LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEPEDIHAN HATI SEORANG WANITA


__ADS_3

"Mereka berdua sudah tiada, ini semua salah ku, yang tidak bisa mendidiknya dengan baik.."


ucap Lu Bu Wei dengan kepala tertunduk.


"Aku sudah katakan ini bukan tanggung jawab mu.."


"Sekarang katakan cepat di mana suami ku,? apakah kalian juga sudah mencelakainya..?"


tanya Gongsun Li dengan sepasang mata berkilat penuh nafsu membunuh.


Tangan nya yang memegang tombak, sudah siap menyerang, bila ada kabar hal buruk menimpa Guo Yun.


Bila itu terjadi, dia pasti tidak akan mengampuni mereka semuanya.


batin Gongsun Li dalam hati.


Lu Bu Wei buru buru menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak saudara Yun baik baik saja, dia bahkan ikut bergabung dengan aku dan Wang Jian, untuk menaklukan Xiang Yan dari Chu."


"Kini dia sedang berjaga di depan jalan masuk menuju kemari."


"Baiklah aku percaya padamu sekali ini."


"Minggirlah.."


"Jangan menghalangi jalan ku, aku mau pergi melihat dan membuktikan keadaan suami ku, apa dia baik baik saja ?."


Lu Bu Wei mundur kesamping dan berkata,


"Silahkan nona Gongsun, tapi ada satu hal yang tidak tahu pantas ku katakan atau tidak.."


"Bila tidak kukatakan, aku akan semakin merasa berdosa dengan nona Gongsun."


"Tapi bila tidak ku katakan, aku sedikit tidak enak hati dengan saudara Yun, karena bagaimanapun ini adalah urusan pribadinya.."


"Aku benar benar tidak layak ikut campur.."


ucap Lu Bu Wei dengan ekspresi tak berdaya dan kepala tertunduk.


Gongsun Li mengerutkan alisnya, dia yang tadinya ingin pergi, jadi menghentikan langkahnya.


Dia menoleh kearah Lu Bu Wei dan berkata,


"Ada kentut cepat buang, ada sesuatu cepat katakan yang jelas, tak perlu plintat plintut."


Ucapan Gongsun Li sangat tidak bersahabat dan kasar.


Bila orang lain, mungkin tidak akan tahan, tapi inilah Lu Bu Wei,.dia bukan orang lain.


Bahkan tidak pernah ada orang kedua, yang bisa menyamainya.


Sambil tersenyum canggung dan berdehem pelan.


Lu Bu Wei menatap Gongsun Li dengan prihatin dan berkata,


"Baiklah demi menebus kesalahannya, aku hari ini bagaimana pun tidak boleh tidak bicara lagi..'


"Nona Gongsun, ketahuilah, dan kamu harus hati hati terhadap sundal betina, yang memanfaatkan wajah dan penampilan mirip dengan mu.."


"Sejak di negara Song, sampai sekarang, dia terus menempel di sisi suami mu.."


"Aku mendapat laporan, juga menyaksikan sendiri, hubungan mereka sangat tidak biasa.."

__ADS_1


"Maafkan aku orang tua terlalu banyak mulut, aku sebenarnya lebih menyarankan nona Gongsun tidak pergi dulu kesana.."


"Nanti cari kesempatan di saat wanita itu tidak ada, nona Gongsun baru temui saudara Yun dan bicarakan baik baik.."


"Agar tidak timbul salah paham tidak perlu.."


"Bila nona Gongsun bersedia mendengarkan nasehat saya, saya bersumpah akan membantu nona Gongsun mengaturnya."


"Agar nona Gongsun punya waktu, untuk berbicara berdua dengan tuan Yun, secara kepala dingin.."


ucap Lu Bu Wei hati hati.


Sambil sesekali dia melirik kearah perubahan ekspresi wajah Gongsun Li.


"Tidak perlu merepotkan perdana menteri, urusan kami biar kami yang selesaikan .."


"Tak perlu orang luar ikut campur.."


"Aku sangat percaya dengan karakter suami ku,.."


"Permisi.."


ucap Gongsun Li penuh keyakinan, sambil melanjutkan langkahnya.


"Nona Gongsun ini kuda ku, dia bisa berlari ribuan Li tanpa henti.."


"Mohon di terima, agar hati orang tua ini sedikit berkurang rasa bersalah nya.."


Gongsun Li mengangguk tanpa berkata apa-apa, dia langsung melompat ringan keatas punggung kuda tersebut.


Lalu memacunya meninggalkan tempat tersebut.


Setelah Gongsun Li pergi, Lu Bu Wei langsung tersenyum puas sambil berkata,


"Chi Sa kita kembali ke hutan di balik bukit sana.."


"Tapi tidak boleh berisik..!"


"Paham semuanya..!"


"Siap tuan.."


jawab Chi Sa.


"Paham...!"


ucap seluruh pasukan elite Lu Bu Wei kompak.


Rombongan itu kemudian bergerak mengambil jalan yang sama menyusul Gongsun Li.


Gongsun Li berdiri diam ditempat melihat Guo Yun, sedang memegang dan menahan tangan Si Si.


Tanpa terasa air mata dari hatinya yang hancur, dan terluka melompat keluar dari dua matanya yang indah.


Dia memalingkan wajahnya, untuk menahan airmata nya yang. hampir runtuh.


"Yun ke ke mengapa,? apa kamu telah lupa akan janji mu,? kamu telah berjanji pada ku, akan menemani dan mencintai aku seorang selamanya.."


"Tapi kenyataannya saat ini, mengapa yang Yun ke ke tinggalkan untuk ku, adalah sebuah goresan luka yang begitu dalam


Gongsun Li selesai bergumam, dia menggunakan jarinya yang halus, untuk menghapus sisa airmatanya..


Hatinya saat ini terluka bagaikan di tusuk tombak, kemudian berdarah lalu di taburi garam di luka tersebut.

__ADS_1


Rasanya sangat perih, hingga sulit di lukiskan dengan kata-kata.


Gongsun Li membalikkan badannya, kemudian dengan langkah lesu.


Dia meneruskan langkahnya dengan kepala tertunduk sedih, berjalan menuju kudanya, dengan perasaan hampa.


Seluruh mimpinya telah di hancurkan oleh Guo Yun, dan kehadiran Si Si ditengah tengah mereka.


Dalam sekejab mata, semua harapan indah nya, kini hanya tersisa kepedihan kehancuran hatinya, yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Li Ba dan Li Kui yang sudah menghabisi Ta Lo Sa, mereka masing-masing hanya bisa berdiri di sana, sambil merangkul istri mereka masing-masing.


Mereka hanya bisa menyaksikan tragedi itu, tapi tidak berani ikut campur, ataupun mengeluarkan suara.


Sedangkan Cu Cu dan Sian Sian,


sebagai sesama wanita, mereka yang berperasaan lebih halus.


Mereka sangat memahami, apa yang di rasakan oleh Gongsun Li saat ini.


Mereka berdua sudah tidak bisa menahan diri, untuk tidak ikut bersedih dan menangis dengan airmata bercucuran.


Sebagai wanita yang berperasaan lebih halus, mereka sangat berempati dengan apa yang di rasakan oleh Gongsun Li.


Mereka berpikir bila mereka yang berada di posisi Gongsun Li dan di khianati oleh suami mereka.


Perasaan sedih marah tak berdaya kecewa terluka semua menyesaki dada mereka, tanpa bisa tertahankan lagi.


Kedua gadis itu hanya bisa menutupi mulut mereka menahan suara Isak mereka.


Di sisi lain, Guo Yun yang tidak menyadari apa yang terjadi pada Gongsun Li.


Dia justru sedang menahan tangan Si Si dan berkata,


"Tidak Si Si jangan pergi, aku membutuhkan mu.."


"Aku tidak akan melepaskan mu pergi lagi dari sisi ku.."


Si Si tersenyum sedih dan menggelengkan kepalanya,


"Tidak Yun ke ke.. dengarkan aku, biarkan aku pergi.."


"Dia telah kembali, jangan mengacaukan semuanya.."


"Kembali lah ke sisinya, cari waktu yang tepat untuk berbicara dengan nya.."


"Bila berjalan lancar, dia mengijinkan nya, temui aku di kota kelahiran mu.."


"Aku akan menanti Yun Ke ke di sana.."


Guo Yun menggelengkan kepalanya dengan tegas dan menarik Si Si kedalam pelukannya, lalu berkata,


"Tidak Si Si, ayo mari kita hadapi sekarang, apapun resikonya kita akan tanggung bersama.."


Si Si tidak bisa membantah lagi, dia diam saja membiarkan Guo Yun merangkulnya, dan mengajak nya mengejar kearah Gongsun Li.


Gongsun Li sudah memegang tali kekang kudanya, bersiap melompat keatas panggung tunggangan nya.


Saat Gui Yun dan Si Si mendarat ringan di belakangnya.


Guo Yun melepaskan pelukannya dari Si Si dan langsung maju mendekati Gongsun Li.


"Li mei tunggu,.. dengarkan dulu penjelasan ku.."

__ADS_1


ucap Guo Yun sambil mengulurkan tangannya ingin menahan pundak istrinya.


"Sringggg,...!"


__ADS_2