LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SIAN SIAN DI TUKAR LI KUI


__ADS_3

Begitu melihat kondisi orang orang hitam yang terkena sambaran anak panahnya sendiri.


Li Kui menjadi kaget, dia buru-buru mempercepat gerak putaran goloknya.


Sambil berusaha mundur untuk menjaga jarak dari para pemanah.


Karena terlalu fokus kedepan.


Li Kui yang terus bergerak mundur, tidak menyadari dirinya malah sedang menghampiri dua pondok reyot, yang sangat di hormat dan di takuti oleh orang orang suku primitif itu.


Li Kui merasa lega saat anak panah tidak lagi ditembakkan kearahnya.


Tapi baru dia ingin bernafas lega, tiba tiba sebuah tangan kurus ceking pucat seperti mayat.


Menjulur keluar dari dalam pondok, tangan itu bergerak mencengkram tengkuk leher Li Kui.


Li Kui hanya sempat mengeluh kecil, sebelum dirinya kehilangan kesadaran, lalu tubuhnya di tarik masuk kedalam pondok reyot oleh tangan itu.


Jarak Li Kui dari pintu pondok reyot, yang di batasi undakan tangga sebenarnya masih ada sekitar 3 meteran.


Adalah mustahil seseorang bisa menjangkaunya dari jarak segitu jauh.


Tapi kenyataannya memang seperti itu, tangan kurus ceking itu, justru bisa memanjang dari dalam pondok, hingga ketempat Li Kui berada, dan menyeretnya masuk kedalam.


Guo Yun yang masih sibuk menghadapi hujan anak panah, belum menyadari kejadian yang menimpa Li Kui.


Baru saat salah satu anak panah yang dia pentalkan, tepat menembus leher pimpinan kepala suku, bertopi bulu burung itu.


Sehingga kepala suku itu roboh terjengkang kebelakang dan meregang nyawanya.


Para pengepungnya menjadi ketakutan dan panik, mereka pada melemparkan senjata, lalu melarikan diri berserabutan.


Guo Yun baru punya waktu untuk memperhatikan sekitarnya, di sana dia hanya melihat Sian er, yang terikat kaki tangan dan mulutnya.


Di situ Guo Yun baru menyadari, Li Kui hilang tidak tahu kemana.


Guo Yun buru buru melepaskan ikatan mulut Sian Sian dan berkata,


"Sian er apa kamu ada lihat Li Kui ?"


Sian Sian setelah ikatan mulut dan tangannya di lepas oleh Guo Yun, dengan wajah ngeri, dia menunjuk kearah pondok reyot sebelah kiri.


"Di sana,.. kakak Kui di tarik kedalam sana,.. oleh...oleh.. tangan yang bisa,.. memanjang.."


ucap Sian Sian terbata bata ketakutan.


"Ayo kita lihat kesana.."


ucap Guo Yun sambil menyelesaikan membuka ikatan kaki Sian Sian.


Sian Sian dengan wajah takut takut, mengintil di belakang Guo Yun.

__ADS_1


Di satu sisi maju takut, di sisi lain dia juga trauma di tinggal, sempat sedikit saja Guo Yun dan Li Kui datang terlambat, entah jadi apa nasibnya, di tangan para penculiknya itu.


Guo Yun melangkah mendekati pondok reyot itu dengan hati hati, seluruh tubuhnya di kelilingi oleh tenaga sakti 9 langit.


tangan kanan bersiaga dengan pedang walet emas, tangan kiri bersiaga dengan cakar 9 naga langit.


Baru memasuki undakan tangga kedua, terlihat dua tangan membentuk cakar, menjulur keluar dari dalam pondok.


Satu mencengkram ke wajah satu lagi keleher.


Dengan sigap Guo Yun menangkis cakar kearah wajah dengan pedangnya, dan menangkis cakar yang terarah keleher dengan cakar 9 naga langit.


"Trangggg,..!"


"Duakkk,..!"


Guo Yun terpental mundur kebelakang, dengan tubuh terhuyung-huyung, langkah kakinya tidak beraturan.


Sepasang tangannya terasa kesemutan mati rasa, sedangkan cakarnya terasa ngilu.


Telapak tangannya yang memegang gagang pedang juga terasa perih.


Dari pertemuan tenaga tersebut, Guo Yun menebak, tokoh di dalam sana minimal setingkat dengan gurunya dalam hal tenaga sakti.


Atau bahkan termasuk legenda yang telah mencapai tahapan manusia surga.


Tapi hal ini sulit di pastikan, karena dia sendiri belum sampai ke tahapan itu.


Tubuhnya begitu kurus dan ringkih, agak sedikit bungkuk, wajahnya juga sangat pucat mirip mayat hidup.


Kakek itu terlihat begitu kurus jangkung, dan ringkih, seolah-olah asal ada angin sedikit saja, tentu dia akan rebah.


Sedikit berbanding terbalik dengan fisiknya, sepasang matanya justru mengeluarkan sinar mencorong menakutkan.


Hal ini jelas menunjukkan bahwa kakek yang terlihat ringkih itu, bukanlah orang sembarangan.


Kakek itu tidak berkata apapun, dia hanya terus menatap kearah Guo Yun dengan tatapan tajam.


Guo Yun maju memberi hormat dan berkata,


"Maaf bila kedatangan kami, telah mengganggu ketenangan hidup senior."


"Mohon Sudi kiranya senior melepaskan teman ku, yang telah senior tahan.."


"Kalian berdua pergilah dari sini segera, sebelum terlambat."


"Cucu ku menyukai teman kalian, kalian lupakan saja dia.."


ucap kakek itu yang suaranya bisa jelas terdengar oleh mereka.


Tapi mulut kakek itu justru tertutup rapat, tidak terlihat bibirnya bergerak sedikitpun

__ADS_1


Guo Yun pernah dengar dari guru Zhuangzi, orang yang bisa berbicara dengan cara seperti itu.


Biasanya memiliki tenaga dalam di atas 3000 lingkaran, itu adalah termasuk ilmu langka yang hanya di temui dalam legenda saja.


Kini Guo Yun semakin yakin, kakek kurus di hadapannya, adalah seorang legenda hidup, yang sudah mencapai tahap manusia surgawi.


Guo Yun dalam waktu singkat, dia sudah tahu harus mengambil keputusan seperti apa.


Dia sudah dengar penjelasan kakek itu, cucunya menyukai Li Kui.


Ini arti nya nyawa Li Kui tidak akan terancam, untuk sementara waktu ini.


Kemampuan nya bukan tandingan kakek ini, bila memaksakan diri, dia dan Sian Sian akan mati konyol di sini.


Bila kakek itu kesal, bahkan Li Kui bisa terseret dalam bahaya.


Di situ ada dua pondok, baru kakek ini saja, kemampuannya sudah begitu mengerikan.


Bila di tambah yang lainnya, biar dia punya 10 nyawa, juga tidak bakal bisa selamat, bila nekad ribut dengan senior seperti mereka.


Dengan segala pertimbangan matang, Guo Yun menjura memberi hormat dan berkata,


"Baiklah senior, kalau begitu kami permisi dulu."


Guo Yun lalu buru buru menarik tangan Sian Sian, meninggalkan tempat itu.


Saat dalam perjalanan menuruni puncak gunung, Sian Sian yang sedari tadi diam akhirnya buka suara.


"Kakak Yun, mengapa kakak tidak mencoba menolong kakak Kui.?"


tanya Sian Sian sambil menoleh kearah Guo Yun.


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku juga ingin, tapi hanya mengandalkan ingin dan tekad saja, itu tidak cukup.."


"Kekuatan ku masih terlalu jauh di bandingkan dengan kakek itu, bahkan guru Zhuangzi sendiri, mungkin masih bukan tandingannya kakek itu ."


"Lagipula Li Kui nyawanya tidak akan terancam, karena cucu kakek itu menyukainya..'


ucap Guo Yun menjelaskan alasannya.


Sian Sian tidak berkata apa apa, meski hati kecilnya kurang puas.


Tapi mereka memang tidak bisa apa-apa, selain menerima kenyataan yang ada.


"Sian er, supaya lebih cepat dan aman naiklah ke punggung kakak.."


ucap Guo Yun sambil mengambil posisi setengah berjongkok memunggungi Sian Sian.


Tanpa banyak membantah, Sian Sian langsung melompat ke atas punggung Guo Yun.

__ADS_1


__ADS_2