LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TUGAS PERTAMA


__ADS_3

"Li Ba tidak boleh kurang ajar..!"


tegur Guo Yun.


"Baik kak,..ta,..tapi aku tetap tidak mau nurut padanya.."


ucap Li Ba sambil menundukkan kepalanya.


"Maafkan Li Ba guru Mo,.."


"Guo Yun janji akan mengawasinya.."


"Tidak apa-apa Yun er, nanti bila sudah akrab dan saling memahami, Ba er juga akan patuh.."


"Murid kedua ku adalah Gongsun Li yang duduk di sebelah mu.."


"Mulai hari ini, dia adalah kakak seperguruan mu, kalian juga harus menurut padanya.."


"Apa kalian berdua paham..?"


"Kami berdua paham guru.."


ucap Guo Yun cepat,.lalu dia memberi hormat kearah Gongsun Li.


Kini dia pun jadi tahu, gadis baju merah yang sangat menarik perhatiannya ini bernama Gongsun Li.


Li Ba sekali ini cukup menurut dan tidak banyak membantah, dia meniru Guo Yun memberi hormat kepada Gongsun Li.


Gongsun Li sambil tersenyum tipis membalas penghormatan mereka berdua.


Mo Zi sambil tersenyum gembira berkata,


"Nah sekarang kita nikmati bersama masakan khusus dari murid kedua ku.."


"Kalian bertiga termasuk beruntung, bisa mencicipi masakan Li er yang luar biasa.."


"Ayo kita makan, selesai makan Li er nanti akan menunjukkan tempat tinggal kalian berdua, sekaligus juga menunjukkan tata tertib di sini.."


Mendengar pujian gurunya, Gongsun Li wajahnya menjadi merah, dia buru-buru menundukkan kepalanya.


Guo Yun menunggu hingga guru Mo Zi dan pangeran Ji Ao mengambil makanan.


Dia baru berani ikut mengambil makanan.


Sumpitan pertama nya, Guo Yun berikan ke Mangkok gurunya, Sumpitan kedua Guo Yun berikan ke pangeran Ji Ao, yang ketiga dia berikan ke Gongsun Li, yang duduk di sebelahnya.


Gongsun Li melirik kearah Guo Yun, mengangguk kecil dan berkata,


"Terimakasih adik Yun.."


"Sama sama kakak Li, terimakasih atas masakan nya..


ucap Guo Yun pelan dengan kepala tertunduk, dia tidak berani menatap langsung kearah Gongsun Li.

__ADS_1


Setiap mereka beradu pandang, Guo Yun selalu merasa gugup dan jantungnya menjadi semakin tidak karuan.


Li Ba mengikuti gerakan Guo Yun, menyumpitkan makanan, untuk yang hadir di sana, baru dia sendiri mulai makan dengan lahap.


Sepanjang makan bersama, hanya Mo Zi dan pangeran Ji Ao yang bercakap-cakap dengan gembira.


Sedangkan Guo Yun lebih banyak menundukkan kepalanya.


Gongsun Li sendiri juga makan dengan tenang tanpa bersuara.


Hanya Li Ba yang makan dengan lahap dan terus mengatakan enak, atas semua makanan yang tersaji di atas meja.


Li Ba menghabiskan 20 mangkok nasi, baru terlihat puas dan bersendawa sambil tersenyum lebar.


Yang lain tidak ada yang menegurnya, mereka hanya tersenyum menanggapi sikap Li Ba yang jujur polos apa adanya.


Setelah menunggu hingga Li Ba menyelesaikan makannya, Guo Yun pun berkata,


"Guru Mo,.. pangeran,..kalian silahkan teruskan,..Yun er mohon ijin permisi dulu.."


"Baiklah,.. kalian pergilah,.."


"Yun er kegiatan mu besok pagi, Li er yang akan aturkan untuk mu.."


"Baik guru,.. terimakasih.."


ucap Guo Yun sambil memberi hormat secara bergantian, kepada guru Mo Zi dan pangeran Ji Ao.


Mereka berdua mengikuti Gongsun Li yang menunjukkan sebuah pondok kecil lain, yang tidak jauh dari tempat tinggal Mo Zi.


"Ini pondok tempat tinggal kalian berdua.."


"Di sebelah kalian adalah pondok kakak pertama, pondok ku yang paling ujung sana.."


"Bila perlu apa apa hubungi saja aku.."


"Besok pagi jam 5, aku akan kemari membagi tugas buat kalian,.sekarang kalian boleh pergi istirahat .."


ucap Gongsun Li menutup penjelasannya, lalu dia langsung beranjak dari sana dengan wajah dingin tanpa ekspresi.


Guo Yun menatap bayangan punggung gadis itu hingga hilang kedalam pondoknya.


Dia baru menyusul Li Ba, yang sudah dari tadi masuk kedalam pondok untuk tidur.


Begitu masuk kedalam pondok melihat Li Ba sudah asyik tertidur pulas sambil mendengkur.


Guo Yun memilih menyalakan sebuah lampu minyak kecil, duduk di samping meja yang berada di samping jendela.


Guo Yun membaca sebuah buku tebal warisan ayah angkatnya Fan Li.


Di dalam berisi berbagai strategi militer dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit.


Di dalam setiap strategi juga ada di ajarkan berbagai bentuk formasi pasukan.

__ADS_1


Di dalam sana juga di ajarkan bagaimana melatih pasukan dan cara cara mendidik mereka.


Buku itu sangat tebal dan sangat tidak mudah di pelajari, oleh anak muda seusia dirinya.


Tapi Guo Yun tidak pernah putus asa dan selalu berusaha sekuat tenaga untuk mempelajarinya.


Bagian paling rumit dari buku itu adalah ilmu astronomi, mengawasi perbintangan di langit, untuk meramalkan masa depan.


Bagian ini terletak di paling belakang kitab tebal tersebut.


Guo Yun belum sampai kesana, untuk sampai kesana mungkin perlu waktu beberapa tahun lagi.


Saat suasana makin sepi, hari semakin larut, Guo Yun yang mendengar suara desir halus orang sedang berlatih pedang.


Akhirnya dengan penuh penasaran, Guo Yun melompat keluar dari pondoknya lewat jendela.


Mengikuti pendengarannya yang terlatih, Guo Yun akhirnya tiba di bagian tengah sebuah hutan bambu.


Dengan langkah ringan dan berlindung dalam kegelapan.


Guo Yun melihat seorang pria sedang berlatih ilmu pedang.


Orang itu Guo Yun mengenalinya, dia adalah Ching Ke, kakak seperguruan pertama nya.


Guo Yun diam diam mengamati permainan pedang kakak seperguruannya itu.


Guo Yun mengenali itu adalah ilmu pedang delapan mata angin.


Menurut Guo Yun, dalam permainan ilmu pedang itu, kakak seperguruan pertama nya Ching Ke, masih banyak meninggalkan celah.


Permainan pedangnya hanya indah di pandang saja.


Setelah mengamati beberapa saat, Guo Yun pun diam diam meninggalkan tempat tersebut.


Guo Yun memilih kembali ke pondoknya, untuk berlatih sendiri di halaman depan pondok.


Guo Yun berlatih sesuai dengan ilmu ilmu yang pernah di ajarkan Fan Li kepadanya.


Guo Yun menutup latihannya jurusnya, dengan latihan Ilmu pernafasan, untuk meningkat tenaga saktinya.


Hal ini tidak pernah berhenti di latih oleh Guo Yun, hampir setiap hari Guo Yun pasti rutin melatih ilmu ini.


Keesokan paginya, pagi pagi sekali, Guo Yun sudah membangunkan Li Ba, untuk ikut dengan nya.


Pergi menunggu di halaman depan pondok, menanti kedatangan Gongsun Li.


Tepat jam 5 pagi, sesuai janji, Gongsun Li pun tiba, di depan halaman pondok Guo Yun.


Melihat Guo Yun dan Li Ba sudah siap menanti kedatangannya, Gongsun Li pun tersenyum puas.


Tugas hari pertama Guo Yun adalah pergi ke hutan mencari kayu bakar, dan mengambil air di sungai untuk mengisi Tong Tong air di dapur dan kamar mandi.


Meski sedikit kecewa, tapi Guo Yun tetap melakukannya dengan tanpa mengeluh.

__ADS_1


__ADS_2