LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MELIHAT LIHAT GEDUNG BARU


__ADS_3

Guo Yun tersenyum canggung dan berkata,


"Sebelumnya aku minta maaf dulu, karena aku tanpa persetujuan Yang Mulia, telah lancang mendahului Yang Mulia mengambil keputusan.."


Ji Ao saling tatap dengan istrinya dengan heran, lalu dia berkata,


"Tak perlu meminta maaf Yun er, ceritakan saja tak perlu ragu ."


Guo Yun menoleh kearah rombongan Xiao Tie, yang ikut berdiri di sana dan berkata,


"Yang mulia sebelum aku bercerita, ini aku mau perkenalkan dulu beberapa teman ku.."


"Kelak mereka akan ikut tinggal di sini, untuk membantu melayani Li mei, juga membantu Yang Mulia berdua.."


"Saya harap Yang Mulia tidak berkeberatan, menerima kehadiran mereka di sini.."


"Ini paman Lai Fu, ini Xiao Li putranya dan Xiao Tie Putri nya.."


"Xiao Tie akan bertugas menemani Li mei, sedangkan Xiao Li dan paman Lai Fu, aku tugaskan untuk memelihara burung merpati.."


"Di luar itu, Yang Mulia berdua bebas mengatur pekerjaan buat mereka.."


"Bukan masalah Yun er, mereka teman mu berarti teman ku juga.."


"Mereka boleh tinggal dengan bebas.."


"Siao Cui kamu tolong bantu tunjukkan kamar belakang, buat mereka bertiga.."


ucap Ji Ao berpesan pada pelayan, yang mengantar rombongan Guo Yun datang menemuinya.


Lai Fu bersama kedua anaknya, langsung membungkukkan badan memberi hormat, dan mengucapkan rasa terimakasih mereka ke Ji Ao.


"Tak perlu sungkan paman Lai,.. silahkan saja.."


ucap Ji Ao sambil tersenyum.


Setelah rombongan itu pergi, Guo Yun pun berkata, menyambung ceritanya sebelumnya,


"Yang Mulia, demi agar kalian bisa lepas dari Ying Zheng, aku mengusulkan misi yang harus ku jalankan selanjutnya."


"Aku mengatakan kepada Raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei, aku memerlukan bantuan pangeran."


"Untuk menemani ku dalam misi mengubungi keturunan keluarga kerajaan Han dan keluarga Song.."


"Dalam rangka membantu mereka melakukan pergerakan, melepaskan diri dari cengkeraman kerajaan Chu."


"Di mana saat ini negara Chu adalah penguasa mutlak, atas kedua wilayah kerajaan itu.."


"Tapi siapa sangka Lu Bu Wei bersedia melepaskan Yang Mulia ikut dengan ku.."


"Tapi dia malah menahan Yan cie cie dan Li mei, dia tidak setuju mereka ikut dalam misi ini.."


"Intinya dia ingin menggunakan Yan cie cie dan Li mei sebagai sandera untuk mengontrol kita, agar tidak kabur.."


"Maka dari itu, aku meminta tempat privasi ini untuk mereka, dan titah raja ini sebagai jaminan keamanan dan keselamatan mereka."


"Agar tidak ada yang berani mengganggu, selama kita tidak ada di tempat.."

__ADS_1


ucap Guo Yun mencoba menjelaskan kepada pangeran Ji Ao.


Pangeran Ji Ao mengangguk dan berkata,


"Kapan kita akan berangkat,..?"


Gongsun Yan terlihat memegang lengan suaminya dengan wajah cemas.


Pangeran Ji Ao menepuk pelan tangan istrinya dan berkata,


"Jangan khawatir, kami pasti akan secepatnya kembali dengan selamat."


"3 hari lagi Yang Mulia, 3 hari lagi kita akan berangkat untuk mencari informasi dan menghubungi keluarga Han dan Song."


"Sekalian kita akan merekrut pasukan di Lu secara diam diam, syukur syukur bila bisa melepaskan keluarga pangeran Ji dari tangan negara Qi."


"Negara Lu posisi letak geografisnya terlalu tidak aman."


"Kalau ingin membentuk negara Lu kembali, aku sarankan di daerah Wu Yue, di sana jauh lebih aman.."


Pangeran Ji Ao tersenyum pahit dan berkata,


"Kita lihat saja nanti, soal bangkitnya negara Lu, "


"Saat ini yang terpenting adalah bisa membujuk keluarga Han dan Song, mau bekerja sama dengan kita."


"Serta bisa merekrut pasukan di negara Lu, sedangkan mengenai misi penyelamatan dan membangkitkan negara Lu.."


"Hal itu sebaiknya kita pikirkan nanti saja.."


"Bila kita menyinggung mereka, dengan mendirikan negara Lu secara terburu-buru."


"Aku yakin mereka akan bergabung untuk melenyapkan kita."


ucap Ji Ao mengemukakan pendapat nya.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Baiklah Yang Mulia, kita akan coba jalankan setahap demi setahap, sambil melihat perkembangan situasi.."


Guo Yun di dalam hati sedikit menyayangkan sikap pesimis Ji Ao junjungan nya.


Terkadang untuk mencapai tujuan, mereka harus bergerak cepat. Apapun masalah nya nanti, itu di pikirkan dan di hadapi nanti saja..


Kesempatan tidak akan datang untuk ke 2 kali nya, begitu pula momennya.


Bila momennya sudah kelewat, kita mau sekalipun, akan jad sulit untuk mendapatkan nya kembali.


Tapi tentu saja, dia di luar tidak berkata apa-apa.


"Yun er kalian berdua sudah makan? bagaimana bila kita makan siang bersama..?"


Guo Yun melihat Gongsun Li ingin tahu pendapat nya.


"Kakak ipar terimakasih, tapi kami belum lapar dan masih ingin jalan jalan, melihat pemandangan alam di sekitar Xian Yang.."


ucap Gongsun Li cepat.

__ADS_1


Ji Ao mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu, terserah kalian saja.."


"Bila sudah lelah ingin istirahat, kamar buat kalian berdua sudah di siapkan oleh pelayan.."


"Bagaimana sebelum kalian pergi jalan jalan, kita lihat letak kamar kalian dulu..?"


ucap pangeran Ji Ao sambil tersenyum.


Guo Yun lagi lagi menoleh kearah Gongsun Li menunggu jawaban dari kekasihnya.


"Boleh kakak ipar, biar pelayan saja yang antar kita melihat lihat kesana."


Pangeran Ji Ao menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Di sini aku dan kakak mu juga tidak punya kerjaan jelas, kami sangat santai.."


"Udah biar kami saja yang temani kalian melihat lihat gedung ini, tak perlu pelayan ."


ucap pangeran Ji Ao sambil bangkit berdiri bersama istrinya.


Lalu dia memberi kode agar Guo Yun mengikuti nya.


Rombongan itu pun di ajak Ji Ao, untuk melihat lihat seluruh ruangan dan isi gedung.


Terakhir Ji Ao baru membawa Guo Yun dan Gongsun Li, menuju sebuah kamar besar yang memilki taman bunga dan halaman terpisah sendiri.


Kamar besar itu di dalam nya ada ruang penerimaan tamu, ruang makan, kamar tidur dan kamar mandi sendiri.


Kamar itu di tata dengan sangat baik, sebuah kamar yang dirancang menjadi sebuah kamar serba guna.


Guo Yun yang melihat kamar tersebut mengangguk puas, saat berlalu dari kamar itu, dia diam diam berbisik pada Gongsun Li.


"Li mei kamar itu sangat cocok jadi kamar pengantin kita.."


Gongsun Li menggerling kearah Guo Yun dan berkata,


"Yun ke ke bila serius ? kenapa tidak coba minta ke kakak dan kakak ipar."


"Kita bisa menikah secara sederhana, sebelum Yun ke ke berangkat.."


Guo Yun menghentikan langkahnya dengan kaget, tadi dia hanya bermaksud bercanda.


Tidak di sangka Gongsun Li malah sepertinya menyambut baik usulan nya.


"Li mei,..kamu setuju..?"


Gongsun Li tersenyum manis dan mengangguk kecil.


Guo Yun sebenarnya ingin maju memeluk dan menggendong kekasihnya, menunjukkan kebahagiaan nya.


Tapi di sana hadir Ji Ao dan Gongsun Yan yang berjalan di depan.


Jadi dia tidak berani melakukannya, sebaliknya dia maju mengejar dan berlutut di belakang mereka, sambil berkata,


"Pangeran Ji,..Yan cie cie..!"

__ADS_1


__ADS_2