LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PUTAR ARAH


__ADS_3

Melihat rencana mereka sudah ketahuan, Guo Yun memberi kode dengan mengangkat tangannya keatas.


Ajudan jenderal Xu, yang sebelumnya sudah mendapatkan pesan dari Jendral nya.


Agar dia pimpin seluruh pasukan nya, bergerak mengikuti apapun keputusan Guo Yun tanpa banyak tanya.


Dia langsung mengikuti kode Guo Yun, mereka semua langsung terjun kedalam sungai berusaha secepatnya mencapai tepi sungai.


Di bawah pimpinan Guo Yun dan Li Ba, yang sudah terlebih dahulu melayang ke tepi pantai.


Li Ba terlihat mulai menyerang menggunakan sepasang Gada Labu, yang berat dan besar,


Setiap ayunan serangan Li Ba, menimbulkan angin menderu deru ganas, menghantam pasukan Song yang menghadang langkahnya, hingga bubar tunggang langgang.


Li Ba mengamuk seperti seekor banteng, kemanapun dia bergerak,.di situ pertahanan pasukan Song pasti porak poranda di buatnya.


Tidak hanya Li Ba, Guo Yun yang memiliki ilmu ringan tubuh dan 72 langkah ajaib, di tunjang dengan pukulan geledek, dimana pukulan sepasang tangannya memiliki efek meledak ledak.


Hal itu membuat pasukan garis depan kerajaan Song, semakin porak poranda di buatnya.


Guo Yun tidak kalah berbahayanya dengan Li Ba, bila Li Ba mengamuknya bertahap.


Guo Yun sebaliknya mencelat kesana kemari, sulit di deteksi, dia dengan mudah dari satu tempat melayang ketempat lain, untuk melakukan serangan tak terduga.


Memanfaatkan situasi pasukan Song yang kaget, pasukan pimpinan ajudan Cui sudah mendarat dengan selamat di tepi pantai.


Begitu mendarat mereka langsung bergerak membantu Guo Yun dan Li Ba dari arah belakang


Mereka membantai semua pasukan Song, yang sedang panik dan kelabakan, oleh serangan ganas Guo Yun dan Li Ba.


Sedangkan di tempat lain, tanpa menghiraukan Ching Ke, yang terlihat syok, hanya bisa berusaha melindungi dirinya sendiri, dengan putaran pedang dari hujanan anak panah pasukan kerajaan Song.


Baik Jendral Xu yang mengikuti Ching Ke, maupun jendral Xi di bagian lain, mereka dengan cepat melaksanakan rencana B, membentangkan layar, bergerak mundur menjauh dari garis pantai.


Secepatnya mereka bergerak mundur menjauhi pantai, untuk kembali ke markas pertahanan mereka.


Tapi pasukan kerajaan Song, tidak membiarkan hal itu berjalan mudah, mereka tiba-tiba mendorong kereta pelontar batu kedepan.


Menggunakan mesin pelontar batu untuk menyerang pasukan Lu, yang sedang bergerak mundur.


Beberapa kapal yang sial terkena lemparan batu, seluruh penumpangnya terpaksa melompat kedalam sungai.


Karena perahu yang mereka tumpangi telah pecah hancur berantakan, tertimpa batu batu besar.

__ADS_1


Gelombang air sungai juga bergolak hebat, akibat batu batu besar, yang jatuh menimpa air sungai.


Untungnya angin berhembus kencang, membawa semua kapal itu mundur dengan cepat meninggalkan garis batas pantai.


Angin ini sudah di prediksi oleh Guo Yun, melalui ilmu astronomi nya.


Sehingga dia berani menggunakan ide kembangkan layar perahu, saat rencana A mereka gagal.


Raja Huan yang tidak puas mengerahkan perahu perahu mereka, untuk melakukan pengejaran.


Perahu perahu kerajaan Song ini sudah di persiapkan, mereka hanya disembunyikan di sebuah cekungan tepi sungai, yang tidak terlihat.


Begitu melihat sinyal perintah dari raja Huan, perahu terpendam kerajaan Song, langsung bermunculan melakukan pengejaran.


Sambil melakukan pengejaran, mereka melepaskan anak panah api, menghujani perahu berlayar pasukan Lu, yang sedang berusaha melarikan diri.


Tapi di saat pengejaran perahu pasukan kerajaan Song terhadap perahu berlayar pasukan Lu sedang berlangsung.


Tiba-tiba pasukan kerajaan Lu, di bawah arahan jendral Xu dan Xi melepaskan tembakan panah api sebagai balasan yang diarahkan ke arah sungai.


"Boooom,..!"


Boooom,..!"


Boooom,..!"


Sungai itu sudah di pasangi jebakan tumpahan minyak dan bahan peledak yang terapung.


Ini adalah bagian dari rencana C nya Guo Yun. dia menggunakan kemampuan pengetahuan tekhnologi tingkat tinggi, yang di dapatkan nya di Xu Yuan, untuk membuat bahan peledak kedap air yang bisa terapung.


Dengan di bantu tumpahan minyak di sekitar sungai itu, dalam sekejab saja, pasukan perahu kerajaan Song terkurung api.


Semua perahu kerajaan Song tenggelam, tidak ada awak perahu yang selamat dalam insiden tersebut.


Seluruh pasukan panah kerajaan Song bersama perahu perahu mereka, habis terbakar tanpa sisa.


Suara lolongan minta tolong, tangis kesakitan, memenuhi kepungan api yang berkobar-kobar tanpa ampun.


Tapi dalam kekacauan itu,.meski seluruh perahu dan pasukan kerajaan Lu hampir 90% berhasil melarikan diri.


Gongsun Li justru tidak terlihat di perahu yang ditumpanginya bersama Ching Ke.


Tadi saat situasi sedang panik, masing masing sedang sibuk, tidak ada yang sempat memperhatikan keberadaan Gongsun Li.

__ADS_1


Kini di saat situasi mulai aman, mereka baru menyadari, ternyata Gongsun Li tidak ada bersama mereka.


Tapi saat mereka menyadari nya, sayangnya semua sudah terlambat.


Mereka tidak mungkin bisa kembali untuk mencarinya, karena seluruh akses jalan mereka, untuk menuju pantai, kini tertutup oleh api yang berkobar kobar.


Ching Ke sendiri hanya bisa terduduk lesu di ujung perahu dengan tatapan mata sedih, dia sedikit menyesal tidak bisa menjaga Gongsun Li dengan baik.


Gongsun Li sendiri di saat perahu mereka sedang di serang anak panah, dia terus berusaha menangkis sambil melangkah mundur


Tapi sialnya tanpa, dia sadari kakinya justru mundur ketempat kosong.


"Byuurr,..!"


Tubuhnya langsung terjungkal kedalam sungai yang gelap


Hal ini tidak ada orang yang menyadarinya, karena masing masing dari mereka.


Semuanya sedang sibuk menyelamatkan diri sendiri, mereka berusaha menahan anak panah yang datangnya seperti hujan.


Jadi mana ada orang yang memperhatikan hal yang dialami Gongsun Li.


Gongsun Li yang terjatuh kedalam sungai, dia terlihat gelagapan dan berusaha mempertahankan diri agar tidak tenggelam.


Tapi karena tidak bisa berenang tubuhnya tetap aja tenggelam.


Di saat Gongsun Li pingsan dan mengambang di atas air.


Saat itulah dia ditarik keluar dari dalam air oleh pasukan kerajaan Song.


Gongsun Li di kumpulkan bersama para pasukan kerajaan Lu lain nya yang tertawan, untuk di bawa ketepi pantai menjalani hukumannya sebagai tawanan perang.


Guo Yun Li Ba dan ajudan Cui, yang seharusnya, setelah membuat kekacauan.


Di mana saat pasukan tengah dan kanan berhasil lolos.


Seharusnya mereka memanfaatkan kekacauan perahu pengejar meledak dan terbakar, untuk segera mundur melarikan diri.


Tapi saat sedang memimpin pasukannya bergerak mundur, Guo Yun malah secara tidak sengaja melihat Gongsun Li yang terlihat basah kuyup.


Guo Yun Tidak tahu apakah Gongsun Li sedang pingsan atau mati, yang jelas dia terlihat sedang di pondong oleh dua prajurit kerajaan Song, yang baru saja mendarat di pantai.


Di belakangnya mengikuti pasukan kerajaan Lu yang menjadi tawanan perang pasukan kerajaan Song.

__ADS_1


Mereka semua sedang di giring menuju pasukan pertahanan kerajaan Song, yang berbaris rapi.


Melihat hal itu, Guo Yun pun tidak jadi mundur, melainkan berbelok arah menerjang kearah pasukan kerajaan Song, yang sedang menggiring tawanan perang mereka.


__ADS_2