
Guo Yun menunggu hingga mereka bubar, dia baru bergerak meninggalkan tempat itu kembali ke restoran.
Tiba di depan restoran, Guo Yun tidak masuk ke restoran, melainkan memilih masuk ke penginapan, yang berdiri di seberang restoran itu.
Guo Yun begitu masuk, langsung di sambut oleh pelayan hotel.
"Ada yang bisa kami bantu tuan..?"
tanya pelayan hotel itu sambil tersenyum ramah.
Guo Yun mengangguk dan berkata, "Aku perlu kamar, yang bisa muat 3 orang,.. ada ?"
"Ada,..tentu ada tuan,... silahkan ikut saya.."
ucap pelayan itu sambil mengantar Guo Yun ke kasir, untuk mendapatkan kunci kamar dan menyelesaikan administrasi nya.
Setelah itu, dia langsung mengantar Guo Yun menuju sebuah kamar.
Guo Yun melangkah masuk kedalam kamar, dia melihat kamar itu cukup luas.
Di dalam sana ada 3 ranjang terpisah, sebuah meja kursi dan lemari pakaian.
Di luar itu, tidak terlihat ada fasilitas lainnya.
Dari dua tempat yang di kunjungi nya, Guo Yun bisa menebak kota Xin Cheng ini, tidaklah Semaju Xian Yang.
Ini hanya berarti negara Han ini cuma sebuah negara kecil, yang lemah, terjepit di antara negara besar dan kuat.
Setelah pelayan pergi meninggalkan kamar, Guo Yun pun mencoba untuk duduk bersemedi, meningkatkan kekuatan hawa murni nya.
Beberapa waktu berlalu, Terdengar suara ketukan di pintu.
"Tok,.. Tok,.. Tok,..!"
"Masuk..!"
Jawab Guo Yun dari dalam dengan suara sedikit keras.
Sepasang matanya masih terpejam, tapi dari langkah kaki, dia menebak yang datang adalah Zhang Yi dan pangeran Ji Ao.
Benar saja, begitu pintu kamar di dorong dari luar hingga terbuka, terlihat pangeran Ji Ao bersama Zhang Yi berjalan masuk kedalam kamar.
Guo Yun menghentikan latihannya, membuka matanya dan berkata,
"Bagaimana, apa kalian dapat informasi menarik ?"
Pangeran Ji Ao mengambil tempat duduk dan berkata,
"Kota ini di pimpin oleh adik sepupu Raja Kaolie Xiong Sin."
"Jumlah pasukan Chu di sini mencapai 50.000 personil."
"Jendral mereka yang memimpin di sini adalah anak menantunya Xiong Sin, yang bernama Long Hu."
"Apa kelebihan Long Hu ?"
tanya Guo Yun sambil menatap Zhang Yi dan pangeran Ji Ao.
Pangeran Ji Ao menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Zhang Yi lah yang menjawab sambil menahan senyum,
"Keahliannya adalah bermain di ranjang, apa tuan muda ingin berguru dengan nya..?"
Guo Yun seketika ingat kejadian malam pertama nya, sambil tersenyum dengan wajah merah.
Dia menepuk pundak Zhang Yi dan berkata,
"Kakak Zhang bisa saja.."
Guo Yun tahu Zhang Yi tidak bermaksud meledeknya, dia murni bercanda.
Karena Zhang Yi dan kedua saudaranya, sama sekali tidak tahu diri nya dan Gongsun Li telah menikah.
"Lalu informasi apalagi yang kak Zhang dapatkan selain kemampuan khusus Long Hu itu ?.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum.
"Pangeran An Hui yang berhasil melarikan diri, kabarnya memiliki 10.000 pasukan pengawal istana."
"Saat ini dia adalah buronan utama kerajaan Chu."
"Kabarnya Xiong Sin sedang menyiapkan perangkap untuk menangkap dan melumpuhkan sisa Kekuatan terakhir negara Han.."
ucap Zhang Yi menyampaikan apa yang dia tahu.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Ada lagi..?'
Pangeran Ji Ao berkata,
"Tapi putranya An Hui yang bertanggung jawab, sebagai komandan pasukan istana adalah .."
ucap pangeran Ji Ao sambil memberikan tanda jempol.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Kak Zhang, malam ini kentongan kedua, kak Zhang pimpin 200 orang, bikin keributan di kediaman Xiong Sin."
"Cukup buat keributan saja, lalu mundur, pancing mereka mengejar kakak.."
"Pangeran Ji tunggu saja di sini, nanti tiba waktunya, aku akan suruh orang datang jemput pangeran.."
"Sekarang kita semua bisa beristirahat dulu, Kentungan kedua nanti, aku dan kak Zhang baru mulai bergerak. "
ucap Guo Yun singkat.
Lalu dia kembali ke ranjangnya untuk memulai meditasi kembali.
Zhang Yi juga melakukan hal yang sama, duduk bermeditasi di ranjangnya sendiri
Hanya pangeran Ji Ao seorang, yang memilih duduk termenung di depan jendela, melihat pemandangan di luar kamar, yang menghadap kearah taman kecil milik penginapan.
Tepat Kentungan kedua, Zhang Yi dan Guo Yun melalui jendela kamar, mulai bergerak meninggalkan penginapan.
Guo Yun memimpin 300 bawahannya, bergerak menuju benteng kota.
Sedangkan Zhang Yi membawa 200 orang, bergerak menuju kediaman Xiong Sin, di dalam komplek istana.
__ADS_1
Guo Yun bersama 300 pasukan nya, berlindung dalam kegelapan, dengan cepat mereka bergerak menghabisi para penjaga pintu gerbang.
Penjaga pintu gerbang yang tidak menyangka, akan ada yang berani menyerang mereka.
Mereka semua yang terlihat sedang memegang tombak bersandaran di tembok tidur melengut.
Saat mendapat serangan mendadak, mereka sangat kaget.
Sebelum sempat berteriak melepaskan tanda bahaya,. mereka semua sudah rebah malang melintang tak bergerak lagi.
Setelah memimpin pasukan nya melumpuhkan penjaga gerbang, Guo Yun berkata pelan,
"10 orang buka gerbang, lepaskan tanda agar teman teman kita di hutan sana kemari."
"Sisanya ikut aku mengamankan penjagaan di atas sana."
Setelah memberi instruksi, dengan cepat Guo Yun memimpin pasukan nya naik keatas melalui tangga.
Setiap bertemu penjaga yang sedang tidur melengut, mereka dengan gerakan cepat langsung melumpuhkan nya.
Baru saat mereka tiba di penghujung tangga, secara kebetulan bertemu dengan puluhan pasukan patroli.
Pecahlah pertempuran di sana, tapi hanya dalam waktu singkat.
Puluhan pasukan patroli, sudah berhasil di.lumpuhkan oleh pasukan harimau hitam.
Guo Yun terus bergerak cepat memimpin pasukan nya, menghabisi semua pasukan jaga, yang di temukan di atas benteng.
Setelah membereskan penjaga di atas gerbang kota, Guo Yun memimpin pasukan nya, bergerak menuju penjara pinggiran kota.
Saat Guo Yun dan pasukannya tiba di sana, Guo Yun melihat Han Wei dan Ying Bu berserta bawahannya.
Mereka terlihat sedang di kepung oleh barisan pendam pasukan Chu.
Berkat kekacauan yang terjadi di kediaman Xiong Sin, yang ditimbulkan oleh Zhang Yi.
Barisan di sana, setengahnya di tarik oleh Long Hu, untuk pergi mengamankan kediaman mertua nya
Sehingga pasukan beberapa ribu orang, yang bagi Han Wei dan Ying Bu terasa berat.
Oleh Guo Yun dan pasukan harimau hitam, yang kebal senjata dan pandai bertempur dalam formasi.
Dengan ilmu tombak yang terlatih, dalam sekejap saja, pasukan kerajaan Chu yang ada di sana di babat habis.
Guo Yun sambil membantai para pengepung, dia berteriak,
"Han Wei Ying Wu, kalian cepat urus tawanan, di sini serahkan pada kami..!"
Han Wei dan Ying Wu meski bingung, dan heran.
Mengapa Guo Yun bisa tahu nama mereka, dan mau datang membantu mereka.
Padahal di antara mereka tidak saling kenal, tapi mereka tidak sempat berpikir terlalu banyak.
Mereka berdua hanya bisa mengangguk dan berkata,
"Terimakasih anak muda .!"
Setelah itu mereka berdua langsung bergegas memimpin anak buahnya, untuk masuk kedalam bangunan penjara.
__ADS_1