
Pangeran Ji Ao menuang arak wangi buat ketiga orang yang duduk di hadapannya, dan berkata,
"Mari kita bersulang dulu, untuk suasana yang berbahagia ini.."
"Setelah itu, kita baru masuk ke topik utama.."
ucap pangeran Ji Ao.
Semuanya mengangkat gelas bersulang dengan gembira.
Setelah menghabiskan isi cawan dan meletakkan nya di atas meja.
Dengan gayanya yang tenang, Ji Ao berkata,
"Begini teman ku Raja An, terus terang saja kehadiran kami kemari menolong mu.."
"Ini semua sudah terencana, tujuan nya jelas.."
"Kami kemari ingin membantu mu lepas dari pengaruh di bawah tekanan Chu.."
"Seperti yang kamu tahu, negara Lu yaitu negara ku telah tiada.."
"Kami kini numpang di tempat Qin, Qin mengutus kami kemari, bertujuan membebaskan Han, Song dan Lu dari pengaruh Chu dan Qi.."
"Kemudian kita semua bisa bergabung dengan Qin melenyapkan Chu, si biang pokok masalah.."
ucap Pangeran Ji Ao pelan.
"Sebentar,.. maaf ya paman Ji, aku memotongnya.."
ucap pangeran An Hui sambil menatap tajam kearah Ji Ao.
Kemudian dia berkata,
"Sebelumnya aku mohon maaf, aku mau bertanya ke paman sedikit.."
Pangeran Ji Ao sambil tersenyum sabar mengangguk dan berkata,
"Silahkan pangeran An, tanyakan saja, aku akan mencoba menjawabnya semampuku.."
Pangeran An menatap pangeran Ji Ao dan berkata dengan serius,
"Paman Ji, apakah tujuan kedatangan paman adalah mewakili Qin, untuk membujuk kami ikut bernaung di bawah kebesaran Qin.."
"Kelak di kemudian hari, kami akan menjadi bagian dari pendukung Qin untuk menjadi penguasa..?"
Pangeran Ji Ao menghela nafas panjang, lalu berkata dengan suara pelan.
"Bisa di katakan begitu, tapi sebenarnya juga tidak.."
"Apa maksud paman Ji, tolong jelaskan lebih detil, keponakan kurang mengerti.."
ucap Pangeran An Hui sambil menatap kearah Ji Ao dengan penuh tanda tanya.
Pangeran Ji Ao, menatap semua yang hadir secara bergantian,
Lalu dia berkata,
"Begini Raja An dan Pangeran An, secara formal di atas kertas, aku katakan Ya,"
"Tujuan ku di utus Qin kemari bersama saudara Yun dan pasukan harimau hitam nya.."
__ADS_1
"Dari awal memang di maksudkan untuk itu, sekaligus memancing Chu bergerak kemari dengan pasukan besarnya.."
"Sehingga di saat Xiang Yan dan pasukan besarnya sedang bertempur di sini.."
"Qin bisa bergerak menyerang nya dari belakang, sekaligus menahlukkan ibukota nya."
"Tapi itu adalah harapan dari Qin.."
"Tapi harapan aku dan Saudara Guo Yun pribadi berbeda, harapan kami adalah.."
"Setelah kita dan Qin menahlukkan Chu, kami ingin membantu Han Song Lu bangkit kembali berdiri sendiri, tidak di bawah tekanan siapapun.."
"Menjalankan negara sendiri, seperti sedia kala dalam kedamaian."
"Siapapun yang akan menganggu kita, kita akan beraliansi melawannya."
"Kita akan membentuk suatu kekuatan tandingan, yang membuat Qin Wei Zhao Yan Qi tidak berani sembarangan mengusik kita.."
"Itulah tujuan pribadi ku dan saudara Yun .."
"Tapi ini adalah rahasia di antara kita, tidak boleh sampai di ketahui oleh Qin.."
"Bila tidak, dia pasti akan mencari cara melenyapkan kita.."
ucap Ji Ao dengan serius.
Pangeran An menatap ayahnya dan menganggukkan kepalanya.
Raja An Wi pun mengulurkan tangannya untuk menyalami Guo Yun dan pangeran Ji Ao.
"Baiklah aku setuju dengan usulan kalian, mari kita beraliansi, senang susah kita pikul bersama..'
"Kita akan ikuti pengaturan kalian, kami percaya pada anda berdua.."
Pangeran Ji Ao Guo Yun raja An Wi dan pangeran An Hui, mereka sambil tertawa saling berjabat tangan dengan akrab.
Setelah mereka kembali bersulang dan menghabiskan isi cawan.
Pangeran An Hui pun berkata,
"Lalu selanjutnya, apa yang harus kami lakukan.."
Pangeran Ji Ao mengeluarkan selembar surat perjanjian dan berkata,
"Seperti yang aku lakukan di sini, kalian harus ikut tanda tangan di sini, mengakui kedaulatan Qin atas kita.."
"Seterusnya, kalian boleh bebas memperbaiki kekuatan dan kehidupan kerajaan kalian, agar bisa kembali seperti sebelumnya.."
"Bila Chu datang, kita akan hadapi bersama, Qin akan membantu kita menghadapi nya.."
"Bila masalah dengan Chu selesai, kita sudah kuat, maka persetan dengan perjanjian ini.."
"Bila bisa menarik Wei dan Zhao kedalam aliansi kita, itu tentu akan semakin baik.."
ucap pangeran Ji Ao mengemukakan pendapat nya.
Tanpa berpikir panjang, Raja An Wi dan pangeran An, langsung membubuhkan tanda tangan mereka di surat perjanjian tersebut.
Setelah itu pangeran An pun berkata,
"Selanjutnya apa rencana paman Ji dan saudara Yun ?"
__ADS_1
"Hari ini juga, kami akan berangkat menuju ibukota Song di Shang Qiu."
"Sama seperti di sini, kami harus secepatnya membantu keluarga terakhir Raja Huan, untuk bisa menggantikan posisi nya.."
"Membangkitkan kembali kerajaan Song seperti semula.."
ucap pangeran Ji Ao menjelaskan.
Pangeran An Hui mengangguk dan berkata,
"Paman Ji benar, semua harus seba cepat."
"Aku juga agak khawatir sebelum paman Ji menyelesaikan misi menggalang kekuatan aliansi, kita sudah di serang oleh Chu.."
"Pangeran tak perlu khawatir soal itu, Xiang Yan sangat cerdik, dia tidak bakal mengorbankan hal besar untuk hal kecil.."
"Menahlukkan daerah Xin Cheng baginya adalah hal kecil, bila demi Xin Cheng.
Dia harus kehilangan Shoucun itu baru adalah hal besar."
ucap Guo Yun yang akhirnya angkat bicara.
"Bila mereka ada pergerakan, pangeran segera utus orang kabari kami.."
"Aku pasti akan kembali kemari membantu pangeran menahannya.."
"Pangeran tidak akan sendiri, itulah tujuan aliansi kita.."
ucap Guo Yun mantap penuh keyakinan.
Pangeran An menangkap ketulusan dan kejujuran dalam ucapan Guo Yun.
Dengan setulus hati, dia membantu mengisi cawan Guo Yun dan berkata,
"Saudara Yun, di sini aku hanya bisa bersulang, dan mengucapkan rasa terimakasih ku, yang sebesar besarnya kepada saudara Yun.."
"Aku An Hui di sini bersumpah, kelak apapun yang terjadi, bila suatu hari saudara Yun memerlukan kami.."
"Negara Han selama nya, akan selalu berdiri di sisi saudara Yun.."
Guo Yun tersenyum menerima sulangan pangeran An Hui dan berkata,
"Terimakasih atas penghargaan pangeran ke hamba, Guo Yun juga tidak akan melupakan persahabatan hari ini sampai kapanpun juga.."
Selesai berkata, Guo Yun dan pangeran An Hui secara bersamaan menghabiskan isi cawan mereka.
Lalu mereka berdua saling berjabat tangan dan tertawa gembira.
Pangeran Ji Ao dan Raja An Wi sama sama ikut mengangguk gembira.
Sesaat kemudian pangeran Ji Ao berkata,
"Raja An,.. Pangeran An.. kurasa kami harus berangkat sekarang hari sudah tidak pagi.."
"Kami pamit permisi dulu.."
ucap Pangeran Ji sambil memberi hormat kepada ayah dan anak itu.
Guo Yun juga mengikutinya.
Raja An dan Pangeran An membalas penghormatan itu dan berkata,
__ADS_1
"Selamat jalan, semoga semua berjalan lancar sesuai harapan.."
Setelah saling memberi hormat, pangeran Ji Ao dan Guo Yun pun meninggalkan penginapan tersebut.