
Raja ZhuangXiang, meski masih terlihat ragu.
Tapi dia tetap menganggukkan kepalanya.
Guo Yun dari arah jembatan memberi hormat sekali lagi, kepada ketiga orang itu.
Setelah itu dia langsung melangkah pergi meninggalkan tempat itu .
Guo Yun langsung menuju barak pelatihan militer Wang Jian.
Saat tiba di barak militer Wang Jian, Guo Yun yang melihat Wang Jian, Zhang Yi dan kedua saudaranya sedang asyik melatih pasukan.
Dia langsung berjalan menghampiri mereka.
Melihat kedatangan Guo Yun, yang melangkah dengan terburu-buru.
Wang Jian, Zhang Yi dan kedua saudaranya, segera berpesan pada masing masing ajudan mereka, untuk melanjutkan pelatihan ke pasukan yang sedang mereka latih.
Mereka berempat buru buru menghampiri Guo Yun, ingin tahu kabar berita apa yang akan Guo Yun bawa buat mereka.
"Kakak Wang, kakak Zhang kakak Zhou, kakak Ling,.. mari kita bicara di sebelah sana saja.."
ucap Guo Yun sambil menunjuk kearah pohon rindang, yang tumbuh di pinggir lapangan berlatih.
Lalu Guo Yun mendahului mereka berempat berjalan menuju pohon rindang tersebut.
Tiba di sana, Guo Yun langsung mengambil posisi duduk bersila di atas tanah.
Sedangkan Wang Jian , Zhang Yi Zhou Tai dan Ling Tong, mereka mengambil tempat duduk berhadapan melingkari Guo Yun.
"Kakak Zhang Kakak Zhou dan kakak Ling, tiga hari dari sekarang, kita mendapat tugas berangkat menghadapi Bangsa bar bar Xiong Nu di wilayah barat dari negara Qin."
"Kakak bertiga harus bersiaga, mempersiapkan barisan pasukan kita untuk itu ."
Setelah berkata, Guo Yun menoleh kearah Wang Jian dan berkata,
"Kakak Wang, dalam waktu dekat ini, kita terpaksa berpisah kembali."
"Terimakasih atas kerjasama nya selama ini, bila nanti ada kesempatan lain, kita baru bekerja sama lagi.."
Wang Jian menatap kearah Guo Yun dengan tatapan mata sedikit kecewa.
Dia sangat berharap bisa terus bekerja sama dengan Guo Yun.
Tapi kenyataan sepertinya berkata lain.
Guo Yun tersenyum menepuk pundak Wang Jian dan berkata,
"Kakak Wang hari depan masih panjang, akan tiba waktunya bagi kita untuk kembali bekerja sama lagi."
"Tak ada yang perlu di risaukan, ada perjumpaan pasti ada perpisahan, begitu pula sebaliknya.."
Wang Jian mengangguk setuju akan pendapat Guo Yun.
Guo Yun sambil tersenyum kembali berkata,
"Orang bilang tiada pesta yang tidak ada usai.."
__ADS_1
"Bila sudah tiba waktunya tetap saja akan bubar, hingga suatu hari tentu akan kembali berkumpul lagi.."
Wang Jian mengangguk sambil tersenyum pahit, dia balas menepuk pundak Guo Yun.
"Baiklah adik Yun benar sekali, ayo.kita ke barak ku, mari kita rayakan pesta perpisahan dengan minum sampai mabuk.."
"Sebelum mabuk tidak boleh bubar.."
ucap Wang Jian sambil tertawa.
"Malam saja kak Wang, sekarang kakak harus bantu antar kami pergi melapor ke Jendral Meng Thian.."
"Karena kedepannya, dia adalah pimpinan ekspedisi ke barat."
"Sebagai bawahan, tentu kami harus pergi menemuinya.."
ucap Guo Yun menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu kita kesana saja sekarang, kita bisa sekalian undang dia, untuk turut merayakan nya nanti malam.."
ucap Wang Jian gembira.
Guo Yun hanya menanggapinya dengan tersenyum.
Tidak lama kemudian rombongan kecil itu tiba di barak militer Meng Thian, yang terletak tidak jauh dari gerbang barat.
Meng Thian sendiri sedikit kaget, melihat kedatangan rombongan itu ke barak militernya.
"Kakak Wang, saudara Yun, saudara Zhang, saudara Zhou dan saudara Ling.."
"Selamat datang,..ada angin apa ini membuat kalian main kemari..?"
Mereka semua membalas menjura, tapi yang menjawab hanya Wang Jian.
"Ini saudara Meng, saudara Yun minta aku mengantarnya kemari, karena ada hal penting yang perlu di bahas dengan mu.."
"Sekalian malam ini, aku mengundang mu datang ke pesta perayaan perpisahan ku dengan mereka berempat.."
ucap Wang Jian sambil tertawa.
"Baiklah aku ucapkan terimakasih dulu, atas undangan saudara Wang, nanti malam aku pasti akan hadir.."
"Sekarang lebih baik kita pergi ke barak ku, agar bisa ngobrol dengan nyaman ."
ucap Meng Thian sambil mempersilahkan mereka berlima mengikutinya.
Tapi sebelum mereka bergerak menuju barak Meng Thian.
Wang Jian tiba-tiba angkat bicara,
"Maaf kalian ada urusan pekerjaan untuk di rundingkan, silahkan saja.."
"Tugas ku mengantar mereka berempat telah selesai, sisa nya silahkan saja adik Meng yang teruskan.."
"Aku sebaiknya kembali ke barak ku saja.."
"Masih banyak pekerjaan menanti ku di sana.
__ADS_1
ucap Wang Jian memberi hormat kesemuanya.
Setelah saling membalas hormat, Wang Jian pun bergerak meninggalkan barak militer Meng Thian, untuk kembali ke barak militernya sendiri disebelah selatan.
Sementara itu, setelah rombongan Guo Yun berada di dalam barak, Meng Thian langsung membuka pembicaraan.
Dia langsung berbicara ke pokok pembahasan dan berkata,
"Nah saudara Yun di sini tidak ada orang lain, kita bisa bicara dengan bebas.."
"Katakan saja terus terang, apa yang bisa saya lakukan untuk anda..?"
Guo Yun menatap Meng Thian dan berkata,
"Tapi Baginda Raja ZhuangXiang dan perdana menteri Lu, meminta aku dan jendral Meng mempersiapkan diri.."
"3 hari dari sekarang, kita akan berangkat menuju wilayah barat, untuk mengusir bangsa bar bar Xiong Nu.."
"Bagaimana menurut jendral Meng,? apa kira kira persiapan yang harus kita lakukan..?"
Meng Thian menghela nafas panjang dan berkata,
"Kita akan menghadapi suatu pertempuran yang sangat besar dan berat.."
"Pasukan mereka sangat kuat, mahir memanah dan berperang diatas punggung kuda, adalah kemampuan alami mereka."
"Air adalah kendala terbesar kita saat berperang di wilayah barat..'
"Peperangan akan di laksanakan di tempat terbuka, tidak ada tempat bersembunyi sama sekali.."
"Kondisi cuaca dan alam geografis, adalah kendala terbesar pasukan kita di sana.."
ucap Meng Thian memberikan penjelasan dengan serius.
Guo Yun menyatukan informasi yang di dengarnya dari Lu Bu Wei dan Meng Thian, untuk di jadikan sumber informasi.
"Kondisi cuaca seperti apa ? dan alam geografis yang bagaimana yang akan kita hadapi di sana..?"
tanya Guo Yun mencoba mencari informasi.
Meng Thian menatap kearah Guo Yun dan berkata,
"Cuaca ekstrim di sana adalah siang hari sangat panas, hingga air minum pun terasa mendidih.
Tapi tiba di malam hari, suhu akan berubah menjadi sangat dingin luar biasa, bahkan air minum bisa beku.."
"Belum lagi ada badai pasir yang akan menerbangkan apapun bila di lewatinya."
"Sedangkan yang berhasil bertahan akan terkubur di bawah pasir.."
ucap Meng Thian menjelaskan.
"Alam geografis yang akan kita hadapi di sana ada gurun pasir dan Padang rumput luas."
"Semua wilayah itu minim persediaan air, hingga tumbuhan yang sanggup hidup hanya rumput pendek saja."
"Itupun rumput itu hanya akan tumbuh subur di musim hujan saja..bila musim kemarau semua akan kering kerontang dan mati.."
__ADS_1
"Satu lagi, bangsa itu tidak punya tempat tinggal tetap, mereka selalu hidup berpindah pindah."