LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
DI HADANG DI JALAN PULANG


__ADS_3

Guo Yun dan Zhang Yi di antar menuju sebuah ruangan, yang penuh dengan gantungan lukisan pemandangan alam dan berbagai gambar hewan legenda, yang terlihat menyeramkan.


Selagi Guo Yun sedang mengamati lukisan lukisan yang tergantung di dinding ruangan.


Dari ruang dalam terdengar langkah kaki mendekati ruangan tersebut.


Sesaat kemudian Lu Bu Wei terlihat muncul dari dalam ruangan sana, bersama seorang tentara bertubuh kecil.


Dengan topi helm baja pelindung kepala, dan baju seragam yang terlihat agak kedodoran.


Prajurit lucu itu sambil berjalan, dia harus terus memegangi helmnya, agar tidak sampai menutupi matanya.


Prajurit itu tersenyum lebar kearah Guo Yun.


Melihat keadaan prajurit itu, yang bukan lain adalah Gongsun Li, yang sedang mengenakan seragam militer, yang ukurannya sedikit kebesaran.


Guo Yun langsung tersenyum lebar melihat kehadiran Gongsun Li di sana.


Guo Yun kemudian menoleh kearah Lu Bu Wei memberi hormat dan berkata,


"Terimakasih banyak perdana menteri Lu, maaf telah merepotkan anda.."


"Bukan masalah, aku hanya melakukan apa yang bisa ku lakukan.."


"Aku hanya berharap saudara Yun jangan sampai kecewakan harapan Raja dan saya.."


ucap Lu Bu Wei mengingatkan Guo Yun.


Guo Yun menatap Lu Bu Wei dan berkata,


"Tentu saja, kedatangan ku saat ini juga dalam rangka untuk tujuan itu.."


"Untuk menghemat waktu, aku tidak akan berputar-putar lagi.."


"Perdana menteri, aku sedang mencari toko pembuat seragam militer terbaik di Xian Yang."


"Aku memerlukan 5000 seragam khusus untuk pasukan ku..'


"Di sesuaikan dengan kondisi iklim cuaca dan geografis Padang gurun dan Padang rumput di wilayah barat.'


"Selain itu aku juga perlu kantong air khusus, yang tahan terhadap cuaca panas dan senjata."


"Aku juga ingin berkunjung ke toko pembuat senjata terbaik di kota ini, aku perlu memesan di buatkan tombak khusus untuk pasukan ku.'


"Sebenarnya aku ingin menemukannya sendiri, tapi , berhubung aku tidak punya kenalan dan pengetahuan tentang kota ini.."


"Dengan sangat terpaksa, aku harus kemari merepotkan Perdana menteri."


Lu Bu Wei mengangguk dan berkata, persiapan itu memang perlu,


"Begini saja, nanti aku aturkan pengurus rumah tangga saya, paman Kai."


"Biar dia nanti yang akan membantu saudara Yun, mencari perlengkapan dan peralatan yang saudara Yun butuhkan."


"Terimakasih perdana menteri Lu, tapi saya lebih baik baik bicara di awal."

__ADS_1


"Dalam hal ini, saya sama sekali tidak punya uang, untuk membeli perlengkapan dan peralatan yang di butuhkan.."


Lu Bu Wei tersenyum dan berkata,


"Untuk itu saudara Yun boleh tenang, nanti semua nya akan di tanggung sepenuhnya oleh negara Qin."


"Satu hal lagi, waktu pembuatan nya dan persiapan nya, apa cukup 3 hari..?"


tanya Guo Yun was.was.


Lu Bu Wei tersenyum dan berkata,


"Pesan dulu saja barangnya, berapa lama harus selesai, nanti akan saya bantu rundingkan dengan pemilik toko nya."


Guo Yun sekali lagi memberi hormat dan berkata,


"Kalau begitu hamba pamit permisi dulu tuan perdana menteri, biar hamba tunggu paman Kai di depan halaman rumah saja.."


Lu Bu Wei mengangguk dan berkata,


"Silahkan saudara Yun.."


Guo Yun memberi kode mata kearah Zhang Yi dan Gongsun Li agar mengikutinya.


Sesaat kemudian ketiga orang itu, terlihat mengikuti Seorang pelayan paruh baya, bergerak meninggalkan halaman kediaman Lu Bu Wei.


Pelayan tua itu adalah paman Kai, kepala pelayan kepercayaan Lu Bu Wei.


Meski sudah berusia 1/2 abad tapi gerak geriknya terlihat ringan dan tangkas.


Berkat bantuan paman Kai, tidak sampai sore, semua pesanan keperluan Guo Yun.


Hanya saja masalah waktu selesainya pesanan, hampir semua toko pada angkat tangan, tidak ada yang sanggup menyelesaikannya dalam waktu 3 hari.


Paman Kai lah yang mencatat satu persatu, kemampuan setiap toko untuk menyelesaikan pesanan secepatnya.


Sebagai bahan laporan ke Lu Bu Wei.


"Ada lagi yang mau tuan muda Yun cari..?"


tanya paman Kai, setelah mereka habis mengunjungi tempat pemesanan senjata.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku rasa sudah tidak ada, bila paman Kai mau kembali ke rumah silahkan saja.."


Paman Kai mengangguk patuh dan berkata,


"Baiklah kita berpisah di sini, kemungkinan besar besok siang sudah akan ada kabarnya, soal kapan selesainya, semua pesanan tuan muda Yun.."


Guo Yun memberi hormat dan berkata,


"Terimakasih banyak paman Kai,. hati hati di jalan, sampai jumpa besok."


Gongsun Li dan Zhang Yi juga ikut memberi hormat ke paman Kai.

__ADS_1


Rombongan Guo Yun mengambil jalan berbeda, mereka langsung menuju barak militer Wang Jian.


Meski Guo Yun di dalam hati sangat ingin mengajak Gongsun Li, jalan jalan melihat keramaian kota Xian Yang.


Tapi dia hanya bisa menyimpan keinginan tersebut dalam hati, karena posisi mereka saat ini sedang kurang baik.


Bisa melepaskan Gongsun Li dari cengkraman Ying Zheng, itu saja sudah termasuk luar biasa.


Guo Yun tidak mau ambil resiko dengan munculnya masalah baru, saat mereka sedang jalan jalan di kota asing ini..


Tanpa banyak bicara, Guo Yun terus mempercepat langkahnya untuk kembali ke markas militer Wang Jian.


Tapi sebelum mereka tiba di markas militer Wang Jian, kendala yang ingin di hindari oleh Guo Yun, tetap datang juga menghampiri nya.


"Hei kalian berhenti..!!"


teriak suara bentakan menggelegar dari belakang Guo Yun.


Guo Yun menghentikan langkahnya, lalu menoleh kearah belakang.


Guo Yun mendapati di belakangnya sedang berdiri 3 orang berpakaian ringkas, mengenakan topeng besi.


Mereka bertiga sedang menatap kearah Guo Yun dengan tatapan mata tajam.


Seolah olah mereka sedang menafsir dan mengira ngira kemampuan Guo Yun.


"Maaf apa ada yang bisa kami bantu..?"


tanya Guo Yun bersikap tenang.


"Tidak perlu banyak bicara, kami di bayar untuk mengambil nyawa mu.."


"Tinggalkan nyawa mu maka urusan kita selesai.."


Guo Yun tidak ambil perduli dengan ancaman mereka.


Dia melirik kearah Zhang Yi dan berkata,


"Kakak Zhang kalian kembali ke kemah duluan, minta kak Wang Jian kemari."


"Aku akan mencoba menahan mereka.."


Meski Zhang Yi hati kecilnya kurang setuju, tapi dia tidak berani membantah.


Dia tahu persis, ini memang adalah pilihan yang terbaik.


Daripada nanti mereka semua konyol di sini, bila ternyata lawan jauh lebih kuat dari perkiraan.


Lebih baik dia pergi cari bantuan, ke barak militer yang letaknya memang sudah tidak terlalu jauh dari tempat ini.


Zhang Yi mengangguk patuh, tanpa berkata kata, dia langsung menarik lengan Gongsun Li.


Untuk segera berlari meninggalkan tempat itu.


Gongsun Li sambil berlari mengikuti tarikan tangan Zhang Yi, dia masih sempat menoleh kearah belakang.

__ADS_1


Dia melihat di belakang sana ada seorang yang menerjang kearah Guo Yun.


Dua yang lainnya berusaha bergerak ingin mengejar mereka berdua.


__ADS_2