LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SECERCAH HARAPAN


__ADS_3

Wajar saja dia merasa cemas, selagi mereka terkurung di sini jauh dari Gongsun Li dan Si Si pun.


Guo Yun sudah seperti ini, apalagi setelah mereka bertemu dan berkumpul.


Dia harus mempersiapkan hati yang kuat, untuk menerima kenyataan.


Guo Yun bukan lagi miliknya seorang, ada kemungkinan besar, Guo Yun pasti akan meninggalkan dirinya suatu hari nanti.


Atau Guo Yun akan hidup bersamanya, tapi hati dan pikirannya bersama mereka.


Dia tidak akan lagi bisa menemukan Guo Yun yang seutuhnya mencintai dirinya seorang seperti dulu lagi..


Untuk itu, Min Min sedang berusaha mempersiapkan mental untuk bisa menerima kenyataan itu, suatu hari nanti.


Jadi bila hari itu tiba dia sudah siap, untuk menghadapi nya dengan tegar.


Guo Yun yang tidak tahu apa yang ada dalam benak Min Min, dia sudah menggendong Min Min terbang kearah telaga.


Di sana mereka berdua mandi bersama, setelah itu Min Min menunggu di tepi telaga.


Sedangkan Guo Yun, dia berenang ketengah telaga, lalu menyelam menuju dasar telaga.


Dia terus berenang menuju sebuah celah yang menjadi tempat ikan pelangi yang meracuninya menghilang kemaren.


Saat tiba di depan celah sempit itu, Guo Yun mengeluarkan pedang darah, untuk mencongkel, dan membesarkan celah tersebut.


"Tuk..!"


"Tuk..!"


"Tuk..!"


Baru tiga kali Guo Yun menggunakan pedang darah untuk mencongkel.


Tiba-tiba Ikan pelangi kembali muncul menyemburkan kabut warna warni kearah Guo Yun.


Lalu seperti tempo hari, dia ingin menyerang Guo Yun dengan ganas.


Tapi kali ini dia tidak berhasil melumpuhkan Guo Yun lagi, karena Guo Yun telah kebal dengan racun nya.


Begitu pula dengan gigitannya di leher Guo Yun, malah membuat ikan itu kehilangan hawa kehidupannya.


Dia sempat mengalirkan sengatan listriknya kearah Guo Yun.


Tapi energi itu malah terserap kemudian di alihkan Guo Yun kearah.lain.


Meledakkan celah tempat dia keluar tadi.


"Blaarrr..!'


Terjadi ledakan lumayan dahsyat di dasar telaga, sehingga permukaan telaga.


Timbul sebuah gelembung raksasa, sebelum akhirnya meledak memuncratkan air kesegala penjuru.


Sedangkan di bawah sana ikan pelangi perlahan lahan memudar cahaya pelangi ditubuhnya.

__ADS_1


Berubah menjadi seekor ikan berwarna abu abu kehitaman biasa, yang tidak cantik lagi.


Tapi Guo Yun di detik terakhir, melepaskan sedotan nya.


Sehingga ikan itu berhasil menyelamatkan diri nya, Ikan itu buru buru berenang secepatnya menjauh Guo Yun dengan penuh ketakutan.


Guo Yun tidak ambil pusing dengan ikan itu, dia terus menggunakan pedang darahnya untuk memperbesar lubang yang setelah di.ledakan oleh sambaran listrik tadi.


Membentuk sebuah lubang sebesar kepala manusia dewasa, Guo Yun mendekat untuk melihat.


Guo Yun mendapatkan di balik lubang itu gelap gulita, Guo Yun mencoba menggunakan mutiara ular putih.


Sebagai media penerangan, agar dia bisa melihat lebih jelas keadaan di dalam sana.


5Tapi Guo Yun menemukan di balik celah itu, ada sebuah celah sempit yang sangat panjang hingga tidak bisa di pastikan kemana ujungnya.


Guo Yun kembali berusaha memperlebar celah dengan pedang darah.


Saat kehabisan nafas, Guo Yun akan berenang naik ke permukaan, untuk bernafas sejenak.


Sebelum dia kembali menyelam kebawah meneruskan pekerjaannya menggali celah itu, agar bisa di masuki, oleh dirinya dan Min Min.


Pekerjaan di lakukan hingga matahari tenggelam, Guo Yun baru keluar dari dalam telaga, berjalan menghampiri Min Min.


Berbaring di sebelah nya melepas lelah bermandikan cahaya matahari sore, menjelang terbenam.


Dengan gerakan lembut dia memijat mijat tubuh Guo Yun, dan berkata,


"Bagaimana hasilnya ?"


"Apa ada jalannya ?"


"Tapi lorong itu menembus hingga kemana aku belum tahu.."


",Aku sudah coba memeriksanya, tapi lorong itu terlalu jauh dan panjang.."


"Aku terpaksa berbalik kembali sebelum kehabisan nafas..'


ucap Guo Yun pelan sambil menikmati pijatan lembut dari istrinya.


Karena nyaman perlahan-lahan rudalnya ikut berdiri, menyadari hal itu.


Min Min pun tertawa dan berkata,


"Lihat udah bangun, tapi nanti saat di butuhkan malah tidur ."


Guo Yun tersenyum canggung dan menghela nafas tak berdaya.


"Sayang aku bantu pijat balik ya gimana..?"


tanya Guo Yun sambil menatap Min Min.


Sambil tersenyum malu Min Min berkata,


"Bukannya kamu sudah capek menggali seharian, bagaimana mau pijatin aku..?"

__ADS_1


Guo Yun tersenyum dan berkata, "Bisa, kamu tenang saja,.. aku pasti bisa.."


Min Min sambil tersenyum berbaring tertelungkup memunggungi Guo Yun.


Membiarkan Guo Yun bebas mengeksploitasi bagian belakang tubuhnya.


Tapi beberapa saat kemudian Min Min mulai me Rin tih dan men de sah manja.


"Yun ke ke jangan di sana, nanti kamu tidak bisa menuntaskan nya, bila aku jadi ke pingin.."


ucap Min Min mengingatkan dengan suara manja.


"Jangan khawatir, aku punya akal.."


ucap Guo Yun..


Lalu dia mulai menggunakan tehnik yang pernah di pelajari nya dari Pangeran Ji Ao.


Ternyata cukup berhasil, hanya mengandalkan lidah dan jari, akhirnya dia berhasil memuaskan Min Min hingga terkulai lemas dan tersenyum puas.


"Yun ke ke kamu belajar dari mana, siapa yang mengajari mu, Si Si ya..?"


tanya Min Min curiga.


Karena dari cerita yang dia dengar.dari Guo Yun, Si Si awalnya bekerja di tempat rumah hiburan.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Bukan bukan dari Si Si tapi dari pangeran Ji Ao, kakak iparnya Gongsun Li..'


Min Min pun tersenyum ceria dan berkata,


"Yun ke ke nakal dan genit, aku tidak mau dekat dekat,..takut ."


Sambil terkekeh, Min Min langsung berlari meninggalkan Guo Yun kembali ke Gua.


Guo Yun tahu Min gak serius, dia segera menyusulnya, lalu menggendongnya masuk kedalam Gua.


"Heiiii...!"


jerit Min Min manja, padahal dia sangat suka dan menikmati momen momen seperti ini.


Masuk kedalam Gua, Guo Yun melanjutkan hiburannya, hingga Min Min tertidur kelelahan sambil tersenyum puas.


Guo Yun baru ikut berbaring dan mencoba tidur hingga pagi.


Keesokan paginya, Guo Yun kembali melanjutkan pekerjaan nya menggali dan terus menggali, sambil menjelajahi bagian bawah telaga itu seorang diri.


Guo Yun tidak membawa Min Min sebelum yakin, karena Min Min ahli pengobatan, tapi bukan ahli tenaga dalam seperti dirinya.


Jadi Guo Yun harus ekstra hati-hati menjaganya.


Usah dan kerja keras Guo Yun akhirnya membuahkan hasil, di hari ke 7 dalam usahanya menjelajahi lorong sempit di bawah telaga sana


Akhirnya dia menemukan apa harapan baru di sana, dia menemukan rongga kosong, yang tidak tertutup air, meski masih dengan setengah tubuh terendam air.

__ADS_1


Tapi setidaknya tempat ini bisa bernafas dengan bebas.


Guo Yun segera buru buru berenang kembali ketempat asal, di mana Min Min sedang menunggunya.


__ADS_2