LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
LI THIAN SIN


__ADS_3

Kini di hadapannya, muncul seorang bisu bertopeng tidak terkenal.


Berani menantang dirinya, tentu saja dia tidak pernah bisa menerimanya.


Andai kata Li Mu saat itu berada di sana, atau Lian Po berada di sana.


Mereka pasti tidak akan mengijinkan Li Thian Sin keluar dari Chang Ping Kuan, pergi menyambut tantangan di Topeng Emas.


Ling Tong yang saat itu juga hadir di sana, bertugas menjaga pintu gerbang Zhang Ping Kuan.


Dia segera muncul menghadang Li Thian Sin.


"Jendral Li harap jangan layani tantangan orang itu."


"Perintah panglima Li Mu adalah menjaga Chang Ping Kuan dengan taruhan nyawa.."


"Tidak boleh sampai di rebut oleh lawan.."


ucap Ling Tong berusaha mengingatkan nya.


"Minggir kamu, jangan menghalangi jalan ku..!"


"Buka gerbang..!"


Karena dia adalan Jendral kerajaan Zhao, sedangkan Ling Tong sifatnya hanya di perbantukan saja.


Tentu wewenang Li Thian Sin jauh lebih besar, begitu dia berteriak, pintu gerbang pun di buka, jembatan pun di turunkan oleh pasukan penjaga, tanpa ada yang berani membantah.


"Awass,.!"


teriaknya dengan sikap tidak sopan, sambil menggerakkan kudanya menerjang kearah Ling Tong.


Ling Tong terpaksa mundur kesamping, agar tidak terkena terjangan kudanya.


Tapi begitu dia keluar dari gerbang dan menyeberangi Jembatan.


Ling Tong langsung memberi perintah,


"Tutup gerbang,..!"


"Tarik jembatan cepat..!"


"Segera laporkan ke Panglima Li Mu..!"


"Cepat,..! cepat..! cepat..!"


teriak Ling Tong panik, sambil berlari menuju keatas tembok benteng, untuk mengamati situasi yang berlangsung.


Jendral Li Thian Sin sendiri, begitu menyeberangi jembatan, sambil berteriak,


"Cha,..! Cha..,! Cha..!"


Kedua kakinya menjepit perut tunggangannya, Lalu dia memacu tunggangan nya, sambil menyeret golok panjangnya, yang berat di atas tanah.


Sehingga menimbulkan bunga api berpijar, saat membentur benda keras di bawah sana.


Dia terlihat sangat gagah dan keren, apalagi dengan tubuhnya yang tinggi besar kekar, di tambah dengan wajahnya yang bersih persegi.


Dia terlihat sangat jantan dan menarik untuk di lihat.


Mengundang decak kagum kaum hawa.


Tapi sayangnya lawannya si topeng emas adalah jantan tulen, dia tidak terpengaruh.


Malah di dalam hati, si topeng emas menertawakan kebodohan Li Thian Sin, yang sedang merusak senjatanya sendiri.


Si topeng emas dengan sikap tenang, menggerakkan kudanya maju menyambut serangan Li Thian Sin.


"Wussss,..!"


Serangan tebasan golok panjang Li Thian Sin, yang sangat kuat hingga menimbulkan angin menderu deru.

__ADS_1


Lewat di atas punggung si topeng emas, yang membungkukkan badannya sejajar dengan punggung tunggangannya.


Serangan pertama mengalami, kegagalan, dengan penuh penasaran.


Li Thian Sin segera menahan tali kekang kudanya, sambil berusaha menenangkan kudanya


"Yuuuuu,..!"


Lalu dia memutar kudanya, kembali menghadap kearah si topeng besi.


Si topeng besi terlihat santai, tombak cagak tiganya, masih dia simpan di balik punggungnya.


Belum terlihat ada tanda-tanda dia ingin menggunakannya.


Dengan geram Li Thian Sin, kembali memacu kudanya, kembali menerjang kearah Si Topeng Emas.


"Wuuutttt...!"


"Trangggg..!"


Kali ini Li Thian Sin, menebaskan golok panjangnya dari atas kebawah.


Dia ingin membelah si Topeng Emas dan kudanya dengan sekali tebasan.


Tapi itu hanya keinginannya sepihak saja.


Hasilnya dia kembali membacok tempat kosong, mata goloknya saja yang menghantam tanah hingga melesak kedalam tanpa hasil.


"Crakkkk..!"


Sedangkan Si Topeng Emas kembali lolos, dari serangan tebasan goloknya.


Dengan menarik kudanya menghindar melompat menyamping.


Lalu membalas dengan tendangan dua kaki belakang kudanya.


Terarah ke moncong kuda tunggangan Li Thian Sin.


"Hiiiiiieekkk,..!"


Ringkik kuda Li Thian Sin dengan suara keras penuh kesakitan, kuda tunggangan Li Thian Sin sempoyongan, hingga akhirnya roboh keatas tanah karena pusing .


Li Thian Sin terpaksa menggunakan golok panjangnya, menopang tanah, untuk membantu kudanya.


Agar tidak rebah, dan bisa kembali bangkit lagi.


Di atas tembok kota, terlihat Ling Tong berdiri di sana sendirian menatap dengan wajah cemas.


Tak lama kemudian Li Mu ikut hadir di sebelah Ling Tong.


Dia ikut menatap kearah lapangan pertandingan dengan wajah cemas.


Wajahnya langsung pias, tubuhnya langsung lemas, saat melihat siapa yang hadir di sana menjadi lawan putra angkatnya.


"Sin er kenapa kamu selalu tidak sabaran, kamu sungguh gegabah..'


ucap Li Mu sedih.


Si topeng emas sendiri setelah melihat Li Mu muncul,.dia tersenyum mengejek kearah Li Mu.


Dia juga melambaikan tangannya kearah Li Mu, sambil memunggungi Li Thian Sin.


"Wutttt...!"


Hantaman golok datang dari arah belakang punggung Si Topeng Emas.


Di lepaskan oleh Li Thian Sin, yang memanfaatkan situasi di topeng Emas sedang lengah.


Tapi serangannya kembali gagal menemui sasaran, karena si Topeng Emas sudah bergerak bersembunyi di samping perut kudanya.


Sehingga tebasan itu kembali menemui tempat kosong.

__ADS_1


Begitu serangannya lewat, tidak menemui sasaran.


Li Thian Sin langsung memutar kudanya bergerak membalik.


Lalu sambil mengeluarkan bentakan keras.


"Hiaaatt..!"


Li Thian Sin membacokkan golok nya dari atas kebawah dengan sekuat tenaga.


"Wussss..!"


Tebasan itu kembali meleset.


"Trangggg ..!"


Hanya membentur tanah saja, tapi sekali ini berbeda, begitu terhindarkan.


Li Thian Sin, memutar mata golok menghadap keatas, lalu dia melakukan tebasan membalik dari bawah keatas.


"Wussss..!"


Dia ingin menebas si topeng emas dari bawah keatas.


Tapi lagi lagi serangannya menemui kegagalan, karena si topeng emas sudah melompat dari atas punggung kudanya.


Sambil tubuhnya berputaran di udara.


"Singggg...!"


Untuk pertama kalinya Si Topeng Emas melakukan serangan balasan.


Di mana tombak cagak tiganya bergerak menusuk kearah dada, Li Thian Sin yang terbuka.


Karena tangannya sedang terbawa oleh Tebasan goloknya meluncur keatas.


"Creebbbb..!"


Tombak cagak tiga sepenuhnya menembus dada Li Thian Sin yang terbuka, hingga ujungnya menyembul keluar dari punggung Li Thian Sin.


Terlihat darah menetes netes dari mata tombak cagak tiga.


"Arggghhh..!"


Li Thian Sin menjerit kesakitan, sambil menggunakan kedua tangannya menahan tombak yang menembus dadanya.


Mulutnya yang terbuka menahan sakit, terlihat berlumuran darah, sepasang matanya membelalak ngeri penuh ketakutan.


Ling Tong yang diatas tembok, tidak tega melihat cara kematian rekannya itu.


Dia memilih membuang muka dengan mata terpejam.


Sedangkan Li Mu terlihat berdiri mematung dan berkata, dengan suara bergetar penuh rasa sedih


"Sin er,..kamu sudah maximal, selamat jalan..nak.."


"Keberanian mu akan selalu di.."


Belum selesai ucapan nya, terlihat Si topeng Emas sambil tersenyum mengejek, melambaikan tangannya kearah nya.


Dengan sekali sentak, melepaskan energi tenaga dalam 9 langit, yang memang sengaja di simpan dari awal.


Demi momen ini, untuk memancing kemarahan Li Mu mengejarnya.


"Crasssh..!"


tubuh Li Thian Sin terbelah dua.


Lalu Si topeng Emas menggerakkan kudanya, lalu dia melakukan Tebasan kearah leher Li Thian Sin, hingga kepalanya terlepas bergulingan diatas tanah.


Lalu dengan sadis si topeng emas, menggerakkan kudanya mendekati kepala Li Thian Sin.

__ADS_1


Dengan menggunakan tombak cagak tiganya.


__ADS_2