
Dengan berhasil mengamankan dua negara yang selalu menjadi ancaman terdekatnya.
Kini kekuasaan Qin menjadi semakin kokoh dan kuat.
Lu Bu Wei di kota Luo Yang yang mendapatkan laporan kemenangan itu dari burung merpati nya.
Dia terlihat tersenyum puas, sambil menatap sebuah peta besar yang di gantung tepat di hadapannya.
"Kerajaan Yan kamu akan menjadi yang berikutnya.."
"Raja Xi kalian tunggu saja, kita akan segera bertemu di medan perang tak lama lagi..'
"Lapor.. perdana menteri ada berita dari Xian Yang.."
ucap seorang pengawal yang baru saja berlari.masuk dan berlutut di hadapan Lu Bu Wei dengan penuh hormat.
"Berdirilah,.. kemarikan.."
ucap Lu Bu Wei tenang.
Lu Bu Wei menerima isi pesan yang di kirimkan lewat burung merpati nya.
Setelah membacanya, dua langsung meremasnya hingga hancur menjadi bubuk.
Setelah itu dia langsung berkata,
"Panggil Wang Jian kemari cepat.."
"Baik Perdana menteri.."
Setelah menjawab dan memberi hormat.
Pengawal itu langsung bergegas mundur dari sana.
Beberapa waktu kemudian terlihat Wang Jian datang dengan langkah terburu-buru.
"Jendral tua datang memberi salam kepada Perdana menteri.."
ucap Wang Jian begitu tiba.
Dia ingin memberi hormat dengan berlutut, tapi di tahan oleh Lu Bu Wei.
"Tak perlu sungkan Jendral Wang."
"Dengarlah aku ada tugas penting untuk mu, berangkat lah ke Handan segera.."
"Tarik.mundur Bai Qi dan pasukannya kembali ke Xian Yang.."
"Tunggu informasi lebih lanjut dari ku.."
"Nanti si Topeng Emas dan pasukannya akan menyusul kamu kesana.."
"Dia akan membantu mu.."
"Aku harus segera kembali ke istana Xian Yang, ada hal penting yang harus aku urus di sana."
ucap Lu Bu Wei berpesan.
"Baik, perdana menteri.."
ucap Wang Jian sambil memberi hormat.
Selesai berpesan tanpa berkata apa-apa, Lu Bu Wei langsung bergegas meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, dia sudah terlihat meninggalkan kota Luo Yang menggunakan kereta mewah dan di kawal oleh 50.000 personil pasukan berkuda.
Sedangkan Wang Jian setelah mengatur tuntas kota Luo Yang dia juga terlihat buru buru berangkat memimpin 300.000 pasukannya menuju kota Handan.
Mengikuti petunjuk dari Lu Bu Wei.
Di tempat lain di atas sebuah kapal yang sedang bergerak menyusuri sungai kuning menuju dermaga Luo Yang.
Di dalam bilik kamar Guo Yun terlihat Guo Yun yang sedang di rantai berbicara santai dengan Min Min sambil minum teh dan makan camilan sarapan pagi.
"Min Min maaf aku bertanya agak sedikit pribadi, tidak apa-apa kan..?"
tanya Guo Yun yang sudah tidak mengenakan topeng emas nya.
Karena Min Min melarangnya, menggunakan topeng itu, bila sedang ngobrol berdua.
Guo Yun tidak banyak menolak, karena Min Min memang sudah melihat wajahnya dari saat pertama kali mereka bertemu.
"katakan saja,..Yun ke ke ingin tahu apa..?"
ucap Min Min tertunduk malu dengan wajah merah.
Hatinya berdebar-debar menanti ucapan pertanyaan yang akan Guo Yun lontarkan kepada dirinya.
Karena Guo Yun mengatakan masalah pribadi, pikiran Min Min jadi melantur kemana mana menduga duga apa yang ingin Guo Yun tanyakan.
Guo Yun menatap Min Min yang sedang tertunduk malu lekat lekat, kemudian dia bertanya dengan pelan.
Jantungnya juga berdegup dengan kencang, menanti jawaban apa yang akan di respon oleh Min Min.
"Min Min benarkah kamu hanya anak angkatnya paman ku.."
Min Min mengangguk dengan cepat dan berkata,
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan kembali bertanya,
"Min Min kamu masih ingat, kapan kamu pertama kali di angkat anak oleh paman ku.."
"Dan bagaimana awal pertemuan kalian terjadi.."
Min Min mengangkat wajahnya dengan heran menatap kearah Guo Yun dan berkata,
"Yun ke ke kenapa pertanyaan mu terasa aneh.."
"Yun ke ke ingin tahu tentang apa sebenarnya ?"
Guo Yun tersenyum misteri dan berkata,
"Jawab saja, nanti semuanya akan jelas.."
Dengan wajah bingung Min Min akhirnya tetap menjawab sesuai dengan apa yang diketahuinya.
"Aku tidak ingat bagaimana dan kapan cerita nya bermulai."
"Aku hanya tahu dari ayah angkat, aku adalah yatim piatu yang di temukan nya di lembah sungai Huai kira kira 10 tahun yang lalu."
"Saat di temukan aku baru berusia 8 tahun dan ditemukan dalam keadaan Linglung tidak ingat apa-apa."
"Begitulah ceritanya.."
Ucap Min Min menceritakan semua yang dia ketahui.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Siapa nama ayah angkat mu yang juga adalah paman ku itu, sekaligus perdana menteri negara Qin.."
"Ehh Yun Ke ke ini aneh masa nama paman sendiri tidak tahu ? gimana sih Yun Ke ke ini."
ucap Min Min sambil tersenyum lucu dan dia menempelkan telapak tangannya yang lembut menyentuh kening Guo Yun.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Min Min jangan nanti aku tidak bisa menahan diri.."
"Kalau begitu jangan di tahan, biar aku bantu buka kan rantainya.."
ucap nya sambil tertawa.
Guo Yun hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan berkata,
"Min Min sejujurnya aku tidak ingat apa-apa tentang masa lalu ku.."
"Aku tidak berbeda jauh dengan mu."
"Aku hanya tahu semua cerita dari paman ku, yang juga ayah angkat mu itu.."
"Katanya nama ku Guo Yun ayah ku Guo Jian raja Yue, dan dia paman ku namanya Guo Lu.."
"Sebentar,.. sebentar.."
"Yun ke ke kamu kenapa semakin melantur dan aneh.."
ucap Min Min sambil menatap Guo Yun dengan cemas dan bingung.
Sesaat kemudian dia baru berkata,
"Yun ke ke dengarlah, nama ayahku, adalah.."
"Lu Bu Wei, .. perdana menteri Lu dari Qin, dia juga adalah paman mu, bukan Guo Lu.."
"Gak ada Guo Lu, siapa Guo Lu, nama yang lucu aku tidak pernah mendengarnya."
Guo Yun tersentak bagaikan di sambar petir di siang bolong, mendengar 3 kata nama yang di sebutkan Min Min.
Dua sudah tidak mendengar ucapan Min Min yang lainnya, setelah mendengar penjelasan dari Min Min atas 3 kata nama ajaib itu.
Otaknya yang cerdik langsung bisa merangkai seluruh urutan peristiwa yang terjadi.
Seluruh wajahnya merah padam, seluruh tubuhnya berkerotokan energi panas dan dingin memancar dari tubuhnya.
Rantai yang membelenggu tubuhnya sampai berderak derak hebat, seperti hampir tidak kuat menahannya.
Min Min sangat kaget melihat reaksi Guo Yun yang tiba-tiba berubah menjadi aneh.
"Yun ke ke kamu kenapa ?"
"Kamu jangan menakuti ku..bicaralah Yun ke ke.."
"Aku mohon jangan seperti ini.."
ucap Min Min dengan panik dan cemas.
Dia terlihat ingin maju memeluk Guo Yun.
Tapi,..
"Aihhhh,..!"
__ADS_1
Min Min langsung menjerit kaget.