
"Trangggg..! Trangggg..!"
"Trangggg..! Trangggg..!"
"Trangggg..! Trangggg..!"
"Trangggg..! Trangggg..!"
Terdengar suara benturan pedang berulang kali di udara, saat Liu Qin Lung memutar pedangnya buat melindungi diri.
Serangan pedang keempat orang itu begitu cepat, hingga berubah menjadi seperti sinar kilat yang menyambar nyambar kearah Liu Qin Lung.
Tapi Liu Qin Lung meski terlihat sangat kerepotan menghadapi serangan mereka.
Hingga hanya bisa main mundur dan bertahan tapi dia tetap bersikap tenang.
Seperti seekor elang yang terbang kesana kemari sedang menunggu kesempatan.
Suatu ketika kesempatan itu tiba, saat dua dari keempat orang itu mengejar kearah Liu Qin Lung.
Pedang mereka bekerjasama saling silang seperti ingin menggunting leher Liu Qin Lung.
Sedangkan dua yang lain satu datang mengincar perut dengan pedang nya, sedangkan yang terakhir datang memapas kaki.
Semua terlihat seperti datang bersamaan saking cepatnya pergerakan mereka.
Padahal aslinya 4 serangan itu tetap ada sedikit selisih jedanya, bila di lakukan dalam gerak lambat
Liu Qin Lung yang memiliki daya pandang tajam melihat peluang itu.
Jadi dia dengan tenang mengatasinya satu persatu.
Serangan menggunting keleher, dia hindari dengan menarik kepalanya kebelakang.
Baru kemudian dia, menghindar kesamping, sekaligus kakinya menendang pedang yang datang menebas kakinya.
"Tranggg...!"
Setelah berhasil menendang pedang yang menebas kaki melenceng kesamping.
Liu Qin Lung melepaskan pedangnya berputar putar menyerang keempat orang lawannya.
Di saat mereka sibuk menangkis dan menghindar, dengan teriakan keras Liu Qin Lung membentak,
"Rebah..!!"
Sepasang telapak tangannya yang mengeluarkan cahaya hijau dan suara mengelegar.
Bergerak cepat menembus pertahanan bagian dada, dua diantara 4 orang penyerangnya.
"Bukkk..!"
"Bukkk..!"
Dua orang berpakaian putih yang mengepung Liu Qin Lung terpental kebelakang jatuh terbanting keatas tanah.
"Brukkkk..!'
"Brukkkk..!'
Mereka berdua terbanting keras diatas tanah, hingga pedang ditangan mereka terlepas dari pegangan tangan mereka.
Mereka mencoba untuk bangun, tapi mereka berdua gagal untuk bangkit sekedar duduk.
Mereka kembali terkapar dan memuntahkan darah segar cukup banyak dari mulut mereka.
Wajah mereka pucat pasi, sedangkan tangan kanan mereka di gunakan untuk menekan dada mereka masing masing, yang terasa sesak dan nyeri luar biasa hingga terlihat kesulitan bernafas.
__ADS_1
Meng Da dan Meng Li yang melihat kondisi yang terjadi di depan kemah.
Mereka berdua segera bersiul keras dengan menempelkan kedua jari di ujung bibir mereka.
Seketika muncul 4 orang berpakaian putih lain di sana, keempat orang itu adalah pengawal nya Meng Da dan Meng Li.
Begitu tiba keempat orang itu langsung bergabung dengan sisa dua orang baju putih yang masih bugar.
Mereka melanjutkan pengepungan 1 lawan enam.
Kini Liu Qin Lung tampak semakin terdesak, meski pedang sudah kembali ke tangannya.
Dia memutar pedang seperti titiran menangkis hujan serangan yang datang.
Tangan kiri juga mengimbangi dengan pukulan cahaya hijau yang dahsyat dan mengelegar setiap dilepaskan.
Dia tetap terlihat terdesak oleh kelincahan dan kecepatan permainan pedang ke 6 orang itu yang bisa bekerjasama dengan kompak.
Menyerang dan bertahan secara bersamaan, bagaimana di pentalkan, mereka tetap akan kembali, untuk melakukan serangan balasan dengan kekuatan 2 hingga 3 kali lipat jauh lebih dahsyat.
"Trangggg..!"
Trangggg..!"
Trangggg..!"
Trangggg..!"
Bunyi benturan senjata masih terus terdengar, di beberapa bagian tubuh Liu Qin Lung mulai terluka.
Darah mulai merembes membasahi pakaian nya.
"Trangggg...!!!"
Pedang beradu keras, 1 menahan enam pedang yang terus menekannya.
Pedang di tangan Liu Qin Lung sampai melengkung dan bergetar hebat, menahan tekanan dari ke 6 lawannya.
Pedang Liu Qin Lung mulai mengalami keretakan, hingga akhirnya patah menjadi beberapa potong.
"Trangggg...!"
Mengeluarkan suara nyaring, begitu pedang nya patah, Liu Qin Lung justru memanfaatkan situasi itu.
Mendorongkan sepasang telapak tangan nya yang mengeluarkan cahaya hijau menyerang ke 6 lawannya.
"Cuiiitt..!" Cuiiitt..!" Cuiiitt..!"
"Cuiiitt..!" Cuiiitt..!" Cuiiitt..!"
Patahan pedang dengan cepat melesat menerjang ke 6 orang pengepungnya.
"Ahhh..!"
teriak ke 6 pengepung kompak, sambil melempar tubun mereka kebelakang, dan memutar pedang mereka seperti titiran melindungi bagian tubuh mereka, yang di serang patahan pedang.
Liu Qin Lung sendiri setelah memukul mundur ke 6 pengepungnya dengan cepat dia sudah mengeluarkan senjata tombaknya.
Liu Qin Lung kini mencoba mempertahankan diri dengan putaran tombak, yang merupakan senjata andalan nya, saat berada di Medan perang.
Sudah tak terhitung nyawa yang hilang selama belasan tahun ini, saat berhadapan dengan ilmu tombak Liu Qin Lung yang jarang ada tandingannya.
Saat Liu Qin Lung memutar tombak nya dengan garang mengelilingi seluruh tubuhnya, Suara angin tombak yang bergulung-gulung memenuhi seluruh tempat itu.
"Wunggg..!" "Wunggg..!"
"Wunggg..!" "Wunggg..!"
__ADS_1
"Wunggg..!" "Wunggg..!"
Ke enam orang itu kembali bergerak secepat kilat kembali mengepung Liu Qin Lung dari enam jurusan.
Setelah mereka masing masing berhasil lolos dari kejaran patahan pedang Liu Qin Lung.
"Sringggg..!" "Sringggg..!"
Sringggg..!" "Sringggg..!"
Sringggg..!" "Sringggg..!"
Enam pedang berubah menjadi 6 cahaya berkilauan mencoba menembus putaran tombak Liu Qin Lung yang melindungi seluruh tubuhnya.
"Trangggg..!" Trangggg..!"
Trangggg..!" Trangggg..!"
Trangggg..!" Trangggg..!"
Keenam orang itu pedang nya terpental mundur oleh tangkisan tombak Liu Qin Lung yang seperti badai mengamuk.
Menggulung lalu mementalkan apapun yang coba mendekatinya.
"Wungggg..!"
Tombak di tangan Liu Qin Lung di putar putar untuk melakukan serangan balasan, dengan ujung mata tombak, yang berubah menjadi ratusan mata tombak mengincar ke 6 orang pengepungnya.
"Trangggg..!" Trangggg..!"
Trangggg..!" Trangggg..!"
Trangggg..!" Trangggg..!"
Kembali terjadi benturan pedang dan mata tombak di udara.
Dengan kesudahan 2 diantara 4 pengepung terpental terkena pukulan tombak yang mematahkan pedang lalu menghantam dada mereka dengan keras.
"Brukkkk..!"
"Brurrr..!"
"Brukkkk..!"
"Brurrr..!"
Tubuh mereka berdua terbanting keras diatas tanah, mulut mereka menyemburkan darah segar yang cukup banyak.
Mereka langsung tergeletak pingsan di tempat, dengan tangan masih menggenggam potongan pedang yang tinggal gagangnya saja.
Melihat 4 orang rekan mereka telah tergeletak terluka parah oleh Liu Qin Lung.
Sisa keempat orang lain yang berbaju putih, terlihat agak ragu untuk maju menyerang Liu Qin Lung.
Mereka hanya menunjuk pedang kearah Liu Qin Lung sambil melakukan gerakan memutari Liu Qin Lung searah jarum jam.
Sambil mencari peluang untuk kembali melancarkan serangan mereka.
Liu Qin Lung sendiri berdiri gagah di tengah lapangan, bersiaga dengan tombak menghadap kedepan, kaki kanan sedikit fi tekuk kebawah, kaki kiri ditarik lurus kebelakang sebagai penyangga kedudukan kuda kudanya yang kokoh kuat.
Angin yang berhembus mengibar ngibarkan pakaian dan rambut Liu Qin Lung membuat dia terlihat semakin gagah.
Meng Yu yang melihat situasi ini, segera memberi kode kearah Meng Da dan Meng Li agar masuk kedalam kemah.
Kedua orang itu mengangguk mengerti, mereka segera masuk kedalam kemah.
Tak lama kemudian mereka menyeret Liu Lau Puo keluar dari dalam kemah.
__ADS_1
"Bangsat marga Liu, bila kamu masih melawan, kamu boleh bersiap menerima jasad ayah mu..!!"
Bentak Meng Da kesal.