Arggghh...!"
Setiap Ching Ke berteriak Guo Yun akan menyebutkan dosanya.
"Yang ini untuk kamu yang tidak berperasaan, tidak datang menjenguk maupun menjemputnya di kota Xia.."
"Arghhhh,..!"
"Yang ini untuk kamu yang telah menuduhnya bukan bukan.."
"Arghhhh,..!"
"Yang ini untuk kamu yang telah menyakiti perasaannya.."
"Arghh..!"
"Yang ini untuk kamu yang telah membuatnya menangis.."
"Arggghh..!"
"Yang ini untuk kamu yang telah melukai kepalanya hingga berdarah.."
"Arggghh,..!"
"Yang ini untuk kamu yang dengan tega meninggalkan nya di saat kamu mencederai nya."
Teguran penutup ini, di tutup dengan tubuh Ching ke, yang melayang keluar dari arena pertempuran,
Jatuh terhempas keatas tanah dengan wajah bengkak merah biru, terkena tendangan putar dari tapak kaki Guo Yun.
"Adik Yun hentikan,..! apa kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan..!?"
"Kamu bisa di hukum berat atas semua ini..!"
teriak Gongsun Li yang baru saja tiba di lokasi dengan wajah panik.
Saat dia melihat pemandangan yang terjadi di depan mata nya.
"Kakak pertama maafkan adik Yun,.. ini semua salah ku..!"
"Kamu boleh timpa kan semua kemarahan mu pada ku..tapi tolong jangan laporkan hal ini..!"
ucap Gongsun Li berlari menghadang di depan Guo Yun, seolah olah induk ayam sedang melindungi anaknya.
__ADS_1