LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BERTANYA JALAN


__ADS_3

"Apa tidak ada cara lain selain melewati jalan ini ?"


"Seperti jalan kecil lainnya atau apa saja, yang terkadang tidak terlihat di peta..?"


"Hanya di ketahui oleh penduduk sekitar sana.."


tanya Gongsun Li mencoba membantu mencari solusi.


Si Si berpikir sejenak dan berkata,


"Kalau itu, kita baru akan tahu bila sudah tiba di sana.."


"Kita tidak punya waktu mengirim mata mata untuk mencari informasi lagi.."


"Bila tiba di sana, ternyata tidak ada jalan alternatif, ya terpaksa kita harus menembusnya.."


"Apapun itu resikonya.."


"Saran ku, untuk memperkecil kerugian, sebaiknya kita bawa pasukan berkuda yang jumlahnya tidak usah terlalu banyak.."


"Untuk menghindari kerugian besar bila terjebak."


ucap Si Si berpendapat.


"Tapi membawa pasukan dalam jumlah kecil, kita bisa bantu apa nanti di Shoucun..?"


tanya Gongsun Li ragu.


Si Si tersenyum dan berkata,


"Kakak pernah dengar kata, tangkap penjahat harus tangkap rajanya, tangkap ular harus tangkap kepala nya.."


"Dengan pasukan kecil, kita justru lebih leluasa bergerak, kita di gelap, musuh di terang.."


"Kehadiran kita tidak mereka sadari, kita bisa bergerak cepat, di saat mereka kurang waspada, kita langsung tangkap pimpinan nya.."


"Maka keseluruhan cerita mungkin bisa berubah.."


ucap Si Si menjelaskan dengan optimis.


Gongsun Li yang tadinya terlihat kusut pikirannya, kini mulai bisa sedikit tersenyum dan berkata,


"Terimakasih adik Si Si, kalau begitu kita jangan menunda nya lagi.."


"Kamu pergilah bersiap siap, aku ingin menyiapkan 1000 personil pasukan berkuda untuk ikut dengan kita.."


"Kita tidak punya banyak waktu lagi.."


ucap Gongsun Li cepat sambil melangkah meninggalkan kemahnya.


Si Si menyusulnya dan berkata,


"Baik kak, Si Si akan segera bersiap siap, Si Si juga akan bawa pasukan wanita ku untuk ikut serta.."


Gongsun Li mengangguk, dua tidak masalah, karena pasukan wanita Si Si paling banyak mungkin hanya 500 orang, tapi mereka rata rata sangat ahli memainkan senjata rahasia mematikan.

__ADS_1


"Ehh Si Si tunggu sebentar..!"


panggil Gongsun Li tiba-tiba.


Si Si yang hampir beranjak pergi, terpaksa menahan langkahnya, dia menoleh kearah Gongsun Li dengan heran dan berkata,


"Ya kak ada apa..?"


"Apa ada hal lain yang terlewatkan..?"


tanya Si Si heran.


"Ini,.. tadi aku dapat pesan merpati cepat belum sempat ku baca.."


"Kebetulan kamu di sini, sebaiknya kita lihat sana sama ada informasi apa.."


ucap Gongsun Li sambil mengeluarkan gulungan kertas dalam genggaman tangannya.


Si Si mendekat, lalu ikut membaca bersama Gongsun Li.


Begitu membaca isi surat yang di kirimkan oleh Zhang Liang.


Wajah Gongsun Li dan Si Si langsung berubah, mereka berdua saling tatap sejenak.


Wajah mereka berdua jelas terlihat panik.


"Kak coba biar saya baca sekali lagi.."


ucap Si Si cepat.


Gongsun Li dengan wajah Ling Lung memberikan saja surat ditangannya ke Si Si.


"Kak Guiji memang telah jatuh, tapi itu nanti biar Yun ke ke kembali baru kita urus.."


"Yang jelas saat ini Min Min dan anak anak selamat, kemungkinan mereka menunggu di rumah pengasingannya, di dalam hutan selatan sana.."


"Aku rasa di sana cukup aman, ada Zhong San, Zhang Liang dan Han Xin, yang menemani."


"Aku rasa semua masih relatif aman dan terkendali.."


"Lebih baik kita fokus Shoucun saja, hal lain kita urus belakangan saja."


ucap Si Si mencoba bersikap tenang, agar mereka tidak kehilangan ketenangan dan salah arah.


Gongsun Li mengangguk pelan dan berkata,


"Kamu benar, mari kita bersiap siap, kita hancurkan dulu Meng Yu dan pasukannya yang kini pasti sedang bergerak menuju Shoucun."


"Setelah selesai, baru kita urus ayah dan anak marga Wang itu.."


ucap Gongsun Li geram.


Selesai berkata, dia dan Si Si pun bergegas meninggalkan tempat itu, mereka berdua berpisah jalan pergi urus urusan masing masing.


Saat berkumpul kembali, mereka berdua dengan masing masing pasukan berkuda mereka, segera bergerak meninggalkan perkemahan di mulut Xiao Yao Ya.

__ADS_1


Mereka bergerak cepat kearah timur langsung menuju Shoucun, mereka melewati begitu saja kota Dan Yang tanpa mampir lagi.


Seluruh pertahanan di Dan Yang dan Xiao Yao Ya, Gongsun Li sudah titipkan dan percaya kan ke Zhang Yun.


Gongsun Li yakin Zhang Yun pasti bisa jalankan amanat itu dengan baik.


Setelah beberapa hari menempuh perjalanan tanpa kenal lelah, akhirnya rombongan yang tidak terlalu besar itu memasuki sebuah desa kecil yang terletak tidak jauh dari wilayah Lembah merak api.


"Kakak kita beristirahat saja di dekat desa ini, barang satu dua hari, sambil mencari informasi tentang jalan tikus, menuju Shoucun.."


ucap Si Si mengingatkan Gongsun Li, yang terlihat sudah sangat sangat tidak sabar.


Gongsun Li mengangguk dan berkata,


"Baiklah, sebaiknya kami berkemah di luar desa saja, agar tidak menakuti mereka.."


"Kamu bawa beberapa orang saja, menemani mu masuk kedalam desa mencari informasi.."


ucap Gongsun Li mencoba bersikap santai, agar suasana tidak terlalu tegang.


Si Si mengangguk, dua segera membawa beberapa personil pasukan wanitanya, menemani dia berjalan kaki memasuki desa terpencil itu.


Di mulut desa, mereka langsung di sambut dengan tatapan mata heran oleh penghuni desa tersebut.


Kaum pria menatap dengan penuh kagum, tapi mereka tidak berani macam macam dengan rombongan wanita cantik itu.


Karena mereka semua melihat Si Si dan rombongannya, hampir semuanya berpakaian militer dan membawa senjata tajam di pinggang masing masing.


Hal ini jelas menunjukkan bahwa rombongan wanita cantik ini tidak boleh di buat main main.


Sebaliknya penduduk wanita desa itu, terlihat agak sedikit kurang suka dengan kehadiran wanita wanita cantik itu, yang begitu tiba langsung merebut perhatian pasangan mereka.


Hanya saja mereka tidak berani berterang menunjukkan sikap antipati mereka.


Karena dari penampilan Si Si dan rombongannya, mereka sadar, mereka tidak boleh pergi mengusik rombongan Si Si.


Si Si tentu menyadari hal itu, dia sengaja tidak langsung mendekati pria di desa itu.


Dia langsung menghampiri seorang wanita paruh baya dan berkata,


"Kakak, bolehkah kakak beritahukan kepada kami."


"Di mana letak rumah kediaman kepala desa di tempat ini,? bagaimana cara nya agar saya bisa bertemu dengan nya..?"


tanya Si Si sopan.


"Maaf ada keperluan apa kamu mencari suami ku.."


ucap nyonya setengah tua itu kurang senang.


"Ohh maaf, ternyata kakak adalah nyonya kepala desa di sini.? sekali lagi maaf bila sikap saya tadi kurang sopan.."


ucap Si Si sabar.


"Begini kak,.. terus terang saja, tadinya saya mencari kepala desa ingin bertanya.."

__ADS_1


"Apakah beliau kenal dengan seseorang, yang sangat menguasai seluk beluk jalan kecil maupun jalan besar, untuk bisa pergi ke Shoucun dengan lebih cepat dan aman tentunya.."


ucap Si Si sambil tersenyum ramah


__ADS_2