
"Salam hormat kami, semoga
Yang Mulia panjang umur dan sehat selalu..!"
Ucap seluruh pasukan penjaga dan komandannya memberikan sambutan.
"Bangunlah kalian semuanya..!"
ucap Guo Yun sambil berjalan dengan tergesa-gesa melewati mereka.
Setelah melewati pintu gerbang istana, saat memasuki halaman depan istana, terlihat Kasim Cao lah yang datang untuk menyambutnya.
Kasim Cao dan seluruh bawahan nya langsung menjatuhkan diri berlutut, menyambut kedatangan Guo Yun.
Guo Yun langsung memberi tanda dan berkata,
"Kalian semua bangunlah, tak perlu peradatan.."
"Kasim Cao tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi,? kenapa sepanjang jalan ku lihat ada perkabungan besar besaran."
tanya Guo Yun sambil terus melangkah memasuki istana nya.
Kasim Cao dengan cepat menjelaskan apa yang sudah terjadi di ibukota dalam kurun waktu satu bulan itu.
Mendengar penjelasan Kasim Cao, dengan wajah cemas bercampur sedih.
Guo Yun langsung mempercepat langkahnya dan berkata,
"Kasim Cao kamu tolong atur tempat tinggal sementara buat mereka bertiga.."
"Aku kedalam dulu.."
Guo Yun menoleh kearah Xiang Yu dan kedua pamannya,
"Kalian bertiga ikut saja dulu dengan dia, dia akan mengatur segala sesuatunya untuk kalian.."
"Aku ada urusan penting mau kedalam dulu.."
ucap Guo Yun terburu buru.
Setelah itu tanpa menunggu jawaban dari mereka, Guo Yun langsung melesat kedalam istana.
Langsung menuju kediaman Li Ba, saat tiba di sana.
Para pengawal penjaga sekaligus penyambut tamu yang datang melayat langsung berteriak,
"Yang Mulia Raja Guo Yun tiba...!!!"
Teriakkan mereka segera membuat semua orang di dalam kediaman Li Ba langsung berlutut menyambut kedatangan Guo Yun.
Guo Yun terpaksa sepanjang jalan terus meminta mereka semua untuk berdiri.
Hingga dia tiba di depan ruangan duka cita, tempat peti Jenazah kakek Huang dan meja sembahyang nya berada.
Guo Yun langsung di sambut penghormatan Li Ba dan keluarganya dengan cucuran air mata.
Guo Yun langsung buru buru maju ikut berlutut di hadapan Li Ba dan Sian Sian juga Li Mei Lan kecil.
__ADS_1
Mereka berempat berpelukan sambil menangis penuh haru.
"Adik Ba adik Sian Sian, kalian Tabahlah yang pergi tidak akan kembali."
"Kita hanya bisa merelakan dan mendoakannya, agar dia bisa pergi dengan tenang.."
ucap Guo Yun penuh haru, dan ikut merasa berduka.
Sesaat kemudian mereka berempat pun bersama sama masuk kedalam ruangan.
Guo Yun ikut untuk melihat dan memberi hormat ke kakek Huang, sebelum peti jenazahnya kemudian di tutup.
Guo Yun ikut mengenakan pakaian berkabung dan ikut bersujud di samping Li Ba dan Sian Sian.
Gongsun Li Si Si dan Min Min terlihat hadir di sana ikut berlutut di belakang Guo Yun.
Hanya putra putri Guo Yun yang tidak di bawa, Min Min sengaja melarang mereka ikut serta ketempat seperti ini.
Mereka bertiga diurus oleh datang dayang istana kepercayaan Min Min.
Guo Yun dan ketiga istrinya mengikuti hingga prosesi pemakaman selesai.
Setelah itu mereka berempat langsung berpamit dengan Li Ba dan Sian Sian.
Habis dari sana mereka langsung pergi mengunjungi Zhong San yang terlihat sangat bersedih dan berduka.
Melihat kedatangan Guo Yun dan keluarganya datang melayat, Zhong San hanya bisa memberi hormat dan tertunduk sedih.
"Zhong San kami harus tegar dan kuat menghadapi nya, biarkan mereka pergi dengan tenang..'
"Jangan terlalu bersedih, jaga kesehatan mu, agar mereka bisa pergi dengan tenang dan tidak berkhawatir dengan mu.."
Sekilas semua kejadian di istana dia juga sudah dengar dari Kasim Cao dan Gongsun Li tadi sebelum mereka tiba di kediaman orang tua Zhong San.
Zhong San mengangguk pelan sambil menghapus airmatanya yang menitik, menanggapi nasehat dari junjungan nya.
Setelah duduk beberapa waktu menemani Zhong San yang sedang berduka.
Guo Yun dan ketiga istrinya langsung pergi kekediaman Zhang Yi.
Tapi setiba nya di sana, Guo Yun hanya di sambut oleh kepala pelayan Zhang Yi, paman Liu.
"Maaf yang mulia, tuan besar kini sudah tidak tinggal di sini.."
"Kini beliau pindah, ikut tinggal di tempat Putranya Jendral Zhang Yun.."
ucap Paman Liu menjelaskan.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Terimakasih paman Liu atas informasinya, kalau begitu kami sekarang juga akan pergi mengunjunginya di kediaman Zhang Yun."
Setelah saling memberi hormat, Guo Yun dan ketiga istrinya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman Zhang Yun.
Zhang Yun saat menerima laporan dari anak buahnya, tentang kedatangan Guo Yun.
Dia buru buru keluar dari rumahnya, bersama istrinya Zhang Yun memberikan penghormatan ke Guo Yun.
__ADS_1
"Kalian berdua bangunlah tak perlu peradatan.."
"Aku datang untuk melihat keadaan ayah kalian.."
"Di mana beliau saat ini, bagaimana keadaannya..?"
ucap Guo Yun cemas dan prihatin.
Zhang Yun dan istrinya bangkit berdiri, lalu berkata.
"Ayo Yang Mulia silahkan masuk kedalam.."
"Mari saya antar menemui ayah.."
"Kondisi ayah akhir akhir ini sangat tidak bagus.."
"Dari hari kehati dia terlihat semakin tidak bersemangat."
ucap Zhang Yun mencoba menjelaskan keadaan ayahnya ke Guo Yun.
Guo Yun hanya bisa menanggapi cerita Zhang Yun dengan gelengan kepala dan berulang kali menghela nafas panjang.
Sambil bercerita mereka terus melangkah hingga akhirnya tiba di taman samping kamar Zhang Yi.
Di sana Guo Yun melihat Zhang Yi yang dulunya gagah dan penuh semangat.
Kini terlihat hanya seperti seorang kakek tua yang menyedihkan, kurus ringkih dan lemah.
Tidak ada lagi terlihat sedikitpun kegagahan masa lalu bawahannya tersebut.
Zhang Yun dan istrinya hanya mengantarkan sampai di sana.
Selanjutnya mereka langsung kembali ke ruang tamu, bersama Gongsun Li Si Si dan Min Min.
Mereka memberikan Guo Yun kebebasan untuk berbicara berdua dengan Zhang Yi.
Zhang Yi yang sedang duduk termenung sambil memegang kain bedong bekas putranya, dan pakaian bekas Siao Tie.
Dia yang sedang duduk melamun disana, begitu melihat kedatangan Guo Yun.
Zhang Yi buru buru menyimpan kedua barang kenangan nya itu.
Lalu dia segera menjatuhkan diri berlutut di depan Guo Yun dan berkata,
"Salam hormat Yang Mulia, semoga yang mulia panjang umur dan sehat selalu.."
"Maaf hamba terlalu asyik sendiri, sehingga terlambat menyambut kedatangan Yang Mulia.."
ucap Zhang Yi sambil bersujud di hadapan Guo Yun.
"Kakak tak perlu seperti ini, aku sudah mendengar semuanya.."
"Ayo bangunlah,.. mati kita duduk dan mengobrol bersama.."
"Sudah lama juga kita tidak sempat punya waktu untuk mengobrol seperti saat ini.."
"Semua ini salah ku, akulah yang tidak mampu memenuhi janji ku, membawa kalian semua yang percaya dengan ku, menuju kehidupan yang lebih baik.."
__ADS_1
ucap Guo Yun sambil memegang kedua lengan Zhang Yi dan menatap nya dengan penuh penyesalan.