
Perdana menteri Li Si akhirnya tersadar, oleh suara letusan keras dari rombongan pasukan di belakang Si Si.
Zhang Han buru buru maju melindunginya, membawa Perdana menteri Li Si mundur ke barisan belakang pasukan mereka.
Bunyi suara letusan di sertai anak panah crosbow yang berhamburan datang.
Telat sedikit saja Perdana menteri Li Si di ungsikan dia pasti sudah tewas tersate anak panah, maupun tertembus peluru, yang di tembakkan oleh laskar wanita di belakang Si Si.
"Jendral Zhang Han, Jendral Shin Mi, Jendral Cheng Yen, kalian masing masing pimpin 100.000 personil.."
"Tahan jangan pasukan di bawah raja Guo Yun bisa masuk ke kota Shoucun.."
"Katakan pada pasukan kita, mereka sedang letih habis menempuh perjalanan jauh.."
"Jadi tidak perlu takut dan khawatir, terus saja maju, kita pasti menang.."
"Siap perdana menteri,..!"
Jawab ketiga Jendral itu cepat.
Lalu mereka segera pergi dari sana
Perdana menteri Li Si kini menoleh kearah Hei Pai Suang Koai dan berkata,
"Senior inilah waktu yang paling tepat, segeralah kalian habisi si topeng emas itu.."
"Bila perlu kerubuti saja beramai ramai yang penting menang.."
Ucap Perdana menteri Li Si sambil menatap kearah Hei Pai Suang Koai secara bergantian.
Dia sama sekali tidak berani menatap kearah Kwee Lun.
Kwee Lun setelah mempelototi Perdana menteri Li Si, dia langsung berkata,
"Lao Hei,..Lao Pai..!"
"Kalian berdua pergilah, ikuti permintaannya.."
"Bila kalian tidak sanggup, aku baru maju.."
"Jangan biarkan lalat sampah ini berisik terus di sini.."
Ucap Kwee Lun kurang senang.
Hei Pai Suang Koai, segera mengedipi Perdana menteri Li Si, agar dia mundur menjauhi kereta Kwee Lun.
Perdana menteri Li Si mengerti, akan tabiat orang aneh dunia persilatan.
Dia tidak mengambil hati dengan ucapan mereka.
Dia segera memberi kode pada kusir kereta nya, agar segera mundur menjauh.
Sementara itu di tempat lain, pergerakan pasukan harimau hitam di bawah Guo Yun.
Akhirnya bertemu dengan pasukan Qin di bawah pimpinan Jendral Zhang Shin dan Cheng.
Benturan jarak dekat pun pecah, kedua belah pihak mulai saling menerjang saling membunuh.
Pasukan harimau hitam lebih unggul, mereka bergerak dalam formasi yang terdiri dari 10 orang.
__ADS_1
Di mana mereka bisa bergerak dengan lebih rapi dalam bertahan dan menyerang.
Pasukan Qin yang berperang dalam formasi ramai ramai.
Begitu terkena terjangan pasukan harimau hitam langsung buyar.
Begitu buyar, di sana mereka menjadi sasaran empuk pasukan harimau hitam, yang tetap masih dalam formasi mereka.
Jendral Han Wei, Jendral Ying Wu, dan Jendral Fu, mereka yang bergerak maju membantai pasukan Qin, yang mencoba menghalangi jalan mereka.
Akhirnya berhasil bertemu dan berhadap hadapan langsung dengan Jendral Zhang Han, Jendral Shin dan Jendral Cheng dari Qin.
Mereka langsung terlibat pertarungan adu nyawa jendral melawan Jendral.
Guo Yun sendiri yang mengenakan topeng emas, setelah menerjang kesana kemari akhirnya langkahnya terhenti oleh Hei Pai Suang Koai yang muncul menghadang pergerakan nya.
Gongsun Li dan Si Si Bergerak bebas tidak tertahankan, terus membantai pasukan Qin yang berada di hadapan mereka.
Di tempat lainnya, Kwa Tin Siong setelah berhasil memulihkan kondisi nya.
Dengan penasaran,dia segera mencabut pedang naga biru nya, lalu bagaikan seberkas cahaya biru dia melesat menuju langsung kearah Guo Yun yang sedang sibuk menghadapi keroyokan Hei Pai Suang Koai.
Sinar biru yang melesat cepat kearah Guo Yun, membelah apapun yang ada di hadapannya tanpa ampun.
Kuda kuda dan pasukan dari kedua belah pihak, asalkan menghadang jalannya.
Pasti akan terbelah dua di terjang nya tanpa ampun.
Semakin lama sinar biru yang terus membelah tanah yang dilewatinya, semakin lama semakin mendekat.
Saat tinggal satu depa di belakang Guo Yun, Guo Yun yang menangkap ada energi dahsyat di belakang nya.
"Wusssh...!"
Tubuhnya melayang ringan naik keatas, menghindari serangan yang datang dari tiga penjuru itu.
Dari kiri kanan, Hei Pai Suang Koai menyerangnya dengan tapak yang mengeluarkan kabut cahaya hitam putih.
Sedangkan dari belakang Kwa Tin Siong datang dengan pedang naga Birunya.
Akan tetapi begitu kehilangan sasaran, ketiga orang yang merupakan senior dunia persilatan yang berpengalaman itu.
Tidak lah langsung serta merta saling serang sendiri.
Mereka dengan luwes berbelok arah serangan menerjang keatas.
Menyusul kearah Guo Yun yang sedang melayang naik keatas.
Melihat tiga serangan datang mengejarnya dari bawah.
Guo Yun saat sudah melesat keatas hingga titik akhir gravitasinya.
Dia kini membalikkan tubuhnya meluncur kebawah dengan kekuatan penuh.
Guo Yun bersiap menggunakan, Ilmu Hua Kung Sin Fa, yang dia terima dari kitab peninggalan Wu Ming Lau Jen, yang baru berhasil dia pahami sebagian nya saja.
Untuk menghadapi serangan dari 3 senior dunia persilatan yang tidak boleh di buat main main.
Dalam pertemuan pertama dulu, Guo Yun sudah sempat merasakan kelihaian Hei Pai Suang Koai.
__ADS_1
Dalam pertemuan sebelumnya, mereka berdua berhasil mendesak mundur Guo Yun dengan tenaga gabungan mereka.
Kini mereka datang bersama Kwa Tin Siong, di mana dalam bentrokan pertama tadi.
Meski Guo Yun unggul sedikit, tapi itu terjadi karena lawan sedang tidak siap.
Kini lawan datang dengan jurus andalannya, tentu saja hal ini menjadi berbeda.
Guo Yun melesat turun dengan gerakan yang sangat cepat, hingga sulit di ikuti pandangan mata.
Begitu pula dengan ketiga lawannya, mereka berempat saling berbenturan dan saling serang diudara dengan sangat cepat.
Di mana hanya terdengar suara benturan dan ledakan di udara dan tanah di sekitarnya.
Sedangkan bayangan mereka berempat telah bergulung menjadi satu.
Melayang layang di udara, saling serang dengan dahsyat.
"Wuutttt..!"
Wuutttt..!"
Wuutttt..!"
"Singgg..!!"
"Singgg..!!"
"Singgg..!!"
"Plakkkk..!"
"Dessss..!"
"Plakkkk..!"
"Dessss..!"
"Boooommm..!" Boooommm..!"
Boooommm..!" Boooommm..!"
Boooommm..!" Boooommm..!"
Boooommm..!" Boooommm..!"
Di dalam tayangan gerak lambat, pada satu kesempatan serangan sepasang tapak Hei Pai Suang Koai, yang menggunakan tenaga gabungan.
Oleh Guo Yun berhasil di tangkis dengan sepasang telapak tangan nya. yang sarat energi merah biru.
Energi merah biru yang membentuk gambar lingkaran Pat Kwa yang menaungi kedua cahaya tersebut.
Di saat bersamaan serangan Pedang Naga biru yang datang.
Berhasil di hindari dan di tahan oleh ujung sepatu Guo Yun, yang dengan tepat menendang tangan Kwa Tin Siong, yang menggenggam pedang tersebut.
Setelah benturan cepat tersebut, Guo Yun membelah diri menjadi tiga.
Masing masing bayangan Guo Yun, menyarangkan sepasang tapaknya kearah dada dan perut ketiga lawannya itu.
__ADS_1
Sebagai hasil akhirnya, Hei Pai Suang Koai dan Kwa Tin Siong, mereka bertiga mencelat keluar dari gulungan sinar campur aduk, yang saling berbelit dan terlihat melayang layang diudara.