
Guo Yun sudah tidak lagi mengenakan topeng emas nya.
Dia dengan langkah tenang memasuki kota Luo Yang, sambil menggandeng tangan Min Min.
"Yun ke ke mengapa kita kemari, tidak langsung menuju kediaman gubernur Luo Yang..?"
tanya Min Min pelan.
Karena Guo Yun membawanya memasuki sebuah penginapan, bukan langsung menuju kediaman gubernur.
"Di sana tidak bebas."
jawab Guo Yun singkat.
Mendengar jawaban Guo Yun, wajah Min Min langsung merah padam.
Dia tidak berani banyak bersuara lagi, bahkan sekedar mengangkat kepalanya pun, dia tidak punya keberanian.
Dia hanya mengikuti tarikan tangan Guo Yun, di mana jari kelingking mereka saling bertaut jadi satu.
Min Min terus menunduk kan kepalanya dalam dalam tidak berani mengangkat kepalanya.
Guo Yun setelah masuk kedalam penginapan, dia memesan sebuah kamar.
Saat tahu Guo Yun hanya memesan satu kamar untuk mereka berdua.
Min Min menjadi semakin salah tingkah dan grogi.
Dia semakin menundukkan kepalanya yang sudah tertunduk, hanya berani menatap ujung jari kakinya sendiri.
Guo Yun sendiri pura pura tidak tahu hal ini.
Setelah mendapatkan kunci kamar dan di antar oleh pelayan penginapan hingga kedalam kamar.
Di mana dia menunggu hingga pelayan kamar menjelaskan fasilitas dari kamar yang di sewanya, hingga selesai.
Guo Yun memberikan sebuah bungkusan ke pelayanan tersebut dan berkata,
"Tolong masakan obat ini, 5 mangkok air menjadi satu mangkok.."
"Setelah selesai bawa kemari, akan ada bonus buat mu.."
ucap Guo Yun sambil menyisipkan sekeping perak kedalam telapak tangan pelayan itu.
Pelayan itu langsung tersenyum lebar dan berkata cepat,
"Siap tuan muda,.. silahkan bersantai..aku pergi.mssak obat kuatnya dulu."
"Di jamin pasti cepat punya anak.."
ucap pelayan itu sambil tersenyum penuh arti.
Guo Yun yang baru saja minim seteguk teh langsung menyemburnya keluar dan terbatuk batuk.
"Bururrr...!"
"Uhuk..uhuk..uhuk..uhuk..!"
Guo Yun sambil batuk batuk, memberi kode agar pelayan yang banyak mulut itu cepat pergi.
Saat dia melirik kearah Min Min, Min Min sudah berlari sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Naik keatas ranjang bersembunyi di balik kain penutup ranjang tempat tidur.
Guo Yun menghela nafas panjang,.tapi dia tidak berkata apa-apa, untuk mencoba memberi penjelasan atas kesalahpahaman tersebut.
__ADS_1
Guo Yun berpikir terkadang dalam keadaan seperti ini, makin di jelaskan akan makin ruwet.
Lebih baik biarkan saja, nanti semuanya akan jelas dengan sendiri nya.
Sehingga dia tidak perlu khawatir mempermalukan atau pun melukai perasaan Min Min.
Guo Yun mengambil tempat duduk di tepi jendela sambil minum teh.
Sesaat berlalu dalam suasana hening, akhirnya terdengar Min Min buka suara memecahkan keheningan dari balik tirai.
"Yun ke ke kamu tidak ingin istirahat kah..?"
tanya Min Min dengan suara lembut.
Guo Yun menoleh kearah tempat tidur dan berkata,
"Min er bila kamu mengantuk tidurlah dulu, nanti bila obat datang aku baru membangunkan mu.."
Min Min tidak berani banyak tanya lagi, dia buru buru berbaring mencoba menenangkan perasaan nya, dengan memejamkan mata.
Beberapa saat kemudian, karena memang terlalu ngantuk, akhirnya Min Min pun tertidur pulas.
Sedangkan Guo Yun tetap duduk diam di tepi jendela sambil menikmati teh hangat di cawan yang di pegang nya.
Guo Yun sedang berpikir apa langkah selanjutnya yang harus dia ambil.
Langsung pergi mencari Lu Bu Wei, menjebaknya ditempat sepi lalu membunuhnya.
Atau lebih dahulu mengantar Min Min kembali ke lembah hantu, menemui kakeknya.
Kui Yi Sian Seng paman guru nya itu.
Setelah itu baru pergi mencari dan menunaikan tugasnya, membasmi manusia licik yang selama ini telah menipu dan memanfaatkan dirinya.
"Prakkk..!"
Hancur menjadi debu, di remas oleh tangan nya.
Setelah cawan hancur teh membasahi tangannya, Guo Yun pun tersadar.
Sambil tersenyum pahit, Guo Yun berjalan menghampiri meja di tengah ruangan.
Mengambil cawan baru dan teko teh di atas meja.
Lalu dia bawa ke tepi jendela, kembali duduk termenung sambil menatap awan.
"Bila aku bukan keponakan nya, lalu siapa sebenarnya aku..?"
gumam Guo Yun sambil termenung.
"Tok...tok..tok...!"
"Tuan,...! tuan..! obatnya sudah siap.."
terdengar suara pelayan dari depan pintu.
"Masuklah,..! Pintu tidak terkunci..!"
balas Guo Yun dari tepi jendela.
Pintu terbuka, pelayan itu membawa sebuah mangkuk berisi cairan hitam pekat di tangannya.
"Ini obatnya sudah siap tuan."
ucap pelayan itu penuh hormat.
__ADS_1
"Letakkan saja di atas meja.."
ucap Guo Yun santai.
Pelayan itu mengangguk, lalu dua meletakkan obat itu di atas meja.
Selesai meletakkan nya, pelayan itu buru buru memegang telinga nya.
Untuk mengurangi rasa panas di tangannya.
"Ini untuk mu, terimakasih.."
ucap Guo Yun sambil menyentil kan sekeping perak yang terbang melayang kearah pelayan itu.
Pelayan itu buru buru menyambutnya dengan kedua telapak tangan.
Dia terlihat sangat gembira, sambil tersenyum senyum sendiri pelayan itu langsung pergi meninggalkan kamar Guo Yun.
Beberapa saat setelah pelayan itu pergi, di mana isi cawan nya sudah habis.
Guo Yun baru berjalan menghampiri meja, kemudian membawa mangkok itu mendekati ranjang di mana Min Min sedang tidur pulas.
Guo Yun menyingkap tirai penutup lalu dia mengambil tempat duduk di tepi ranjang.
Guo Yun menatap wajah Min Min yang sedang tertidur pulas, dengan tatapan mata penuh kagum.
"Cantik sekali,.. sempurna.."
"Yun ke ke kamu lihat apa ? siapa yang cantik dan sempurna..?"
tanya Min Min sambil membuka matanya dan tersenyum nakal.
Guo Yun langsung merah padam dan tersenyum canggung.
"Ini obatnya sudah datang, bangunlah dan minum obatnya.."
ucap Guo Yun mencoba mengalihkan pembicaraan, sambil.menenangkan jantung nya yang berdebar debar keras.
Min Min bangun duduk, lalu dia mengangkat kedua tangannya keatas untuk merapikan rambutnya.
Guo Yun melongo terpesona melihat gerakan manis yang di tunjukkan oleh Min Min.
Melihat sikap Guo Yun, Min Min sambil tersenyum berkata,
"Suapin,.. aku lagi malas minum obat.."
Guo Yun mengangguk canggung,.lalu dia menggeser duduknya mendekati Min Min.
Dengan jantung yang berdebar semakin tidak karuan.
Guo Yun buru buru fokus dengan obat di tangannya, dia menyuapi obat itu sesendok demi sesendok.
Obat yang tadinya panas, kini sudah tidak, karena Guo Yun menggunakan sedikit tapak bulannya.
Untuk mengurangi rasa panas obat itu.
Tapi dia hanya berhasil mengurangi rasa panasnya saja, tidak berhasil mengurangi rasa pahitnya.
Suapan pertama nya, langsung.membuat sepasang alis dan hidung Min Min berkerenyit aneh.
"Pahit kak..!"
"Hoeekkk..!"
Min Min hampir muntah, saat minum obat itu.
__ADS_1